Adam lalu meraba-raba pintu yang ada di depannya. Namun, tetap saja ia tidak bisa menemukan cara untuk membuka pintu di depannya ini. Ketika meraba pintu tersebut, tanpa sengaja tangan Adam terkena sesuatu yang cukup tajam. Hal itu membuat tangan Adam sedikit berdarah.
Adam melihat darahnya menempel pada pintu di depannya. Lalu, perubahan terlihat pada pintu tersebut. Pintu yang awalnya berwarna hitam gelap itu tiba-tiba berubah warna. Warna hitam tersebut seolah luntur dan perlahan berubah menjadi warna emas.
Adam melebarkan matanya melihat apa yang terjadi di depannya ini. Ia tidak menyangka pintu ini akan berubah warna setelah terkena darahnya. Sebuah pemikiran tiba-tiba muncul di benak Adam. Pintu ini adalah pintu yang tidak biasa.
Laki-laki itu yang sering membaca komik serta novel fantasi langsung menghubungkan pintu di depannya ini dengan sebuah relik ajaib. Biasanya relik seperti itu membutuhkan darah seseorang untuk bisa diaktifkan. Seperti halnya pintu di depannya ini.
“Apa ini pintu ajaib? Apa yang akan terjadi setelah ini? Apa ini adalah warisan sesungguhnya yang Kakek berikan padaku?” tanya Adam pada dirinya sendiri.
Laki-laki itu tahu kalau almarhum kakeknya sangat menyayanginya. Ia tidak percaya begitu saja jika almarhum kakeknya hanya memberikan rumah yang hampir roboh ini sebagai warisan, sedangkan sepupunya yang lain diberikan harta yang banyak.
Salah satu alasannya mungkin untuk menyelamatkan Adam dari mata lapar anak-anak kakeknya. Alasan lain, rumah ini menyimpan rahasia khusus. Lihat saja apa yang Adam temukan di hari pertama ia berada di sini.
Adam ingat pesan terakhir kakeknya bahwa Adam harus merawat rumah ini dengan sangat baik dan tidak boleh menjualnya ke orang lain. Jika Adam tidak menginginkan rumah ini, kakeknya itu juga berpesan untuk membiarkan rumah ini tidak berpenghuni dan rusak dengan sendirinya.
Mungkin alasan kakeknya mengatakan itu untuk melindungi rahasia keberadaan pintu ini. Kakeknya itu tidak ingin relik ini jatuh ke tangan orang lain. Lalu, alasan kakeknya tidak memberi tahu Adam secara terperinci karena dia tidak ingin paman dan bibi Adam memusatkan perhatian mereka ke rumah ini.
…
“Sekarang apa? Nggak ada perubahan apa pun selain pintu ini yang berubah warna,” gumam Adam.
Laki-laki itu mengira pintu di depannya akan berubah bercahaya dan mebawanya menuju ke tempat lain. Namun, itu tidak terjadi. Pintu itu terlihat sama seperti sebelumnya, tidak ada gagang pintu yang untuk membukanya.
“Apa aku perlu mendorongnya lagi?”
Adam langsung mencobanya. Mungkin sekarang pintu di depannya ini bisa dibuka dengan mudah setelah mengalami perubahan.
Seperti yang Adam duga, pintu di depannya mudah dibuka hanya dengan didorong dengan kekuatan kecil. Sebelumnya, Adam perlu mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mencoba mendorong pindtu di depannya. Namun, tidak membuahkan hasil.
Adam melihat sebuah lorong dengan cahaya remang-remang di balik pintu itu. Lorong tersebut terbuat dari batu dengan memanfaatkan pencahayaan dari obor. Ada sedikit keraguan di hati Adam untuk memasuki lorong tersebut. Ia sama sekali tidak tahu apa yang ada dilorong tersebut.
Namun, pada akhirnya Adam memantapkan hatinya memasuki lorong tersebut. Bersamaan dengan itu, pintu yang semula terbuka lebar, langsung menutup begitu saja. Adam lalu menyusuri lorong tersebut. Tidak lama kemudian, ia melihat cahaya putih di ujung lorong.
“Itu pasti pintu keluar dari lorong ini. Semoga saja ini bukanlah tempat berbahaya. Aku tidak mau tiba-tiba saja terjebak dalam bahaya yang aku sendiri tidak mengerti,” gumam Adam.
Suasana ramai langsung menyambut Adam ketika ia keluar dari lorong. Laki-laki itu mendapati dirinya sekarang berada di area yang mirip dengan alun-alun. Tanah lapang luas terlihat di depannya.
