Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi

Mobil Lamborghini merah muda yang dikemudikan Bella berhenti di tepi sebuah jalan menurun diikuti Tere dengan mobil alphard hitamnya. Terdapat sebuah area yang lumayan luas di sana, menghadap ke sebuah pemandangan malam. Kedua mobil itu berhenti di area itu. Bella keluar dari mobilnya dan duduk di kap mobilnya. Tere keluar dari mobil Alphard hitam itu dan berjalan ke arah belakang mobil, siap untuk berjaga disana.

"Ter, lepas nametag dan matiin earpiece lo." Pinta Bella.

Tere berjalan menghampiri Bella dan melepas nametagnya, iapun melepas earpiece yang menempel di telinganya, tanda bahwa ia tidak sedang bertugas sebagai pengawal saat itu. Bella sangat butuh Tere sebagai sahabatnya, bukan sebagai pengawalnya.

"Dev dimana?" Pandangan Bella masih tertuju ke pemandangan malam di depannya.

"Dia ada di Bali. Ada yang sewa dia buat jadi pilot cabutan." Ucap Tere, ia sudah mencari tahu sebelumnya karena Bella pasti menanyakan itu padanya.

"Kapan dia balik?" Tanya Bella lagi.

"Gue gak tahu. Tapi dia udah dijadwalin buat facade cleaning lagi di Hotel Logan Ritz Jakarta minggu depan. Kayaknya minggu depan dia udah ada di Jakarta lagi." Ucap Tere.

Bella terdiam cukup lama setelah itu.

"Kenapa? Lo omongin semua kayak biasa kenapa sih." Tere merasa canggung dengan sikap Bella yang tiba-tiba menjadi pendiam.

"Gue bisa gak ya jadi CEO, gue takut." Ucap Bella dengan nada bergetar.

"Lo kepikiran sama omongan Kris?" Tanya Tere.

"Enggak. Sebelum Kris bilang itu pun gue udah takut. Gue nyadar selama ini gue gak pernah sama sekali belajar ngelola perusahaan. Terakhir gue ngomongin bisnis pas gue kuliah, itu pun gue gak pernah serius belajar. Gue selalu mikir sepanjang hidup gue, gue bakal jadi Bella yang hedon, hambur-hamburin uang, dan foya-foya. Gue sama sekali gak pernah berniat buat gantiin kakek mimpin perusahaannya."

Tere terdiam masih mendengarkan Bella, memberikan kesempatan pada sahabatnya itu untuk mencurahkan segala isi hatinya.

"Demi Dev, gue ngambil langkah ini. Gue pengen bantu Dev bersihin namanya. Tapi gue juga takut, Ter. Gue takut banget ngancurin semua yang udah kakek bangun selama ini."

"Gue ngerti perasaan lo. Tapi Bel, lo juga mesti inget Kakek lo dari dulu selalu minta lo buat gantiin dia. Pak Hirawan itu pebisnis bertangan dingin. Dia selalu bisa mutusin yang terbaik buat perusahaan makanya Xander Corp bisa jadi sebesar ini. Dia milih lo buat jadi penerusnya bukan tanpa alasan. Dia pasti lihat lo punya potensi. Bukan sekedar karena lo cucu kandungnya."

Tere duduk di kap mobil di sebelah Bella.

"Emang selama ini lo pikir kakek lo gak tahu, kalau lo bikin masalah itu karena lo pengen bikin dia kesel? Selama ini kakek lo tahu kali, lo kayak gitu gara-gara lo masih belum maafin kakek lo karena kakek lo yang nyuruh bokap nyokap lo berangkat pake jet pribadi padahal cuaca lagi gak memungkinkan, demi ngejar tender yang keuntungannya itu emang gede banget."

Bella terdiam mendengar ucapan Tere. Momen-momen terakhir bersama kedua orang tuanya berputar di otaknya

"Lo harus maafin kakek lo. Kakek lo juga nyesel banget sama kejadian itu, dia sedih banget kehilangan anak satu-satunya dan menantunya. Sekarang cuma sama lo dia pengen ngasih semua harta dan tahta yang dia punya, karena lo cucu dia satu-satunya. Kakek lo juga ngerasa lo mirip sama dia, lo ambisius, lo bakal halalin segala cara buat dapetin apa yang lo mau. Sadar atau nggak, itu modal buat lo buat jadi CEO, mental pebisnis sebenernya udah ada dalam diri lo, Bel."

Tere benar, Kakeknya bukan orang yang gegabah. Ia pasti sudah memikirkan semuanya saat ia menginginkan Bella melanjutkan kepemimpinan. Sekarang Bella sudah tidak bisa mundur lagi.

"Gue bakal belajar dari nol. Lo hubungin Raka, suruh dia ke apartemen gue besok pagi." Ucap Bella meminta asisten kepercayaan sang kakek untuk mulai membimbingnya untuk lebih mengenal dan mempelajari hal-hal mengenai perusahaan yang akan segera dipimpinnya.

