Langit masih terlihat gelap ketika Adam keluar dari rumahnya. Meski rumah ini tidak memiliki barang berharga, Adam tetap mengunci rumah ini ketika ia pergi. Dengan menggunakan motor bebeknya, Adam melaju menuju kota. Ia perlu membeli alat untuk meleburkan koin emas Kyra miliknya.
Adam tidak mungkin menjual emas miliknya dalam bentuk kepingan emas Kyra seperti sekarang ini. Gambar yang ada di koin tersebut cukup unik. Jika ia menjual dalam jumlah banyak emas berbentuk seperti itu, pasti akan ada orang yang penasaran dan mencoba mencari tahu.
Laki-laki itu berniat melebur emas miliknya sehingga nanti berbetuk batangan, atau berbentuk tidak teratur. Dengan bentuk seperti itu, orang pasti akan mengira bahwa emas yang Adam jual adalah hasil dari menambang, bukan leburan dari koin emas unik.
Selain alat untuk meleburkan emas, Adam berencana untuk membeli timbangan emas untuk membantunya mengetahui berat dari emas yang ia miliki.
"Pak, apa di sini ada alat untuk meleburkan emas?" tanya Adam setelah sampai di sebuah toko, yang sebelumnya ia sudah cari tahu di internet.
"Oh, Kamu mau meleburkan emas rupanya. Apa anak semuda dirimu sekarang bekerja menjadi penambang emas?" tanya laki-laki paruh baya pemilik toko.
"Ya, bisa dibilang seperti itu. Aku ingin menjadi penambang emas dan meleburkan emas yang aku temukan supaya membut butiran yang lebih besar," jelas Adam.
Pemilik toko tersebut terlihat menggelengkan kepalanya. Ia lalu memandangi Adam dari atas kepala hingga ke ujung kaki.
"Kamu masih sangat muda loh. Kenapa menjadi penambang emas? Memang harga emas selalu mengalami kenaikan. Namun, jumlah emas sekarang ini tidak sebanyak dahulu. Banyak emas yang sudah digali oleh penambang sebelum Kamu," jelas pemilik toko tersebut.
"Lalu, menambang emas juga sangat berbahaya. Cukup jarang tambang emas di sungai. Rata-rata sekarang ini tambang emas berada di dalam tanah atau pun di dalam perut bukit. Resiko yang akan Kamu hadapi dalam menambang juga sangat besar. Masih ada pekerjaan lain yang bisa Kamu lakukan. Lalu, tidak setiap hari juga Kamu akan mendapatkan emas," imbuh pemilik toko tersebut.
Hati Adam langsung menghangat mendengar nada kekhawatiran dari suara pemilik toko ini. Menjadi penambang emas adalah alasan yang baru saja ia buat. Namun, pemilik toko, yang tidak ia kenal sebelum ini, mengkhawatirkan keadaannya setelah tahu bahwa Adam akan menjadi penambang emas.
Ini membuat Adam bersyukur. Meski keluarganya tidak lagi memperdulikannya, masih ada orang lain, yang dengan tulus, mengkhawatirkan keadaannya.
"Terima kasih telah mengkhawatirkan keadaanku, Pak. Tapi, tempat yang aku menambang cukuplah aman. Lalu, tidak setiap hari juga aku akan pergi menambang. Aku masih memiliki pekerjaan lain yang masih bisa aku andalkan," jelas Adam.
"Ya sudah. Anak muda jaman sekarang memang susah sekali dinasehati. Tetanggaku juga ada yang seperti itu. Dia baru lulus SMA dan langsung memilih menjadi seorang penambang. Padahal, masih banyak pekerjaan yang bisa ia lakukan di kota. Semoga Kamu sukses dan selalu selamat ketika pergi menambang," ucap pemilik toko tersebut.
"Terima kasih. Sama sekalian timbangan untuk emas ya, Pak. Aku belum punya timbangan itu."
"Tentu, apa ada lagi?"
"Nggak itu aja dulu," jawab Adam.
Toko ini tidak terlalu banyak didatangi pelanggan. Meski begitu, tempat ini masih tertata rapi. Tidak ada sedikit pun debu yang terlihat di sini. Hal ini menandakan bahwa pemilik toko ini membersihkan tempat ini dengan rutin.
Ketika Adam tengah menunggu, dua orang pelanggan lain datang. Mereka terlihat berusia sekitar empat puluh tahunan. Dari ekspresi mereka, Adam bisa melihat bahwa kedua orang itu nampak senang saat ini.
"Aku nggak nyangka harga emas naik lagi hari ini. Aku udah mutusin buat ngejual emas simpananku hari ini juga," ucap laki-laki berkemeja abu-abu.
