Setelah menelpon Fatih, Alin merebahkan diri dikasur empuk nya. Ia masih belum melepaskan mukenah nya. Kemudian, Ia membuka ponsel nya dan membuka galery untuk melihat-lihat foto nya dulu.
Foto dirinya bersama dengan Dery dan kedua anak mereka. Alin kembali mengingat bagaimana perjuangan nya dengan Dery untuk meraih restu dari papa nya. Padahal saat itu Alin dijodohkan dengan anak dari sahabat papa nya yang latar belakang keluarga nya sangat bagus.
Tapi Alin lebih memilih untuk menikah dengan Dery, karena ia merasa Dery akan membahagiakan dirinya meskipun saat itu ia hanya lah seorang karyawan biasa.
Namun sekarang, saat harta dan kekayaan sudah ada pada mereka. Dery justru menghancurkan semua nya dengan menghadirkan Renata kembali dihidup nya. Bagaimana bisa dalam sebuah istana terdapat dua ratu?
Sejak dulu Alin mewanti-wanti,jika suatu saat salah satu dari mereka memilih berkhianat. Itu artinya tidak termaafkan. Bukan sebab Alin tidak setuju untuk poligami, tapi poligami juga ada syarat khusus kan. Ia masih bisa melayani Dery dengan baik, ia sedang tidak sakit. Tapi Dery malah memilih menikahi Renata karena ia masih begitu mencintai kekasih lama nya itu.
“Aku terlalu mencintai kamu mas, hingga aku tidak tahu, kalau kau sudah selama itu berkhianat dibelakang ku! Kesetiaan yang kau janjikan padaku juga Almarhum papa semua nya palsu!
Kau bahkan sudah berani memukul ku, hanya karena aduan dari istri muda mu yang sangat kau cintai itu!” kata Alin sendirian. Air mata nya lolos begitu saja membasahi wajah mulus nya. Bekas tamparan Dery masih begitu terasa di pipi nya. Panas dan perih berkumpul jadi satu, Ia memegangi pipi nya hingga ia tertidur pulas setelah lama menangis.
*
Keesokan harinya, Dery baru saja masuk kedalam ruangan nya. Begitu ia tiba, ada surat dengan logo pengadilan agama tergelatak disana dengan rapi.
Dery mengambil dan membuka nya. Ia terkejut kalau sidang kedua nya akan dilaksanakan esok hari.
“Sidang kedua nya besok? Tapi bukannya masih satu bulan lagi ya?” gumam nya sendirian.
Renata masuk dan membawakan sebuah berkas, namun tujuan awal nya bukan itu, melainkan menanyakan perihal kedatangan Dery kemarin sewaktu dirumah Alin.
“Sayang..” rengek Renata yang kini bergelayut manja dilengan kekar suami nya.
“Hm..” jawab Dery acuh, bola mata nya fokus membaca surat dari pengadilan yang ditujukan pada nya.
“Itu apa mas?”
“Surat pemberitahuan sidang kedua,”
“Bukannya masih sebulan lagi ya?” tanya Renata agak kaget.
“Ya setahu aku gitu, tapi ini gak tahu kenapa jadi besok!”
“Gak sabar banget sih mbak Alin pengen cerai dari kamu mas?” balas Renata dengan sengaja, padahal dalam hati ia merasa senang, karena tujuan nya membuat Dery semakin jauh dari Alin berhasil.
Dery menoleh ke arah Renata, tatapannya tajam, tapi bukan untuk Renata , melainkan Alin. Karena perkataan Renata barusan, mampu membuat pikiran Dery berkecamuk hebat.
“Jadi dia begitu tidak sabar untuk menikah lagi ya?”
“Ya buktinya sidang kedua kalian dipercepat kan?”
“Brengsek!” Dery memukul meja kerja nya sendiri.
“Santai mas, sebentar lagi kamu ada meeting dengan bos besar loh, singkirkan dulu permasalahan mu dengan mbak Alin, konsen dulu sama kerjaan! Kamu tahu kan, bos kita itu garang!” sela Renata mengingatkan Dery.
“Gimana aku bisa tenang, Alin sengaja menantang ku Ren!”
“Kamu ini kenapa sih! Bukannya kamu gak cinta ya sama dia?? Kamu cinta nya sama aku kan?” ucap Renata dengan suara yang tertahan, agar karyawan lain tidak mendengar nya.
