Bab 18: Ratu Xander Corp

Senja mulai datang. Cahaya matahari berwarna jingga itu masuk menembus dinding kaca dan menerpa wajah Bella yang masih termenung di ruang tengah apartemennya. Kata-kata Dev tadi pagi masih terngiang di telinganya. Hatinya masih terasa berdenyut sakit. Kini Bella berpikir keras, bagaimana cara agar Dev mengubah keputusannya? Dev sudah terlanjur menduduki singgasana hatinya, menjadi Raja di hati seorang Bella.

Ponselnya berbunyi, muncul sebuah pesan dari Tere, mengingatkannya mengenai makan malam dengan seluruh keluarganya nanti malam. Seharusnya ia membawa serta Dev dan memperkenalkannya sebagai calon suaminya, namun Dev baru saja mencampakkannya.

Setelah kepergian Dev dari apartemennya tadi pagi, Bella terus berpikir dan kini sebuah rencana tersusun rapi di dalam benaknya. Ia bangkit dan berjalan menuju kamarnya. Ia segera bersiap untuk makan malam di Rumah Besar. Bella tidak akan gentar, Dev pasti akan ia dapatkan.

Bella menggunakan sebuah dress hitam di atas lutut tanpa lengan. Ia gunakan lipcream berwarna merah menyala di bibirnya. Ia membutuhkan kekuatan melalui penampilannya. Ia akan mengumumkan sesuatu yang sangat penting malam ini.

Setelah memandang penampilannya di cermin, iapun beranjak menuruni lift menuju lobi apartemen dan berjalan keluar. Sebuah mobil alphard hitam sudah berada di sana, pintunya terbuka seketika saat Bella keluar dari pintu masuk apartemen. Ia masuk ke dalam mobil itu.

Setelah beberapa saat mobil itu berhenti di depan pintu Rumah Besar milik Hirawan Alexander. Bella memasuki pintu utama dan berjalan menuju ruang makan.  Semua orang sudah ada di sana. Pamannya, Hendra beserta istrinya Lidya juga anak mereka Stella dan Stuart. Hadir juga Vanessa, istri Stuart, dan seorang laki-laki menggunakan blazer berwarna coklat muda, Kris.

Semua orang memandang ke arah Bella. Kedatangannya begitu mengundang perhatian. Semua orang tidak ada yang menggunakan pakaian berwarna gelap karena Hirawan tidak menyukainya. Warna hitam hanya untuk pemakaman, para bodyguard, dan juga acara-acara tertentu. Namun seperti biasa, Bella selalu menentang sang Kakek. Bella melepaskan blazer yang menggantung di pundaknya. Kini dress hitam dengan belahan yang rendah itu begitu menarik perhatian.

Seorang perempuan berseragam pelayan menerima blazer yang Bella lepaskan dan mengantar Bella duduk di kursinya, tepat di sebelah kiri Hirawan.

"Maaf aku telat, Kek." Ucap Bella.

"Kamu emang selalu terlambat 'kan, Bella. Kamu 'kan suka cari perhatian." Ucap Lidya dengan gayanya yang berlagak seperti nyonya besar, berbagai perhiasan menghiasi jari, telinga, dan lehernya.

"Kak Bella selalu pake baju item kalau lagi acara gini, kak Bella gak punya baju warna lain emang?" Tanya Stella yang sama menyebalkannya dengan sang ibu.

"Kayaknya gue selalu berhasil bikin kalian jadi merhatiin gue. Kalian perhatian banget. Makasih ya." Ucap Bella sarkas.

Lidya bersiap menimpali Bella, namun Hirawan menghentikan perdebatan itu sebelum bertambah panjang.

"Bella, mana calon pilihan kamu itu? Kenapa kamu datang sendirian?" Tanya sang Kakek.

Bella menghela nafas kesal. Bahkan ia baru saja datang, namun rasanya ia ingin segera pergi dari sana.

"Dia gak bisa dateng." Ucap Bella sambil melahap makanan pembuka yang telah disiapkan pelayan di piringnya.

