Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo

Bella berlari keluar saat lift terbuka di lantai 1. Beberapa pengawal menghampiri Bella saat dirinya berhenti di teras gedung Xander Corp.

"Nona Bella..."

"Jangan ikutin gue!" Bella berlari keluar area gedung. Ia melihat seorang ojek online berhenti menurunkan seorang penumpang tidak jauh dari gedung.

"Pak, anterin saya." Bella mengambil helm yang baru saja dilepaskan oleh penumpang itu. Pengendara ojek online itupun mengangguk dan membawa Bella pergi menuju alamat yang Bella tujukan.

Beberapa saat ojek online berhenti di depan sebuah rumah susun. Bella memberikan dua lembar uang berwarna merah kepada ojek itu dan berlari menaiki tangga.

Sampai di lantai paling atas, Bella melihat Dev sedang mengangkat jemurannya, rambutnya terlihat masih basah, dan bagian bawah tubuhnya hanya ditutupi handuk. Tato berbentuk burung elang yang memenuhi hampir seluruh punggungnya kini bisa Bella lihat dengan jelas. Selesai mengangkat jemuran, hujan mulai turun. Dev segera memasuki kamarnya, belum menyadari kehadiran Bella. Bella mengekor di belakang Dev, dan tiba-tiba saja terdengar suara petir dan Bella memeluk tubuh Dev dari belakang.

"Anj*ng!" Umpat Dev. Seketika Dev terkejut bukan main karena suara petir dan seseorang yang tiba-tiba memeluknya dari belakang, pakaian yang baru saja ia ambil berserakan di lantai. Dev melepas pelukan itu dan membalikkan badannya, melihat Bella yang menatapnya dengan wajah sedih.

"Bel! Lo bisa gak sih kalo dateng tuh bilang-bilang, atau minimal ada suara kek?!"

Bella kembali memeluk Dev. Ia menyandarkan kepalanya di dada bidang Dev yang tidak tertutupi oleh sehelai benangpun. Bella merasakan tubuh Dev yang masih dingin dan wangi shampo dan sabun yang maskulin. Terdengar detak jantung Dev berdebar sangat kencang saat ia melekatkan telinganya pada dada Dev.

"Bel, lepasin. Gue mau pake baju dulu." Dev berusaha melepaskan pelukan Bella.

"Lo harus ngelakuin sesuatu sama gue, Dev." Ucap Bella.

"Sesuatu?" Tanya Dev.

Kemudian Bella melepas pelukannya dan memandang kedua mata Dev. "Kiss me."

Seketika wajah Dev merona merah mendengar permintaan Bella.

"Ini apa lagi sih? Lo bisa gak sih sekali aja gak bertingkah yang aneh-aneh." Dumel Dev mundur satu langkah dari Bella. Ia membungkuk dan mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai. Tiba-tiba Bella meraih handuk yang Dev kenakan untuk menutupi tubuh bawahnya.

"Lo jangan macem-macem, Bel." Dev dengan sigap menggenggam handuk yang ia kenakan dan berusaha melepaskan tangan Bella yang masih mencengkram kuat handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya.

"Lo harus cium gue. Barusan gue dicium cowok lain!" Ucap Bella dengan sedih.

Dev terdiam. Cemburu menguasainya.

"Siapa yang nyium lo?" Ucap Dev dengan suara bassnya. Sorot matanya menunjukkan bahwa dia sedang marah.

"Kris." Ucap Bella tidak memandang ke arah Dev.

Dev terdiam dan kembali memungut pakaiannya kemudian ia simpan di sebuah keranjang. Namun Dev tidak kuasa menahan amarahnya lagi, ia terbakar cemburu dan membanting keranjang itu dengan kesal. Ia merasakan punggungnya disentuh oleh tangan halus Bella.

