Malam hari, ketika sampai di rumah. Guntur dan Lisa turun dari mobil secara bersamaan, namun tidak bergandengan tangan.
Langkah Guntur langsung berhenti ketika netra matanya melihat Vano berdiri di depan pintu menyambutnya.
Guntur melihat kanan kiri, ia takut jika sang supir membawanya ke rumah yang salah. Sedangkan Lisa sedikit terkejut melihat Vano ada di depannya.
"Dia sudah dia ada di sini? Ngapain dia di sini."
''Aku tidak salah rumah 'kan?'' cicit Guntur dengan pelan.
''Gunturr ... Ayo masuk masuk masuk.'' Ucap Vano, layaknya pemilik rumah.
''Ck, ini rumahku. Ngapain kamu di sini?'' Guntur melewati Vano, sedangkan Lisa melambaikan tangannya untuk menyapa Vano tanpa suara.
"Haiii, Kak."
Vano tersenyum.
''Aku kesini untuk bertemu Jida, tapi Rumi memberi tahu jika Jida Lintang berada di Paris.''
''Soo, Jida tidak ada di sini. Kau bisa pulang sekarang.'' Usir Guntur.
''Aku tidak mau pulang, aku mau makan malam sebelum pulang. Dulu Jida Lintang selalu membiarkan aku kenyang saat aku pulang dari sini.''
Guntur terlihat menghela nafasnya. ''Rumi!''
''Saya, Tuan Muda.'' Rumi sudah suap siaga.
''Berikan dia makan malam, setelah itu usir dia.'' titah Guntur, melangkah ke lantai atas di susul oleh Lisa.
Sedangkan Vano tersenyum senang. ''He he, dia kesal? sangat menyenangkan.'' Entah apa yang Vano rencanakan, sehingga Vano begitu senang melihat Guntur terlihat kesal.
''Tuan, makan malam sudah siap.''
Vano menoleh dan terrsenyum pada Rumi. ''Aku akan menunggu mereka untuk makan malam bersama.''
''Baik, Tuan.''
Vano duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Sementara di lantai atas, Guntur merasa kesal atas kedatangan Vano ke rumahnya.
Bayang bayang Ziell hadir kembali di benaknya, membuat kepala Guntur menjadi pening mendadak. Susah payah dia melupakan bayang bayang Ziell selama di sini, kenapa sodara tengilnya datang untuk menghancurkan moodnya.
''Hubby, airnya sudah siap.''
''Hm.''
"Mulai lagi dingin." Keluh Lisa melihat Guntur yang tidak banyak bicara.
Lisa membantu me…
Oh ... Tuan Guntur " Sebatas Pelampiasan dendam"
Bab 22 : Kedatangan Vano.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments
@Nurjanah
Good job vano
2023-01-11
2
Ami batam
ziel lagi ziel lagi😊, mmng susah moveon dari seorang Rapunzel yg cantik 🥰,
kangen dg ziel dan Sultan rasanya 🥰
2023-01-10
0
Ditta ◇◇
😆😆😆Si Lilis malah asik makan.
2023-01-09
0