Bab 2: Perdebatan

(satu bulan sebelumnya)

Sebuah pesawat jet pribadi mendarat di sebuah landasan udara. Sedikit demi sedikit pesawat itu perlahan melambat dan akhirnya berhenti. Bella keluar dari pesawat itu dan berjalan menyeberangi landasan udara dan memasuki bandara.

Rambutnya yang hitam pekat bergelombang terus berkibas dengan indah seiring langkahnya di bandara itu. Tubuh indahnya terbalut sempurna dengan sweater putih ketat dan skinny jeans berwarna hitam yang menutupi kaki jenjangnya. Derap sepatu boot dengan bahan tweed wol dengan motif kotak-kotak berwarna hitam dan abu terus terdengar di setiap langkah kaki indahnya. Kacamata hitam dengan logo Chanel bertengger di atas hidung mancungnya. Beberapa orang pria berjas hitam berjalan di samping kiri dan kanannya membawa koper-koper milik Bella.

Bella sampai di luar bandara dan pintu sebuah mobil Alphard hitampun terbuka, mempersilahkannya untuk masuk dan duduk dengan nyaman disana.

"Gue mau langsung ke Bandung." Ucap Bella saat mobil mewah itu mulai melaju.

"Tuan Hirawan sudah menunggu di rumah besar, Nona. Anda harus menyapa kakek anda terlebih dahulu. Sudah satu tahun sejak anda pergi ke Amerika, anda belum menemui beliau lagi." Ucap Kris yang duduk di kursi penumpang sebelah kursi supir.

Bella mendengus kesal, namun tidak mencoba membantah. Iapun menutup matanya mencoba untuk tidur sebentar setelah melalui perjalanan jauh dan jetlag masih menguasainya.

"Nona, anda sudah sampai di rumah besar." Suara Kris membangunkan Bella yang tertidur sepanjang perjalanan dari Bandara.

Dengan malas, Bella turun dari mobil dan memasuki mansion mewah milik sang Kakek. Iapun memasuki pintu utama dan berjalan menuju ruang tengah. Ia melihat seorang Kakek tua berusia sekitar tujuh puluh tahun, duduk di kursi rodanya.

Bella melepas kacamata hitam yang dikenakannya dan memandang ke arah sang Kakek.

"Bella, kemari Nak. Kakek rindu sekali." Ucap Hirawan dengan sumringah menyambut cucu satu-satunya itu.

Bella tidak bergerak dari posisinya. Pandangannya tidak menunjukkan ekspresi apapun.

"Sekarang Kakek udah liat aku 'kan, aku sehat dan aku liat Kakek juga sehat. Jadi sekarang aku mau pulang." Ucap Bella dengan dinginnya. Ia membungkukkan badannya dan berbalik meninggalkan badannya.

"Bella!" teriak sang Kakek. "Kamu masih saja seperti ini. Tahun lalu kamu memutuskan pergi ke Amerika. Kamu lari dari tanggung jawab kamu sebagai penerus perusahaan, dan sekarang kamu pulang tanpa merasa bersalah sama sekali."

Bella membalikkan kembali badannya dan menatap tajam sang kakek.

"Kakek berharap apa dari aku? Yang penting 'kan perusahaan Kakek itu tetep jalan sekarang walaupun Kakek udah gak ngelolanya secara langsung. Kakek 'kan udah ngangkat Om Hendra jadi wakil presdir, dia udah bantu Kakek dari bertahun-tahun lalu, dia udah hafal banget sama perusahaan. Kakek tinggal angkat dia jadi CEO gantiin Kakek, kenapa sih kakek masih berharap aja sama aku? Aku udah bilang aku gak tertarik buat gantiin Kakek!" Teriak Bella pada sang kakek.

"Kakek udah kasih tahu kamu ratusan kali bahkan ribuan kali, perusahaan Kakek ini hanya akan Kakek wariskan pada kamu, cucu kakek satu-satunya. Hendra itu hanya anak dari nenek kamu yang berselingkuh. Dia bukan darah daging Kakek. Kamu adalah satu-satunya harapan Kakek setelah Candra, ayah kamu, meninggalkan kita. Tolong Bella, hanya itu yang kakek inginkan dari kamu, setelah itu Kakek baru bisa mati dengan tenang."

"Ratusan kali lagi aku juga bilang, aku gak mau jadi CEO! Gara-gara Kakek, papa dan mama meninggal! Semuanya terjadi karena Kakek terlalu mikirin perusahaan kakek ini! Jangan pernah berharap aku bakal ngikutin kemauan Kakek!" Teriak Bella marah.

"Kalau kamu gak mau, berarti kamu harus menikah. Kamu akan Kakek nikahkan pada seseorang yang mampu mengemban tugas ini. Kakek sudah punya beberapa nama CEO perusahaan mitra yang masih berstatus single. Jika kamu menikah dengan salah satu dari mereka, kamu tak perlu lagi jadi pimpinan utama. Suami kamu yang akan mengurus perusahaan. Dengan begitu Xander Corp akan semakin besar dan kokoh karena merger perusahaan pasti akan terjadi jika kamu menikah." Ucap Hirawan.

