Bab 9: Dua Laki-laki

Sampai di apartemen, Bella menjatuhkan dirinya ke kasur. Senyum di wajahnya tidak bisa ia hentikan. Iapun menelentangkan tubuhnya, menghadap langit-langit kamar. Jantungnya masih berdetak kencang. Ia menyentuh bibirnya dan hangatnya bibir Dev kembali ia rasakan. Ia masih tidak percaya, Dev menciumnya lebih dulu! Bella teringat Dev menghisap kuat lehernya tadi. Ia beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju meja riasnya.

Ia melihat pantulan dirinya di cermin. Tatapannya tertuju pada tanda merah yang ada di lehernya. Bella mulai menari-nari akibat rasa bahagia yang membuncah.

"Besok gue juga bakal ngedate sama Dev!" ucap Bella sumringah.

Bella membuka HPnya dan melakukan selfie. Ia perlihatkan jejak cinta di lehernya itu dan mengambil gambar beberapa kali. Ia memilih foto yang terbaik dan kemudian mengunggahnya di instagram pribadinya. Ia mengetik caption,

Jejak dari calon suami (emoji hati)

Kemudian menyentuh tanda 'post', dan foto itupun bergabung dengan foto-foto Bella yang lainnya di profil instagramnya.

Bella melemparkan HPnya ke kasur dan berjalan dengan riang menuju kamar mandi. Iapun membersihkan dirinya, menggunakan baju tidurnya, kemudian menenggelamkan dirinya dalam selimut dan tertidur.

***

"Nona Bella, selamat pagi." Suara Tere membuat Bella terbangun dari tidur nyenyaknya. Bella melihat jam dan waktu menunjukkan pukul 6 pagi.

"Gue baru tidur 4 jam, Ter. Gue masih ngantuk." Gerutu Bella menolak untuk bangun. Ia menutupi kepalanya dengan selimut.

"Nona, tuan Hirawan sudah menunggu di luar." ucap Tere.

Seketika, kantuk yang Bella rasakan hilang sudah.

"Kakek dimana?" Bella meminta Tere mengulangi ucapannya.

"Tuan Hirawan ada di luar, di ruang tamu apartemen anda, Nona." Ucap Tere.

Bella bangkit dari tidurnya, dan berjalan keluar kamar. Ia melihat sang Kakek duduk di kursi rodanya dan menghadap ke arah dinding kaca. Mendengar pintu kamar terbuka, sang kakek menoleh. Namun Bella tidak menghiraukannya dan terus berjalan ke arah lemari pendingin, mengambil gelas dan mengisinya dengan air dari dispenser dari lemari pendingin empat pintu di dapurnya.

"Selamat pagi, Bella." Sapa Hirawan.

"Gak salah kakek kesini jam segini? Ada apa?" Tanya Bella tidak menjawab sapaan sang kakek, duduk di salah satu kursi bar di dapurnya sambil meneguk air putih.

"Kakek rasa kamu sudah menemukan laki-laki pilihan kamu. Siapa dia?" Ucap Hirawan to the point.

Bella teringat dengan selfienya yang ia post tadi malam. Sekuat tenaga Bella berusaha tidak terlihat bahagia di depan sang kakek.

"Calon suami aku. Bentar lagi juga Kakek tahu." Ucap Bella dengan nada dinginnya seperti biasa.

"Apa kakek kenal dia? Apa pekerjaannya?" Tanya Hirawan.

Bella tersenyum membayangkan reaksi kakeknya jika tahu siapa Dev, kemudian berkata, "Kakek gak kenal. Kerjaan dia adalah kerjaan yang terbaik dari yang terbaik."

"Kalau begitu, kapan kamu bawa dia betemu dengan Kakek?" Tanya Hirawan, tidak sabar bertemu dengan laki-laki pilihan Bella.

"Secepatnya. Kakek kesini, sepagi ini, cuma mau nanyain itu doang?" Tanya Bella mengalihkan pembicaraan.

"Sebenarnya ada seseorang yang ngelamar kamu tadi malam."

Bella mengerutkan kening.

"Siapa?" Tanya Bella.

"Kakek tadinya ingin menerima lamaran itu, mengingat kamu sudah mengenal dia dengan baik. Lalu Kakek lihat kamu memposting foto itu tadi malam, jadi Kakek ingin memastikan. Apakah laki-laki yang melamar kamu pada Kakek itu yang memberikan tanda merah di leher kamu?" Tanya sang Kakek.

"Siapa sih maksud Kakek? Aku udah kenal dia?" Tanya Bella tidak sabar.

Hirawan terlihat menaikkan sebelah alisnya.

"Ternyata bukan. Berarti sekarang ada dua laki-laki yang mendekati kamu?" Tanya Hirawan.

"Kakek yang jelas dong kalau ngomong, siapa laki-laki yang ngelamar aku?!" Bella menaikkan nada bicaranya tidak sabar karena belum juga mendapat jawaban dari pertanyaannya.

