Keesokan harinya, Dery berangkat kekantor dengan bersiul senang, rencana nya hari ini, ia akan menemui putra kembar nya untuk membujuk nya agar Ummi nya bisa kembali kerumah utama lagi.
Rona bahagia Dery ia tunjukan hingga sampai dikantor, Renata yang melihat gelagat aneh suami nya pun langsung menghampiri nya.
“Mas?”
“Hemm,” jawab Dery cuek, ia hanya melihat Renata sekilas lalu mata nya kembali pada laptop dihadapannya.
“Ih.. Aku panggil kok cuma gitu sih jawaban nya, kamu kenapa bahagia banget?” selidik Renata.
“Aku bakal bujuk si kembar untuk membawa Alin kembali, kamu setuju kan?”
Hati Renata berasa panas mendengar ucapan Dery.
“Kamu mau bujuk mbak Alin kembali? bukannya dia udah layangkan gugatan cerai ya mas?”
“Iya, kan semua masih bisa berubah Ren, persidangan selanjut nya itu mediasi, kalau kami memutuskan membatalkan perceraian, ya maka , proses nya pun batal, kami akan bersama lagi,”
Tangan Renata mengepal kuat dibawah meja, impiannya untuk menjadi nyonya satu-satu nya Dirgantara akan hancur, jika benar Alin dan Dery akan kembali lagi.
“Ren! kamu setuju kan?”
“Emm Iya mas, kan dari awal aku memang setuju, kalau mas tetap sama mbak Alin!”
“Makasih ya sayang.” Renata hanya tersenyum getir mendengar ucapan suami nya, apa Dery pikir Sifat Renata sepatuh itu?
“Boleh aku ikut kamu mas bujuk si kembar?”
“Kamu mau ikut?”
“Iya.. Boleh ya..” Dery menimbang-nimbang sesaat, apakah benar jika dia mengajak Renata ikut dengan nya kesana. Tapi akhir nya dia menyetujui nya juga.
Setelah jam makan siang datang, Dery dan Renata melancarkan aksi nya dengan mendatangi rumah orang tua Alin, yang kini sedang ditempati oleh Alin dan kedua anak kembarnya. Biasa nya hari Jum'at seperti ini, si kembar akana pulang lebih awal dari biasa nya. Bahkan bisa sebelum shalat Jum'at di mulai.
Ia akan membujuk Rafa dan Rafi, untuk membujuk Ummi mereka agar mau pulang kerumah utama,
Dingdong..
Dery membunyikan bel di depan rumah, tak lama setelah itu, keluar lah Rafi si bungsu.
“Abi?” pekik nya kaget, begitu tahu kalau Abi nya yang datang.
“Rafi.. mana ummi?”
“Ummi lagi masak didapur Bi, ngapain Abi kemari?” tanya Rafi langsung. Bagaimana pun Rafa dan Rafi sudah besar, mereka sudah mengerti jika saat ini orang tua nya tengah tidak baik-baik saja.
“Kok tanya nya gitu sih nak, ya mau ketemu kalian lah, kan kalian keluarga nya Abi!” Rafi memasang wajah datar, tapi dia tetap menyalami tangan Dery dengan takzim, Alin selalu mengajarkan pada mereka, kalau harus hormat sama orang yang lebih tua, terutama kedua orang tua, semarah apapun mereka pada Abi mereka, tetap mereka harus patuh dan hormat, biarlah urusan orang dewasa diselesaikan orang dewasa juga.
Namun ekspresi wajah Rafi langsung berubah, saat ia melihat Renata juga ikut bersama Abinya.
“Rafi, kenapa kau diam saja, apa Abi gak boleh masuk?” tanya Dery lagi.
“Ya sudah.. Masuk lah, aku akan panggil Ummi dan kak Rafa!” Ucap nya dingin, Rafi masuk kedalam rumah disusul dengan Dery dan juga Renata.
Alin yang sedang masak untuk makan siang pun mendongak ke arah depan, ia bisa melihat jika Dery ada disana, bersama Renata juga.
“Untuk apa lagi dia kemari?” ucap nya sendiri.
“Ummi, ada Abi didepan!” ucap Rafi datar. Alin mengerti, jika Rafi merasa tidak senang dengan kehadiran Dery, apalagi saat Abinya mengajak orang lain untuk ikut bersama.
“Sayang, kenapa begitu wajah nya?” tanya Alin pada putra nya.
