Bab 4: Siasat

Bella kembali ke kamarnya untuk memakai pakaiannya. Ia meraih blazernya dan turun ke lantai paling bawah melalui lift. Ia berjalan ke arah belakang hotel, terdapat kolam renang dan beberapa gazebo disana. Ia menengadahkan kepalanya melihat dimana posisi Dev sekarang. Ternyata ia masih cukup tinggi, mungkin masih di lantai tigapuluhan.

Bella bertekad menunggu Dev hingga ia menyelesaikan tugasnya. Ia harus berbicara dengan Dev ketika ia sudah turun.

"Maaf, Mbak. Mohon maaf kamu sudah tutup." Tiba-tiba saja seorang pelayan restoran menghampirinya.

Bella baru menyadari ia berada di area restoran outdoor. Ia juga melihat jam di HPnya sudah menunjukkan pukul 11 malam.

"Saya sewa bagian outdoor sampai nanti pagi, bisa?" Ucap Bella mengeluarkan kartu kreditnya yang berwarna hitam.

"Tapi kami..."

"Kalian gak perlu nungguin saya ada disini. Kalian bisa nutup restoran di dalam dan pulang, tapi area outdoor ini saya sewa, lampu juga jangan dimatikan." Perintah Bella.

"Saya coba tanyakan dulu..."

"Duh, lo tuh nyebelin banget sih! Gue temennya Logan Victor, pemilik Hotel ini. Apa perlu gue nelpon dia?!" Bella mulai tidak sabar. Ia berteriak tepat di depan wajah pelayan itu.

"Ba-baik, Mbak. Saya akan proses pesanan Mbak." Pelayan itupun pergi dengan wajah ketakutan melihat Bella mengeluarkan 'taring'nya.

Bellapun duduk di salah satu kursi yang menghadap ke arah hotel. Ia melihat Dev masih membersihkan dinding-dinding kaca.

"Mbak, silahkan ini struk dan kartunya. Apa ada yang bisa saya bantu lagi?" Ucap pelayan yang tadi, mengembalikan kartu milik Bella.

"Gue pesen americano aja. Gak usah pake gula." Jawab Bella masih memerhatikan Dev.

Tiba-tiba kantuk menguasainya. Ia membutuhkan asupan kafein agar tetap terjaga dan bisa menunggu Dev menyelesaikan tugasnya. Pelayan itu pergi dan tidak lama kemudian membawa secangkir americano dan beberapa cemilan pendamping.

"Gue kan gak pesen ini." Ucap Bella ketus.

"Ini bagian dari service, Mbak. Silahkan dinikmati." Ucap si pelayan ramah.

"Lo kira ini jam berapa? Mau bikin gue jadi gendut lo? Bawa lagi!" Pelayan itupun segera membawa cemilan itu dengan mata berkaca-kaca.

Bella kembali memfokuskan pandangannya kepada Dev. Saat itu Dev turun dengan cepat ke lantai satu.

"Hah? Dia udah selesai?" Gumam Bella. Iapun segera menghampiri Dev.

Dev terlihat sedang membuka cabiner dan harness yang dikenakannya. Setelah dilihat secara langsung, ternyata Dev jauh lebih tampan. Tingginya sekitar 180 cm, rambutnya yang pendek terlihat berantakan, otot-otot bisepnya terlihat menyembul di lengannya yang tertutup kemeja motif kotak yang dikenakannya. Terlihat sebagian tato terukir di leher bagian belakangnya. Tato itu sepertinya besar, namun tertutup dengan kerah kemeja yang dikenakannya.

Bella tersenyum melihat sosok laki-laki di depannya. Dev benar-benar adalah tipenya.

"Lo Dev kan?" Tanya Bella. Dev yang sedang melepaskan sarung tangannya menoleh ke arah Bella.

Dev terlihat terkejut melihat Bella. Tatapannya tidak lepas dari wajah Bella.

'Jadi dia udah terpesona sama kecantikan gue? Okay ini bakal jadi gampang banget. Dev perfect banget buat bikin Kakek ngamuk setengah mati.' Batin Bella.

"Halo? Lo denger gue, 'kan?" Tanya Bella seraya melambaikan tangannya di depan wajah Dev. Dev terlihat tersadar dari lamunannya.

"Lo inget sama gue?" Tanya Dev dengan suara bassnya yang seksi. Sekali lagi Bella terpesona dengan laki-laki itu.

"Iyalah. Lo 'kan yang bersihin kaca di kamar mandi gue pas tadi gue lagi mandi. Jelas gue inget! Gue langsung nyari lo ke atas dan gue tahu nama lo dari rekan kerja lo. Gue nungguin lo disini karena gue pengen bikin perhitungan sama lo!" Ujar Bella agak menaikkan nada bicaranya.

Entah kenapa Dev terlihat kecewa dan mengalihkan pandangannya sesaat dan kemudian berbicara pada Bella.

