Air mata ku lolos begitu saja, pandangan ku masih sama, aku masih memandang langit yang seperti nya sebentar lagi akan turun hujan.. Rintik-rintik kecil sudah mulai aku rasakan, sudah pasti setelah ini akan ada Hujan yang deras.
Hatiku perih... Ternyata aku tak sekuat itu, berulang kali aku mencoba menguatkan diri, namun hasilnya tetap sama, sakit nya tak kunjung hilang, malah bertambah sakit.
Suamiku... Belum selesai dengan cinta pertamanya..
Nyatanya usia pernikahan yang bertahun-tahun tak cukup membuat nya untuk tetap mencintai ku saja. kalau memang dia cinta pertama mu, dan merajai seluruh hatimu, lalu aku... kau letakan disudut yang mana mas?
“Renata?” tanya ku pelan.
“Iya... Maaf jika Mas tak jujur padamu sejak awal, mas takut kau marah dan kecewa pada mas Lin!”
“Lalu.. Apa sekarang kamu gak takut mas?”
“Lin, mas dan Renata sudah menikah siri sejak 6 bulan yang lalu, kami tidak berzina!”
Jleeb!
Sudah selama itu aku diduakan? Jadi itu alasan dia menjauhi aku? Tega sekali kamu mas... kamu menusuk aku dengan ribuan cinta palsu mu.. Dan kini, kau mencoba mencari alibi pembenaran untuk kesalahan mu?
“Jadi selama itu juga kau menipuku mas?”
“Mas tidak menipu diri mu, bukankah boleh dalam islam suami memiliki lebih dari satu istri? Renata juga tidak keberatan jika harus berbagi dengan mu,”
Aku tertawa kecil mendengar penjelasan nya, riskan sekali dia membawa-bawa agama dalam hal ini.
“Kalau begitu lepaskan aku mas, aku akan membebaskan mu hidup bahagia dengan cinta pertama mu itu,” Sudah cukup.. Sudah cukup kau membuat ku menderita mas, aku tidak tahan.. Hujan turun dengan derasnya, kulihat mas Dery sudah menepi ke pintu kamar. Namun aku masih enggan untuk beralih dari sana, mungkin Allah menurunkan hujan saat aku sedang ingin menangis sepuasnya..
“Lin, hujannya deras.. Berteduh Lah.. Nanti kamu sakit!” Aku tak menghiraukan panggilannya. Aku masih berdiri mematung disana. Sakit yang dia berikan melebihi sakit apapun.
Tiba-tiba Mas Dery mencekal tangan ku, dan menarik nya dengan sangat kasar.
“Apa kau tidak mendengarkan aku? Kau bisa sakit!! Kau dengar?”
“Aku gak peduli! Bahkan hatiku jauh lebih sakit mas!”
“Apa susah nya kau menerima Renata? Nafkah untuk mu dan anak-anak tidak akan kurang, karena Renata jauh lebih kaya dari ku,”
“Apa kamu pikir rumah tangga itu hanya soal materi? Kau mencukupi aku segala hal dan itu semua akan beres? Tidak semudah itu mas, aku juga perlu nafkah batin.. kasih sayang kamu,, perhatian kamu, aku butuh semua itu, tapi selama 6 bulan apa kau memberikannya padaku? Bukan untuk ku saja, anak-anak juga perlu!”
“Aku akan memberikannya mulai sekarang, tapi aku mohon terimalah Renata,” baru kali ini aku melihat Mas Dery mengiba padaku, dan itu demi agar aku menerima wanita lain masuk dalam rumah tangga kami. Miris sekali nasibku!
“Kamu gila mas!”
“Alin please... Tolong bersikaplah dewasa, kita punya anak-anak yang harus kita urus, kamu jangan egois!" Mas Dery menyebutku egois?
“Aku? Egois??” tunjuk ku pada diriku sendiri.
“Iya kau egois Lin!”
“Yang egois itu kamu mas! Terserah apa kata mu, aku ingin kau melepaskan aku, anak-anak sudah besar, mereka pasti akan ngerti kenapa kita gak bisa sama-sama lagi!”
“Tapi aku gak mau! Aku gak mau keluarga kita tercerai berai, aku ingin kau tetap berada di sisiku.. Tapi aku mohon Lin.. Aku mohon dengan sangat.. Terimalah Renata!” Kini mas Dery sudah bersimpuh di kaki ku, dibawah hujan deras sebagai saksi.. Saksi bagaimana suamiku memberikan luka yang teramat perih, apakah Sedalam itu cintamu pada perempuan itu mas? Hingga kau menghinakan diri mu untuk bersimpuh di kaki ku?
“Secinta itukah kamu pada nya mas?”
“Iyaa.. aku begitu mencintainya, sudah berpuluh tahun aku kehilangan diri nya Lin, aku mohon.. Jangan pisahkan aku dengannya!”
“Lalu aku?? Apa kau mencintaiku?”
“Aku menyayangimu!”
“Tapi tidak mencintaiku!” balas ku cepat.
“Alin...”