Mendengar bahasan dua orang ini mengenai harga emas saat ini, membuat Adam langsung menegakkan tubuhnya. Meski ia tidak memandang ke arah mereka, tetapi ia memfokuskan telinganya untuk menangkap semua yang mereka bicarakan.
Sebelumnya Adam memang sudah mencari tahu mengenai harga emas melalui internet. Namun, harga yang tertera di sana tidak setiap hari diperbaharui. Dengan mendengar pembicaraan dari dua orang ini, maka Adam bisa tahu harga emas saat ini.
"Ya. Si Irwan tadi ngejual emas miliknya yang udah dia simpen selama sebulanan ini. Harga emas sekarang sudah nyampe satu juta dua ratus. Padahal, kemarin harganya masih satu juta seratus lima puluh. Si Irwan langsung dapet duit banyak tuh abis ngejual emasnya," jawab yang lainnya.
Mata Adam langsung berbinar mendengar ucapan keduanya. Dengan begini, ia bisa memastikan jika semua emas ia jual, maka laki-laki itu akan mendapatkan uang seratus delapan puluh juga. Ini masih ada kelebihannya.
"Si Irwan emang giat banget waktu nambang. Maklum aja istrinya nggak lama lagi akan melahirkan. Aku dengar, dia ngejual dua puluh gram emasnya. Itu lebih dari cukup buat menuhin kebutuhan persalinan istrinya," ucap laki-laki berbaju abu-abu.
Adam ingin kembali mendengarkan pembicaraan kedua laki-laki ini. Namun, sekarang ini tidak ada informasi penting yang bisa ia ambil. Keduanya sekarang beralih menggosipkan teman mereka.
"Ini anak muda. Totalnya sepuluh juta rupiah. Kamu bisa bayar tunai ataupun transfer. Aku juga menerima pembayaran berupa emas darimu," ucap pemilik toko tersebut.
"Aku akan membayarnya melalui transfer," jawab Adam.
Adam tidak terlalu kaget mendengar nilai yang disebutkan oleh pemilik toko ini. Sebelumnya ia mencari tahu di internet mengenai harga dari alat ini. Harganya tidak jauh berbeda dengan harga di toko ini.
Adam langsung membayar alat tersebut. Untuk membeli alat ini, Adam sudah menguras semua uang miliknya. Di rekeningnya sekarang hanya tersisa ratusan ribu saja. Itu cukup untuk kebutuhan Adam selama seminggu ke depan.
Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, Adam kembali bergegas pulang. Ia ingin melebur emas yang ia punyai agar bisa menjualnya sesegera mungkin. Adam tidak mau membiarkan rekeningnya kosong terlalu lama. Ia juga perlu uang untuk memperbaki rumah barunya. Tidak hanya itu, ia juga butuh modal untuk membeli beberapa barang untuk dijual kembali ke Benua Guerio.
"Sekarang, mari kita timbang berapa emas yang aku miliki," gunam Adam yang kini mulai menaruh sekeping koin emas Kyra di atas timbangan. Angka di timbangan digital tersebut mulai berubah. Angka satu koma enam lima pun muncul di timbangan tersebut.
Laki-laki itu lalu mencoba mengganti koin emas di timbangan, dengan koin yang lainnya. Kini, angka di timbangan tersebut berubah menjadi satu koma tujuh. Beberapa kali Adam melakukan hal ini. Ternyata berat dari setiap koin emas itu berbeda satu sama lain.
Namun, koin emas itu memiliki berat kisaran satu koma lima hingga satu koma tujuh gram per koinnya. Terakhir, Adam langsung menimbang keseluruhan koin emas yang ia miliki.
"Semua emas ini memiliki berat sertus tujuh puluh tiga koma lima gram. Ini berarti, aku bisa mendapatkan uang dua ratus juta lebih jika menjual semua ini. Aku yakin, paman, bibi, atau pun sepupuku yang lainnya, tidak akan bisa mendapatkan uang sebanyak ini dalam sehari," ucap Adam.
Ada kebanggangan dalam suara Adam ketika mengatakan hal ini. Selama ini, ia selalu tertindas dan tidak bisa berbuat banyak. Itu membuatnya merasa tidak becus melakukan apa pun dengan baik.
Namun, setelah mengetahui bahwa dirnya bisa menghasilkan uang dua ratus juta lebih dalam sehari, rasa percaya diri dan bangga muncul begitu saja di dalam diri Adam. Ke depannya, ia bisa mengangkat dagu tinggi-tinggi dan juga membusungkan dadanya ketika bertemu dengan keluarganya yang lain.
Adam yakin, suatu saat nanti, keluarga yang sudah menindasnya itu, hanya bisa memandangnya dari bawah, ketika Adam mencapai puncak kesuksesan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 66 Episodes
Comments
Jimmy Avolution
Ayo...
2023-01-30
2
SDull
smangat trus thor
2023-01-06
0