"Maaf, saya gak tahu. Saya cuma jalanin tugas. Mbak tenang aja, saya gak lihat Mbak lagi mandi karena kacanya udah dilapisin sama pelapis anti tembus pandang. Cuma karena tadi udah gelap, saya bisa lihat Mbak di kamar Mbak yang terang. Tapi gak begitu jelas kok." Terang Dev dengan merasa bersalah dan bersikap sopan.

"Kalo gitu lo ikut gue." Ucap Bella.

Bella berjalan ke arah area outdoor restoran dan kembali duduk di mejanya tadi. Dev mengekor dibelakang Bella dan duduk di hadapan Bella.

"Lo minta maaf 'kan sama gue? Tapi gue gak bisa maafin lo gitu aja. Lo udah liat gue mandi. Lo udah liat tubuh polos gue! Lo harus tanggung jawab!" Bella mulai bersandiwara, ia berbohong. Padahal ia tahu Dev melihatnya saat dia sudah menggunakan jubah mandinya.

"Saya gak lihat, Mbak. Saya berani sumpah. Saya cuma lihat Mbak pakai jubah mandi. Sebelumnya saya belum menyadari kalau ada Mbak disitu." Dev mencoba membela dirinya.

"Terus gue harus percaya gitu sama lo? Bisa aja sekarang lo ngomong kayak gitu padahal lo udah lihat gue! Gue mau lo tanggung jawab!" Desak Bella masih berakting di depan Dev.

"Beneran, Mbak. Saya harus tanggung jawab apa? Orang saya gak lihat apa-apa." Ucap Dev mulai merasa risih dengan ucapan Bella yang tidak masuk akal.

"Lo harus nikahin gue!" Ucap Bella akhirnya, dengan nada yang dibuat dramatis.

Dev terdiam sesaat. Ia tercengang dan mulai menyadari, perempuan di depannya ini benar-benar tidak waras. Dev mendengus pelan meredam emosinya.

"Kalau lo mau jadiin hal tadi alesan buat bisa deketin gue, lo mending nyerah. Gue gak akan kemakan omong kosong lo. Gue pergi." Ucap Dev tidak lagi menggunakan kata-kata sopan dan beranjak dari kursinya.

"Lo kok bisa ngomong gitu sih setelah lo udah lihat tubuh polos gue, lo harus tanggung jawab! Selama ini belom pernah ada cowok yang liat gue telanjang. Cuma lo doang! Berarti lo harus tanggung jawab dengan cara nikahin gue!" Bella semakin mendramatisir.

"Omongan lo tuh basi banget! Lo cari cowok lain buat main-main. Gue masih banyak kerjaan." Ujar Dev menatap tajam ke arah Bella.

Bukan Bella namanya jika digertak seperti itu saja sudah menyerah. Bella memegang tangan Dev, menahan Dev yang akan beranjak pergi meninggalkannya.

"Okay, lo gak perlu nikahin gue sekarang. Kita bisa pacaran dulu." Ucap Bella.

Dev memandang Bella dengan dingin.

"Nama lo aja gue gak tau, lo siapa aja juga gue gak tau. Kecuali lo mau one stand night sama gue, baru gue mau." ucap Dev dengan tatapan nakalnya yang merendahkan Bella. Ia memandang tubuh Bella dari atas hingga bawah, sampai akhirnya matanya tertuju pada bukit indah Bella di balik kaos ketat yang digunakannya. Ia sengaja mengatakan hal itu agar Bella marah.

"Kalo gitu ayo kita ke kamar gue." Ucap Bella menerima tantangan dari Dev.

Dev terbelalak, sama sekali tidak menyangka perempuan yang tadinya berniat ia le cehkan secara verbal malah balik menantangnya.

"Lo udah gila." Gumam Dev menggelengkan kepalanya.

"Ayo, kalau dengan cara gue tidur sama lo, lo mau jadi cowok gue, gue bakal ngasih tubuh gue buat lo." Ucap Bella menyentuh dada bidang Dev.

Sontak Dev mundur, ia merasakan aliran listrik saat tangan Bella menyentuhnya.

"Lo cewek teraneh yang pernah gue temuin. Kenapa lo segitunya sama gue? Suka lo sama gue?" Dev kembali berbicara dengan nada merendahkan Bella.

Tanpa ada raut sedih dengan kata-kata Dev yang merendahkannya, Bella mendekat pada Dev.

"Iya. Gue suka sama lo. Lo harus jadi milik gue!" Ucap Bella

Dalam sepersekian detik, Bella menarik kerah kemeja Dev dan mengecup bibir Dev.