Tidak jauh dari tempatnya berdiri, Adam bisa melihat keberadaan pusat keramaian yang terlihat seperti pasar. Cukup banyak lalu lalang orang dan transaksi yang terjadi. Teriakan demi teriakan juga Adam dengar di sekitarnya. Meski sekarang hari sudah malam, tetapi pasar di mana Adam berada sekarang tidak memiliki tanda-tanda akan sepi pengunjung.
Adam melihat bangunan di sekitarnya sekarang ini terlihat seperti bangunan di Eropa pada abad pertengahan. Bahan dari bangunan itu di dominasi dengan bebatuan dan kayu. Penerangannya pun terlihat masih sangat tradisional, hanya menggunakan obor.
Pakaian dari orang-orang di sekitarnya juga terlihat biasa. Mereka kebanyakan memakai model baju yang sama. Para laki-laki memakai kemeja dan celana. Lalu untuk para perempuan, mereka memakai dres yang roknya menutupi seluruh kaki mereka.
Adam lalu membalikkan badannya, ia ingin melihat keberadaan lorong yang sebelumnya ia lewati. Namun, laki-laki itu tidak melihat keberadaan lorong atau bangunan semacamnya di belakangnya. Yang Adam lihat saat ini adalah sebuah gapura dengan ukiran-ukiran yang cukup unik. Adam ingat bahwa pintu yang ada di bawah tanah rumahnya juga memiliki ukiran-ukiran seperti gapura tersebut.
“Loh, di mana lorong tadi? Kenapa itu menghilang sekarang? Jika itu hilang, gimana caranya agar aku bisa kembali?”
Adam mulai cemas sekarang. Tadi ia memasuki pintu di ruang bawah tanah hanya untuk menjawab rasa penasarannya. Laki-laki itu sangat ingin tahu apa yang tersembunyi di balik pintu tersebut. Sayangnya, rasa penasarannya itu membuat Adam kemungkinan besar terjebak di tempat asing yang sama sekali tidak ia ketahui di mana ini.
Memang Adam tidak memiliki siapa pun sekarang. Ia hanya tinggal sendiri. Kalau pun ia menghilang, tidak ada keluarganya yang mencari. Bahkan, hilangnya Adam justru menjadi kabar gembira untuk paman dan bibinya.
Sayangnya Adam masih memiliki sahabat dekatnya, Airani. Jika dirinya menghilang tanpa kabar, ia tidak tahu apa yang akan perempuan itu lakukan. Dia pasti akan sangat khawatir dan melakukan segala hal untuk mencari keberadaan Adam.
“Hey anak muda. Jika Kau sudah selesai, lebih baik menyingkir sekarang. Biarkan yang lain melewati portalnya. Kau menghalangi jalan sekarang,” ucap sebuah suara yang menyadarkan Adam dari kecemasan yang ia alami.
Laki-laki itu baru menyadari bahwa sekarang ini dirinya tengah menghalangi jalan dari beberapa orang. Tanpa menunggu lagi, Adam langsung bergerak menyingkir ke tempat yang lebih sepi. Ia perlu menelaah kembali apa yang tengah terjadi sekarang.
“Apa pintu tadi membawaku ke dunia lain? Namun, dunia seperti apa ini? Lalu, aku juga bisa memahami bahasa dari orang-orang di sini. Setidaknya ini ngebantu buat mahami dunia ini lebih lanjut,” gumam Adam.
Adam sempat berpikir bahwa dirinya kembali ke masa lalu. Namun, keberadaan ukiran di gapura yang terlihat unik membuatnya menyingkirkan pemikiran tersebut. Tidak hanya itu, perkataan orang yang tadi meminta menyingkir masih teringat jelas di benak Adam.
Laki-laki tadi mengatakan bahwa Adam perlu menyingkir dari portal agar tidak menghalangi jalan. Sebuah portal. Sependek pengetahuan Adam, sebuah portal adalah seuatu yang bisa membantu seseorang berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan begitu cepat.
Kemungkinan besar sekarang ini Adam berada di dunia lain yang bisa saja memiliki sesuatu berbau sihir atau semacamnya. Jika tidak maka portal seperti ini tidak akan muncul.
“Sekarang, aku perlu mencari tahu mengenai tempat ini. Mungkin aku bisa mengetahui cara kembali ke duniaku setelah mendapatkan informasi dari orang-orang di sekitar,” gumam
Adam langsung berjalan menuju ke arah keramaian. Mungkin ia bisa mencari kedai atau semacamnya di tempat ini. Biasa tempat seperti itu merupakan tempat bertukar informasi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Terus...
2023-01-30
1
Pratama Yudha
lanjut semoga sampai end
2022-12-29
0