Bab 19: Tekad Bella

Bella berjalan menuju mobilnya setelah makan malam itu.

"Bel!" Seseorang memanggilnya dan Bella pun membalikkan badannya. Ia memandang Kris yang sedang berjalan menuju ke arahnya.

Bella tidak mengatakan apapun dan memandang angkuh pada Kris.

"Aku pengen ngomong sama kamu." Ucapnya saat sudah berada di depan Bella.

"Ada apa? Cepetan ngomong. Gue sibuk." Ucap Bella dengan dinginnya. Tere keluar dari kursi kemudi dan menghampiri keduanya.

"Bukannya selama ini kamu selalu bilang gak tertarik buat mimpin perusahaan?" ucap Kris to the point.

"Gue gak perlu jawab pertanyaan lo." Bella berniat pergi namun Kris memegang tangan Bella. Bella dengan cepat menangkis tangan Kris. Tere berdiri di hadapan Kris membarikade Bella dari Kris yang kini semakin berani pada Bella.

"Jaga sikap lo, Kris!" Ucap Tere memperingatkan.

"Gue gak ada urusan sama lo, Ter." Ucap Kris dengan marah. Kemudian ia menatap Bella.

"Aku beneran gak ngerti kenapa kamu berubah pikiran. Tapi aku mau ngasih tau kamu, mimpin perusahaan gak segampang itu. Kamu gak punya pengalaman. Aku khawatir kamu malah dapet banyak kesulitan nantinya." Ucap Kris dengan raut wajah yang khawatir.

Bella menatap kedua mata Kris dengan tajam.

"Kenapa? Lo kecewa karena kehilangan kesempatan buat nikahin gue dan batal jadi CEO Xander Corp? Lo gak usah peduliin gue. Peduliin aja diri lo sendiri. Yang bakal dapet kesulitan itu lo! Kita liat aja sampe kapan mantan bodyguard yang serakah kayak lo bertahan di Xander seudah gue yang jadi CEOnya."

Kemudian Bella memasuki mobil, dan meninggalkan Kris yang menatapnya dengan marah.

***

Bella tiba di apartemennya. Ia tutup pintu di belakangnya dan menyandarkan punggungnya di sana. Seketika kakinya lemas, tidak mampu lagi menopang tubuhnya, iapun terduduk lesu di belakang pintu. Tangannya gemetar. Berulang kali Bella menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya, berusaha menghilangkan rasa khawatirnya.

Kris benar-benar sudah mengenal Bella. Yang dikatakan oleh Kris memang benar, Bella tidak memiliki pengalaman untuk mengelola perusahaan. Selama ini tidak pernah terpikirkan dalam benak Bella untuk ada di posisi CEO, pengalamannya dalam hal bisnis nol besar. Namun demi Dev, ia harus berada di posisi tertinggi. Kekuasaannya sebagai CEO akan membuat Bella memiliki akses yang lebih besar pada orang-orang penting di dunia bisnis, juga dunia pemerintahan, termasuk militer.

Bella merogoh tas tangannya dan mengambil ponsel. Ia menelepon Dev, berulang kali namun tidak ada jawaban dari Dev. Dev benar-benar membuktikan ucapannya, ia tidak menerima telepon dari Bella. Bella merasa sangat frustasi. Ia mencari kontak Tere dan meneleponnya.

"Ter, cariin nomor Abbas." Perintah Bella kemudian mematikannya.

Bella berusaha bangkit dari posisinya yang terduduk di depan pintu keluar apartemennya. Iapun duduk di sofa ruang tengah dan melihat jaket hitam Dev masih ada di sana. Bella memakainya dan tercium wangi parfum Dev di jaket itu. Bella menutup matanya dan memeluk dirinya sendiri.

"Gue kangen sama lo, Dev." Ucap Bella. Aroma parfum Dev membuatnya semakin merindukan sosok laki-laki yang kini selalu memenuhi pikirannya.

