Bab 13 : Bayi besar.

Ke esokan paginya ... Lisa sudah terbangun dan sudah berdandan cantik namun natural. Kali ini ia bertekad akan membuat Guntur menyukainya, walau itu sangat mustahil ... tapi Lisa tidak bisa mengabaikan tawaran yang menggiurkan bagi kehidupan Orangtuanya.

Lisa melihat dirinya sendiri di cermin, memutar tubuh nya untuk melihat jika penampilan sudah oke atau belum.

''Baiklah, Lisa ... semangat untuk kebahagiaan keluarga mu.''

Lisa menyemangati dirinya sendiri, lalu melangkah untuk membangunkan suaminya.

''Tuan ... bangun, ini sudah siang.'' Lisa menoel bahu Guntur, namun sang mpu tidak kunjung bangun.

Lisa berjongkok, lalu berbisik dekat telinga Guntur. ''Tuan.''

''Hm ...''

''Bungun, udah siang Tuan.''

''Ya.''

Guntur bangun dan membuka kedua matanya, pandangan pertama kali ketika matanya terbuka. Yaitu melihat kedua mata Lisa yang nampak bulat dan cantik, dengan senyuman manis terukir di bibir kecilnya.

Deg.

...Deg....

Deg.

''Ish ... jangan menatapku! Mengganggu hariku saja.'' Cetus Guntur, berguling ke kanan dan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut.

Entah mengapa jantungnya bisa berdetak hanya melihat kedua bola mata Lisa. Padahal Guntur sangat yakin jika bola mata Ziell jauh lebih indah dan cantik di bandingkan milik Lisa.

''Tuan, jangan tidur lagi ... nanti anda bisa telat masuk kantor.'' Lisa memberanikan diri untuk mengambil selimut Guntur.

''Berani sekali kamu!'' Sentak Guntur masih menyelimuti dirinya sendiri.

''Isssh ... Nanti anda menyalahkan aku lagi, saya capek Tuan. Lebih baik anda bangun dan bergegas mandi, nanti air hangatnya keburu dingin.''

Lisa merebut selimut yang menutupi Guntur dan memeluknya, namun sayangnya selimut yang dia peluk sangat berat dan besar. Hingga tubuh kecil Lisa tidak seimbang dan ...

BRUUGGHH.

Lisa jatuh tepat di atas tubuh Guntur yang akan bangun dari ranjang, hingga keduanya saling menatap satu sama lain tanpa jarak. Bahkan nafas Lisa yang hangat menerpa bibir Guntur.

Keduanya lama saling pandang dengan pikiran entah kemana, sementara Guntur langsung menarik tengkuk Lisa hingga bibir mereka saling menempel.

Lisa melotot, sedangkan Guntur langsung melum at bibir ranum berwarna pink cerry yang sejak tadi terus berkicau mengganggu tidurnya.

Lisa ingin memberontak tapi ia teringat dengan rencananya, mungkin dengan awal mereka seperti ini ... si Tuan Arrogant titisan unta ini akan membuka hati untuknya.

Karna Lisa sudah menanyakan pada mbah Google, bagaimana cara meluluhkan pria Arrogant agar bertekuk lutut padanya. Dan sesuai yang ia pikirkan, bahwa sentuhan akan membuat lawan jenis menyukainya.

''Nafas, Bodoh! Kau ingin mati.'' Guntur melepaskan tautan mereka.

Lisa langsung menghirup udara sedalam dalamnya, ''Maaf Tuan. Aku tidak pernah melakukan nya, jadi aku tidak tau.'' Lisa berkata jujur.

''Cih, pantas saja kau diam seperti patung.''

''Maaf, Tuan.''

''Jadi, mau sampai kapan kau berada di atas tubuhku?''

''Eh, Iya.'' Lisa langsung berdiri dan membenarkan penampilannya, sedangkan Guntur bergegas masuk ke kamar mandi. Karna adik kecilnya bangun secara tiba-tiba.

¤¤¤¤¤

Setelah beberapa menit, Guntur keluar dari kamar mandi. Terlihat Lisa sudah menunggu dirinya untuk memakaikan baju.

PLUK.

Guntur dengan sengaja melemparkan handuknya tepat di wajah Lisa, membuat Lisa menggerutu dalam hati.

''Kau jauh lebih patuh hari ini.''

''Aku tidak mau kena marah lagi, Tuan.''

''Baguslah, cepat pakaian aku baju. Kenapa kau mengajakku ngobrol.''

"Apa! Siapa yang mengajak mu ngobrol." Gumam Lisa, dalam hati.

Lisa berjongkok untuk memakaikan celana, sungguh. Guntur seperti anak kecil yang harus di perhatikan dengan extra, bahkan melebihi anak anak batita.

