Wajah Bella memerah karena marah. Ia keluar dari lift dan berjalan menghampiri Dev. Seketika Bella memukul pundak Dev. Devpun terhuyung ke depan, ia memegang pundaknya yang terasa sakit karena pukulan Bella yang sangat keras.
"Auuww!! Kenapa lo mukul gue?" Dev meringis kesakitan.
Bella tidak menjawab. Matanya berkaca-kaca kemudian berlalu meninggalkan Dev.
Dev tersenyum melihat Bella yang kini berjalan menjauh darinya, dan bergumam
"Dasar gemesin."
Dev pun keluar dari pintu utama gedung Xander Corp yang megah. Ia pergi ke tepi jalan dan mencari angkot untuk pulang.
Sedangkan Bella yang masih sangat kesal berjalan menuju ruangan departemen Xander Security yang berada di gedung Xander Corp di lantai 1.
Ia mencari keberadaan Tere. Semua orang di ruangan itu terkejut melihat keberadaan Bella.
"Nona Bella, Nona sedang..." Tanya seorang pria berjas hitam. Belum sempat menyelesaikan kalimatnya Bella memotongnya.
"Mana Tere?" Bella melihat ke sekeliling ruangan namun orang yang dicarinya tidak ada.
"Mohon maaf hari ini dia izin pulang cepat, Nona."
"Gue tunggu di ruangan kakek sekarang. Dalam waktu 15 menit dia harus udah disana." Bella berlalu dari ruangan itu, kemudian berjalan menuju lift khusus yang terdapat di tengah-tengah lobi.
Lift itu dibuat khusus hanya untuk CEO Xander Corp. Lift didesain dengan akses sidik jari sehingga hanya Bella dan sang kakek yang bisa mengaksesnya.
Liftpun terbuka dan Bella masuk ke dalamnya. Saat pintu mulai tertutup, sebuah tangan menahan pintunya. Pintu lift terbuka kembali dan Kris berdiri disana, membungkuk pada Bella dan masuk ke dalam lift.
"Saya yang bertugas hari ini, Nona." Ucap Kris yang kini berdiri di sebelah Bella.
"Gue gak nanya." Ucap Bella dengan dingin.
"Minggu ini adalah terakhir saya bekerja sebagai bodyguard. Saya izin undur diri sebagai pengawal Nona mulai minggu depan." Ucap Kris tidak menyerah.
"Akhirnya lo berhenti juga. Kenapa gak dari dulu?" Bella memang sudah sejak lama tidak suka pada Kris.
Pintu lift terbuka. Bella tiba di ruangan CEO Xander Corp yang sudah lama tidak ditempati. Sejak sang kakek jatuh sakit, ruangan ini hanya sesekali didatangi oleh Bella ataupun Hirawan.
Bella melangkah keluar lift dan berjalan menuju sofa. Ia duduk disana dan mengeluarkan ponselnya. Ia berniat untuk menghubungi Tere. Namun tiba-tiba saja Kris berlutut di hadapan Bella dan mengambil ponsel yang sedang digenggam Bella.
"Lo ngapain, Kris? Balikin HP gue! Ngelunjak ya lo sekarang!" Bella berusaha menggapai ponselnya yang dipegang oleh Kris.
"Ada yang pengen aku omongin." Ucap Kris menggunakan bahasa santai pada Bella.
Bella terdiam. Iapun penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Kris. Apakah Kris akan mengatakan hal yang sudah Bella ketahui dari sang kakek?
"Minggu depan, aku bakal mulai kerja di Xander Corp."
"Oh." Ucap Bella tidak tertarik.
"Kamu udah denger dari kakek kamu kalo aku ngelamar kamu?" Tanya Kris.
Bella mengerutkan dahi, melihat bodyguardnya yang selama tujuh tahun terakhir bersikap hormat dan kaku padanya, kini berbicara dengan santai dan menunjukkan ekspresi di wajahnya.
