Setelah bertemu dengan Fatih dan Rubina, kini Alin sudah kembali berada di butik, otak nya berselancar , ia memikirkan bagaimana cara nya Renata bisa memberikan bukti pernikahan siri nya atau semacamnya.
Sedang Alin sibuk berpikir, tiba-tiba ponsel nya berbunyi tanda ada pesan masuk dari aplikasi hijau milik nya.
Ia meraih ponselnya yang berada tepat disebelah nya, dibuka aplikasi pesan yang berwarna hijau itu.
POV Alin
[Jika kau ingin segera bercerai dengan mas Dery, berikan aku butik yang kau kelola itu, uang itu dari mas Dery kan?] Renata..
Aku mendengus kesal membaca isi pesan dari madu ku itu, untuk saat ini statusnya masih maduku, sebentar lagi dia bukan siapa-siapa, hanya istri dari abi nya anak-anak, Aku masih berpikir dari mana asalnya butik itu mas Dery yang membiayai? Sejak butik itu berdiri saja, mas Dery sama sekali tak pernah tanya bagaimana keadaan nya dan berapa pendapatan nya.
Bukankah Renata itu kaya? Mas Dery bilang Renata jauh lebih kaya dari diri ku, lalu kenapa dia mengincar butik milik ku? Apa jangan-jangan...
Ah, masa bodoh dengan tujuan apa dia datang di kehidupan mas Dery lagi, yang jelas mas Dery sudah membuat keputusan untuk menikahi nya, jadi aku juga berhak mengambil keputusan untuk berpisah dari nya.
Jika benar niat Renata tidak baik, terserah saja.. biar itu menjadi urusannya dengan mas Dery.
[Bukannya kau itu kaya Ren? Lalu.. kenapa kau mengemis padaku demi sebuah butik yang tak seberapa itu?] Send..
Tak berapa lama ponsel ku berdering, rupanya Renata langsung menelpon ku, segera aku rekam kalau-kalau kami akan membahas pernikahan siri mereka.
(Kau bilang butik itu tak seberapa mbak? Jangan bohong lah! Anak kecil juga tahu kali isinya banyak barang-barang branded!)
“Ya terus??” tanya ku santai, sengaja agar emosi nya naik.
(Kau itu kan pintar mbak, masa gitu aja gak ngerti sih! Aku mau butik mu itu, baru aku akan memberikan surat yang membuktikan kalau aku dan mas Dery benar telah menikah secara siri.) Jawab nya lagi, seperti nya ia sudah mulai masuk kedalam jebakan yang aku berikan. Pasti jika dia sudah tersulut emosi, fakta-fakta pernikahan siri mereka akan secara gamblang di ceritakan.
“Kau pikir butik itu pakai modal siapa? Jangan ngawur kamu Ren.. mimpi kamu Ketinggian! Butik itu sudah ada sebelum aku menikah dengan mas Dery, Papa ku yang sudah memodali aku untuk usaha, ia takut kalau anak nya akan tersakiti oleh Dery. Ternyata firasat orang tua tak pernah salah!”
(Bodo amat, mau itu orang tua mu yang modalin atau selingkuhan mu sekalipun , terserah! Aku mau butik itu kau berikan padaku mbak! Atau aku akan meminta mas Dery menuntut harta Gono gini dari butik mu itu!) Dasar tak tahu malu. Dengan gamblang ia menyuruhku melepaskan butik kesayangan ku! Suami bisa saja lepas, tapi gak untuk mata pencarian aku. Enak saja dia, aku saja memulai semua nya dari nol, dia tinggal minta saja dan menukar nya dengan mas Dery??
“Kau waras?? Jangan-jangan otak mu sudah miring karena terlalu terobsesi dengan milik orang lain! Butik itu masih atas nama ALM.papa ku, sengaja tidak dirubah karena aku gak mau mas Dery akan menuntut nya suatu hari nanti, jadi meskipun mas Dery mengajukan harta Gono gini untuk butik itu, tidak akan pernah bisa!” kudengar Renata berdecak kesal diujung sana.