"Ya ampun, kenapa bisa gak dateng? Kita ngumpul disini ingin ketemu calon pilihan kamu, Bella. Disini juga udah ada Kris. Gak nyangka bodyguard kamu ini bisa duduk di meja yang sama dengan kita. Om bener-bener gak ngerti kenapa dia seberani itu ada disini." Ucap Hendra yang memiliki sifat sebelas duabelas dengan istrinya, Lidya. Kris terlihat bergeming, menampakkan wajah dingin andalannya seperti saat masih berseragam bodyguard.

"Aku juga gak ngerti kenapa selama ini ada Om dan keluarga Om disini pas kita adain acara makan malam penting. Harusnya 'kan cuma aku sama kakek." Ucap Bella dengan nada bicara datar.

"Mau sampe kapan kamu gak sopan sama Papaku, Bel. Kalau gak ada Papa, siapa yang jalanin perusahaan saat Kakek sakit? Kamu? Kamu 'kan selama ini cuma bisa foya-foya hambur-hamburin uang Kakek. Kamu gak sadar Kakek sakit gara-gara kamu?!" Bentak Stuart, putra tertua Hendra yang berusia satu tahun lebih tua dari Bella.

Bella melempar garpu dan pisau yang sedang dipakainya ke piring sehingga menimbulkan suara dentingan yang keras. Semua orang terdiam. Ia ambil segelas air putih yang terletak di sebelah kanan piringnya, dan meneguknya. Ia menempelkan pelan napkin pada bibirnya, mengelap sisa air putih yang baru saja diminumnya.

"Maka dari itu hari aku mau ngomong sama semua yang ada disini. Sama kakek, Om Hendra dan keluarga, juga Kris." Bella memandang ke semua orang yang ada di meja makan.

Kemudian Bella memandang ke arah sang Kakek. "Kakek, malam ini aku ingin bilang sesuatu yang penting."

"Apa itu?" Tanya sang Kakek.

Semua orang pun menunggu hal penting apa yang akan Bella sampaikan.

"Aku bersedia gantiin kakek sebagai CEO dari Xander Corp." Ucap Bella menggenggam tangan sang Kakek.

Semua orang terbelalak mendengar ucapan Bella.

Stuart bangkit dari kursinya dan mulai berbicara dengan nada tinggi, "Kamu mau jadi CEO Xander Corp?! Kamu tuh cuma cewek yang gak tau apa-apa tentang bisnis. Kerjaan kamu selama ini cuma seneng-seneng terus kamu pamerin di instagram. Tiba-tiba kamu mau mimpin perusahaan Kakek yang udah sebesar itu?! Kamu mau ngancurin kerja keras Kakek selama ini?!" Vanessa, Istri Stuart, meraih lengan sang suami, berusaha menenangkan suaminya itu.

"Lo lupa gue lulusan bisnis UCLA? Gue lebih dari mampu buat gantiin kakek gue! Selama ini gue cuma ngasih kesempatan aja sama lo dan bokap lo buat ngerasain ada di tampuk kepemimpinan itu kayak gimana, walaupun paling tinggi juga jadi wakil presdir. Lo denger ya, kalian gak akan pernah bisa gantiin posisi kakek gue! Cuma gue yang bisa!" Ucap Bella dengan angkuh.

"Gak usah bilang 'kakek gue' deh, Kak. Kakek itu Kakek aku dan Kak Stuart juga!" Ucap Stella.

Bella bersiap mengeluarkan kata-kata balasan, namun Hirawan menggebrak meja cukup keras.

"Sudah cukup!" Ucap Hirawan. Semua tidak ada lagi yang berani berbicara.

"Kalian ini orang-orang yang berkecimpung di dunia bisnis, tapi sama sekali tidak mengerti bisnis! Xander Corp adalah hasil merger dari beberapa perusahaan. Perusahaan nenek kalian, mendiang ibunya Bella, juga beberapa perusahaan lain yang berhasil Kakek akuisisi. Dalam bisnis harus ada kerjasama, Itu yang harus kalian lakukan, bukan saling menjatuhkan." Ucap Hirawan dengan bijak.