"Gue gak bisa ngehindar, Dev. Semuanya kejadian gitu aja. Gue langsung dateng kesini karena gue ngerasa bersalah sama lo." Ucap Bella

Dev membalikkan badannya dan meraup pipi bella. Kedua ibu jarinya menyapu bibir Bella.

"Berani banget dia nyium lo?!" Ucap Dev dengan kesal, otot di pipinya mengeras dan berkata, "cuma gue yang boleh nyium lo."

Dev mendekatkan bibirnya dan mencium bibir Bella dengan marah. Bella hanya pasrah menerima ciuman Dev yang sedikit kasar.

Hingga beberapa saat, Dev melepas ciumannya.

"Sorry." Dev mengusap salivanya yang tertinggal di bibir Bella.

Bella menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada Dev.

Dev menjauh dari Bella. Merasa menyesal karena sudah membiarkan emosi menguasainya. Ia mengambil kaos dari lemari dan memakainya. Kemudian mengambil celana dan berjalan menuju kamar mandi di sudut kamarnya.

"Lo pake di sini aja. Gue gak akan ngintip." Ucap Bella sambil membalikkan badannya.

Dev pun mengurungkan niatnya. Iapun memakai celananya dengan cepat sambil memerhatikan Bella, khawatir Bella akan tiba-tiba melihat ke belakang. Namun kali ini tebakan Dev tidak terbukti. Bella masih memandang ke arah tembok di sudut kamar.

"Sini duduk." Ucap Dev saat ia sudah berpakaian. Bella membalikkan badannya dan berjalan menghampiri sofa, sedangkan Dev berjalan ke dapur kecil di sebelah kamarnya untuk membuat segelas susu putih hangat untuk Bella.

Bella memandang ke arah nakas di sebelahnya dan melihat foto Dev yang waktu itu dilihatnya dan sebuah kacamata minus yang cukup tebal.

"Ini kacamata siapa?" Tanya Bella. Terakhir Bella melihat hanya ada foto di nakas itu.

Dev melihat ke arah kacamata itu dan menyerahkan segelas susu putih pada Bella.

"Itu punya gue."

"Lo pake kacamata?" Tanya Bella tidak percaya.

"Dulu. Sebelum masuk AKMIL gue udah operasi lasik, sekarang mata gue normal. Gue simpen itu buat kenang-kenangan."

Bella memandang Dev tidak percaya dulu Dev menggunakan kacamata setebal itu.

"Demi masuk AKMIL bahkan lo operasi lasik?" Tanya Bella.

"Iya. Udah gue bilang, gimanapun caranya, gue harus bisa jadi tentara."

Bella merasakan amarah menguasainya. Ia menuangkan susu putih yang Dev buatkan untuknya ke lantai di depannya. Setelah gelas itu kosong, Bella menyerahkan gelas itu pada Dev.

"Lo kenapa lagi sih?!"

"Lo sendiri maksudnya apa? Lo barusan nyium gue, lo bilang cuma lo yang boleh nyium gue. Terus ternyata lo masih suka sama cewek lain. Lo kira gue cewek apaan? Lo ngerasa bangga gitu seorang Bella Ratu Xander suka sama lo makanya lo seenaknya?!" ucap Bella dengan marah.

Dev menghela nafas, mencoba menahan rasa kesalnya. Ia mengambil lap untuk membersihkan susu yang Bella tumpahkan. Dev mengelap kaki Bella yang terkena cipratan susu yang ia tumpahkan dengan handuk yang dibawanya lalu Dev membersihkan tumpahan susu itu.

Bella memandang marah pada Dev. Namun Dev malah tersenyum pada Bella.

"Kenapa lo malah senyum-senyum?" Tanya Bella.

Dev menggelengkan kepalanya.

"Lo SMA dimana, Bel?" Tanya Dev tiba-tiba.

Bella mengerutkan dahi, kemudian bertanya. "Kenapa lo tiba-tiba nanyain sekolah gue?"