Terpopuler

Comments

Erni Fitriana

Erni Fitriana

bella...bella...pantessss kakek kamu migren ngeliat tingkah mu😇😇😇😇

2023-01-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Prolog
2 Bab 2: Perdebatan
3 Bab 3: Laki-laki Spiderman
4 Bab 4: Siasat
5 Bab 5: Red Eagle
6 Bab 6: Taruhan
7 Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8 Bab 8: Kissmark
9 Bab 9: Dua Laki-laki
10 Bab 10: Dua Yatim Piatu
11 Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12 Bab 12: Ambisi Kris
13 Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14 Bab 14: Masa lalu
15 Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16 Bab 16: Peran Ganda Tere
17 Bab 17: Dev, Lo jahat!
18 Bab 18: Ratu Xander Corp
19 Bab 19: Tekad Bella
20 Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21 Bab 21: Jebakan untuk Dev
22 Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23 Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24 Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25 Bab 25: Selamat Pagi
26 Bab 26: Memahami Bella
27 Bab 27: Dev Cemburu
28 Bab 28: Obat Sakit Kepala
29 Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30 Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31 Bab 31: Penyesalan Dev
32 Bab 32: Komitmen
33 Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34 Bab 34: Pacar Kepala Batu
35 Bab 35: Jamuan Bisnis
36 Bab 36: Ledakan Emosi
37 Bab 37: Kebenaran
38 Bab 38: Syarat
39 Bab 39: Amarah
40 Bab 40: Resah
41 Bab 41: Aku dan Kamu
42 Bab 42: Lelah
43 Bab 43: Sayang
44 Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45 Bab 45: Strategi
46 Bab 46: Tipe Ideal
47 Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48 Bab 48: Transformasi
49 Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50 Bab 50: Sesi Berendam
51 Bab 51: Hacker Pro
52 Bab 52: Abbas
53 Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54 Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55 Bab 55: Instruksi Sederhana
56 Bab 56: Alpha Eagle
57 Bab 57: Pembalasan
58 Bab 58: Hilang Kontak
59 Bab 59: Penculikan
60 Bab 60: Breaking News
61 Bab 61: Pengadilan
62 Bab 62: Hukuman
63 Bab 63: Ditemukan Selamat
64 Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65 Bab 65: Bahagia dan Ringan
66 Bab 66: Konsekuensi
67 Bab 67: Muak
68 Bab 68: Diculik
69 Bab 69: Alasan Kuat
70 Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71 Bab 71: Menghukum Kris
72 Bab 72: Menjadi Suami Bella
73 Bab 73: Anak Kita
74 Bab 74: Pembenaran
75 Bab 75: Marry Me, Bella
76 Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77 Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78 Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79 Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80 Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81 Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82 Ekstra 6: My Big Girl
83 Ekstra 7: Single Mom
84 Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85 Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86 Ekstra 10: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1: Prolog
2
Bab 2: Perdebatan
3
Bab 3: Laki-laki Spiderman
4
Bab 4: Siasat
5
Bab 5: Red Eagle
6
Bab 6: Taruhan
7
Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8
Bab 8: Kissmark
9
Bab 9: Dua Laki-laki
10
Bab 10: Dua Yatim Piatu
11
Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12
Bab 12: Ambisi Kris
13
Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14
Bab 14: Masa lalu
15
Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16
Bab 16: Peran Ganda Tere
17
Bab 17: Dev, Lo jahat!
18
Bab 18: Ratu Xander Corp
19
Bab 19: Tekad Bella
20
Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21
Bab 21: Jebakan untuk Dev
22
Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23
Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24
Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25
Bab 25: Selamat Pagi
26
Bab 26: Memahami Bella
27
Bab 27: Dev Cemburu
28
Bab 28: Obat Sakit Kepala
29
Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30
Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31
Bab 31: Penyesalan Dev
32
Bab 32: Komitmen
33
Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34
Bab 34: Pacar Kepala Batu
35
Bab 35: Jamuan Bisnis
36
Bab 36: Ledakan Emosi
37
Bab 37: Kebenaran
38
Bab 38: Syarat
39
Bab 39: Amarah
40
Bab 40: Resah
41
Bab 41: Aku dan Kamu
42
Bab 42: Lelah
43
Bab 43: Sayang
44
Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45
Bab 45: Strategi
46
Bab 46: Tipe Ideal
47
Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48
Bab 48: Transformasi
49
Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50
Bab 50: Sesi Berendam
51
Bab 51: Hacker Pro
52
Bab 52: Abbas
53
Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54
Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55
Bab 55: Instruksi Sederhana
56
Bab 56: Alpha Eagle
57
Bab 57: Pembalasan
58
Bab 58: Hilang Kontak
59
Bab 59: Penculikan
60
Bab 60: Breaking News
61
Bab 61: Pengadilan
62
Bab 62: Hukuman
63
Bab 63: Ditemukan Selamat
64
Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65
Bab 65: Bahagia dan Ringan
66
Bab 66: Konsekuensi
67
Bab 67: Muak
68
Bab 68: Diculik
69
Bab 69: Alasan Kuat
70
Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71
Bab 71: Menghukum Kris
72
Bab 72: Menjadi Suami Bella
73
Bab 73: Anak Kita
74
Bab 74: Pembenaran
75
Bab 75: Marry Me, Bella
76
Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77
Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78
Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79
Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80
Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81
Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82
Ekstra 6: My Big Girl
83
Ekstra 7: Single Mom
84
Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85
Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86
Ekstra 10: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!