"Anak muda, bisakah Kamu menjual barang yang sama seperti yang Kamu berikan kepada Jason?" tanya seorang laki-laki yang baru saja datang setelah Adam selesai menata barang jualannya.
"Kamu ingin pomade, Tuan?"
"Ah, jadi nama benda itu pomade rupanya. Ya, aku ingin itu. Berapa harga dari pomade tersebut?"
Adam lalu mengangkat sebelah tangannya dan menunjukkan tiga jarinya. Laki-laki itu berpikir ia bisa menjual pomade ini dengan harga tiga emas Kyra. Jika pelanggan di depannya ini keberatan, Adam bisa menurunkan harga tersebut. Sekarang ini, ia sama sekali tidak tahu apakah harga ini terlalu mahal atau tidak.
Nilai terakhir yang bisa Adam berikan adalah satu emas Kyra. Dengan begitu, ia masih akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar.
"Tiga belas emas Kyra?"
"Bukan, tiga emas Kyra. Produk ini dari negeri yang jauh. Kamu tidak akan bisa mendapatkan benda yang sama seperti ini di pedagang lainnya, Tuan."
"Hanya tiga koin emas Kyra? Itu sangat murah sekali. Aku kira Kamu akan menjualnya kepadaku seharga tiga belas emas Kyra. Baiklah, berikan aku dua pomade itu. Aku ingin memiliki penampilan yang menarik ketika menghadiri pesta nanti malam," ucap laki-laki tersebut.
Adam sedikit tercengang mendengar laki-laki di depannya ini mengatakan bahwa pomade seharga tiga emas Kyra ini sangat murah. Apa ini berarti jam tangan yang ia jual terlalu murah? Harga pomade ini hanya tiga puluh lima ribu.
Jika Adam yakin di Planet Biru jam tangan yang sebelumnya ia jual ke Parsley Wood masih bisa terjual dengan harga tiga juta lima ratus. Itu seratus kali lipat dari harga pomade ini. Berarti, setidaknya Adam bisa menjual jam tangan itu seharga tiga ratus emas Kyra.
Sekarang, Adam merasa dirinya telah ditipu oleh Parsley. Jika bertemu dengan laki-laki itu lagi, Adam berjanji akan membuat perhitungan dengannya.
"Baiklah. Ini pomade milikmu, Tuan. Terima kasih sudah membeli pomade milikku," ucap Adam.
"Eh, sebentar. Apa Kamu juga menjual beda ini?" tanya laki-laki itu yang hampir pergi meninggalkan lapak milik Adam. Tangannya menujuk ke arah lima jam tangan yang Adam pajang. Mata laki-laki itu yang berbinar tidak bisa menutupi rasa senangnya melihat adanya jam tangan itu di lapak jualan Adam.
"Ya, Tuan. Aku juga menjual jam tangan ini, Tuan. Apa Kamu juga tertarik membelinya?" tanya Adam.
"Ini terlihat seperti benda yang dipakai oleh Duke George. Apa ini benda yang sama? Tapi harga benda itu sangat mahal. Aku tidak membawa cukup banyak uang untuk membelinya," ucap laki-laki itu yang tidak bisa melepaskan pandangannya dari jam tangan yang Adam jual.
Laki-laki ini terlihat sangat menginginkan jam tangan ini. Namun, dia teringat bahwa Duke George membeli benda ini dengan harga yang cukup mahal. Dengan uang yang ia bawa sekarang, tentu saja ia tidak bisa membelinya. Laki-laki itu takut jika ia pergi sekarang, seseorang akan menemukan pendagang ini dan membeli semua benda ini.
"Apakah jam tangan itu berwarna hitam dengan aksen keemasan di beberapa bagian?" tanya Adam ingin memastikan.
Satu-satunya orang di Benua Guerio yang memiliki jam tangan adalah Parsley Wood. Jika jam tangan yang sekarang ada di tangan Duke George memiliki warna hitam dengan aksen keemasan, itu berarti jam tangan yang ia jual ke Parsley telah berpindah tangan ke Duke George. Kemungkinan besar Parsley telah menjual jam tangan tersebut.
"Ya. Bagaimana bisa Kamu?" tanya laki-laki itu kaget.
"Karena jam tangan itu sebelumnya adalah milikku. Tapi aku tidak ingat menjual jam tangan itu ke Duke George. Apa Kamu tahu berapa yang Duke George bayarkan untuk mendapatkan jam tangan tersebut, Tuan?" tanya Adam.
Adam ingin tahu berapa harga jual yang Parsley tetapkan untuk jam tangan miliknya ini. Itu bisa membantunya mengetahui lebih pasti nilai barang yang ia jual. Tidak hanya itu, Adam juga bisa membuat perkiraan nilai tukar antara mata uang di Planet Biru dengan emas Kyra. Dengan begitu, Adan bisa menentukan harga yang pas untuk barang yang ia jual.
Tidak hanya itu, Adam juga ingin tahu seberapa banyak keuntungan yang Parsley ambil dengan menjual kembali jam tangan miliknya. Jika keuntungan yang Parsley buat terlalu besar, maka Adam perlu menghajar laki-laki itu. Dia benar-benar memanfaatkan Adam yang tidak tahu banyak mengenai dunia ini.
Adam seharusnya tidak mempercayai Parsley begitu saja. Penampilannya yang ramah, serta senyuman yang tidak pernah terlepas dari wajah laki-laki itu, membuat Adam lengah dan mudah diperdaya seperti ini.