Tidak lama kemudian, Tere mengirimkan nomor Abbas. Bella segera menelepon sahabat Dev itu.

"Halo?" Sapa orang di seberang sana.

"Abbas, ini gue Bella. Gue mau nanya, Dev ada dimana ya sekarang?"

"Sorry, Bel. Gue gak bisa bilang. Dev udah titip, gue gak boleh bilang dia ada dimana kalau lo nanyain."

Bella mengepalkan tangannya dengan kesal, ternyata Dev sudah memperkirakan Bella akan bertanya kepada sahabatnya mengenai keberadaannya.

"Dia gak ada di markas Black Panther?"

"Dia lagi gak ada di Jakarta. Dia lagi pergi, ada kerjaan yang harus dia selesain. Cuma itu yang bisa gue kasih tahu sama lo. Gue gak pengen Dev marah lagi sama kita kayak waktu itu."

"Gue ke markas kalian sekarang." Bella menutup telepon dan bergegas menuju markas Black Panther.

Sebuah lamborghini merah muda, yang diikuti sebuah alphard hitam tiba tidak jauh dari markas salah satu geng jalanan yang banyak ditakuti orang itu.

Bella masuk ke dalam markas dan disambut oleh Abbas. Abbas mempersilahkan Bella duduk di dekat bengkelnya dan memberikan sekaleng cola untuk Bella.

"Thanks." ucap Bella singkat.

Abbas memandang jaket kulit hitam yang Bella kenakan. Ia mengenali jaket itu adalah milik Dev, karena Abbas yang memberikan jaket itu pada Dev. Terdapat lambang burung elang berwarna merah di punggung jaket itu. Itu adalah jaket yang selalu Dev pakai ketika balapan, atau ketika dengan terpaksa Dev terlibat perkelahian demi membantu Abbas dan kawan-kawannya menghabisi geng lawan. Jaket itu bak sebuah baju zirah seorang panglima perang yang memang Abbas pesan khusus untuk Dev. Hanya Dev yang memakai jaket itu. Tidak pernah ada yang berani memakai jaket itu sebelumnya.

"Gue ikhlas ngasih motor itu buat kalian. Kenapa kalian gak mau terima?" Tanya Bella membuka obrolan.

"Kita sih sebenernya seneng-seneng aja nerima motor itu. Tapi Dev gak mau kita nerima motor pemberian dari lo. Lagian bener, itu gak fair juga. Lo 'kan yang menang taruhan, masa kita dapet motornya juga." Ucap Abbas diplomatis.

Bella terdiam sejenak.

"Bas, gue mau nanya, lo tahu gak kenapa Dev keluar dari TNI enam bulan lalu?"

"Lo tahu dia pernah jadi tentara?" tanya Abbas berbalik memberikan Bella pertanyaan. Bella pun menceritakan sedekat apa hubungannya dengan Dev.

Abbas terlihat menimang-nimang. Bella memakai jaket kebanggaan Dev dan sekarang ia mengetahui juga mengenai masa lalu Dev. Abbas mulai menyadari Bella memang memiliki hubungan yang spesial dengan Dev.

"Kalau gitu gue bakal kasih tahu yang gue tahu, tapi lo jangan bilang lo tahu dari gue ya. Dia gak suka kalo ada orang yang nyinggung masa lalu dia."

"Iya, gue janji." Ucap Bella

Kemudian Abbas mulai bercerita hal yang pernah Dev ceritakan padanya. Saat itu, sekitar enam bulan lalu, Dev baru saja mendaratkan pesawat tempurnya. Ia berjalan menuju loker dan bersiap pulang. Namun tiba-tiba saja seseorang memukul kepalanya hingga pingsan. Saat sadar, Dev berada di sebuah ruangan dengan lampu sorot yang sangat terang mengarah kepadanya. Dev sama sekali tidak bisa melihat orang-orang yang berada di depannya. Yang jelas, orang-orang itu menggunakan seragam tentara sama seperti dirinya. Dev kemudian menyadari kedua tangannya diikat di atas kepalanya ke sebuah tiang besi.

