Bab 6: Taruhan

Malam datang. Matahari berwarna jingga itu kini pergi. Langit sudah sepenuhnya berwarna biru tua. Sekelompok orang-orang itu tidak memerdulikan perubahan yang terjadi pada langit. Perhatian mereka tertuju pada beberapa motor sport yang berlari di lintasan dengan kecepatan lebih dari 100 KM/jam.

Mereka bersorak saat sebuah motor ducati merah sampai di garis finish pada lap terakhir.

"RED EAGLE! RED EAGLE!" Orang-orang itu terus meneriakkan nama Red Eagle, julukan dari pembalap kebanggaan geng Black Panther yang baru saja memenangkan balapan, Dev Bentlee.

Dev membuka helmnya dan semua anggota geng Black Panther menghampirinya, begitu mengelu-elukannya.

"Kita menang lagi! WHOOHOOOO!" Teriak seorang pria dengan rambut gondrong menggunakan jaket bomber dengan logo panther hitam di belakangnya.

"Pulang sana ANJ*NG para pecundang!" Teriak anggota Black Panther yang lain.

Geng lawan terlihat tidak senang, namun mereka tidak mencari masalah. Mereka melemparkan sekeresek uang taruhan yang sudah dijanjikan oleh kedua belah pihak sebelum balapan motor dilakukan. Seorang anggota Black Panther mengambil uang itu dan membawanya ke hadapan ketua geng itu dan juga Dev.

"Woy, hadiah taruhan satu lagi mana?" Teriak pria gondrong, yang merupakan ketua geng.

"Udahlah, Bro. Gak usah ditagih yang satu lagi." Ucap Dev pada sang ketua geng yang bernama Abbas.

"Weiysh, gak bisa Dev. Taruhan tetep taruhan harus sesuai sama perjanjian awal."

Seorang pria di geng lawan terlihat marah dan mendorong seorang perempuan ke arah geng Black Panther.

"Wah asyik nih malu-malu ceweknya. Dev, lo suka 'kan sama yang begini." Celetuk seorang anggota geng lain yang bertubuh tambun.

Dev tidak menjawab dan menghela nafas kasar. Perempuan itu terlihat ketakutan.

"Lo pulang sana. Ngapain lo disini kalo mental lo cemen gitu!" Ucap Dev dingin pada perempuan itu.

"Beneran gue boleh pergi? Makasih Red Eagle!" Perempuan itu segera berlari meninggalkan gerombolan pria yang secara fisik memang sangat menyeramkan bagi gadis yang terlihat polos itu.

"Yah, Dev! Kalo lo gak suka buat gue aja. Kenapa lo suruh pergi?" Protes pria bertubuh tambun itu lagi.

"Gak lihat lo badannya kecil gitu. Dipake sama lo bisa jadi peyek badannya, Mon!" Canda Abbas yang diikuti sorakan dari anggota geng lainnya.

"Sialan lo pada!" Gerutu pria tambun bernama Mondi itu.

Di tengah candaan kegembiraan itu dari kejauhan terdengar sebuah motor ninja dengan knalpot meraung-raung mendekat kepada mereka.

"Siapa tuh?" Tanya Mondi.

"Gila motornya, Bro! Itu 'kan Kawasaki Ninja H2!" Celetuk seorang anggota geng dengan banyak tindikan di wajahnya.

Dev memerhatikan pengendara motor sport mahal itu.

"Cewek yang bawa." Ucap Dev.

"Wah iya bener." Ucap Abbas mulai menyadarinya juga.

Perempuan yang membawa motor itupun berhenti di depan para anggota geng Black Panther dengan helm fullface yang masih dipakainya. Perempuan itu begitu mengundang perhatian. Ia menggunakan jaket kulit hitam dan kaos hitam, serta hot pants berbahan denim dengan beberapa bagian yang sobek, memperlihatkan paha mulusnya. Ia juga menggunakan sepatu adidas berwarna merah muda, dengan polet ungu disisinya.