“Kamu ini ngomong apa sih! Ya jelas lah aku cinta nya sama kamu, tapi aku nikah sama Alin udah 15 tahun Ren, gimana pun aku punya anak dari dia! Dan sedikit banyak nya aku sudah terbiasa dengan kehadiran nya setiap hari disisi ku!”
“Cukup mas, aku cemburu loh! Makanya biasakan hidup sama aku, lagian kamu aku minta tinggal serumah juga gak mau!
Pokoknya aku gak mau tahu ya mas, kamu minta aku untuk terima mbak Alin, aku setuju! Tapi kalau sekarang dianya yang mau pisah ,ya biarin ajalah! Ngapain dicegah, nanti juga dia nyesel karena udah lepasin suami seperti kamu!
Sekarang kamu fokus! Aku gak mau kerjaan kamu berantakan karena istri tua mu itu!” Renata membanting berkas yang tadi ia pegang di hadapan Dery, lalu dia keluar dengan kesal.
Dery menyugar rambut nya kasar. “Sial!”
*
*
Hari berikut nya, yaitu sidang kedua antara Alin dan Dery. Kedua nya hadir didalam persidangan, namun kali ini Alin memakai masker, karena bekas tamparan Dery masih membekas.
“Alin!” panggil Dery begitu melihat Alin datang dengan Rubina dan pengacara nya Fatih.
Alin tidak menyahuti panggilan dari laki-laki yang sebentar lagi akan jadi mantan suami nya itu.
“Aku ingin bicara , sebentar saja!”
“Maaf mas, kita selesaikan dulu sidang ini!” balas Alin dan langsung masuk kedalam ruangan persidangan.
Didalam, Zayn dan kedua hakim lain sudah ada disana, Zayn bukan hakim ketua, beliau hanya hakim anggota saja. Pengacara Alin ,yaitu Fatih menyerahkan bukti kalau Alin ditampar dengan sangat keras oleh Dery.
Zayn yang pertama menerima bukti foto itu langsung mengepalkan tangan nya. Hampir saja dia meremas bukti foto nya dan segera menghajar laki-laki brengsek dihadapan nya ini.
“Saudari Ralin Ayuningtyas.. kapan tergugat melakukan tamparan ini?” tanya hakim ketua.
“Kemarin malam yang mulia, dia menuduh saya selingkuh dengan pria lain, dan itu atas tuduhan dari istri kedua suami saya beserta ibu mertua saya! Mereka melihat saya di mall pada siang hari nya dengan seorang laki-laki. Padahal saat itu saya hanya bersama dengan kedua anak kembar saya, namun saat kami tiba di kasir, tanpa sengaja anak saya bertabrakan dengan laki-laki tersebut. Pria itu mencoba membantu anak saya dan beliau meminta maaf, saat itu lah mertua saya datang beserta istri kedua suami saya dan memotret saya!” terang Alin ,yang langsung menjelaskan kejadian sebenarnya pada waktu sore itu membuat Dery tertunduk malu.
Namun bukan Dery namanya jika ia kalah telak dari Alin.
“Bohong yan mulia, tidak mungkin ibu saya berbohong! Istri saya memang sudah selingkuh ,oleh karena itu ia ingin segera berpisah dari saya!” bantah Dery, yang membuat Zayn semakin kesal saja. Ia membisikan sesuatu di telinga hakim ketua.
“Bukannya tergugat juga sudah menikah siri tanpa sepengetahuan dan izin dari istri sah anda?”
Dery diam, ia bingung harus menjawab apa. Dan akhir nya Hakim menanyakan untuk terkahir kalinya pada Alin, apakah ia mantap untuk berpisah, dan Alin menjawab Ya.
Setelah nya hakim memutuskan kalau gugatan perceraian Alin diterima oleh pengadilan. Alin dan Dery resmi bercerai.
Dery sedikit syock, karena ia pikir ini masih sidang kedua nya. Hak asuh anak juga jatuh ditangan Alin.
“Ternyata kau sudah sangat tidak sabar ya untuk lepas dari aku?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Djie Marwati Laissa
selamat menyesal Dery huhuhuyyy
2024-07-12
2
Yashinta
kapok kau dery
2024-06-02
2
Sabaku No Gaara
zayn rasyid kn itu
2024-05-02
1