***

Hari-hari Bella berubah drastis. Jika sehari-hari biasanya ia akan banyak menghabiskan waktu di mall, club malam, dan tempat-tempat bersenang-senang lainnya, kini ia lebih sering ada di apartemennya. Ia mempelajari semua laporan yang Raka, asisten sang kakek, berikan kepadanya. Buku-buku mengenai bisnis yang tidak pernah ia baca lagi, kini ia baca satu per satu, halaman demi halaman. Bella sengaja tidak menunjukkan batang hidungnya di kantor Xander Corp, sebelum ia bisa betul-betul memahami pekerjaannya nanti.

Bella tidak lagi mencoba menghubungi Dev. Dev juga tidak pernah menghubunginya. Sama sekali. Mereka hilang kontak. Namun Tere selalu mencari tahu mengenai kabar Dev dan melaporkannya pada Bella. Dev sudah kembali ke Jakarta dan menjalani hari-harinya seperti biasa. Bella sekuat tenaga untuk tidak menghampiri tempat-tempat yang selalu Dev datangi, ia harus fokus untuk mempelajari semuanya sebelum rapat pemegang saham diadakan.

Hingga akhirnya sebulan kemudian rapat pemegang sahampun dilaksanakan. Bella keluar dari mobil yang dikemudikan Tere. Ia berjalan bersama dengan sang Kakek menuju ke ruang rapat. Semua orang penting di perusahaan menyambut kedatangan dua orang terpenting di Xander Corp itu.

Rapat pun dimulai, dengan suara mayoritas Bella dinobatkan sebagai CEO Xander Corp, menggantikan sang kakek. Bella tersenyum puas melihat Hendra, Stuart, dan Kris yang sama sekali tidak berkutik selama rapat berlangsung. Kini Bella sudah secara resmi menjadi pemimpin perusahaan raksasa itu.

Usai rapat, Bella dan Hirawan, ditemani oleh Tere dan Raka masuk ke ruangan CEO. Bella melihat sang kakek memutar kursi rodanya untuk menghampiri meja kebesarannya.

"Akhirnya kakek bisa melihat nama kamu di meja itu. Kamu harus lanjutkan perjuangan kakek, Bella. Kakek percayakan Xander Corp pada kamu." Ucap Hirawan merasa lega.

Bella berjalan menghampiri Hirawan, Bella berjongkok dan menggenggam tangan sang kakek.

"Kakek gak usah khawatir, aku akan mengusahakan yang terbaik untuk Xander. Makanya kakek harus sehat terus, dan lihat gimana aku ngelola perusahaan kakek. Kasih aku bimbingan terus, supaya aku bisa jadi CEO sehebat kakek." ucap Bella tulus.

Bella memutuskan untuk berdamai dengan sang kakek setelah obrolannya dengan Tere malam itu. Ia melihat wajah Hirawan yang keriput dan rambutnya yang memutih. Bella baru menyadari betapa ia sudah menyia-nyiakan kesempatan selama ini untuk menghabiskan waktu bersama satu-satunya keluarga kandungnya. Iapun memutuskan akan lebih banyak menemui sang kakek.

Hari-hari berikutnya Bella lalui dengan berbagai kesibukan barunya sebagai CEO perusahaan. Ia mencoba sebaik mungkin untuk bisa mengelola setiap sendi yang menyangga Xander Corp. Hari-harinya sangat sibuk, namun sosok Dev tidak pernah hilang dari benaknya.

Hingga suatu hari, Bella baru saja memasuki ruangannya. Ia duduk di kursi kebesarannya. Ia sandarkan tubuhnya dan mencoba mengistirahatkan tubuh dan juga pikirannya sejenak dari segala kesibukan yang dilaluinya hari itu.

"Ternyata kerjaan gue banyak banget. Gue kangen foya-foya." Gumam Bella. Ia lepaskan high heels yang dikenakannya dan mengangkat kakinya ke atas meja untuk menghilangkan pegal.

BUG!

Seketika Bella terperanjat mendengar sesuatu dari arah belakang. Bella melihat ke arah dinding kaca di belakang kursinya. Jantung Bella seakan berhenti berdetak. Seorang laki-laki menggantung di luar dinding kaca ruangannya pada seutas tali. Laki-laki itu bertubuh kekar, alisnya tebal, dan rambut hitam pendeknya tertiup angin. Laki-laki itu terkejut melihat Bella di dalam ruangan dinding kaca tersebut, yang juga menatap ke arahnya dengan mata yang membulat.

"Dev?!"

"Bella?"

Ucap keduanya bersamaan.

