Ke esokan paginya ... Lisa sudah terbangun dan sudah berdandan cantik namun natural. Kali ini ia bertekad akan membuat Guntur menyukainya, walau itu sangat mustahil ... tapi Lisa tidak bisa mengabaikan tawaran yang menggiurkan bagi kehidupan Orangtuanya.
Lisa melihat dirinya sendiri di cermin, memutar tubuh nya untuk melihat jika penampilan sudah oke atau belum.
''Baiklah, Lisa ... semangat untuk kebahagiaan keluarga mu.''
Lisa menyemangati dirinya sendiri, lalu melangkah untuk membangunkan suaminya.
''Tuan ... bangun, ini sudah siang.'' Lisa menoel bahu Guntur, namun sang mpu tidak kunjung bangun.
Lisa berjongkok, lalu berbisik dekat telinga Guntur. ''Tuan.''
''Hm ...''
''Bungun, udah siang Tuan.''
''Ya.''
Guntur bangun dan membuka kedua matanya, pandangan pertama kali ketika matanya terbuka. Yaitu melihat kedua mata Lisa yang nampak bulat dan cantik, dengan senyuman manis terukir di bibir kecilnya.
Deg.
...Deg....
Deg.
''Ish ... jangan menatapku! Mengganggu hariku saja.'' Cetus Guntur, berguling ke kanan dan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut.
Entah mengapa jantungnya bisa berdetak hanya melihat kedua bola mata Lisa. Padahal Guntur sangat yakin jika bola mata Ziell jauh lebih indah dan cantik di bandingkan milik Lisa.
''Tuan, jangan tidur lagi ... nanti anda bisa telat masuk kantor.'' Lisa memberanikan diri untuk mengambil selimut Guntur.
''Berani sekali kamu!'' Sentak Guntur masih menyelimuti dirinya sendiri.
''Isssh ... Nanti anda menyalahkan aku lagi, saya capek Tuan. Lebih baik anda bangun dan bergegas mandi, nanti air hangatnya keburu dingin.''
Lisa merebut selimut yang menutupi Guntur dan memeluknya, namun sayangnya selimut yang dia peluk sangat berat dan besar. Hingga tubuh kecil Lisa tidak seimbang dan ...
BRUUGGHH.
Lisa jatuh tepat di atas tubuh Guntur yang akan bangun dari ranjang, hingga keduanya saling menatap satu sama lain tanpa jarak. Bahkan nafas Lisa yang hangat menerpa bibir Guntur.
Keduanya lama saling pandang dengan pikiran entah kemana, sementara Guntur langsung menarik tengkuk Lisa hingga bibir mereka saling menempel.
Lisa melotot, sedangkan Guntur langsung melum at bibir ranum berwarna pink cerry yang sejak tadi terus berkicau mengganggu tidurnya.
Lisa ingin memberontak tapi ia teringat dengan rencananya, mungkin dengan awal mereka seperti ini ... si Tuan Arrogant titisan unta ini akan membuka hati untuknya.
Karna Lisa sudah menanyakan pada mbah Google, bagaimana cara meluluhkan pria Arrogant agar bertekuk lutut padanya. Dan sesuai yang ia pikirkan, bahwa sentuhan akan membuat lawan jenis menyukainya.
''Nafas, Bodoh! Kau ingin mati.'' Guntur melepaskan tautan mereka.
Lisa langsung menghirup udara sedalam dalamnya, ''Maaf Tuan. Aku tidak pernah melakukan nya, jadi aku tidak tau.'' Lisa berkata jujur.
''Cih, pantas saja kau diam seperti patung.''
''Maaf, Tuan.''
''Jadi, mau sampai kapan kau berada di atas tubuhku?''
''Eh, Iya.'' Lisa langsung berdiri dan membenarkan penampilannya, sedangkan Guntur bergegas masuk ke kamar mandi. Karna adik kecilnya bangun secara tiba-tiba.
¤¤¤¤¤
Setelah beberapa menit, Guntur keluar dari kamar mandi. Terlihat Lisa sudah menunggu dirinya untuk memakaikan baju.
