Pov.Author
Derry kembali kekantor nya setelah dari pengadilan agama, ia tak habis fikir kalau Alin akan berani menggugat dirinya. Begitu ia masuk kedalam ruangan nya, dengan sangat kasar Dery membanting jas nya ke sofa.
Melihat sang suami telah kembali, Renata langsung masuk kedalam ruangan suami nya, “Mas..”
Dery tak menjawab panggilan dari istri kedua nya itu, pikirannya masih pusing soal Alin. Memang selama ini ia tak mencintai Alin, tapi ia sangat menyayangi perempuan yang selama ini sudah menemani nya selama 15 tahun pernikahan, tak ada keluhan untuk nya, ia mandiri, cekatan, dan begitu sayang padanya.
“Mas! dipanggil kok diam aja sih!” kesal Renata merasa tidak dihiraukan oleh suaminya.
“Ren, tolong.. aku lagi pusing banget, bisa buatkan aku kopi?”
“Hiisss, oke lah!” dengan perasaan kesal Renata pergi ke pantry kantor untuk membuatkan kopi suami nya, dikantor, Renata hanya sebatas sekretarisnya saja, orang-orang kantor tak ada yang mengetahui perihal hubungan gelap kedua nya, jika tahu.. Tentu salah satu dari mereka akan dikeluarkan, karena suami istri dilarang kerja dalam satu tempat.
Renata kembali ke ruangan suami nya dengan membawa segelas kopi panas, Dery menerima nya lalu menyeruput nya perlahan.
“Ren.. ini panas banget! kamu kan tahu aku suka nya gimana, masa gak hafal terus sih Ren!” protes Dery karena merasa kopi buatan Renata tak sesuai ekspetasi nya.
“Ya maaf mas, habis aku kesel, aku nanya dicuekin,” jawab Renata dengan mengerucutkan bibir nya.
“Sekesel apapun Alin, kopi nya tetap enak, kenapa kamu gak bisa gitu?”
Renata membelalakkan mata nya saat suami nya membandingkan diri nya dengan istri pertamanya.
“Kamu bandingin aku sama mbak Alin mas?” tanya Renata tak percaya.
“Bukan bandingin Ren, tapi setidak nya kamu paham dong aku mau nya gimana..”
“Sumpah ya, aku kesel liat kamu!” Renata pergi dari sana, karena merasa kesal dengan Dery, ia membanting pintu dengan keras, membuat Dery langsung memijit pelipis nya yang mulai pening, Renata ini mudah tersinggung dan meledak-ledak, beda sekali dengan Alin yang lemah lembut dan selalu sabar.
‘Kenapa sih Lin, kenapa kamu harus gugat aku? kenapa kamu gak terima aja kehadiran Renata, semua nya gak akan serumit ini!’ batin nya dalam hati.
*
Renata merasa kesal karena Dery mengacuhkan dirinya, ia yakin pasti penyebab nya adalah Alin.
Tanpa berpikir panjang, Renata langsung menghubungi Alin.
“Kau bisa saja mencuci otak Mas Dery untuk berpikir dua kali menceraikan mu, tapi aku akan membuat nya menerima proses itu!” ucap Renata dengan penuh penekanan pada Alin diujung telepon sana.
(Kalau begitu buat Mas Dery menceraikan aku, atau begini saja Ren, kau kirim saja bukti pernikahan kalian! itu tidak akan memakan waktu yang lama dipersidangan, karena jujur aku merasa risih jika Mas Dery masih belum mau berpisah dariku!)
“Sombong sekali kau, butik yang kamu kelola itu berikan padaku satu, maka aku akan menuruti mu Alin!”
“Bukan nya suami kita itu kaya dan kamu juga kan? eh bakal jadi suami kamu aja ya.. Dan butik itu sudah berdiri saat aku belum menikah dengan mas Dery, jadi kamu jangan coba-coba mengusik itu, terserah.. Kalau kau tidak mau menyerahkan bukti pernikahan siri kalian, ya kau harus sabar dengan proses yang sangat lamban!) jawab Alin santai.
Renata mematikan teleponnya, ia merasa geram, Alin berada diatas nya, apa ia harus menyerahkan bukti pernikahan nya pada Alin, agar proses perceraian berjalan dengan cepat?
“Brengsek! dia berani memerasku.”
*
Sementara itu Dery merasa gusar, ia tak konsentrasi dalam pekerjaan nya, hingga ia memutuskan untuk pulang kantor lebih cepat.