(Sialan kamu mbak! Pantas saja mas Dery lebih betah di rumah ku daripada dirumah kamu! Asal kamu tahu ya.. aku menjalin hubungan kekasih dengan suami mu itu sudah sejak 3 tahun yang lalu! Bahkan sebelum aku mutasi ke kantor suami mu itu, ehh sekarang juga kan dia udah jadi suami aku, bukan suami mu aja mbak.. tapi suami kita?) Hatiku tiba-tiba terasa perih. Ternyata mereka sudah menjalin asmara sejak 3 tahun yang lalu? Dan mas Dery menyembunyikannya dariku dengan sangat rapi? Hebat kamu mas!
“Wow.. luar biasa! Tapi mungkin pezina lebih cocok dengan pezina ya Ren.. makanya Tuhan menakdirkan aku untuk tahu lebih cepat , agar aku bisa melepas kan ikatan pernikahan ku dengan nya!”
(Halah jangan sok suci mbak.. bilang saja kalau kau merasa sakit hati dengan perkataan aku, iya kan?)
Aku tertawa sumbang, dia bilang aku sakit hati?? Yang benar saja!
“Untuk apa aku sakit hati! Kalaupun iya.. itu karena aku yang bodoh, merasa sakit hati dengan laki-laki yang tak tahu artinya setia pada pasangannya, siap-siap saja kau akan merasakan apa yang aku rasakan saat ini, bisa jadi kan suatu hari nanti kau akan ada di posisi ku, dan aku ada diposisi mu! Semua nya bisa berputar dan menemukan tempat nya sendiri Renata!” seru ku memanas-manasi Renata.
(Mana mungkin mas Dery menduakan Ku, dia itu sangat mencintai aku mbak! Berbeda dengan mu yang sudah menikah selama 15 tahun tapi tetap tidak dicintai!)
“Ya terserah sih! Mau percaya atau tidak dengan praduga ku, sudah ya.. inget baik-baik, sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan butik ku untuk mu Ren.. kalau kau mau, silahkan saja minta modal dari suami tercinta mu itu!” kata ku lagi. Aku langsung mematikan teleponnya.
Ada fakta baru yang aku ketahui, ternyata mas Dery sudah mengkhianati aku sejak 3 tahun yang lalu. Jelas aku merasakan sakit. Namun tidak separah dulu. Aku memeriksa hasil rekaman suara saat panggilan dengan Renata sedang berlangsung.
Aku langsung mengirimkan nya pada Fatih saat aku pikir sudah pas.
Fatih membalas pesan ku dengan kata “Good girl”.
“Bu ada bapak memaksa masuk!” ucap Nisa.
Mau apa lagi dia kemari?
“Biarkan saja!” jawabku.
“Alin!” teriak mas Dery dari luar ruangan ku.
“Kau itu tidak punya kerjaan lain kah mas? Sampai-sampai kau mendAtangi aku terus?” tanya ku muak, setiap melihat wajah nya, terbayang lagi kata-kata Renata kalau mereka sudah menjalin hubungan sejak 3 tahun yang lalu.
“Alin! Hentikan gugatan mu, atau aku akan menuntut harta Gono gini dari butik ini! Dia kan yang sudah membuat mu berani lepas dari aku?” ucapnya dengan amarah di wajahnya. Aku heran, bukankah dia sudah menemukan kembali cinta nya, lalu kenapa dia tidak mau bercerai dari ku?
Aku tertawa sombong, sebelum nya aku tidak pernah melakukan ini padanya.
“Kau sungguh tidak tahu mas? Kalau kepemilikan butik ini masih atas nama orang tuaku? Aku sengaja belum merubah nya, karena itu pesan dari papa ku, jadi kau tidak bisa menuntut apapun dari sini! Sebalik nya, AKu yang akan menuntut harta Gono gini padamu!”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Teh Mardiyah
semangat alin jangan mau di bodohin sama suami pecundang 💪👍
2024-07-01
1
Maria Magdalena Indarti
alin pinter
2024-06-04
1
Yashinta
ayo alin serang terus
2024-06-02
0