Bab 8: Kissmark

"Lo beneran gak inget siapa gue?"

Bella mengerutkan dahinya tidak mengerti.

"Ah, udahlah lupain." Ucap Dev kemudian berjalan kembali meninggalkan Bella yang masih terdiam, bingung dengan pertanyaan Dev barusan.

"Dev tungguin gue!" Dev tetap melangkahkan kakinya dan tidak menghiraukan Bella.

Mereka sampai di depan rumah susun, tempat kost Dev. Dev berhenti melangkah karena dua buah mobil Alphard hitam terlihat terparkir di depan rumah susun itu dan beberapa pria berjas hitam keluar dari sana, salah satunya adalah Kris dengan perban di sekeliling kepalanya.

Kris menatap tajam ke arah Dev.

"Jemputan lo dateng." Ucap Dev.

Bella pun menghela nafas marah melihat para pria berjas hitam itu menghampiri Dev dan bersiap menyergapnya. Sontak, Bella berdiri di depan Dev.

Bella menonjok perut salah satu dari mereka dan memelintir tangannya.

"Kalian berani nyentuh Dev, gue bakal patahin tangan dia!" teriak Bella.

"Bel, kamu gak bisa ngelindungin laki-laki itu. Dia bisa aja berbahaya buat kamu." Ucap Kris berbicara santai pada Bella, tidak lagi berbicara formal.

"Lo ngapain sih disini? Bukannya lo udah gak tugas kan sekarang. Dia ini calon suami gue, kalian harus hormat sama dia!" Ucap Bella pada Kris dan para bodyguard.

"Lo bikin gue kayak cowok lemah tahu, Bel. Udah pulang lo sana, jangan bikin masalah lagi." Dev memandang ke arah Bella kemudian berbicara pada Kris, "Kalian bawa cewek aneh ini pergi."

Dev pun melangkah memasuki gerbang tempat kostnya.

"Dev! Lo yang bawa gue kesini 'kan! Harusnya lo yang anter gue pulang!" Teriak Bella.

Dev membalikkan badannya dan memandang wajah Bella yang marah.

"Lo 'kan yang nyuruh gue bawa lo pergi, udah 'kan gue bawa lo. Sekarang ada bodyguard jemput lo, kenapa lo gak pulang sama mereka? Ribet amat harus gue yang nganter."

Bella masih menampakkan wajahnya yang cemberut.

"Udah Bel, cepet masuk. Aku bakal anter kamu." ucap Kris merangkul bahu Bella.

"Diem lo Kris! Gue benci liat muka lo! Pergi lo dari sini!" Bella melepaskan tangan Kris yang merangkulnya dan menonjok wajah Kris.

Kris pun terhuyung dan menatap Bella marah, tangannya meraih tangan Bella dan menariknya dengan kasar menuju mobil. Dengan cepat, Dev menahan tangan Kris.

"Gak Salah? Lo bodyguardnya tapi lo kasar sama dia?" Dev menatap marah pada Kris. Kris pun melepas tangan Dev yang menahan tangannya.

"Lo gak usah ikut campur!" Bentak Kris.

Sebuah pukulan ia layangkan pada wajah Dev. Dev pun melawan dengan mendorong perut Kris dengan tubuhnya hingga Kris terjatuh, tersungkur ke tanah. Merekapun terlibat baku hantam. Di tengah duelnya, Kris memerhatikan setiap gerakan Dev. Dev tidak berkelahi dengan asal memukul, dia memakai teknik-teknik bela diri seperti Yong moo do, Karate, bahkan pencak silat.

'kenapa teknik dan gerakan tangan Dev, terasa familiar ya? Apa preman jalanan kayak dia pernah belajar bela diri?'

Di tengah perkelahian itu, Bella berlari masuk gerbang rumah susun. Ia terus melangkah menaiki tangga.

"Kris, Nona Bella naik ke atas rumah susun!" Ucap seorang bodyguard bersiap mengejar Bella.