"Kamu mungkin mikir aku orang yang ambisius dan haus kekuasaan juga harta karena aku tiba-tiba ngelamar kamu yang seorang pemegang saham utama Xander Corp. Tapi aku pengen kamu tahu, kalau aku udah lama suka sama kamu, Bel. Aku cinta sama kamu."
Bella sama sekali tidak tersentuh dengan apa yang Kris ucapkan. Hatinya sama sekali tidak bergetar mendengar pernyataan cinta itu.
"Terus kenapa lo baru bilang sekarang tentang perasaan lo itu?"
"Karena aku kira kamu hanya akan milih laki-laki dari kalangan atas, makanya aku menyerah. Tapi ngeliat kamu malah segitu sukanya sama Dev, cowok dari kalangan rendahan, aku gak bisa diem aja. Selama ini aku yang selalu ada di samping kamu, Bel. Aku udah kenal kamu luar dalem. Aku yakin kamu juga udah ada rasa sama aku walaupun sedikit." Ucap Kris dengan kata-kata yang begitu manis.
Bella bergeming mendengar perkataan Kris, sama sekali tidak peduli. Kata-kata itu terdengar manis di telinga, namun terasa hambar di hatinya.
Bella memandang kedua mata Kris dan berkata, "Gue gak pernah nganggep lo sebagai cowok. Lo cuma salah satu pengawal yang paling bikin gue heneg. Lo gak usah pura-pura deh bilang suka sama gue, gue tau tujuan lo yang sebenernya. Jangan harap gue bakal nikah sama lo, apalagi berharap lo bakal bisa jadi CEO Xander Corp."
Kris beranjak dari posisinya. Ia berjalan menuju kursi sang Kakek.
"Tapi kakek kamu pasti nerima aku. Mau gak mau kamu harus nikah sama aku, Bel. Dan aku bakal segera duduk di kursi ini, tunggu aja." Ucap Kris dengan penuh ambisi dan duduk di meja kebesaran CEO Xander Corp.
"Lo gak akan bisa maksa gue. Kalo gue harus nikah, cuma Dev orang yang bakal gue nikahin. Dan dia yang bakal jadi CEO Xander Corp."
Kris tertawa dengan sangat keras. Bella terkejut sekali, baru kali ini ia melihat pengawalnya itu bersikap seperti orang lain, angkuh dan arogan.
"Kamu pikir, kakek kamu bakal ngebiarin preman jalanan kayak dia jadi suami kamu? Kamu mungkin akan berhasil bikin kakek kamu marah, tapi kamu gak akan berhasil untuk nikahin dia. Kalau kamu tetep nikahin dia, kamu akan
kehilangan posisi sebagai pemegang saham utama Xander Corp."
"Kakek gak mungkin ngelepasin posisi pemegang saham utama dari gue. Apapun yang terjadi selamanya gue bakal jadi penerus Kakek. Ngerti lo?!"
"Denger ya, Bel." Ucap kris beranjak dari kursinya dan memandang ke arah Bella dengan sebelah tangan yang ia masukan ke dalam saku celananya. "Coba kamu hitung berapa kali kakek kamu minta kamu jadi pimpinan? Sebanyak itu juga kamu terus nolak. Akhirnya dia cari cara lain, dia pengen kamu nikah sama seseorang yang mumpuni untuk melanjutkan perusahaannya. Jadi bukan kamu yang terpenting, Bel. Misalnya tanpa nikahin kamupun, aku bisa aja ngambil posisi CEO, karena kakek kamu udah ngeliat kalau aku mampu. Kamu tahu sendiri Xander Corp adalah yang terpenting dari apapun juga bagi seorang Hirawan Alexander. Inget kejadian yang nimpa orang tua kamu? Kamu bisa aja bernasib sama seperti mereka."