"Jika aku tidak salah ingat, benda itu Duke George beli dengan harga dua ribu koin emas. Ia menyombongkan benda unik itu kepada semua orang yang ia temui. Meski itu bukan sihir, tapi keunikannya untuk memperlihatkan waktu membuat semua orang tertarik."
"Banyak bangsawan dan para pedagang besar mencoba mendapatkan benda semacam itu. Sayangnya, tidak ada yang bisa menemukan benda yang sama. Beberapa pedagang berniat menjiplak benda itu laku membuat ulang benda itu. Namun, tidak akan ada yang berani meminjamnya dari Duke George."
"Hey, anak muda. Apa Kamu baik-baik saja?" tanya laki-laki itu khawatir.
Wajah Adam terlihat sangat aneh ketika mendengar penjelasannya. Beberapa kali kerutan dalam terlihat di dahinya. Namun, lama kelamaan wajah Adam terlihat memerah. Itu membuatnya khawatir terjadi sesuatu kepada Adam.
"Aku baik-baik saja. Maafkan aku sudah kehilangan kendali di depanmu, Tuan," ucap Adam yang mencoba menenangkan diri.
Adam benar-benar marah sekarang. Ia tidak menyangka Parsley telah menjual jam tangan itu seharga dua ribu emas Kyra. Itu adalah nominal yang fantastis. Jika setiap emas Kyra itu memiliki berat satu setengah gram, maka dua ribu emas Kyra itu setara dengan tiga kilogram emas.
Adam bisa mendapatkan uang lebih dari tiga miliar setengah jika menjual semua emas itu. Namun, uang sebanyak itu telah lepas darinya. Uang yang ia dapatkan dari menjual emas saja tidak sampai setengah dari uang itu.
Jika seperti ini, bagaimana mungkin Adam tidak marah. Namun, ia tahu bahwa laki-laki di depannya ini tidak memiliki hubungan apa pun dengan hal itu. Itu membuat Adam segera menenangkan diri dan tidak memperlihatkan sisi kemarahannya di depan pelanggannya ini.
"Jadi, berapa harga dari benda ini? Aku akan segera kembali ke rumahku untuk mengambil uang. Tolong sisakan satu untukku," pinta laki-laki itu.
"Harga dari jam tangan ini beragam, Tuan. Jam yang mana yang Kamu inginkan?" tanya Adam.
Ia lalu membuat perhitungan di otaknya untuk menentukan harga dari jam tangan ini. Tentu saja Adam tidak bisa memakai harga yang sebelumnya ia siapkan. Laki-laki itu tidak mau tertipu kembali. Ia harus menaikkan harga dari jam tangan ini.
"Aku tidak membawa cukup banyak uang. Apa Kamu bisa menjelaskan padaku berapa harga dari setiap benda ini?" tanya laki-laki itu.
"Tentu saja, Tuan. Jam tangan berwarna hitam yang satu ini, memiliki harga termurah di antara yang lainnya. Ini seharga lima ratus emas Kyra. Lalu yang hitam satunya memiliki harga termahal dari yang lainnya, seribu tujuh ratus tujuh puluh emas Kyra," jelas Adam.
"Lalu, untuk jam tangan berwarna putih ini, dia memiliki harga tujuh ratus tujuh puluh emas Kyra. Yang keemasan ini, seribu lima ratus emas Kyra. Dan terakhir yang biru ini, delapan ratus empat puluh emas Kyra," imbuh Adam.
"Jadi, jam tangan yang mana yang Kamu pilih, Tuan?"
"Aku nggak nyangka harganya cukup beragam. Ini juga lebih murah dari yang aku perkirakan. Kau jadi membuatku mengingkan semua jam tangan ini, anak muda. Dengan begitu, aku bisa memakai jam tangan yang berbeda setiap menghadiri pesta," ucap laki-laki tersebut.
"Itu bukan ide yang buruk, Tuan. Kamu akan terlihat memiliki penampilan yang berbeda dengan jam tangan yang bebeda pula. Aku juga memiliki pakaian yang unik yang mungkin bisa Kamu beli juga. Lihat pakaianku ini, bukankah ini terlihat lebih keren?" tanya Adam sembari menggerakkan tangannya, menegaskan pakaian yang ia pakai.
"Jika aku melepaskan jas serta dasi milikku, aku akan terlihat lebih santai hanya menggunakan kemeja dan jam tangan putih ini. Namun, auraku akan terlihat berbeda jika aku kembali berpakaian lengkap dan memakai jam tangan warna emas ini. Aku jadi terlihat lebih berwibawa," jelas Adam mencoba mempromosikan baju yang ia pakai.
Meski sekarang Adam tidak membawa pakaian formal untuk dijual, tetapi ia masih bisa mencatat ukuran baju pelanggannya jika mereka memang memesan baju ini. Di kedatangan selanjutnya barulau Adam membawakan baju pesanan mereka.
"Ah, Kamu benar. Penampilanmu terlihat jauh lebih berbeda. Meski jubah yang aku pakai memiliki beberapa ornamen, tetapi itu terlihat terlalu mewah. Aku tidak terlalu menyukainya. Aku tidak menyangka penampilan sederhanamu jauh terlihat lebih baik dari baju para bangsawan," gumam laki-laki di depan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Razali Azli
kenapa harus marah? sepatutnya mc harus besyukur dengan menjual jam pada parsley sebab kini dia sudah dapat tahu harga pasar jam yg dijualnya
2023-09-15
0
Jimmy Avolution
Terus....
2023-01-30
2