Kris dan Dev melihat ke arah tangga. Bella terus melangkah naik ke lantai paling atas. Dev pun melepas cengkramannya pada kemeja putih yang Kris kenakan.

"STOP! GAK ADA YANG BOLEH NAIK KE TERITORIAL GUE!" Teriak Dev dengan suara yang menggelegar. Para bodyguard yang bersiap mengejar Bella pun berhenti.

"Kalian tunggu disini. Gue bakal bawa Bella turun." Ucap Dev. Kris memberi kode kepada para anak buahnya untuk menuruti keinginan Dev.

Dev melangkah menaiki tangga dengan mata yang menatap para bodyguard itu seakan berbicara, 'kalian bakal gue abisin kalo maju satu langkah aja'.

Dev pun sampai di atas dan melihat ke sekeliling balkon, namun tidak ada Bella di sana. Ia masuk ke kamarnya dan melihat Bella sedang berdiri, memegang sebuah frame foto. Ia memandang foto tersebut. Foto itu adalah foto Dev yang menggunakan pakaian tentara khusus bagi para pilot dan berpose di depan pesawat tempur, tersenyum ke arah kamera. Dev segera meraih foto itu dari tangan Bella.

"Lo gak bisa masuk kamar orang lain sembarangan." Ucap Dev dengan nafas yang masih terengah.

Bella memandang wajah Dev yang kini penuh luka, akibat duelnya dengan Kris. Bella berniat menyentuh ujung bibir Dev yang mengeluarkan darah, namun Dev menghindar.

"Lo harus pulang sekarang." Bujuk Dev.

Bella tidak menggubris Dev, ia malah berbaring di tempat tidur Dev, dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut milik Dev.

"Gue gak mau pulang. Gue mau disini." Cetus Bella sambil memejamkan matanya.

"Kepala lo tuh batu banget sih? Lo tuh cewek, gak pantes lo tidur di kamar cowok yang gak lo kenal."

Bella membuka matanya dan menatap Dev.

"Lo juga pernah kan tidur sama cewek yang gak lo kenal. Sandra, Resta, Vania." Ucap Bella dengan kesal.

"Tau dari mana lo tentang mereka?" Tanya Dev.

"Gue 'kan udah bilang gue tahu semua tentang lo." Bella kembali memejamkan matanya.

"Semua?" Dev menyeringai.

"Gue bakal cari tahu lebih banyak lagi tentang lo. Terutama kenapa tadi lo nanya gue inget gak sama lo."

Dev tidak menjawab dan kemudian menggendong tubuh Bella dan membawanya ke keluar dari kamar.

"Dev, turunin gue! Gue mau tidur disini sama lo! Gue mau lanjutin yang tadi di Hotel! " Bella mulai memberontak dan membuat Dev tidak kuasa lagi menyangga tubuh Bella. Bella pun ia turunkan dari pangkuannya. Bella melangkah kembali ke arah kamar Dev, berniat untuk segera masuk dan mengunci pintunya. Namun Bella kalah cepat, Dev berhasil merengkuh tubuh Bella dalam pelukannya.

"Bisa gak sih lo mikirnya yang normal-normal aja? Gue gak akan ngebiarin cewek manapun tidur di kamar gue. Denger, tiga cewek yang tadi lo sebutin namanya, gak pernah tidur sama gue."

Bella berhenti memberontak. Dev pun melepas pelukannya.

"Puas lo sekarang?" tanya Dev.

"Bohong." Ucap Bella menatap kedua mata Dev yang  juga menatapnya.

"Terserah lo percaya mau gak. Itu bukan urusan gue. Sekarang gue minta lo pulang. Lo jangan selalu nyusahin orang lain. Bodyguard lo masih nunggu lo di bawah. Gue udah bilang sama mereka buat nunggu, karena gue udah bilang lo bakal turun."

"Gue gak mau." Ucap Bella mengalihkan pandangannya.