“Gak apa-apa Ummi, maaf Rafi cuma malas aja ngeliat Abi datang kemari, apalagi sama perempuan itu.” Rafi menundukan kepala nya karena takut Alin akan marah padanya.
“Hei.. kenapa bicara begitu? Sayang, liat ummi, jangan ikut campur urusan orang dewasa ya.. biar urusan Ummi dengan Abi menjadi urusan kami, dan Kalian berdua, mau bagaimana pun sikap Abi, tetap hormati dia ya, bagaimana pun, dia tetap Abi kalian..” ucap Alin dengan mengusap rambut anak bungsu nya itu.
“Maaf Ummi, bagi Ummi mungkin kami masih kecil, tapi kami sudah 13 tahun, benar yang dikatakan kak Rafa, kami mengerti bagaimana Abi memperlakukan Ummi selama ini, bagaimana Abi jalan dengan wanita lain diluar sana, apa itu pantas Ummi,”
“Rafi, sudah.. Ummi tidak apa-apa.. Panggil Kak Rafa sana, bilang kalau Abi datang!”
“Pasti Kak Rafa juga gak mau nemui Abi!” gerutu Rafi lagi.
“Rafi??”
“Iya Ummi, Rafi panggilin,”
Setelah menyuruh putra nya memanggil si sulung, Alin mencuci kedua tangan nya dan melepas celemek nya lalu keluar menemui Dery dan Renata.
“Mau ngapain lagi kalian kemari?” tanya Alin langsung tanpa basa basi.
“Alin, jangan begitu dong. Aku datang baik-baik loh, lihat, Renata juga ikut, itu tandanya dia itu setuju dan menerima kamu!”
“Yakin dia setuju?” Ucap Alin meremehkan, Renata yang melihat kalau Alin dengan sengaja mengejek nya langsung berubah wajah nya.
“Tentu aku setuju mbak, kalau tidak, untuk apa aku ikut kemari!”
“Tapi sayang nya aku tetap tidak setuju mas, kalau kau ingin mempunyai 2 istri silahkan saja.. Tapi tidak dengan aku salah satu nya, keputusanku tetap bulat, aku ingin kita berpisah, tolong jangan persulit semua nya, apa kau tidak kasihan dengan perempuan yang kau cintai itu? dia juga butuh diakui sebagai istri mu kan?” tembak Alin langsung, dan disambut dengan tatapan bengis Renata.
Dan tak lama setelah itu, kedua anak kembar mereka, Rafa dan Rafi turun dari kamar mereka.
“Rafa...Rafi.. Abi kangen banget sama kalian berdua, pulang ya kerumah Abi, ajak ummi kalian juga,” bujuk Dery lada kedua nya.
“Maaf Bi, tapi kami mau disini aja sama ummi, rumah kakek ini juga gak kalah besar kan sama rumah nya Abi,” sahut Rafa.
“Loh kok gitu sih, kita kan keluarga.. Satu keluarga itu harus tinggal satu rumah, lagian nanti kalian punya adik perempuan, si Nimas!”
“Nimas yang satu sekolah dengan kami? anak kelas 3 ?” tanya Rafi, dan langsung dijawab dengan anggukan kepala Dery dan Renata,.meski ia tidak suka jika Alin harus kembali lagi dengan Dery,ia harus tetap bersikap baik dihadapan anak-anak nya.
“Maaf Bi, tapi dia bukan adik kami!” jawab Rafa dengan tegas.
“Iya dia bukan adik kami, lagian kalau kami punya adik itu cuma dari Ummi!” sahut si Rafi, yang membuat Dery seakan tersulut emosi nya.
“Alin? kau racuni apa pikiran anak-anak sampai mereka sekurang ajar itu bicara padaku?”
“Kau sendiri yang meracuni mereka, kenapa menyalahkan aku?”
“Aku?? jangan melemparkan kesalahan mu padaku Lin, setiap hari mereka selalu bersama dengan mu, lalu kenapa aku yang bertanggung jawab dengan sikap kurang ajar mereka ini?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Maria Magdalena Indarti
Derry tak merasa salah, ya ampun
2024-06-04
1
Rusiani Ijaq
ini emang nyata adanya dan mungkin didunia nyata pun begitu x yg salah merasa benar dan yg terdzolimin katanya selalu salah
2024-05-26
2
Nabila hasir
kk author berhasil mencipatakan tokoh laki2 yg di benci wanita sedunia
2024-04-06
3