"Lo beneran gak inget siapa gue?"
Bella mengerutkan dahinya tidak mengerti.
"Ah, udahlah lupain." Ucap Dev kemudian berjalan kembali meninggalkan Bella yang masih terdiam, bingung dengan pertanyaan Dev barusan.
"Dev tungguin gue!" Dev tetap melangkahkan kakinya dan tidak menghiraukan Bella.
Mereka sampai di depan rumah susun, tempat kost Dev. Dev berhenti melangkah karena dua buah mobil Alphard hitam terlihat terparkir di depan rumah susun itu dan beberapa pria berjas hitam keluar dari sana, salah satunya adalah Kris dengan perban di sekeliling kepalanya.
Kris menatap tajam ke arah Dev.
"Jemputan lo dateng." Ucap Dev.
Bella pun menghela nafas marah melihat para pria berjas hitam itu menghampiri Dev dan bersiap menyergapnya. Sontak, Bella berdiri di depan Dev.
Bella menonjok perut salah satu dari mereka dan memelintir tangannya.
"Kalian berani nyentuh Dev, gue bakal patahin tangan dia!" teriak Bella.
"Bel, kamu gak bisa ngelindungin laki-laki itu. Dia bisa aja berbahaya buat kamu." Ucap Kris berbicara santai pada Bella, tidak lagi berbicara formal.
"Lo ngapain sih disini? Bukannya lo udah gak tugas kan sekarang. Dia ini calon suami gue, kalian harus hormat sama dia!" Ucap Bella pada Kris dan para bodyguard.
"Lo bikin gue kayak cowok lemah tahu, Bel. Udah pulang lo sana, jangan bikin masalah lagi." Dev memandang ke arah Bella kemudian berbicara pada Kris, "Kalian bawa cewek aneh ini pergi."
Dev pun melangkah memasuki gerbang tempat kostnya.
"Dev! Lo yang bawa gue kesini 'kan! Harusnya lo yang anter gue pulang!" Teriak Bella.
Dev membalikkan badannya dan memandang wajah Bella yang marah.
"Lo 'kan yang nyuruh gue bawa lo pergi, udah 'kan gue bawa lo. Sekarang ada bodyguard jemput lo, kenapa lo gak pulang sama mereka? Ribet amat harus gue yang nganter."
Bella masih menampakkan wajahnya yang cemberut.
"Udah Bel, cepet masuk. Aku bakal anter kamu." ucap Kris merangkul bahu Bella.
"Diem lo Kris! Gue benci liat muka lo! Pergi lo dari sini!" Bella melepaskan tangan Kris yang merangkulnya dan menonjok wajah Kris.
Kris pun terhuyung dan menatap Bella marah, tangannya meraih tangan Bella dan menariknya dengan kasar menuju mobil. Dengan cepat, Dev menahan tangan Kris.
"Gak Salah? Lo bodyguardnya tapi lo kasar sama dia?" Dev menatap marah pada Kris. Kris pun melepas tangan Dev yang menahan tangannya.
"Lo gak usah ikut campur!" Bentak Kris.
Sebuah pukulan ia layangkan pada wajah Dev. Dev pun melawan dengan mendorong perut Kris dengan tubuhnya hingga Kris terjatuh, tersungkur ke tanah. Merekapun terlibat baku hantam. Di tengah duelnya, Kris memerhatikan setiap gerakan Dev. Dev tidak berkelahi dengan asal memukul, dia memakai teknik-teknik bela diri seperti Yong moo do, Karate, bahkan pencak silat.
'kenapa teknik dan gerakan tangan Dev, terasa familiar ya? Apa preman jalanan kayak dia pernah belajar bela diri?'
Di tengah perkelahian itu, Bella berlari masuk gerbang rumah susun. Ia terus melangkah menaiki tangga.
"Kris, Nona Bella naik ke atas rumah susun!" Ucap seorang bodyguard bersiap mengejar Bella.
Kris dan Dev melihat ke arah tangga. Bella terus melangkah naik ke lantai paling atas. Dev pun melepas cengkramannya pada kemeja putih yang Kris kenakan.
"STOP! GAK ADA YANG BOLEH NAIK KE TERITORIAL GUE!" Teriak Dev dengan suara yang menggelegar. Para bodyguard yang bersiap mengejar Bella pun berhenti.
"Kalian tunggu disini. Gue bakal bawa Bella turun." Ucap Dev. Kris memberi kode kepada para anak buahnya untuk menuruti keinginan Dev.
Dev melangkah menaiki tangga dengan mata yang menatap para bodyguard itu seakan berbicara, 'kalian bakal gue abisin kalo maju satu langkah aja'.
Dev pun sampai di atas dan melihat ke sekeliling balkon, namun tidak ada Bella di sana. Ia masuk ke kamarnya dan melihat Bella sedang berdiri, memegang sebuah frame foto. Ia memandang foto tersebut. Foto itu adalah foto Dev yang menggunakan pakaian tentara khusus bagi para pilot dan berpose di depan pesawat tempur, tersenyum ke arah kamera. Dev segera meraih foto itu dari tangan Bella.
"Lo gak bisa masuk kamar orang lain sembarangan." Ucap Dev dengan nafas yang masih terengah.