"Lo mau gue gimana supaya lo pulang?" ucap Dev frustasi. Ia mulai merasa lelah dengan semua yang terjadi sejak kedatangan Bella dalam hidupnya.

Bella terlihat tertarik dengan ucapan Dev. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

"Dua syarat harus lo penuhin, baru gue mau pulang bareng mereka."

"Apa?" Ucap Dev.

"Janji lo bakal penuhin?"

"Iya. Gue janji." ucap Dev masih agak ragu.

"Pertama, gue mau besok kita ngedate."

Dev memijit pelan alisnya, menyesal sudah berjanji untuk memenuhi syarat yang Bella ajukan.

"Lo udah janji, Dev." Ucap Bella dengan senyum kemenangan.

Dev menghela nafas panjang.

"Iya, terserah. Yang kedua apa?"

"Yang kedua, gue mau lo cium gue. Dan kasih kissmark di leher gue sebagai ganti lo gak lakuin kewajiban lo sebagai cowok yang dijadiin taruhan."

Seketika wajah Dev memerah. Bella tersenyum dengan penuh kemenangan.

"Kalo lo gak mau, gue bakal masuk ke kamar lo lagi." Bella melangkahkan kakinya menuju kamar Dev.

Dev menahan tangan Bella sehingga Bella berhenti melangkah. Dev membimbing Bella untuk menghadap ke arahnya, ia tatap kedua mata Bella. Satu tangannya meraup tengkuk gadis cantik itu, dan ia lekatkan bibirnya pada bibir Bella. Untuk beberapa saat keduanya begitu dimabuk dengan sensasi mendebarkan yang timbul dari permainan bibir dan lidah mereka.

Kemudian Dev pun melepaskan bibir Bella. Tangannya meraih rambut indah Bella sehingga ia bisa dengan leluasa menyusuri leher jenjang Bella. Dev mengecup beberapa bagian hingga pada satu bagian, ia menghisap kuat leher Bella. Dev berhenti, ia memandang titik yang ia hisap dan sebuah karya indah bersemu merah kini ada di leher indah Bella.

Dev memandang kedua mata Bella yang masih terhipnotis oleh cumbuan Dev yang begitu memabukkan.

"Udah 'kan? Lo harus pulang sekarang."

Terpopuler

Comments

Nur Azizah

Nur Azizah

lanjuttttt kak authorrr

2025-01-06

1

Erni Fitriana

Erni Fitriana

seruu thorrrrr ceritamu😍😍😍

2023-01-19

3

Chandra Dollores

Chandra Dollores

aissss serunyaaaa.....
like.. fav... 5 bintang... vote.. kopi.. udah q tuang samua di sini
biar semua tau ceritanya seruuuuuuuuuuuuu