Terpopuler

Comments

Erni Fitriana

Erni Fitriana

klo jodoh pasti ketemu dimana juga😘😘😘😘😘

2023-01-21

2

Chandra Dollores

Chandra Dollores

ah.. bagi q ko tetap bangke Dev...
Bell udah tangguh di puncak, baru ko nongol
klo gitu ko ngilang selamanya lah Dev.. biar Bell makin tangguh tak terkalahkan
hahahaah

2023-01-06

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Prolog
2 Bab 2: Perdebatan
3 Bab 3: Laki-laki Spiderman
4 Bab 4: Siasat
5 Bab 5: Red Eagle
6 Bab 6: Taruhan
7 Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8 Bab 8: Kissmark
9 Bab 9: Dua Laki-laki
10 Bab 10: Dua Yatim Piatu
11 Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12 Bab 12: Ambisi Kris
13 Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14 Bab 14: Masa lalu
15 Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16 Bab 16: Peran Ganda Tere
17 Bab 17: Dev, Lo jahat!
18 Bab 18: Ratu Xander Corp
19 Bab 19: Tekad Bella
20 Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21 Bab 21: Jebakan untuk Dev
22 Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23 Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24 Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25 Bab 25: Selamat Pagi
26 Bab 26: Memahami Bella
27 Bab 27: Dev Cemburu
28 Bab 28: Obat Sakit Kepala
29 Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30 Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31 Bab 31: Penyesalan Dev
32 Bab 32: Komitmen
33 Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34 Bab 34: Pacar Kepala Batu
35 Bab 35: Jamuan Bisnis
36 Bab 36: Ledakan Emosi
37 Bab 37: Kebenaran
38 Bab 38: Syarat
39 Bab 39: Amarah
40 Bab 40: Resah
41 Bab 41: Aku dan Kamu
42 Bab 42: Lelah
43 Bab 43: Sayang
44 Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45 Bab 45: Strategi
46 Bab 46: Tipe Ideal
47 Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48 Bab 48: Transformasi
49 Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50 Bab 50: Sesi Berendam
51 Bab 51: Hacker Pro
52 Bab 52: Abbas
53 Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54 Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55 Bab 55: Instruksi Sederhana
56 Bab 56: Alpha Eagle
57 Bab 57: Pembalasan
58 Bab 58: Hilang Kontak
59 Bab 59: Penculikan
60 Bab 60: Breaking News
61 Bab 61: Pengadilan
62 Bab 62: Hukuman
63 Bab 63: Ditemukan Selamat
64 Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65 Bab 65: Bahagia dan Ringan
66 Bab 66: Konsekuensi
67 Bab 67: Muak
68 Bab 68: Diculik
69 Bab 69: Alasan Kuat
70 Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71 Bab 71: Menghukum Kris
72 Bab 72: Menjadi Suami Bella
73 Bab 73: Anak Kita
74 Bab 74: Pembenaran
75 Bab 75: Marry Me, Bella
76 Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77 Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78 Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79 Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80 Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81 Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82 Ekstra 6: My Big Girl
83 Ekstra 7: Single Mom
84 Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85 Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86 Ekstra 10: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1: Prolog
2
Bab 2: Perdebatan
3
Bab 3: Laki-laki Spiderman
4
Bab 4: Siasat
5
Bab 5: Red Eagle
6
Bab 6: Taruhan
7
Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8
Bab 8: Kissmark
9
Bab 9: Dua Laki-laki
10
Bab 10: Dua Yatim Piatu
11
Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12
Bab 12: Ambisi Kris
13
Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14
Bab 14: Masa lalu
15
Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16
Bab 16: Peran Ganda Tere
17
Bab 17: Dev, Lo jahat!
18
Bab 18: Ratu Xander Corp
19
Bab 19: Tekad Bella
20
Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21
Bab 21: Jebakan untuk Dev
22
Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23
Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24
Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25
Bab 25: Selamat Pagi
26
Bab 26: Memahami Bella
27
Bab 27: Dev Cemburu
28
Bab 28: Obat Sakit Kepala
29
Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30
Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31
Bab 31: Penyesalan Dev
32
Bab 32: Komitmen
33
Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34
Bab 34: Pacar Kepala Batu
35
Bab 35: Jamuan Bisnis
36
Bab 36: Ledakan Emosi
37
Bab 37: Kebenaran
38
Bab 38: Syarat
39
Bab 39: Amarah
40
Bab 40: Resah
41
Bab 41: Aku dan Kamu
42
Bab 42: Lelah
43
Bab 43: Sayang
44
Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45
Bab 45: Strategi
46
Bab 46: Tipe Ideal
47
Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48
Bab 48: Transformasi
49
Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50
Bab 50: Sesi Berendam
51
Bab 51: Hacker Pro
52
Bab 52: Abbas
53
Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54
Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55
Bab 55: Instruksi Sederhana
56
Bab 56: Alpha Eagle
57
Bab 57: Pembalasan
58
Bab 58: Hilang Kontak
59
Bab 59: Penculikan
60
Bab 60: Breaking News
61
Bab 61: Pengadilan
62
Bab 62: Hukuman
63
Bab 63: Ditemukan Selamat
64
Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65
Bab 65: Bahagia dan Ringan
66
Bab 66: Konsekuensi
67
Bab 67: Muak
68
Bab 68: Diculik
69
Bab 69: Alasan Kuat
70
Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71
Bab 71: Menghukum Kris
72
Bab 72: Menjadi Suami Bella
73
Bab 73: Anak Kita
74
Bab 74: Pembenaran
75
Bab 75: Marry Me, Bella
76
Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77
Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78
Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79
Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80
Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81
Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82
Ekstra 6: My Big Girl
83
Ekstra 7: Single Mom
84
Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85
Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86
Ekstra 10: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!