“Coba kamu katakan, bagian mana dari pernikahan kita yang mampu membuat aku dan anak-anak untuk bertahan disisimu!”
Kulihat mas Dery menatap ku dengan lekat,
“Karena mas menyayangimu.. Kau begitu mencintai mas kan? Jadi tolong lah Lin.. Pernikahan kita masih bisa baik-baik saja.. Kita bisa bahagia hidup bersama.. Mas.. Kamu.. Dan Renata,”
Dasar konyol! nyeri sekali kata-kata mas Dery yang keluar dari mulut nya, bagaimana bisa dia bersikap sangat egois seperti itu?
Bukankah sifat nya yang seperti ini hanya menguntungkan diri nya, dia bahkan tidak memikirkan bagaimana perasaan ku saat ini.
“Sudahlah mas, pernikahan kita sudah berakhir sejak kau memutuskan untuk menikahi Renata, tanpa sepengetahuanku.. Bahkan kau bisa mengumumkan pada dunia kalau kau dan Renata sudah bersama lagi.. Pergilah mas..”
Tiba-tiba Mas Dery datang mendekat lalu memeluk ku dari belakang..
Ya Allah.. Betapa aku sangat merindukan pelukan ini..
“Apa kau tidak mencintai mas lagi? Apa arti kebersamaan kita selama 15 tahun tidak berarti untuk mu?”
Aku menutup mata ku sesaat, “Justru karena aku terlalu mencintaimu mu mas, makanya aku sesakit ini.. Andai aku cuma menyayangimu seperti yang mas lakukan.. Rasa sakit nya pasti berbeda.” jawaban dari ku sontak mengendurkan Pelukan mas Dery padaku.
Dia menggeleng-gelengkan kepala nya.
“Mas akan beri kamu waktu Untuk sendiri Lin, untuk berpikir tentang rumah tangga kita, mas tahu kamu bijak.. Mas Yakin kamu hanya marah sesaat saja, nanti jika kamu sudah tidak marah pada mas, pulang lah.. Mas akan selalu menunggu mu..” Mas Dery berbalik lalu pergi dari butik ku.
Kepala ku berdenyut nyeri, rasanya sudah lelah untuk menangis.. Enggak mas, aku gak bisa dimadu .. Aku gak sanggup.. Maaf.
“Bu.. Apa Ibu gak apa-apa?” tanya Nisa yang sudah berdiri diambang pintu ruangan ku, mungkin sedari tadi ia mendengar obrolan ku dengan mas Dery.
“Gak apa-apa, Nis.. ”
“Saya buatkan teh hangat ya Bu?”
“Boleh..”
Tak lama setelah itu, Nisa datang dengan membawa Teh dan Roti.
“Bu.. Ada tamu buat Ibu..” ucap Ika salah satu karyawan ku yang lain.
“Siapa Ka? Saya gak ada janji dengan siapapun hari ini, pesanan kita juga sudah selesai diantar kan?”
“Saya gak kenal Bu, perempuan itu sudah sedikit sepuh.,” aku mengernyitkan dahi ku memikirkan siapa yang datang?
“Suruh masuk saja Ka, oh ya Nis.. Buatkan satu lagi teh nya ya?”
**
“Alin..”
“Ibu..”
Aku langsung menyambut Ibu mertua ku.. mencium tangan nya lalu mempersilahkan nya duduk.
“Ibu kapan kemari?” tanya ku pada wanita yang sudah melahirkan suami ku ini, selama ini Ibu begitu sayang padaku, sering memberi nasihat-nasihat tentang pernikahan..
“Baru aja.. Kamu sama anak-anak sudah lama kan gak main kerumah Ibu.. Ibu kangen sama anak-anak.” iya memang, sudah lama aku tidak menjenguk Ibu, nenek nya anak-anak..
“Maaf Bu, Akhir-akhir ini Alin sibuk di butik,” jawabku memberi pengertian pada Ibu.
“Bukan karena kamu sibuk mencari-cari kesalahan Dery kan?”
“Maksud Ibu?”
“Sudahlah Lin.. Kenapa kamu berubah seperti ini, selama 15 tahun kalian menikah, kamu gak pernah kabur-kaburan begini kalau kamu marah?” aku masih mencoba mencerna kata-kata Ibu, selama ini yang ku tahu, Ibu selalu mendukung ku .. Kenapa sekarang beliau seperti nya mendukung mas Dery?
“Bu.. Ini masalah nya berbeda.. Mas Dery menikah lagi diam-diam dibelakang ku. . Ibu bisa bayangkan bagaimana perasaan ku kan? sakit Bu.. Apalagi saat tahu kalau ternyata selama ini mas Dery tidak mencintai ku,” mata ku sudah berkaca-kaca.. Baru selesai dengan mas Dery, kini Ibu pun seperti ikut menghakimi aku jika yang aku lakukan salah.
“Dery hanya menikah lagi kan, dia dia tidak pergi meninggalkan kamu.. Apa salah nya. Dia mampu untuk menikah lagi, dan yang paling penting, dalam Islam suami boleh menikah lagi dan bisa mempunyai istri lebih dari satu.”