"Kakek masih aja gak ngerti. Aku bukan alat bisnis kakek! Waktu aku di L.A ada berapa pengusaha-pengusaha yang deketin aku, emang aku gak tau Kakek yang ngatur mereka buat kenalan sama aku?! Aku gak akan nikah sama cowok-cowok yang kakek pilih itu! Kalo aku harus nikah, aku akan nikah sama orang yang aku cinta!" Ucap Bella dengan emosi yang meluap-luap.

"Cinta itu bisa mengikuti, Bella. Kakek dan nenekmu pun sama. Begitu juga papa dan mama kamu, menikah karena perjodohan untuk membangun bisnis kita menjadi semakin besar. Kamu juga akan seperti itu, kamu hanya perlu membuka hati kamu. Dulu kamu sempat dekat dengan Logan, penerus Logan Enterprise. Kakek menyesal karena tidak merestui kalian karena usia dia yang masih sangat muda. Tidak taunya sekarang dia jadi direktur utama. Siapa yang nyangka Faris Victor tak berumur panjang." Ucap sang Kakek dengan keras kepalanya.

"Kakek emang udah gak waras! Di dalam otak kakek cuma ada bisnis, bisnis, dan bisnis! Kakek bahkan belum nyadar kenapa nenek selingkuh sampai punya anak! Karena perjodohan itu gak bikin nenek bahagia sama Kakek!" Bentak Bella. Ia benar-benar terperangah dengan ucapan sang Kakek.

"Kamu kira darimana uang yang kamu pakai untuk foya-foya? Setiap hari kamu bisa habiskan puluhan bahkan ratusan juta untuk kesenangan kamu. Itu semua dari bisnis Kakek."

Bella tidak menjawab. Ia merasa lelah karena harus kembali berdebat mengenai masalah ini.

"Okay, Kakek mau aku nikah? Aku bakal cari cowok yang bisa gantiin kakek jadi CEO. Tapi aku pastiin, aku bakal jatuh cinta dulu sama dia, baru aku akan nikahin dia! Aku gak mau hidup kayak Kakek ataupun ayah yang nikah karena perjodohan buat nguatin perusahaan! Dan kakek harus nerima siapapun dia!" ucap Bella memulai negosiasinya.

"Baiklah, kita lihat apakah akan ada laki-laki yang mencintai kamu murni hanya karena cinta? Ternyata cucu kakek ini naif sekali. Kakek akan beri kesempatan untuk kamu cari laki-laki yang tulus mencintai kamu." Ucap Hirawan menyetujui keinginan sang cucu.

Bella terlihat puas dengan jawaban sang Kakek, kemudian Hirawan melanjutkan, "tapi kamu harus ingat, dia harus dari kalangan yang sama dengan kita. Dia juga harus mampu mengemban tugas sebagai CEO. Kakek tidak masalah kalau memang tidak ada perusahaan yang bisa dimerger, perusahaan kakek sudah sangat besar sekarang. Tapi latar belakang calon suami pilihan kamu itu harus betul-betul sesuai dengan standar Kakek. "

"Cinta itu bisa dateng kapan aja dan dimana aja, juga pada siapa aja. Aku gak bisa janjiin apa-apa sama kakek akan seperti apa laki-laki yang akan aku nikahin nanti. Saat aku udah nemuin dia, aku bakal bawa dia kesini. Saat itu mau atau nggak, kakek harus nerima dia." ucap Bella sambil berlalu.

"Kamu bawa dulu saja dia, tapi untuk setuju atau tidak. Itu akan kakek putuskan nanti." ucap Hirawan menutup perdebatan.

Bellapun terus berjalan ke arah pintu utama.

"Gue mau Lamborghini gue. Bawa dia kesini." Perintah Bella pada Kris.

Krispun menghubungi seseorang melalui earpiecenya untuk membawakan mobil Lamborghini Centenario berwarna pink milik Bella dari garasi mansion mewah milik sang kakek.

Tidak berapa lama mobil itu sudah berada di hadapan Bella, iapun membuka pintunya ke arah atas dan memasuki mobil sport mewah itu.

"Gue mau ke Bandung. Ada acara komunitas di Hotel Logan Ritz." Ucap Bella sebelum memasuki mobil, lalu menatap Kris dengan tajam. "Dan Kris, gue minta lo jangan ngikutin gue! Gue heneg liat muka lo!"

Mobil mewah berwarna pink itupun melaju keluar dari area mansion mewah Hirawan Alexander, salah satu pengusaha terkaya di Indonesia sekaligus pemilik Xander Corp.

