''Bisakah kau mencintaiku?''
Perkataan Guntur yang membuat Lisa ingin muntah darah, bagaimana bisa si Tuan Arrogant titisan unta ini meminta dirinya untuk mencintainya. Sedangkan hatinya masih terikat dengan wanita lain.
Namun karna tidak memiliki pilihan dan ini adalah rencana dan kesempatan yang bagus, membuat Lisa mengelus kepala Guntur dengan lembut lalu mengecup pucuk kepala Guntur.
Cup.
''Tentu saja, aku akan mencintaimu segenap jiwa dan ragaku. Preeet! Ogah banget ..."
Guntur menyunggingkan bibirnya lalu terkekeh, membuat Lisa bingung. Bahkan kekehan Guntur kini menjadi tawa yang sangat menyeramkan.
''Haha ha ha ha ... Apa kau percaya aku mengatakan itu?''
Lisa langsung terdiam.
''Kau itu polos apa bodoh! Ha ha ha ... tanpa aku meminta pun, kau harus mencintaiku! Karna tidak ada pilihan lain untukmu.'' Guntur menatap tajam Lisa, sambil mencengkram dagunya.
Lisa tidak bisa berkata kata, kini ia merasa takut melihat Guntur dengan pribadi seperti ini. "Apa si sableng ini sudah kehilangan akal? Apa jangan-jangan dia mulai gila karna cintanya tidak kesampean?"
Lisa tersenyum walau ia paksakan, mengelus pipi Guntur dengan lembut. Berharap Guntur akan luluh dengan sendirinya. ''Sudah kewajiban ku untuk mencintai suamiku sendiri, walau aku tau kamu tidak akan pernah mencintaiku. Tapi aku akan selalu berada di sisimu sampai suatu saat jika kamu menyuruhku pergi ... maka aku akan pergi.''
Guntur menatap Lisa dengan dalam, ia seperti melihat ada ketulusan di mata Lisa. Membuat Guntur diam tanpa kata lalu menarik tengkuk Lisa hingga kedua bibi mereka bersatu.
Kedua bibir itu berde cap saling mencicipi, menukar saliva satu sama lain. Mengabsen setiap rongga mulut dan bermain di antara perosotan lidah mereka.
Walau Lisa belum mahir, tapi Guntur menuntunya hingga ia terbawa suasana. Bahkan Lisa hilang akal saat Guntur terus bermain dengan li dah nya.
"Sialan! Seseorang tolong hentikan ini. Karna ini sudah keluar dari jalurnya." Teriak Lisa dalam hati, namun tubuhnya mengkhianati dirinya.
CEKLEK.
''Oh, maafkan aku Tuan.'' Hamud langsung menunduk dan menutup pintu, membuat Guntur melepaskan ciumannya.
''Di ruang rapat clien kita sudah menunggu, Tuan.'' Teriak Hamud, di depan pintu.
''Duduklah di sana, kita akan pulang bersama setelah aku selesai rapat.''
Lisa mengangguk. "Masih untung ..."
''Boleh aku jalan-jalan di sekitar sini?'' Tanya Lisa, karna dia yakin akan bosan duduk di sofa menunggu Guntur selesai rapat.
''Tentu saja.''
Lisa ke luar ruangan Guntur untuk melihat lihat, sedangkan Guntur berdiri dari duduknya untuk menghadiri rapat.
¤
¤
¤
¤
''Woaaah, rupanya si sableng memang keturunan Sultan.'' Ujar Lisa, saat berkeliling di kantor.
Namun tak lama Lisa kebelet pipis, yang mana dia langsung berlari ke arah toilet. Walau butuh perjuangan extra untuk mencari toilet. Karna harus berjalan jauh dan bertanya pada beberapa orang, tapi terbayarkan saat Lisa sudah duduk di atas kloset.
''Ahhh ... enak.'' Ucap Lisa, saat ia sudah menuntaskan sesuatu yang sedari tadi dia tahan.
Tak lama, beberapa wanita yang bekerja di kantor masuk ke kamar mandi dan berkaca, membenarkan penampilan mereka.
''Apa kau tadi melihat ada gadis kecil masuk ke ruangan, Bos?''
''Tidak, memangnya kenapa?''
''Aku melihatnya sekilas dari belakang.'' Salah satu gadis menjawab.
Lisa yang akan keluar dari toilet, tidak jadi dan malah duduk mendengarkan obrolan para wanita.
''Ada issue kalau dia istrinya si Bos. Tapi masa sih, dia istrinya Bos? Kumuh kaya kekurangan gizi.''
''Hah! Masa.''
''Iya, nggak ada canik-cantiknya.''
''Bukan istrinya kali, sodaranya atau sepupu jauh.''
''Mungkin juga, karna 'kan tipe Bos itu wanita seksi dengan tinggi semampai dan modis. Tidak mungkin gadis kecil itu istrinya Bos.''
''Sudahlah, aku mau ke toilet dulu.''
''Aku juga.''
Ketiganya secara bersamaan masuk kedalam toilet berbeda pintu, sedangkan Lisa dengan perlahan keluar dengan gigi menggertak kesal. Menatap tajam ke arah pintu yang tertutup.
''Kalian mengejekku? Akan aku beri pelajaran.'' Gumam Lisa tersenyum devil.
Lisa mengambil sesuatu dari tasnya, lalu dengan sengaja mengunci ketiga pintu itu dengan kencang.
''Xi xi xi ... emang enak.'' Lisa tersenyum senang.
''Heh, kok ke kunci?''
DOR.
...DOR....
DOR.
''Tolong ... kami ke kunci.''
''Seseorang, tolong kami.''
Ketiga wanita itu berteriak, karna terkunci dari luar. Sedangkan Lisa tertawa senang.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Noh Lisa kamu harus merubah penampilan mu,karena sekarang kamu punya ATM berjalan,bikin sampai kanebo kering itu klepek2 dan bertekuk lutut pada mu,setelah itu kamu tinggalkan dia,kita lihat dendam siapa yg akan terbalaskan,, Bhuhaaaahaaaa…,
2023-04-26
2
Qaisaa Nazarudin
Tuhan langsung mendengarkan do’a mu Lisa,,👏🏻👏🏻😅😅
2023-04-26
0
@Nurjanah
wkwekwkwk🤣
2023-01-11
1