Orang-orang itu mulai menanyakan mengenai apakah Dev melakukan jual-beli senjata kimia? Dev tentu saja menjawab tidak, karena dia sama sekali tidak mengetahui mengenai hal itu. Dev terus mendapatkan pertanyaan itu berulang-ulang. Setiap kali Dev berkata tidak, seseorang yang berada di belakangnya menyayat punggungnya dengan sebuah pisau, sedangkan orang yang ada di depannya memukul wajah dan tubuh Dev tanpa henti. Mereka terus menyiksa Dev dan seakan memaksa Dev untuk mengakui itu.

Setelah berhari-hari mengalami penganiayaan itu, Dev masih berkata tidak, Dev masih kukuh pada pendiriannya. Hingga seseorang menyiram punggungnya dengan air keras. Saat itu Dev tidak bisa lagi menahan rasa sakit yang diakibatkan cairan yang terasa membakar kulitnya yang sudah penuh luka itu. Akhirnya Dev terpaksa mengatakan bahwa dirinya mengakui perbuatan yang dituduhkan kepadanya. Setelah itu Dev diadili dan diberhentikan secara tidak hormat dari kemiliteran.

Bella sangat syok. Matanya mulai berair. Mendengar secara lebih detail mengenai bagaimana penyiksaan yang pernah Dev alami. Bella sangat terpukul laki-laki yang dicintainya itu pernah mengalami semua kekejaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Rasa takut dan khawatir tidak mampu menjadi seorang pemimpin yang sebelumnya Bella rasakan, hilang seketika. Khawatir dan takut itu berubah menjadi sebuah tekad, ia akan mencari tahu siapa orang-orang yang ada di balik semua penyiksaan yang Dev alami enam bulan lalu dengan kekuasaan yang dimilikinya sebagai pemimpin dari perusahaan raksasa Xander Corp.

Terpopuler

Comments

Erni Fitriana

Erni Fitriana

semangat bell.....aku yakin dengan modal cinta yg tulus kamu pasti bisa💪💪💪💪

2023-01-21

2

lalalati

lalalati

ngopi sambil sebat kak si Dev wkwkwk 🤣

2023-01-04

0

Chandra Dollores

Chandra Dollores

sesaknya Bella menahan rindu menular sampe sini... jan bilang ko ena2 ngopi, awas ko Dev!!