Ya Allah perih sekali kata-kata Ibu mertuaku ini..Padahal ia juga seorang wanita, kenapa..
Aku bisa menarik kesimpulan jika Ibu mertuaku sudah tahu mas Dery menikah lagi, dan itu tidak jadi soalan untuk nya.
“Memang boleh Bu, tapi konteks nya beda, mas Dery menikah lagi tanpa seizin dari ku, bukankah itu disebut dengan pengkhianatan? Dan ibu.. Bagaimana kalau posisi kita ditukar Bu, bagaimana perasaan Ibu kalau Almarhum Bapak menikah lagi dengan orang yang begitu Bapak cintai sejak dulu, sedang kan pada Ibu.. Bapak tidak pernah ada cinta sedikitpun.” geram sekali rasanya aku berada diposisi seperti ini, bukan kah aku yang disakiti disini.. Lantas kenapa aku yang merasa terpojokkan?
“Lancang kamu ya Lin, Ibu gak nyangka loh kamu bisa sekurang ajar ini bicara sama Ibu, lagian kalian nikah kan bukan satu atau dua tahun, sudah 15 tahun Lin.. Jangan kayak pengantin baru yang ditinggal nikah lagi lah.. Inget, umur kamu udah hampir kepala 4!”
Aku menghela nafas ku kesal, bagaimana cara nya menghadapi Ibu jika sudah begini.
“Maaf Bu, lama atau sebentar nya pernikahan, yang nama nya suami menikah lagi tetep aja rasanya sama, sama-sama sakit! kalau Ibu menilai apa yang anak Ibu lakukan benar, gak masalah Bu, tapi maaf.. Aku gak bisa bertahan.. Aku bebaskan mas Dery untuk hidup bersama dengan orang yang sangat ia cintai!” ucapku mantap, sudah cukup. Secepat nya akan aku urus gugatan untuk mas Dery, jiwa ku sudah sakit atas pengkhianatan nya dengan Renata, sekarang aku dipaksa untuk menerima situasi ini.
Apa mereka pikir hatiku ini batu, yang tidak bisa merasakan sakit..
“Kamu jangan sombong.. Usia mu sudah tak muda lagi.. Mana ada laki-laki yang mau hidup dengan perempuan seperti kamu.. Meskipun kamu kaya, dan anak-anak.. Mereka tetap butuh Abi nya.. Kamu jangan egois Lin, turunkan ego mu. Pikirkan anak-anak mu itu!”
Aku memijit pelipis ku yang mulai pening, Ya Allah harus bagaimana cara nya aku menghadapi Ibu dari suami ku ini.
“Apa Alin yang egois Bu? Apa mas Mas Dery memikirkan anak-anak sebelum memutuskan menikah lagi dengan Renata? Bu, dalam hal ini yang seharus nya dikatakan egois itu mas Dery!!”
Aku mencoba tetap sabar menghadapi beliau, karena selain Ibu sudah tua, ia juga masih Ibu mertuaku, perempuan yang sudah aku anggap sebagai Ibu kandung ku sendiri.
“Dery laki-laki Lin, dia pemimpin keluarga.. Jika dia butuh dua permaisuri.. Lantas kenapa kamu gak ridho? Kamu tahu kan jika istri mengikhlaskan suami nya beristri lagi, maka balasannya adalah surga!” terang Ibu lagi, dia tetep kekeh jika yang dilakukan anaknya benar.
“Tapi Alin gak mau surga dengan cara seperti itu Bu, Alin bukan malaikat yang bisa ikhlas dan ridho menerima segala bentuk pengkhianatan, tolong mengertilah Bu..” Aku memohon pada Ibu agar dia segera menghentikan ocehan nya yang sejak tadi mendukung pengkhianatan suami ku.
“Dasar keras kepala, memang sudah berubah kamu Lin.. Sudah lah terserah jika memang kamu tetap mau pergi dari hidup Dery, toh dia juga bahagia bersama Renata, masih muda.. Kaya.. berkarir pula..”
Aku diam tak menyahuti ucapan nya Ibu, terlalu sakit jika terus berdebat dengan nya, diam adalah pilihan terbaik.
Ibu mertua langsung pergi begitu saja dari butik, kulihat jam di pergelangan tangan sudah menunjukan pukul 4 sore.. Waktunya aku menjemput anak-anak..
Gegas aku pergi mengendarai mobilku, benar saja..Disana anak-anak sudah menunggu ku.
“Assalamu'alaikum sayang..” sapa ku pada mereka.
“Waallaikumsallam Ummi,”
“Ayo masuk.. Kalian sudah pada shalat ashar belum?”
“Belum Mi."
“Yaudah kita shalat di masjid perempatan sana ya?”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Agustina Tina
tetap semangat Lin jangan qm MW goyah hanya Kerna mertua mu yg tak brpihak padamu ,
2024-11-14
0
Shity Sarah
geram pula aku same mertue ny tuh, pengen aku bejek2
2024-07-18
1
Lenni Marlina
hai mertua babi coba kau yg di madu pasti gantung diri dasar nya anak kau Deri tu burung nya gatal
2024-06-10
0