Sedangkan Guntur hanya menatap Lisa tanpa melihat arah lain, yang mana Lisa memakaikan pakaian untuknya dari celana hingga jas dengan sangat telaten.

''Butuh berapa lama memakaikan ku dasi?''

''Sebentar Tuan, aku lupa caranya.'' Lisa fokus memakaikan dasi, sedangkan tangan si bengek Guntur perlahan meraba sesuatu yang kenyal milik Lisa.

Lisa mendongkak. ''Tuan, tangan anda.''

''Kenapa dengan tanganku? hmmm ...''

"Si sableng titisan unta ini tengil sekali, sudah tau kau mere mas bokongku! Dan kau malah bertanya."

''Selesai, Tuan.''

''Ih, memakaikan dasi saja lama! Bilang saja jika kau suka aku belai.''

"Pede sekali anda!"

Ingin sekali Lisa mencekik Guntur dengan dasi yang sedang dia pakai. Pria Arrogant ini benar-benar membuat kesabaran nya menghilang.

''Lilis ... cepatlah! Aku ingin sarapan.''

Lisa memutar matanya dengan malas, lalu mengekori Guntur dari belakang.

''Dasar bayi!''

¤

¤

¤

¤

Lisa berdiri melihat Guntur yang masuk kedalam mobil mewahnya, lalu kembali masuk setelah mobil itu pergi.

''Akhirnya bayi besar itu pergi!'' Gerutu Lisa, berjalan ke dalam rumah.

''Nona Lisa.'' Panggil Rumi, kepala pelayan.

''Ya.''

''Nyonya besar memanggil anda ke kamarnya.''

''Baik, aku akan ke sana.'' Lisa tidak jadi masuk kedalam kamarnya, ia langsung melangkah ke kamar Jida Lintang. Namun ia tidak sengaja berpapasan dengan adik iparnya yang akan berangkat sekolah.

''Lisa.''

''Iya.''

''Sekali lagi, maaf soal kemarin. Bukan maksud aku menghina mu.'' Gabriel terlihat menyesal.

Lisa tersenyum, ''Nggak apa-apa kok, santai aja.''

Gabriel tersenyum. ''Makasih yaaa ... kalau begitu, aku pergi sekolah dulu.'' Gabriel melambaikan tangan nya lalu pergi.

Lisa melihat kepergian adik iparnya, ia merasa sedih karna tidak bisa melanjutkan pendidikan dan cita-cita nya.

"Tidak apa apa nggak ngelanjutin sekolah, yang penting keluarga ku bisa hidup damai dengan perut kenyang tanpa kehujanan." Gumam Lisa, lalu melangkah ke kamar Jida Lintang.

TOK. TOK. TOK.

Lisa mengetuk pintu, lalu terdengar jika ia di suruh masuk oleh si pemilik kamar.

''Jida.''

''Kemarilah, Nak.''

''Ada apa Jida?'' Tanya Lisa yang sudah duduk di samping Jida Lintang.

''Mau mengajarimu agar si sableng itu jatuh cinta padamu.''

Lisa mengejutkan keningnya.

''Caranya?''

Jida Lintang menyunggingkan sudut bibirnya dengan kedua alis naik turun, sepertinya Jida Lintang mempunyai cara yang bom bastis untuk meruntuhkan pertahanan Guntur.

''Ayo, ikut Jida.''

''Ikut saja.''

...🌷🌷🌷...

...LIKE.KOMEN.VOTE....

Terpopuler

Comments

Upie Yuraidah

Upie Yuraidah

semangat trz belajar'y Lisa, bwt naklukin tuh c'geledek titisan unta....

2022-12-25

0

Meilie Yin Yi Paramitha

Meilie Yin Yi Paramitha

nyosor sekali ntar ketagihan terus 😄😄

2022-12-25

2

Hanimah

Hanimah

Nah loh, mau di bawa ke mana si Lisa.