"Gak apa-apa, kayaknya gue pernah lihat lo waktu lo masih SMA."

"Gue SMA, lo masih bocah kali. Mana mungkin lo inget sama gue." Ucap Bella masih kesal.

"Lo SMA di Jakarta?" Tanya Dev yang kini sudah selesai membersihkan tumpahan susu itu.

"Iya. SMA Centauri." Ucap Bella tidak tertarik dengan semua pertanyaan tidak penting yang Dev tanyakan.

"Kirain di Bandung." Ucap Dev sambil berlalu menyimpan kembali lap di dapur kecil di kamarnya. Ia mencuci tangan di bak cuci piring dan kembali menghampiri Bella.

"Pertanyaan lo bener-bener gak penting!"

"Kalau gitu gue mau nanya sesuatu yang penting." Ucap Dev duduk kembali di samping Bella, "kenapa Kris bisa nyium lo?"

"Dia suka sama gue. Bahkan dia bilang sama kakek pengen nikahin gue."

"Dia bukannya cuma bodyguard lo? Berani banget dia ngelamar lo?" Dev kembali terbakar cemburu. Ia juga kesal karena Kris bisa memiliki keberanian sebesar itu untuk melamar seorang Bella.

"Selama ini dia investasi dimana-mana dan berhasil ngumpulin kekayaan. Kakek kagum sama dia. Dia berubah dari seorang bodyguard jadi pemegang saham di Xander. Ngerasa udah dapet dukungan dari Kakek, dia jadi berani sama gue."

Dev terdiam. Bella meraih tangan Dev.

"Gue gak mau nikah sama dia, Dev. Kalo gue harus nikah, gue cuma mau nikah sama lo."

Dev melepas tangan Bella kemudian berkata, "Apa sih yang lo liat dari gue, Bel? Gue cuma cowok miskin."

"Gue gak peduli lo miskin! Gue udah terlanjur suka sama lo. Lo suka juga 'kan sama gue? Lo gak rela kan gue dicium sama Kris?”

Dev mengalihkan pandangannya. Seketika Bella meraih tangan Dev dan menggenggamnya lagi.

“Malam minggu ini lo harus ikut gue. Gue pengen bawa lo ketemu kakek gue."

Terpopuler

Comments

Erni Fitriana

Erni Fitriana

dev kyknya tau bella waktu SMA
tapi bella lupa sama dev...mungkin waktu kejadian kecelaka'an yah