Hirawan menatap Bella lurus, dan berkata, "Kris."

Bella tidak langsung bereaksi. Saat mendengar nama itu ia mengingat kembali semua laki-laki yang pernah mendekatinya, namun tidak ada yang bernama Kris. Sampai akhirnya Bella menyadari siapa yang dimaksudkan oleh sang kakek.

"Kris?! Bodyguard aku yang selama tujuh tahun terakhir jagain aku?!"

Hirawan mengangguk pelan.

"Gak mungkin." Bella menggelengkan kepalanya masih tidak percaya, pria berusia 30 tahun itu, yang selama 7 tahun terakhir bertugas memantau dan menjaga keamanannya, berani melamarnya pada sang kakek.

Bella juga teringat dengan sikap Kris tadi malam saat di tempat kost Dev. Biasanya, saat Bella memukul Kris, Kris akan bergeming. Namun tadi malam, Kris berani menarik tangan Bella dengan kasar.

"Kakek juga gak percaya pada awalnya. Tapi mengingat dia selalu menjaga kamu selama ini, sepertinya bisa saja perasaan tumbuh diantara kalian berdua."

"Aku gak ada rasa sama dia, Kek. Kenapa dia berani banget ngelamar aku? Terus Kakek bilang tadi mau nerima lamaran dia? Aku gak salah denger? Kris itu bukannya dari keluarga biasa aja? Kakek emang mau aku nikah sama cowok dari kalangan biasa kayak dia?" Tanya Bella mengingat betapa tinggi standar yang harus dipenuhi seorang laki-laki untuk menjadi calon suami Bella.

"Keluarganya mungkin biasa. Tapi Kris memiliki saham yang cukup besar di Xander Corp. Kamu tahu kalau dia punya saham bahkan lebih besar dari Stuart?"

"Saham Kris lebih besar dari Kakaknya Stella?! Kok bisa?"

"Selama sedang tidak bekerja sebagai bodyguard, dari gaji dan bonus yang didapatkannya ia melakukan investasi saham dan properti, selama bertahun-tahun hingga dia bisa memiliki saham di berbagai perusahaan, termasuk Xander Corp."

Bella tertegun mendengarnya. Bella mencium aroma perjanjian bisnis yang sangat kuat dari penjelasan Hirawan. Kris yang dikenalnya sebagai bodyguard berhati robot, kini berubah menjadi laki-laki ambisius yang menginginkan Bella dan perusahaannya.

"Terus? Kakek mikirnya dengan aku nikah sama Kris bisa bikin Kakek semakin untung? Terus yang lebih diuntungkan lagi yaitu Kris, dia bisa jadi CEO Xander Corp. Simbiosis mutualisme?"

"Kris yang berhasil mengumpulkan kekayaan dari investasi sangat membuat Kakek kagum. Kakek yakin Xander Corp akan besar dibawah kepemimpinannya. Kris adalah laki-laki yang tepat untuk kamu, Bella." Ucap Hirawan dengan mata berbinar.

Bella menghela nafasnya. "Kakek denger ya, keinginan Kakek itu gak akan pernah terwujud. Aku gak akan pernah nikah sama Kris. Aku udah punya calon sendiri, dan dia jauh lebih baik dari Kris." Ucap Bella dengan penuh keyakinan.

"Maka dari itu, kakek ingin dengar tentang laki-laki yang kamu sebut sebagai calon suami itu. Siapa dia?" Tanya Hirawan dengan penasaran.

Bella kembali tersenyum membayangkan bagaimana reaksi sang Kakek jika mengetahui tentang Dev.

"Sabar dong. Aku bakal bawa dia malam minggu ini ke Rumah Besar. Sampai saat itu, kakek jangan mencoba cari informasi apapun tentang dia." Ucap Bella yang memperkirakan sang Kakek pasti akan mulai mencari tau siapa Dev.

Hirawan mengangguk-anggukan kepalanya mempertimbangkan keinginan Bella membawa calon suaminya itu.

"Baik, Kakek akan tunggu kedatangan dia. Hendra, Lidya, Stuart, Stella dan juga Kris, akan Kakek undang untuk bertemu laki-laki itu. Kita akan sama-sama putuskan siapa yang lebih layak menjadi pendamping kamu, Kris atau laki-laki itu."

Bella hanya tersenyum geli membayangkan murkanya sang Kakek ketika bertemu dengan Dev.

Terpopuler

Comments

rista_su

rista_su

bocah gendeng 😓

2023-12-20

2

Erni Fitriana

Erni Fitriana

🤣🤣🤣🤣🤣bella..bella...jngn ngeledek kakek terus dong!!!!!