Semua orang masih terdiam tidak ada yang berani menimpali ucapan Hirawan.

"Bella," ucap Hirawan pada sang cucu, "kamu yakin dengan apa yang kamu bilang barusan? Kamu mau jadi CEO menggantikan kakek?"

"Iya, Kek." Ucap Bella dengan mantap. "Udah saatnya aku gantiin Kakek dan biarin kakek istirahat."

"Kenapa tiba-tiba? Selama ini kamu selalu menolak." Tanya Hirawan ingin lebih memastikan.

"Aku akhirnya sadar, kalau apa yang jadi milik kita harus bisa kita perjuangkan dan jaga baik-baik. Jangan sampe lepas dari genggaman kita dan diambil sama orang lain. Dan seperti yang selalu Kakek bilang, cuma aku yang bisa jadi Ratu di Xander Corp. Gak ada yang lain." Ucap Bella menyindir orang-orang tamak itu, terutama Kris.

"Kakek bangga pada kamu. Kamu memang cucu Kakek." Hirawan dengan sumringah menggangguk bangga, merasa puas dengan jawaban Bella.

Semua orang di ruangan itu menampakkan wajah yang marah, tak terkecuali Kris.

Terpopuler

Comments

Erni Fitriana

Erni Fitriana

maaf y orang orang🙏🙏🙏🙏

2023-01-21

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Prolog
2 Bab 2: Perdebatan
3 Bab 3: Laki-laki Spiderman
4 Bab 4: Siasat
5 Bab 5: Red Eagle
6 Bab 6: Taruhan
7 Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8 Bab 8: Kissmark
9 Bab 9: Dua Laki-laki
10 Bab 10: Dua Yatim Piatu
11 Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12 Bab 12: Ambisi Kris
13 Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14 Bab 14: Masa lalu
15 Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16 Bab 16: Peran Ganda Tere
17 Bab 17: Dev, Lo jahat!
18 Bab 18: Ratu Xander Corp
19 Bab 19: Tekad Bella
20 Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21 Bab 21: Jebakan untuk Dev
22 Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23 Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24 Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25 Bab 25: Selamat Pagi
26 Bab 26: Memahami Bella
27 Bab 27: Dev Cemburu
28 Bab 28: Obat Sakit Kepala
29 Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30 Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31 Bab 31: Penyesalan Dev
32 Bab 32: Komitmen
33 Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34 Bab 34: Pacar Kepala Batu
35 Bab 35: Jamuan Bisnis
36 Bab 36: Ledakan Emosi
37 Bab 37: Kebenaran
38 Bab 38: Syarat
39 Bab 39: Amarah
40 Bab 40: Resah
41 Bab 41: Aku dan Kamu
42 Bab 42: Lelah
43 Bab 43: Sayang
44 Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45 Bab 45: Strategi
46 Bab 46: Tipe Ideal
47 Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48 Bab 48: Transformasi
49 Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50 Bab 50: Sesi Berendam
51 Bab 51: Hacker Pro
52 Bab 52: Abbas
53 Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54 Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55 Bab 55: Instruksi Sederhana
56 Bab 56: Alpha Eagle
57 Bab 57: Pembalasan
58 Bab 58: Hilang Kontak
59 Bab 59: Penculikan
60 Bab 60: Breaking News
61 Bab 61: Pengadilan
62 Bab 62: Hukuman
63 Bab 63: Ditemukan Selamat
64 Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65 Bab 65: Bahagia dan Ringan
66 Bab 66: Konsekuensi
67 Bab 67: Muak
68 Bab 68: Diculik
69 Bab 69: Alasan Kuat
70 Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71 Bab 71: Menghukum Kris
72 Bab 72: Menjadi Suami Bella
73 Bab 73: Anak Kita
74 Bab 74: Pembenaran
75 Bab 75: Marry Me, Bella
76 Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77 Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78 Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79 Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80 Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81 Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82 Ekstra 6: My Big Girl
83 Ekstra 7: Single Mom
84 Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85 Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86 Ekstra 10: Jodohkah Kita?
Episodes