Perempuan itu membuka helm fullfacenya dengan dramatis. Kepalanya ia gerakkan ke kanan dan ke kiri, membuat rambut indahnya berkibas dengan indah, menghipnotis semua orang yang melihatnya.

Dev terperangah. Perempuan yang pernah menciumnya tempo hari ada di hadapannya. Dalam benak Dev bertanya, mengapa dia ada disini? Apakah perempuan itu serius dengan ucapannya terakhir kali yang ingin mendekatinya dan menikah dengannya?

"Gila, Bella Ratu Xander!" Ucap Mondi heboh.

"Lo kenal?" Tanya Dev.

"Dia terkenal banget kali. Dia cucu konglomerat Xander Corp, perusahaan yang sering ada di TV itu! Mereka punya stasiun TV, bank, ritel, properti! Masa lo gak tau! Dia disebut Dewi jalanan, saking jagonya dia balapan. Udah lama dia gak keliatan dan sekarang dia ada di depan mata gue! Gue mimpi gak sih?!" Mondi menepuk-nepuk pipinya.

"Thanks buat perkenalannya." Ucap Bella pada Mondi. Bella berdiri di hadapan para anggota geng Black Panther. Tatapannya tertuju pada Dev.

Dev yang masih duduk di motornya, memalingkan wajahnya.

"Gue kira lo semua udah tahu gue siapa karena temen lo udah kenal siapa gue. Gue mau nantang geng Black Panther balapan." Tantang Bella.

Beberapa dari mereka tidak dapat menahan tawa meremehkan Bella. Bella tidak menggubris mereka yang meremehkannya. Ia melemparkan sebuah buku yang terbungkus plastik pada Abbas.

"Lo ketua gengnya kan. Itu BPKB motor ini." Ucap Bella, dagunya mengarah pada motor kawasaki Ninja H2 yang tadi dibawanya.

Abbas dan anggotanya terdiam, mencerna maksud dari Bella yang melemparkan BPKB itu pada Abbas.

"Kalau kalian menang, kalian dapetin motor ini. Kalau gue menang gue pengen salah satu dari kalian buat gue pake malam ini." Ucap Bella menatap para anggota geng itu dengan tatapannya yang menghipnotis.

"Dev, lo harus menang kali ini! Kawasaki ninja H2 bisa jadi milik kita!" Ucap Mondi heboh.

"Kita kalah juga gapapa, Bro. Kita bisa nununana semalem sama Bella." Timpal anggota geng yang lain.

"Gak bisa. Dev gak bisa balapan lawan gue." Ucap Bella.

"Kenapa, lo takut lawan dia?" Tanya Abbas meremehkan Bella.

"Karena cowok yang mau gue dapetin dan nemenin gue malem ini adalah dia. Karena dia taruhannya, gak mungkin dia yang lawan gue." Bella menatap ke arah Dev.

Begitu juga semua anggota Black Panther bertukar pandang dan kemudian melihat ke arah Dev.

"Dev, lo kenal sama Bella?!" Tanya Mondi.

Dev menghela nafasnya. Ia beranjak dari motornya dan menghampiri Bella.

"Maksud lo apa jadiin gue taruhan?" Dev sangat marah. Harga dirinya terluka.

"Udah gue bilang, gue bakal jadiin lo milik gue. Sekarang lo minggir, tunggu di pinggir lintasan. Gue bakal bawa lo seudah gue menangin balapan ini." Ucap Bella dengan angkuhnya seperti biasa.

Bella kembali ke motornya, memakai helmnya lagi, dan membawa motornya ke lintasan.

"Ayo siapa diantara kalian yang mau lawan gue?" Tanya Bella.

Tidak ada satupun dari mereka yang menanggapi.

"Kenapa, lo semua takut? Kalo gak ada balapan otomatis gue menang. Baguslah gue jadi gak perlu cape-cape. Dev, lo ikut gue sekarang."

"Eh, bentar. Itu gak fair, Bel." ucap Abbas.

"Terus lo maunya gimana? Kalian gak ada yang mau lawan gue, 'kan?"