2022-12-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Prolog
2 Bab 2: Perdebatan
3 Bab 3: Laki-laki Spiderman
4 Bab 4: Siasat
5 Bab 5: Red Eagle
6 Bab 6: Taruhan
7 Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8 Bab 8: Kissmark
9 Bab 9: Dua Laki-laki
10 Bab 10: Dua Yatim Piatu
11 Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12 Bab 12: Ambisi Kris
13 Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14 Bab 14: Masa lalu
15 Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16 Bab 16: Peran Ganda Tere
17 Bab 17: Dev, Lo jahat!
18 Bab 18: Ratu Xander Corp
19 Bab 19: Tekad Bella
20 Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21 Bab 21: Jebakan untuk Dev
22 Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23 Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24 Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25 Bab 25: Selamat Pagi
26 Bab 26: Memahami Bella
27 Bab 27: Dev Cemburu
28 Bab 28: Obat Sakit Kepala
29 Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30 Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31 Bab 31: Penyesalan Dev
32 Bab 32: Komitmen
33 Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34 Bab 34: Pacar Kepala Batu
35 Bab 35: Jamuan Bisnis
36 Bab 36: Ledakan Emosi
37 Bab 37: Kebenaran
38 Bab 38: Syarat
39 Bab 39: Amarah
40 Bab 40: Resah
41 Bab 41: Aku dan Kamu
42 Bab 42: Lelah
43 Bab 43: Sayang
44 Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45 Bab 45: Strategi
46 Bab 46: Tipe Ideal
47 Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48 Bab 48: Transformasi
49 Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50 Bab 50: Sesi Berendam
51 Bab 51: Hacker Pro
52 Bab 52: Abbas
53 Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54 Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55 Bab 55: Instruksi Sederhana
56 Bab 56: Alpha Eagle
57 Bab 57: Pembalasan
58 Bab 58: Hilang Kontak
59 Bab 59: Penculikan
60 Bab 60: Breaking News
61 Bab 61: Pengadilan
62 Bab 62: Hukuman
63 Bab 63: Ditemukan Selamat
64 Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65 Bab 65: Bahagia dan Ringan
66 Bab 66: Konsekuensi
67 Bab 67: Muak
68 Bab 68: Diculik
69 Bab 69: Alasan Kuat
70 Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71 Bab 71: Menghukum Kris
72 Bab 72: Menjadi Suami Bella
73 Bab 73: Anak Kita
74 Bab 74: Pembenaran
75 Bab 75: Marry Me, Bella
76 Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77 Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78 Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79 Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80 Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81 Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82 Ekstra 6: My Big Girl
83 Ekstra 7: Single Mom
84 Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85 Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86 Ekstra 10: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1: Prolog
2
Bab 2: Perdebatan
3
Bab 3: Laki-laki Spiderman
4
Bab 4: Siasat
5
Bab 5: Red Eagle
6
Bab 6: Taruhan
7
Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8
Bab 8: Kissmark
9
Bab 9: Dua Laki-laki
10
Bab 10: Dua Yatim Piatu
11
Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12
Bab 12: Ambisi Kris
13
Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14
Bab 14: Masa lalu
15
Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16
Bab 16: Peran Ganda Tere
17
Bab 17: Dev, Lo jahat!
18
Bab 18: Ratu Xander Corp
19
Bab 19: Tekad Bella
20
Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21
Bab 21: Jebakan untuk Dev
22
Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23
Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24
Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25
Bab 25: Selamat Pagi
26
Bab 26: Memahami Bella
27
Bab 27: Dev Cemburu
28
Bab 28: Obat Sakit Kepala
29
Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30
Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31
Bab 31: Penyesalan Dev
32
Bab 32: Komitmen
33
Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34
Bab 34: Pacar Kepala Batu
35
Bab 35: Jamuan Bisnis
36
Bab 36: Ledakan Emosi
37
Bab 37: Kebenaran
38
Bab 38: Syarat
39
Bab 39: Amarah
40
Bab 40: Resah
41
Bab 41: Aku dan Kamu
42
Bab 42: Lelah
43
Bab 43: Sayang
44
Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45
Bab 45: Strategi
46
Bab 46: Tipe Ideal
47
Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48
Bab 48: Transformasi
49
Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50
Bab 50: Sesi Berendam
51
Bab 51: Hacker Pro
52
Bab 52: Abbas
53
Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54
Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55
Bab 55: Instruksi Sederhana
56
Bab 56: Alpha Eagle
57
Bab 57: Pembalasan
58
Bab 58: Hilang Kontak
59
Bab 59: Penculikan
60
Bab 60: Breaking News
61
Bab 61: Pengadilan
62
Bab 62: Hukuman
63
Bab 63: Ditemukan Selamat
64
Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65
Bab 65: Bahagia dan Ringan
66
Bab 66: Konsekuensi
67
Bab 67: Muak
68
Bab 68: Diculik
69
Bab 69: Alasan Kuat
70
Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71
Bab 71: Menghukum Kris
72
Bab 72: Menjadi Suami Bella
73
Bab 73: Anak Kita
74
Bab 74: Pembenaran
75
Bab 75: Marry Me, Bella
76
Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77
Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78
Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79
Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80
Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81
Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82
Ekstra 6: My Big Girl
83
Ekstra 7: Single Mom
84
Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85
Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86
Ekstra 10: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!