2023-01-20

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Prolog
2 Bab 2: Perdebatan
3 Bab 3: Laki-laki Spiderman
4 Bab 4: Siasat
5 Bab 5: Red Eagle
6 Bab 6: Taruhan
7 Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8 Bab 8: Kissmark
9 Bab 9: Dua Laki-laki
10 Bab 10: Dua Yatim Piatu
11 Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12 Bab 12: Ambisi Kris
13 Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14 Bab 14: Masa lalu
15 Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16 Bab 16: Peran Ganda Tere
17 Bab 17: Dev, Lo jahat!
18 Bab 18: Ratu Xander Corp
19 Bab 19: Tekad Bella
20 Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21 Bab 21: Jebakan untuk Dev
22 Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23 Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24 Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25 Bab 25: Selamat Pagi
26 Bab 26: Memahami Bella
27 Bab 27: Dev Cemburu
28 Bab 28: Obat Sakit Kepala
29 Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30 Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31 Bab 31: Penyesalan Dev
32 Bab 32: Komitmen
33 Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34 Bab 34: Pacar Kepala Batu
35 Bab 35: Jamuan Bisnis
36 Bab 36: Ledakan Emosi
37 Bab 37: Kebenaran
38 Bab 38: Syarat
39 Bab 39: Amarah
40 Bab 40: Resah
41 Bab 41: Aku dan Kamu
42 Bab 42: Lelah
43 Bab 43: Sayang
44 Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45 Bab 45: Strategi
46 Bab 46: Tipe Ideal
47 Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48 Bab 48: Transformasi
49 Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50 Bab 50: Sesi Berendam
51 Bab 51: Hacker Pro
52 Bab 52: Abbas
53 Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54 Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55 Bab 55: Instruksi Sederhana
56 Bab 56: Alpha Eagle
57 Bab 57: Pembalasan
58 Bab 58: Hilang Kontak
59 Bab 59: Penculikan
60 Bab 60: Breaking News
61 Bab 61: Pengadilan
62 Bab 62: Hukuman
63 Bab 63: Ditemukan Selamat
64 Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65 Bab 65: Bahagia dan Ringan
66 Bab 66: Konsekuensi
67 Bab 67: Muak
68 Bab 68: Diculik
69 Bab 69: Alasan Kuat
70 Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71 Bab 71: Menghukum Kris
72 Bab 72: Menjadi Suami Bella
73 Bab 73: Anak Kita
74 Bab 74: Pembenaran
75 Bab 75: Marry Me, Bella
76 Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77 Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78 Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79 Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80 Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81 Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82 Ekstra 6: My Big Girl
83 Ekstra 7: Single Mom
84 Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85 Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86 Ekstra 10: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1: Prolog
2
Bab 2: Perdebatan
3
Bab 3: Laki-laki Spiderman
4
Bab 4: Siasat
5
Bab 5: Red Eagle
6
Bab 6: Taruhan
7
Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8
Bab 8: Kissmark
9
Bab 9: Dua Laki-laki
10
Bab 10: Dua Yatim Piatu
11
Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12
Bab 12: Ambisi Kris
13
Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14
Bab 14: Masa lalu
15
Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16
Bab 16: Peran Ganda Tere
17
Bab 17: Dev, Lo jahat!
18
Bab 18: Ratu Xander Corp
19
Bab 19: Tekad Bella
20
Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21
Bab 21: Jebakan untuk Dev
22
Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23
Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24
Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25
Bab 25: Selamat Pagi
26
Bab 26: Memahami Bella
27
Bab 27: Dev Cemburu
28
Bab 28: Obat Sakit Kepala
29
Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30
Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31
Bab 31: Penyesalan Dev
32
Bab 32: Komitmen
33
Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34
Bab 34: Pacar Kepala Batu
35
Bab 35: Jamuan Bisnis
36
Bab 36: Ledakan Emosi
37
Bab 37: Kebenaran
38
Bab 38: Syarat
39
Bab 39: Amarah
40
Bab 40: Resah
41
Bab 41: Aku dan Kamu
42
Bab 42: Lelah
43
Bab 43: Sayang
44
Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45
Bab 45: Strategi
46
Bab 46: Tipe Ideal
47
Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48
Bab 48: Transformasi
49
Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50
Bab 50: Sesi Berendam
51
Bab 51: Hacker Pro
52
Bab 52: Abbas
53
Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54
Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55
Bab 55: Instruksi Sederhana
56
Bab 56: Alpha Eagle
57
Bab 57: Pembalasan
58
Bab 58: Hilang Kontak
59
Bab 59: Penculikan
60
Bab 60: Breaking News
61
Bab 61: Pengadilan
62
Bab 62: Hukuman
63
Bab 63: Ditemukan Selamat
64
Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65
Bab 65: Bahagia dan Ringan
66
Bab 66: Konsekuensi
67
Bab 67: Muak
68
Bab 68: Diculik
69
Bab 69: Alasan Kuat
70
Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71
Bab 71: Menghukum Kris
72
Bab 72: Menjadi Suami Bella
73
Bab 73: Anak Kita
74
Bab 74: Pembenaran
75
Bab 75: Marry Me, Bella
76
Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77
Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78
Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79
Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80
Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81
Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82
Ekstra 6: My Big Girl
83
Ekstra 7: Single Mom
84
Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85
Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86
Ekstra 10: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!