Updated 86 Episodes

1
Bab 1: Prolog
2
Bab 2: Perdebatan
3
Bab 3: Laki-laki Spiderman
4
Bab 4: Siasat
5
Bab 5: Red Eagle
6
Bab 6: Taruhan
7
Bab 7: Lo Gak Inget Siapa Gue?
8
Bab 8: Kissmark
9
Bab 9: Dua Laki-laki
10
Bab 10: Dua Yatim Piatu
11
Bab 11: Perempuan yang Disukai Dev
12
Bab 12: Ambisi Kris
13
Bab 13: Cuma Gue yang Boleh Nyium Lo
14
Bab 14: Masa lalu
15
Bab 15: Selamat Tidur, Anak Gendut
16
Bab 16: Peran Ganda Tere
17
Bab 17: Dev, Lo jahat!
18
Bab 18: Ratu Xander Corp
19
Bab 19: Tekad Bella
20
Bab 20: Bertemu di Tempat Tertinggi
21
Bab 21: Jebakan untuk Dev
22
Bab 22: Mengisi Posisi Kris
23
Bab 23: Bodyguard Kesayangan
24
Bab 24: Ungkapan Hati Dev
25
Bab 25: Selamat Pagi
26
Bab 26: Memahami Bella
27
Bab 27: Dev Cemburu
28
Bab 28: Obat Sakit Kepala
29
Bab 29: Pengawal vs Mantan Pengawal
30
Bab 30: Hari yang Buruk bagi Dev
31
Bab 31: Penyesalan Dev
32
Bab 32: Komitmen
33
Bab 33: Pillow Talk di Pagi Hari
34
Bab 34: Pacar Kepala Batu
35
Bab 35: Jamuan Bisnis
36
Bab 36: Ledakan Emosi
37
Bab 37: Kebenaran
38
Bab 38: Syarat
39
Bab 39: Amarah
40
Bab 40: Resah
41
Bab 41: Aku dan Kamu
42
Bab 42: Lelah
43
Bab 43: Sayang
44
Bab 44: Pengawal Resmi Xander
45
Bab 45: Strategi
46
Bab 46: Tipe Ideal
47
Bab 47: Bantuan Mr. Nates
48
Bab 48: Transformasi
49
Bab 49: Kelopak Mawar Merah
50
Bab 50: Sesi Berendam
51
Bab 51: Hacker Pro
52
Bab 52: Abbas
53
Bab 53: Duel Dua Putri Xander
54
Bab 54: Tenang Sebelum Badai
55
Bab 55: Instruksi Sederhana
56
Bab 56: Alpha Eagle
57
Bab 57: Pembalasan
58
Bab 58: Hilang Kontak
59
Bab 59: Penculikan
60
Bab 60: Breaking News
61
Bab 61: Pengadilan
62
Bab 62: Hukuman
63
Bab 63: Ditemukan Selamat
64
Bab 64: Makasih Udah Bertahan
65
Bab 65: Bahagia dan Ringan
66
Bab 66: Konsekuensi
67
Bab 67: Muak
68
Bab 68: Diculik
69
Bab 69: Alasan Kuat
70
Bab 70: Malam Sekelam Vantablack
71
Bab 71: Menghukum Kris
72
Bab 72: Menjadi Suami Bella
73
Bab 73: Anak Kita
74
Bab 74: Pembenaran
75
Bab 75: Marry Me, Bella
76
Bab 76: Alec Xander Bentlee (end)
77
Ekstra 1: Terimakasih Banyak Readers!
78
Ekstra 2: Wanita Rahasia Daddy Zach
79
Ekstra 3: Pengorbanan Nayara
80
Ekstra 4: The Bad Boy and His Nanny
81
Ekstra 5: Om Rey Tersayang
82
Ekstra 6: My Big Girl
83
Ekstra 7: Single Mom
84
Ekstra 8: Miss Rania, I Love You
85
Ekstra 9: Mengejar Cinta Nabila
86
Ekstra 10: Jodohkah Kita?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!