Terpopuler

Comments

Liu Zhi

Liu Zhi

Ck bgtu toh, seru seru

2023-04-17

1

Liu Zhi

Liu Zhi

huhuhu Bella

2023-04-17

1

Erni Fitriana

Erni Fitriana

ohhhhh dunia novellll....enak banget yakkkkk

2023-01-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Prolog
2 Bab 2: Perdebatan
3 Bab 3: Laki-laki Spiderman
4 Bab 4: Siasat
5 Bab 5: Red Eagle
6 Bab 6: Taruhan
7 Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8 Bab 8: Kissmark
9 Bab 9: Dua Laki-laki
10 Bab 10: Dua Yatim Piatu
11 Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12 Bab 12: Ambisi Kris
13 Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14 Bab 14: Masa lalu
15 Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16 Bab 16: Peran Ganda Tere
17 Bab 17: Dev, Lo jahat!
18 Bab 18: Ratu Xander Corp
19 Bab 19: Tekad Bella
20 Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21 Bab 21: Jebakan untuk Dev
22 Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23 Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24 Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25 Bab 25: Selamat Pagi
26 Bab 26: Memahami Bella
27 Bab 27: Dev Cemburu
28 Bab 28: Obat Sakit Kepala
29 Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30 Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31 Bab 31: Penyesalan Dev
32 Bab 32: Komitmen
33 Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34 Bab 34: Pacar Kepala Batu
35 Bab 35: Jamuan Bisnis
36 Bab 36: Ledakan Emosi
37 Bab 37: Kebenaran
38 Bab 38: Syarat
39 Bab 39: Amarah
40 Bab 40: Resah
41 Bab 41: Aku dan Kamu
42 Bab 42: Lelah
43 Bab 43: Sayang
44 Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45 Bab 45: Strategi
46 Bab 46: Tipe Ideal
47 Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48 Bab 48: Transformasi
49 Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50 Bab 50: Sesi Berendam
51 Bab 51: Hacker Pro
52 Bab 52: Abbas
53 Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54 Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55 Bab 55: Instruksi Sederhana
56 Bab 56: Alpha Eagle
57 Bab 57: Pembalasan
58 Bab 58: Hilang Kontak
59 Bab 59: Penculikan
60 Bab 60: Breaking News
61 Bab 61: Pengadilan
62 Bab 62: Hukuman
63 Bab 63: Ditemukan Selamat
64 Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65 Bab 65: Bahagia dan Ringan
66 Bab 66: Konsekuensi
67 Bab 67: Muak
68 Bab 68: Diculik
69 Bab 69: Alasan Kuat
70 Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71 Bab 71: Menghukum Kris
72 Bab 72: Menjadi Suami Bella
73 Bab 73: Anak Kita
74 Bab 74: Pembenaran
75 Bab 75: Marry Me, Bella
76 Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77 Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78 Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79 Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80 Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81 Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82 Ekstra 6: My Big Girl
83 Ekstra 7: Single Mom
84 Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85 Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86 Ekstra 10: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1: Prolog
2
Bab 2: Perdebatan
3
Bab 3: Laki-laki Spiderman
4
Bab 4: Siasat
5
Bab 5: Red Eagle
6
Bab 6: Taruhan
7
Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8
Bab 8: Kissmark
9
Bab 9: Dua Laki-laki
10
Bab 10: Dua Yatim Piatu
11
Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12
Bab 12: Ambisi Kris
13
Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14
Bab 14: Masa lalu
15
Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16
Bab 16: Peran Ganda Tere
17
Bab 17: Dev, Lo jahat!
18
Bab 18: Ratu Xander Corp
19
Bab 19: Tekad Bella
20
Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21
Bab 21: Jebakan untuk Dev
22
Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23
Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24
Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25
Bab 25: Selamat Pagi
26
Bab 26: Memahami Bella
27
Bab 27: Dev Cemburu
28
Bab 28: Obat Sakit Kepala
29
Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30
Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31
Bab 31: Penyesalan Dev
32
Bab 32: Komitmen
33
Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34
Bab 34: Pacar Kepala Batu
35
Bab 35: Jamuan Bisnis
36
Bab 36: Ledakan Emosi
37
Bab 37: Kebenaran
38
Bab 38: Syarat
39
Bab 39: Amarah
40
Bab 40: Resah
41
Bab 41: Aku dan Kamu
42
Bab 42: Lelah
43
Bab 43: Sayang
44
Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45
Bab 45: Strategi
46
Bab 46: Tipe Ideal
47
Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48
Bab 48: Transformasi
49
Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50
Bab 50: Sesi Berendam
51
Bab 51: Hacker Pro
52
Bab 52: Abbas
53
Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54
Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55
Bab 55: Instruksi Sederhana
56
Bab 56: Alpha Eagle
57
Bab 57: Pembalasan
58
Bab 58: Hilang Kontak
59
Bab 59: Penculikan
60
Bab 60: Breaking News
61
Bab 61: Pengadilan
62
Bab 62: Hukuman
63
Bab 63: Ditemukan Selamat
64
Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65
Bab 65: Bahagia dan Ringan
66
Bab 66: Konsekuensi
67
Bab 67: Muak
68
Bab 68: Diculik
69
Bab 69: Alasan Kuat
70
Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71
Bab 71: Menghukum Kris
72
Bab 72: Menjadi Suami Bella
73
Bab 73: Anak Kita
74
Bab 74: Pembenaran
75
Bab 75: Marry Me, Bella
76
Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77
Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78
Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79
Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80
Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81
Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82
Ekstra 6: My Big Girl
83
Ekstra 7: Single Mom
84
Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85
Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86
Ekstra 10: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!