2022-12-25

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Aturan pernikahan.
2 Bab 2 : Hari yang lelah.
3 Bab 3 : Kenapa harus aku.
4 Bab 4 : Pergi ke rumah mertua.
5 Bab 5 : Menyuruh Guntur tinggal di UEA
6 Bab 6 : Membatin.
7 Bab 7 : Pengaruh alkohol.
8 Bab 8 : Sedikit getaran.
9 Bab 9 : Suami VS Pacar.
10 Bab 10 : Meninggalkan Indonesia.
11 Bab 11 : Ejekan adik ipar.
12 Bab 12 : Tawaran dari Jida Lintang.
13 Bab 13 : Bayi besar.
14 Bab 14 : Tonton ini sampai kau mahir.
15 Bab 15 : Mungkin Gensi.
16 Bab 16 : Ancaman untuk Mulan.
17 Bab 17 : Apa yang akan dia lakukan padaku.
18 Bab 18 : Sedikit berubah.
19 Bab 19 : Titisan nabi Yusuf.
20 Bab 21 : Apa dia mulai gila?
21 Bab 22 : Kedatangan Vano.
22 Bab 23 : Sakit.
23 VISUAL
24 Bab 24 : Lisa.
25 Bab 25 : Hari pertama kembali sekolah.
26 Bab 26 : Mulai ...
27 Bab 27 : Modus berujung ....
28 Bab 28 : Terong keturunan arab.
29 Bab 29 : Indah ternyata.
30 Bab 30 : Bermanja.
31 Bab 31 : Kebun binatang.
32 Bab 32 : Oh ...
33 Bab 33 : Idih ... cemburu.
34 Bab 34 : Aktif sekolah.
35 Bab 35 : Drama si Lilis.
36 Bab 36 : Istriku masih suci.
37 Bab 37 : Takut dengan sikap baik mu.
38 Bab 38 : Korea.
39 Bab 39 : Memastikan hati.
40 Bab 40 : Tidak memiliki rasa lagi.
41 Bab 41 : Si Lilis cuci mata.
42 Bab 42 : Menghapus jejak mu.
43 Bab 43 : Awas kau ya!
44 Bab 44 : Pete, wangi wangi surga.
45 Bab 45 : Membeli beberapa hektar tanah.
46 Bab 46 : Di tolak dan mendadak pingsan.
47 Bab 47 : Berkelakuan aneh.
48 Bab 48 : Berkelakuan aneh part 2.
49 Bab 49 : Yang benar saja!
50 Bab 50 : Siapa yang hamilin kamu?
51 Bab 51 : Kehamilan.
52 Bab 52 : Kebahagiaan semua orang.
53 Bab 53 : Kebahagiaan yang tidak terkira.
54 Sebuah tamparan.
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Bab 1 : Aturan pernikahan.
2
Bab 2 : Hari yang lelah.
3
Bab 3 : Kenapa harus aku.
4
Bab 4 : Pergi ke rumah mertua.
5
Bab 5 : Menyuruh Guntur tinggal di UEA
6
Bab 6 : Membatin.
7
Bab 7 : Pengaruh alkohol.
8
Bab 8 : Sedikit getaran.
9
Bab 9 : Suami VS Pacar.
10
Bab 10 : Meninggalkan Indonesia.
11
Bab 11 : Ejekan adik ipar.
12
Bab 12 : Tawaran dari Jida Lintang.
13
Bab 13 : Bayi besar.
14
Bab 14 : Tonton ini sampai kau mahir.
15
Bab 15 : Mungkin Gensi.
16
Bab 16 : Ancaman untuk Mulan.
17
Bab 17 : Apa yang akan dia lakukan padaku.
18
Bab 18 : Sedikit berubah.
19
Bab 19 : Titisan nabi Yusuf.
20
Bab 21 : Apa dia mulai gila?
21
Bab 22 : Kedatangan Vano.
22
Bab 23 : Sakit.
23
VISUAL
24
Bab 24 : Lisa.
25
Bab 25 : Hari pertama kembali sekolah.
26
Bab 26 : Mulai ...
27
Bab 27 : Modus berujung ....
28
Bab 28 : Terong keturunan arab.
29
Bab 29 : Indah ternyata.
30
Bab 30 : Bermanja.
31
Bab 31 : Kebun binatang.
32
Bab 32 : Oh ...
33
Bab 33 : Idih ... cemburu.
34
Bab 34 : Aktif sekolah.
35
Bab 35 : Drama si Lilis.
36
Bab 36 : Istriku masih suci.
37
Bab 37 : Takut dengan sikap baik mu.
38
Bab 38 : Korea.
39
Bab 39 : Memastikan hati.
40
Bab 40 : Tidak memiliki rasa lagi.
41
Bab 41 : Si Lilis cuci mata.
42
Bab 42 : Menghapus jejak mu.
43
Bab 43 : Awas kau ya!
44
Bab 44 : Pete, wangi wangi surga.
45
Bab 45 : Membeli beberapa hektar tanah.
46
Bab 46 : Di tolak dan mendadak pingsan.
47
Bab 47 : Berkelakuan aneh.
48
Bab 48 : Berkelakuan aneh part 2.
49
Bab 49 : Yang benar saja!
50
Bab 50 : Siapa yang hamilin kamu?
51
Bab 51 : Kehamilan.
52
Bab 52 : Kebahagiaan semua orang.
53
Bab 53 : Kebahagiaan yang tidak terkira.
54
Sebuah tamparan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!