Abbas memandang ke arah Dev. Dev masih menahan rasa kesalnya dan memalingkan wajahnya ke sembarang arah.

"Okay. Kalau gitu Mondi yang bakal lawan lo." Ucap Abbas.

"Kok gue?!" Mondi terkejut karena dia yang harus melawan Bella.

"Lo 'kan tadi yang paling semangat pengen dapetin motornya."

Para anggota geng Black Panther itupun mulai menyemangati Mondi. Mau tidak mau Mondipun segera memakai helmnya dan membawa motor CBR miliknya ke lintasan.

"Lo harus menang, Mon! Inget Kawasaki Ninja H2 jadi milik kita!" Abbas menyemangati.

"Lo mau ngorbanin gue?" Ucap Dev marah pada Abbas, sahabatnya.

"Sorry, Bro. Kita liat positifnya aja. Lo gak akan rugi kalopun kita kalah. Lo bakal nununana bareng Bella, Bro!" Ucap Abbas sambil merangkul Dev, namun Dev yang kesal melepas tangan Abbas yang melingkar di lehernya.

Mondi dan Bellapun bersiap melajukan motor mereka. Seorang perempuan anggota Black Panther bersiap di lintasan antara Bella dan Mondi dan kemudian menerbangkan sebuah sarung tangan berwarna putih bermotif hitam. Kedua motor itupun segera melaju kencang membelah angin malam. Pertarungan berlangsung sengit, hingga saat lap terakhir Mondi berhasil tertinggal sekitar satu meter dibelakang Bella.

Semua orang bersorak kecuali Dev. Dev menyapu rambutnya dengan tangannya merasa frustasi. Bella memarkirkan motornya dan menghampiri Abbas.

"Gue menang. Tapi karena temen lo udah balapan fair sama gue, dia gak ngalah sama sekali sama gue. Motor itu gue kasih ke kalian." Cetus Bella sambil melemparkan kunci motor itu pada Abbas.

"Serius lo, Bel?!" Tanya Abbas masih tidak percaya, kini kunci motor dengan harga ratusan juta itu berada di tangannya.

"Gue serius. Sekarang gue mau bawa dia." Bellapun meraih tangan Dev.

Dev pasrah tangannya digandeng oleh Bella. Merekapun mengendarai motor Dev dan meninggalkan anggota Black Panther yang terus bersorak mengantarkan kepergian Bella dan Dev.

"Kita mau kemana?" Tanya Dev di tengah perjalanan.

"ke Hotel lah. Masih nanya." Ucap Bella dengan senyum kemenangan di bibirnya.