Sesampai nya dirumah, Dery melihat ke seluruh penjuru rumah nya, biasa nya selalu ada bau Alin disana, tapi sekarang..
“Alin.. Kenapa kau bisa seegois ini, apa kau tidak bisa berdamai dengan takdir? kau bilang kau mencintaiku, kenapa merelakan aku hidup dengan wanita yang kucintai kau malah jadi berubah?” gumam Dery sendirian, tidakkah Dery sadar jika sikap nya itulah yang egois, ia ingin menang sendiri dan tak mau kalah.
“Assallamuallaikum,”
Dery terhenyak saat ada yang mengucapkan salam, Dery berpikir jika itu adalah Alin, bergegas ia menuju pintu untuk membuka nya.
“Wallaikumsaam Al...Loh Ibu!”
“Kamu berharap siapa yang datang? Alin?” wanita paruh baya yang sudah melahirkan Dery kedunia itu langsung menyelinap masuk tanpa aba-aba.
“Aku kira tadi Alin Bu,”
“Dery Dery.. bukannya kamu sendiri yang milih Renata,”
“Iya tapi gak dengan menceraikan Alin Bu, selama ini dia terbiasa mengurusku, menyiapkan segala keperluan ku, sedangkan Renata, dia yang menyenangkan hatiku, kedua nya penting bagiku, tidak ada yang ku pilih!”
Ibu Dery hanya menggelengkan kepala nya, ia tak menyangka, jika anak nya sanggup berbuat begini pada seorang perempuan, meskipun pada kenyataan nya, ia tetap membela Dery dihadapan Alin.
“Kamu gak bisa egois Der, mana ada wanita yang mau berbagi suami, mau gak mau, kamu harus pilih salah satu, Renata atau Alin,” ucap Ibu nya lagi.
Dery memijat tengkuk nya yang mulai berat karena memikirkan masalah ini, jika bisa dapat dua, kenapa harus memilih? itulah pikirannya.
“Lagian Alin sudah melayangkan gugatannya Bu, sudah jelas sebentar lagi aku akan berpisah,” tukas Dery.
“Jadi dia sungguh-sungguh dengan ucapan nya kemarin?”
“Ibu pernah bertemu Alin? kapan?”
“Waktu dia pergi dari rumah malam itu, besok nya Ibu langsung menyusul dia ke butik nya,”
“Kenapa Ibu gak bilang sama Dery? harusnya Ibu bisa bujuk Alin, untuk tetap menerima Dery dan Renata,”
“Ibu sudah melakukan nya Der, tapi Alin kekeuh ingin pisah sama kamu, Ibu mengerti perasaan nya, sebagai perempuan, Pasti sakit sekali jika tahu suami nya punya perempuan lain, apalagi kau bilang padanya jika kau tidak mencintai nya kan?”
Dery bergeming, benar.. Malam itu Alin sempat menanyakan apa Dery mencintai nya selama 15 tahun ini, dan Dery menjawab jika ia menyayangi Alin..
“Sudahlah Der, jika kau menginginkan Renata, maka biarkan Alin pergi.” Dery masih diam tak menjawab perkataan Ibunya.
“Ajak Renata tinggal disini, mulai lah hidup baru,”
“Ya sudah lah Bu, tapi Dery masih akan berusaha membawa Alin pulang, Dery juga kangen sama Rafa dan Rafi!”
“Kalau begitu berkunjung lah kerumah nya, kau bisa menarik perhatian Alin lewat Rafa dan Rafi, Ibu yakin Alin akan luluh, apalagi menyangkut kebahagian anak nya.”
Ide yang diberikan Ibu nya ada benar nya, Alin begitu menyayangi buah hati mereka, pasti dengan begitu Alin akan luluh, jika Rafa dan Rafi yang meminta Ummi nya untuk pulang kemari.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Sari Ramly
Katax renata kaya…koq minta butik ?
2024-10-27
1
Silvi Vicka Carolina
enak ya ..yang satu buat pembantu aja yang satunya urusan ranjang ..gila ni otak cowoknya .....
2024-09-14
1
Virgo
Derry konslet otak nya... Menurut saya sebagia besar perempuan pasti gak aka bisa tahan lah kalau harus di poligami...lo mestj pilih satu jgn serakah, kami manusia biasa yang gak rela berbagi hati dan perhatian suami
2024-08-06
2