"Lo gak usah bawa-bawa orang tua gue! Gue kenal kakek gue lebih baik dari siapapun! Gak usah lo berlagak udah kenal dia cuma gara-gara lo bisa bikin dia kagum! Dan juga lo jangan mimpi, lo gak akan bisa dapet suara di rapat dewan direksi. Om Hendra dan Stuart punya posisi jauh lebih kuat dibanding lo."
"Kamu belum lihat apa-apa, Bel. Aku akan nyingkirin kedua parasit itu, seperti yang selalu kakek kamu mau selama ini. Kamu tahu 'kan kakek kamu benci banget sama Hendra dan anaknya, karena mereka adalah anak dari istri dan
selingkuhannya. Karena saham yang dimiliki mendiang nenek kamu, mereka bisa berada di posisi mereka sekarang. Tapi saat aku yang jadi penguasa di sini, aku bakal segera nendang mereka keluar."
Bella tertegun. Ia sama sekali tidak mengenal siapa orang yang ada di hadapannya ini. Kris yang ia kenal adalah seorang pengawal yang berhati dingin bak sebuah robot. Dengan sigap dia selalu bisa menyelesaikan segala kekacauan yang Bella perbuat. Tidak pernah terlihat emosi dalam setiap tindakannya selama menjaga Bella. Namun Kris yang ada di hadapannya kini adalah seorang pemegang saham ambisius yang dengan serakahnya menginginkan perusahaan sang kakek.
Bella beranjak dari duduknya dan menghampiri Kris. Ia ambil HPnya yang digenggam oleh Kris dan berkata, "lo ngomong aja terus seenak jidat lo! Mimpi sana yang banyak! Tapi gue jamin baik Xander Corp, ataupun gue. Lo gak akan pernah dapetin dua-duanya!"
Bella memutuskan untuk pergi dari ruangan itu, namun Kris menahan tangan Bella.
Kris merengkuh pinggang Bella sehingga tubuh Bella melekat pada tubuh Kris. Bella berusaha memberontak ia terus mendorong dada Kris dengan kedua tangannya, namun tangan Kris terlalu kuat merengkuh pinggangnya. "Siapa bilang kita gak akan nikah? Udah aku bilang, aku cinta sama kamu. Selama tujuh tahun aku pendam perasaan ini karena aku ngerasa belum cukup pantas buat kamu. Aku kumpulin rupiah dan dollar sedikit demi sedikit sampai akhirnya aku bisa ada di posisi ini."
Kris mendekatkan wajahnya pada Bella, dan berkata, "selain perusahaan kakek kamu, aku juga bakal jadiin kamu milik aku, Bella Ratu Xander. Kalau kamu adalah Ratu dari Xander Corp, maka aku yang akan jadi Rajanya." Kris menyeringai melihat wajah Bella yang begitu syok.
Sontak Kris mencium bibir Bella beberapa saat. Bella masih berusaha untuk melepaskan dirinya dan mendorong Kris dengan keras hingga akhirnya berhasil lepas dari rengkuhan pengawalnya itu. Ia menampar wajah Kris dengan keras.
"Galaknya kamu itu yang bikin aku suka, Bel." Kris malah tertawa menerima tamparan itu.
Bella berlari menuju lift dan masuk ke dalamnya.
"Sampai ketemu lagi, Calon Istriku." ucap Kris tersenyum puas.
Lift tertutup dan wajah menyebalkan Kris kini sudah tidak terlihat lagi. Lift membawa Bella turun. Ia mengelap bibirnya dengan kasar dan merasa sangat menyesal.
'Kris udah gila! Cuma Dev harusnya satu-satunya cowok yang boleh nyium gue!' teriak Bella dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Sulaiman Efendy
KNP LO BIARKN.. HINGGA KELAK LO JUGA DIPERKOSA KRIS..
2024-02-22
3
Erni Fitriana
aku takut sama krisss...untung bella g'diapA"in
2023-01-20
2
Chandra Dollores
cieeeee cieeee yg jatoh cinta tp ga ngaku..
2022-12-28
2