Terpopuler

Comments

aira aira

aira aira

uhuy

2024-03-11

1

Yaser Levi

Yaser Levi

ampum dech bella genitnya tp gw suka😁

2024-01-13

1

Erni Fitriana

Erni Fitriana

geleng geleng kepala gue baca tingkahnya bella

2023-01-19

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Prolog
2 Bab 2: Perdebatan
3 Bab 3: Laki-laki Spiderman
4 Bab 4: Siasat
5 Bab 5: Red Eagle
6 Bab 6: Taruhan
7 Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8 Bab 8: Kissmark
9 Bab 9: Dua Laki-laki
10 Bab 10: Dua Yatim Piatu
11 Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12 Bab 12: Ambisi Kris
13 Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14 Bab 14: Masa lalu
15 Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16 Bab 16: Peran Ganda Tere
17 Bab 17: Dev, Lo jahat!
18 Bab 18: Ratu Xander Corp
19 Bab 19: Tekad Bella
20 Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21 Bab 21: Jebakan untuk Dev
22 Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23 Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24 Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25 Bab 25: Selamat Pagi
26 Bab 26: Memahami Bella
27 Bab 27: Dev Cemburu
28 Bab 28: Obat Sakit Kepala
29 Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30 Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31 Bab 31: Penyesalan Dev
32 Bab 32: Komitmen
33 Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34 Bab 34: Pacar Kepala Batu
35 Bab 35: Jamuan Bisnis
36 Bab 36: Ledakan Emosi
37 Bab 37: Kebenaran
38 Bab 38: Syarat
39 Bab 39: Amarah
40 Bab 40: Resah
41 Bab 41: Aku dan Kamu
42 Bab 42: Lelah
43 Bab 43: Sayang
44 Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45 Bab 45: Strategi
46 Bab 46: Tipe Ideal
47 Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48 Bab 48: Transformasi
49 Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50 Bab 50: Sesi Berendam
51 Bab 51: Hacker Pro
52 Bab 52: Abbas
53 Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54 Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55 Bab 55: Instruksi Sederhana
56 Bab 56: Alpha Eagle
57 Bab 57: Pembalasan
58 Bab 58: Hilang Kontak
59 Bab 59: Penculikan
60 Bab 60: Breaking News
61 Bab 61: Pengadilan
62 Bab 62: Hukuman
63 Bab 63: Ditemukan Selamat
64 Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65 Bab 65: Bahagia dan Ringan
66 Bab 66: Konsekuensi
67 Bab 67: Muak
68 Bab 68: Diculik
69 Bab 69: Alasan Kuat
70 Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71 Bab 71: Menghukum Kris
72 Bab 72: Menjadi Suami Bella
73 Bab 73: Anak Kita
74 Bab 74: Pembenaran
75 Bab 75: Marry Me, Bella
76 Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77 Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78 Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79 Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80 Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81 Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82 Ekstra 6: My Big Girl
83 Ekstra 7: Single Mom
84 Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85 Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86 Ekstra 10: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1: Prolog
2
Bab 2: Perdebatan
3
Bab 3: Laki-laki Spiderman
4
Bab 4: Siasat
5
Bab 5: Red Eagle
6
Bab 6: Taruhan
7
Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8
Bab 8: Kissmark
9
Bab 9: Dua Laki-laki
10
Bab 10: Dua Yatim Piatu
11
Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12
Bab 12: Ambisi Kris
13
Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14
Bab 14: Masa lalu
15
Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16
Bab 16: Peran Ganda Tere
17
Bab 17: Dev, Lo jahat!
18
Bab 18: Ratu Xander Corp
19
Bab 19: Tekad Bella
20
Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21
Bab 21: Jebakan untuk Dev
22
Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23
Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24
Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25
Bab 25: Selamat Pagi
26
Bab 26: Memahami Bella
27
Bab 27: Dev Cemburu
28
Bab 28: Obat Sakit Kepala
29
Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30
Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31
Bab 31: Penyesalan Dev
32
Bab 32: Komitmen
33
Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34
Bab 34: Pacar Kepala Batu
35
Bab 35: Jamuan Bisnis
36
Bab 36: Ledakan Emosi
37
Bab 37: Kebenaran
38
Bab 38: Syarat
39
Bab 39: Amarah
40
Bab 40: Resah
41
Bab 41: Aku dan Kamu
42
Bab 42: Lelah
43
Bab 43: Sayang
44
Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45
Bab 45: Strategi
46
Bab 46: Tipe Ideal
47
Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48
Bab 48: Transformasi
49
Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50
Bab 50: Sesi Berendam
51
Bab 51: Hacker Pro
52
Bab 52: Abbas
53
Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54
Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55
Bab 55: Instruksi Sederhana
56
Bab 56: Alpha Eagle
57
Bab 57: Pembalasan
58
Bab 58: Hilang Kontak
59
Bab 59: Penculikan
60
Bab 60: Breaking News
61
Bab 61: Pengadilan
62
Bab 62: Hukuman
63
Bab 63: Ditemukan Selamat
64
Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65
Bab 65: Bahagia dan Ringan
66
Bab 66: Konsekuensi
67
Bab 67: Muak
68
Bab 68: Diculik
69
Bab 69: Alasan Kuat
70
Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71
Bab 71: Menghukum Kris
72
Bab 72: Menjadi Suami Bella
73
Bab 73: Anak Kita
74
Bab 74: Pembenaran
75
Bab 75: Marry Me, Bella
76
Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77
Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78
Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79
Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80
Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81
Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82
Ekstra 6: My Big Girl
83
Ekstra 7: Single Mom
84
Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85
Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86
Ekstra 10: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!