Aku menghentakkan kaki ku, agar terlepas dari dekapan mas Dery, rasanya tubuhku sudah tidak sanggup menopang lagi.. Maaf jika aku kasar ya Allah.
“Lepaskan aku mas! Aku mau sendiri!” Mas Dery melepaskan tangan nya dari sana, segera aku masuk dan membersihkan diri ke kamar mandi, setelah selesai aku memakai piyama panjang lengkap dengan hijab nya.
Aku duduk dimeja rias tanpa memperdulikan mas Dery yang masih basah kuyup karena hujan-hujanan dengan ku. Aku mengoleskan krim malam di wajah ku.. Setelah itu aku turun untuk menuju kamar anak-anak..
Sejenak ku pandangi wajah-wajah putra ku yang tinggi nya sudah hampir mencapai diriku.. Mereka sudah remaja, bahkan mereka sudah bijak menyikapi dunia sekitar nya.
Aku menarik nafas ku dalam, menyandarkan tubuhku disisi ranjang putra ku..
Setelah hari ini, aku tidak bisa lagi satu kamar dengan mas Dery, barulah aku tahu jika selama ini ternyata dia tidak mencintaiku.. Padahal aku telah memberikan seluruh hidup ku untuk nya.
“Ummi?” suara Rafa mengagetkan diriku.
“Rafa.. Kok bangun sayang, Ummi ganggu tidur kamu ya?” tanya ku kaget, saat melihat putra ku yang ternyata sudah duduk di sampingku.
“Enggak Ummi, memang Rafa kebangun aja.. Ummi kok ada disini? Apa Abi belum pulang?”
“Sudah.. Abi sudah pulang, Seharian kan Ummi ninggalin kalian, jadi Ummi kangen, heheh”
“Ummi bohong.. Rafa tau, Ummi nangis karena Abi kan? Kayak nya Abi udah gak sayang sama kita ya Mi?”
“Huust kamu ini ngomong apa.. Abi sayang kok sama kita,” Apa Rafa peka karena sikap Mas Dery yang begitu selama ini?
“Mungkin Rafa masih kecil, tapi Rafa sudah paham tentang dunia dewasa mi, kemarin waktu kita lagi nunggu Ummi jemput, kita lihat Abi jemput anak yang satu sekolah sama kami, tapi mungkin dia masih kelas satu atau dua... Ummi tahu? Abi juga sama perempuan lain!”
Degh!
Kemarin mas Dery berani membawa perempuan itu ke butik ku, setelah itu.. ke sekolah anak-anak..
Kamu sengaja menyakiti kami mas?
“Apa Rafa gak salah lihat?” tanya ku memastikan sekali lagi.
“Enggak Ummi, Rafi juga lihat kok.. Tapi Abi tega loh gak ngelihat kearah kita berdua, Abi pergi gitu aja..”
Aku memeluk putra ku dengan erat.. Apa yang aku lakukan setelah ini.. Aku masih memikirkan apa aku akan menerima Renata demi anak-anak..
Tapi setelah mendengar apa yang mas Dery lakukan pada anak-anak, aku ragu.. Sekarang saja mas Dery lebih condong ke Renata daripada kami..
“Rafa? Kalau kita pindah dari sini tanpa Abi.. Apa Rafa keberatan?” putra sulungku menatap ku lekat, mencoba mencari-cari sesuatu disana.
“Rafa gak keberatan, tapi kita mau kemana Mi?”
“Kerumah kakek.. Rumah kakek juga besar kok.. Ummi yakin kalian betah tinggal di sana, tapi sudah lama kosong.. hanya ada bibik saja yang datang untuk membersihkan..” Aku mencoba sehati-hati mungkin bicara pada anak ku.
“Mau Ummi.. ” jawabnya mantap.
”Coba kamu bangun kan Rafi biar kita siap-siap!”
Rafa membangunkan Rafi, untung saja mereka tidak banyak bertanya, aku bergegas ke kamar ku dan mas Dery, kulihat mas Dery sudah tidur dengan nyenyak, segera aku ambil koper dan menyusun semua baju-baju ku.
Dengan langkah yang berani dan mantap, aku mengambil langkah ini, jika saja hanya aku yang tersakiti disini, tak apa.. Aku akan menahannya demi anak-anak.. Tapi seperti nya hati mas Dery sudah dibutakan oleh cintanya itu.
Maaf mas.. maafkan aku..
Aku lebih memilih pergi bersama anak-anak kita.. daripada bertahan menahan luka..
Aku menyeret koper ku masuk kedalam mobil, setelah itu aku melajukan mobilku pelan .. Meninggalkan rumah yang aku dan mas Dery tinggali...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Leni
bgs lin jd wanita hrs berani, jng mau di bodohi l et laki tak tau diri
2024-06-06
2
Maria Magdalena Indarti
setuju Alin kl suami sdh mendua, nikah diam2 dan tidak cinta jg sm anak2. pergi dan raih kebahagiaan mu
2024-06-04
1
Sintia Dewi
bagus syukur anak2nya jd diksik liat kebenaran tingkah ayahnya kyk apa jd gampang mau perginya
2024-05-30
0