Bella memandang wajah Dev yang kini penuh luka, akibat duelnya dengan Kris. Bella berniat menyentuh ujung bibir Dev yang mengeluarkan darah, namun Dev menghindar.
"Lo harus pulang sekarang." Bujuk Dev.
Bella tidak menggubris Dev, ia malah berbaring di tempat tidur Dev, dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut milik Dev.
"Gue gak mau pulang. Gue mau disini." Cetus Bella sambil memejamkan matanya.
"Kepala lo tuh batu banget sih? Lo tuh cewek, gak pantes lo tidur di kamar cowok yang gak lo kenal."
Bella membuka matanya dan menatap Dev.
"Lo juga pernah kan tidur sama cewek yang gak lo kenal. Sandra, Resta, Vania." Ucap Bella dengan kesal.
"Tau dari mana lo tentang mereka?" Tanya Dev.
"Gue 'kan udah bilang gue tahu semua tentang lo." Bella kembali memejamkan matanya.
"Semua?" Dev menyeringai.
"Gue bakal cari tahu lebih banyak lagi tentang lo. Terutama kenapa tadi lo nanya gue inget gak sama lo."
Dev tidak menjawab dan kemudian menggendong tubuh Bella dan membawanya ke keluar dari kamar.
"Dev, turunin gue! Gue mau tidur disini sama lo! Gue mau lanjutin yang tadi di Hotel! " Bella mulai memberontak dan membuat Dev tidak kuasa lagi menyangga tubuh Bella. Bella pun ia turunkan dari pangkuannya. Bella melangkah kembali ke arah kamar Dev, berniat untuk segera masuk dan mengunci pintunya. Namun Bella kalah cepat, Dev berhasil merengkuh tubuh Bella dalam pelukannya.
"Bisa gak sih lo mikirnya yang normal-normal aja? Gue gak akan ngebiarin cewek manapun tidur di kamar gue. Denger, tiga cewek yang tadi lo sebutin namanya, gak pernah tidur sama gue."
Bella berhenti memberontak. Dev pun melepas pelukannya.
"Puas lo sekarang?" tanya Dev.
"Bohong." Ucap Bella menatap kedua mata Dev yang juga menatapnya.
"Terserah lo percaya mau gak. Itu bukan urusan gue. Sekarang gue minta lo pulang. Lo jangan selalu nyusahin orang lain. Bodyguard lo masih nunggu lo di bawah. Gue udah bilang sama mereka buat nunggu, karena gue udah bilang lo bakal turun."
"Gue gak mau." Ucap Bella mengalihkan pandangannya.
"Lo mau gue gimana supaya lo pulang?" ucap Dev frustasi. Ia mulai merasa lelah dengan semua yang terjadi sejak kedatangan Bella dalam hidupnya.
Bella terlihat tertarik dengan ucapan Dev. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
"Dua syarat harus lo penuhin, baru gue mau pulang bareng mereka."
"Apa?" Ucap Dev.
"Janji lo bakal penuhin?"
"Iya. Gue janji." ucap Dev masih agak ragu.
"Pertama, gue mau besok kita ngedate."
Dev memijit pelan alisnya, menyesal sudah berjanji untuk memenuhi syarat yang Bella ajukan.
"Lo udah janji, Dev." Ucap Bella dengan senyum kemenangan.
Dev menghela nafas panjang.
"Iya, terserah. Yang kedua apa?"
"Yang kedua, gue mau lo cium gue. Dan kasih kissmark di leher gue sebagai ganti lo gak lakuin kewajiban lo sebagai cowok yang dijadiin taruhan."
Seketika wajah Dev memerah. Bella tersenyum dengan penuh kemenangan.
"Kalo lo gak mau, gue bakal masuk ke kamar lo lagi." Bella melangkahkan kakinya menuju kamar Dev.
Dev menahan tangan Bella sehingga Bella berhenti melangkah. Dev membimbing Bella untuk menghadap ke arahnya, ia tatap kedua mata Bella. Satu tangannya meraup tengkuk gadis cantik itu, dan ia lekatkan bibirnya pada bibir Bella. Untuk beberapa saat keduanya begitu dimabuk dengan sensasi mendebarkan yang timbul dari permainan bibir dan lidah mereka.
Kemudian Dev pun melepaskan bibir Bella. Tangannya meraih rambut indah Bella sehingga ia bisa dengan leluasa menyusuri leher jenjang Bella. Dev mengecup beberapa bagian hingga pada satu bagian, ia menghisap kuat leher Bella. Dev berhenti, ia memandang titik yang ia hisap dan sebuah karya indah bersemu merah kini ada di leher indah Bella.
Dev memandang kedua mata Bella yang masih terhipnotis oleh cumbuan Dev yang begitu memabukkan.
"Udah 'kan? Lo harus pulang sekarang."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Nur Azizah
lanjuttttt kak authorrr
2025-01-06
1
Erni Fitriana
seruu thorrrrr ceritamu😍😍😍
2023-01-19
3
Chandra Dollores
aissss serunyaaaa.....
like.. fav... 5 bintang... vote.. kopi.. udah q tuang samua di sini
biar semua tau ceritanya seruuuuuuuuuuuuu
2022-12-27
1