2023-01-20

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Prolog
2 Bab 2: Perdebatan
3 Bab 3: Laki-laki Spiderman
4 Bab 4: Siasat
5 Bab 5: Red Eagle
6 Bab 6: Taruhan
7 Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8 Bab 8: Kissmark
9 Bab 9: Dua Laki-laki
10 Bab 10: Dua Yatim Piatu
11 Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12 Bab 12: Ambisi Kris
13 Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14 Bab 14: Masa lalu
15 Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16 Bab 16: Peran Ganda Tere
17 Bab 17: Dev, Lo jahat!
18 Bab 18: Ratu Xander Corp
19 Bab 19: Tekad Bella
20 Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21 Bab 21: Jebakan untuk Dev
22 Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23 Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24 Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25 Bab 25: Selamat Pagi
26 Bab 26: Memahami Bella
27 Bab 27: Dev Cemburu
28 Bab 28: Obat Sakit Kepala
29 Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30 Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31 Bab 31: Penyesalan Dev
32 Bab 32: Komitmen
33 Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34 Bab 34: Pacar Kepala Batu
35 Bab 35: Jamuan Bisnis
36 Bab 36: Ledakan Emosi
37 Bab 37: Kebenaran
38 Bab 38: Syarat
39 Bab 39: Amarah
40 Bab 40: Resah
41 Bab 41: Aku dan Kamu
42 Bab 42: Lelah
43 Bab 43: Sayang
44 Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45 Bab 45: Strategi
46 Bab 46: Tipe Ideal
47 Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48 Bab 48: Transformasi
49 Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50 Bab 50: Sesi Berendam
51 Bab 51: Hacker Pro
52 Bab 52: Abbas
53 Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54 Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55 Bab 55: Instruksi Sederhana
56 Bab 56: Alpha Eagle
57 Bab 57: Pembalasan
58 Bab 58: Hilang Kontak
59 Bab 59: Penculikan
60 Bab 60: Breaking News
61 Bab 61: Pengadilan
62 Bab 62: Hukuman
63 Bab 63: Ditemukan Selamat
64 Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65 Bab 65: Bahagia dan Ringan
66 Bab 66: Konsekuensi
67 Bab 67: Muak
68 Bab 68: Diculik
69 Bab 69: Alasan Kuat
70 Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71 Bab 71: Menghukum Kris
72 Bab 72: Menjadi Suami Bella
73 Bab 73: Anak Kita
74 Bab 74: Pembenaran
75 Bab 75: Marry Me, Bella
76 Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77 Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78 Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79 Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80 Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81 Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82 Ekstra 6: My Big Girl
83 Ekstra 7: Single Mom
84 Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85 Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86 Ekstra 10: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1: Prolog
2
Bab 2: Perdebatan
3
Bab 3: Laki-laki Spiderman
4
Bab 4: Siasat
5
Bab 5: Red Eagle
6
Bab 6: Taruhan
7
Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8
Bab 8: Kissmark
9
Bab 9: Dua Laki-laki
10
Bab 10: Dua Yatim Piatu
11
Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12
Bab 12: Ambisi Kris
13
Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14
Bab 14: Masa lalu
15
Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16
Bab 16: Peran Ganda Tere
17
Bab 17: Dev, Lo jahat!
18
Bab 18: Ratu Xander Corp
19
Bab 19: Tekad Bella
20
Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21
Bab 21: Jebakan untuk Dev
22
Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23
Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24
Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25
Bab 25: Selamat Pagi
26
Bab 26: Memahami Bella
27
Bab 27: Dev Cemburu
28
Bab 28: Obat Sakit Kepala
29
Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30
Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31
Bab 31: Penyesalan Dev
32
Bab 32: Komitmen
33
Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34
Bab 34: Pacar Kepala Batu
35
Bab 35: Jamuan Bisnis
36
Bab 36: Ledakan Emosi
37
Bab 37: Kebenaran
38
Bab 38: Syarat
39
Bab 39: Amarah
40
Bab 40: Resah
41
Bab 41: Aku dan Kamu
42
Bab 42: Lelah
43
Bab 43: Sayang
44
Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45
Bab 45: Strategi
46
Bab 46: Tipe Ideal
47
Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48
Bab 48: Transformasi
49
Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50
Bab 50: Sesi Berendam
51
Bab 51: Hacker Pro
52
Bab 52: Abbas
53
Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54
Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55
Bab 55: Instruksi Sederhana
56
Bab 56: Alpha Eagle
57
Bab 57: Pembalasan
58
Bab 58: Hilang Kontak
59
Bab 59: Penculikan
60
Bab 60: Breaking News
61
Bab 61: Pengadilan
62
Bab 62: Hukuman
63
Bab 63: Ditemukan Selamat
64
Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65
Bab 65: Bahagia dan Ringan
66
Bab 66: Konsekuensi
67
Bab 67: Muak
68
Bab 68: Diculik
69
Bab 69: Alasan Kuat
70
Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71
Bab 71: Menghukum Kris
72
Bab 72: Menjadi Suami Bella
73
Bab 73: Anak Kita
74
Bab 74: Pembenaran
75
Bab 75: Marry Me, Bella
76
Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77
Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78
Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79
Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80
Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81
Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82
Ekstra 6: My Big Girl
83
Ekstra 7: Single Mom
84
Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85
Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86
Ekstra 10: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!