2023-01-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Prolog
2 Bab 2: Perdebatan
3 Bab 3: Laki-laki Spiderman
4 Bab 4: Siasat
5 Bab 5: Red Eagle
6 Bab 6: Taruhan
7 Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8 Bab 8: Kissmark
9 Bab 9: Dua Laki-laki
10 Bab 10: Dua Yatim Piatu
11 Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12 Bab 12: Ambisi Kris
13 Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14 Bab 14: Masa lalu
15 Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16 Bab 16: Peran Ganda Tere
17 Bab 17: Dev, Lo jahat!
18 Bab 18: Ratu Xander Corp
19 Bab 19: Tekad Bella
20 Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21 Bab 21: Jebakan untuk Dev
22 Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23 Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24 Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25 Bab 25: Selamat Pagi
26 Bab 26: Memahami Bella
27 Bab 27: Dev Cemburu
28 Bab 28: Obat Sakit Kepala
29 Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30 Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31 Bab 31: Penyesalan Dev
32 Bab 32: Komitmen
33 Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34 Bab 34: Pacar Kepala Batu
35 Bab 35: Jamuan Bisnis
36 Bab 36: Ledakan Emosi
37 Bab 37: Kebenaran
38 Bab 38: Syarat
39 Bab 39: Amarah
40 Bab 40: Resah
41 Bab 41: Aku dan Kamu
42 Bab 42: Lelah
43 Bab 43: Sayang
44 Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45 Bab 45: Strategi
46 Bab 46: Tipe Ideal
47 Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48 Bab 48: Transformasi
49 Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50 Bab 50: Sesi Berendam
51 Bab 51: Hacker Pro
52 Bab 52: Abbas
53 Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54 Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55 Bab 55: Instruksi Sederhana
56 Bab 56: Alpha Eagle
57 Bab 57: Pembalasan
58 Bab 58: Hilang Kontak
59 Bab 59: Penculikan
60 Bab 60: Breaking News
61 Bab 61: Pengadilan
62 Bab 62: Hukuman
63 Bab 63: Ditemukan Selamat
64 Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65 Bab 65: Bahagia dan Ringan
66 Bab 66: Konsekuensi
67 Bab 67: Muak
68 Bab 68: Diculik
69 Bab 69: Alasan Kuat
70 Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71 Bab 71: Menghukum Kris
72 Bab 72: Menjadi Suami Bella
73 Bab 73: Anak Kita
74 Bab 74: Pembenaran
75 Bab 75: Marry Me, Bella
76 Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77 Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78 Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79 Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80 Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81 Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82 Ekstra 6: My Big Girl
83 Ekstra 7: Single Mom
84 Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85 Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86 Ekstra 10: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1: Prolog
2
Bab 2: Perdebatan
3
Bab 3: Laki-laki Spiderman
4
Bab 4: Siasat
5
Bab 5: Red Eagle
6
Bab 6: Taruhan
7
Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8
Bab 8: Kissmark
9
Bab 9: Dua Laki-laki
10
Bab 10: Dua Yatim Piatu
11
Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12
Bab 12: Ambisi Kris
13
Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14
Bab 14: Masa lalu
15
Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16
Bab 16: Peran Ganda Tere
17
Bab 17: Dev, Lo jahat!
18
Bab 18: Ratu Xander Corp
19
Bab 19: Tekad Bella
20
Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21
Bab 21: Jebakan untuk Dev
22
Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23
Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24
Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25
Bab 25: Selamat Pagi
26
Bab 26: Memahami Bella
27
Bab 27: Dev Cemburu
28
Bab 28: Obat Sakit Kepala
29
Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30
Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31
Bab 31: Penyesalan Dev
32
Bab 32: Komitmen
33
Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34
Bab 34: Pacar Kepala Batu
35
Bab 35: Jamuan Bisnis
36
Bab 36: Ledakan Emosi
37
Bab 37: Kebenaran
38
Bab 38: Syarat
39
Bab 39: Amarah
40
Bab 40: Resah
41
Bab 41: Aku dan Kamu
42
Bab 42: Lelah
43
Bab 43: Sayang
44
Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45
Bab 45: Strategi
46
Bab 46: Tipe Ideal
47
Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48
Bab 48: Transformasi
49
Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50
Bab 50: Sesi Berendam
51
Bab 51: Hacker Pro
52
Bab 52: Abbas
53
Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54
Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55
Bab 55: Instruksi Sederhana
56
Bab 56: Alpha Eagle
57
Bab 57: Pembalasan
58
Bab 58: Hilang Kontak
59
Bab 59: Penculikan
60
Bab 60: Breaking News
61
Bab 61: Pengadilan
62
Bab 62: Hukuman
63
Bab 63: Ditemukan Selamat
64
Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65
Bab 65: Bahagia dan Ringan
66
Bab 66: Konsekuensi
67
Bab 67: Muak
68
Bab 68: Diculik
69
Bab 69: Alasan Kuat
70
Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71
Bab 71: Menghukum Kris
72
Bab 72: Menjadi Suami Bella
73
Bab 73: Anak Kita
74
Bab 74: Pembenaran
75
Bab 75: Marry Me, Bella
76
Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77
Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78
Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79
Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80
Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81
Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82
Ekstra 6: My Big Girl
83
Ekstra 7: Single Mom
84
Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85
Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86
Ekstra 10: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!