PLUK.
Guntur dengan sengaja melemparkan handuknya tepat di wajah Lisa, membuat Lisa menggerutu dalam hati.
''Kau jauh lebih patuh hari ini.''
''Aku tidak mau kena marah lagi, Tuan.''
''Baguslah, cepat pakaian aku baju. Kenapa kau mengajakku ngobrol.''
"Apa! Siapa yang mengajak mu ngobrol." Gumam Lisa, dalam hati.
Lisa berjongkok untuk memakaikan celana, sungguh. Guntur seperti anak kecil yang harus di perhatikan dengan extra, bahkan melebihi anak anak batita.
Sedangkan Guntur hanya menatap Lisa tanpa melihat arah lain, yang mana Lisa memakaikan pakaian untuknya dari celana hingga jas dengan sangat telaten.
''Butuh berapa lama memakaikan ku dasi?''
''Sebentar Tuan, aku lupa caranya.'' Lisa fokus memakaikan dasi, sedangkan tangan si bengek Guntur perlahan meraba sesuatu yang kenyal milik Lisa.
Lisa mendongkak. ''Tuan, tangan anda.''
''Kenapa dengan tanganku? hmmm ...''
"Si sableng titisan unta ini tengil sekali, sudah tau kau mere mas bokongku! Dan kau malah bertanya."
''Selesai, Tuan.''
''Ih, memakaikan dasi saja lama! Bilang saja jika kau suka aku belai.''
"Pede sekali anda!"
Ingin sekali Lisa mencekik Guntur dengan dasi yang sedang dia pakai. Pria Arrogant ini benar-benar membuat kesabaran nya menghilang.
''Lilis ... cepatlah! Aku ingin sarapan.''
Lisa memutar matanya dengan malas, lalu mengekori Guntur dari belakang.
''Dasar bayi!''
¤
¤
¤
¤
Lisa berdiri melihat Guntur yang masuk kedalam mobil mewahnya, lalu kembali masuk setelah mobil itu pergi.
''Akhirnya bayi besar itu pergi!'' Gerutu Lisa, berjalan ke dalam rumah.
''Nona Lisa.'' Panggil Rumi, kepala pelayan.
''Ya.''
''Nyonya besar memanggil anda ke kamarnya.''
''Baik, aku akan ke sana.'' Lisa tidak jadi masuk kedalam kamarnya, ia langsung melangkah ke kamar Jida Lintang. Namun ia tidak sengaja berpapasan dengan adik iparnya yang akan berangkat sekolah.
''Lisa.''
''Iya.''
''Sekali lagi, maaf soal kemarin. Bukan maksud aku menghina mu.'' Gabriel terlihat menyesal.
Lisa tersenyum, ''Nggak apa-apa kok, santai aja.''
Gabriel tersenyum. ''Makasih yaaa ... kalau begitu, aku pergi sekolah dulu.'' Gabriel melambaikan tangan nya lalu pergi.
Lisa melihat kepergian adik iparnya, ia merasa sedih karna tidak bisa melanjutkan pendidikan dan cita-cita nya.
"Tidak apa apa nggak ngelanjutin sekolah, yang penting keluarga ku bisa hidup damai dengan perut kenyang tanpa kehujanan." Gumam Lisa, lalu melangkah ke kamar Jida Lintang.
TOK. TOK. TOK.
Lisa mengetuk pintu, lalu terdengar jika ia di suruh masuk oleh si pemilik kamar.
''Jida.''
''Kemarilah, Nak.''
''Ada apa Jida?'' Tanya Lisa yang sudah duduk di samping Jida Lintang.
''Mau mengajarimu agar si sableng itu jatuh cinta padamu.''
Lisa mengejutkan keningnya.
''Caranya?''
Jida Lintang menyunggingkan sudut bibirnya dengan kedua alis naik turun, sepertinya Jida Lintang mempunyai cara yang bom bastis untuk meruntuhkan pertahanan Guntur.
''Ayo, ikut Jida.''
''Ikut saja.''
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Upie Yuraidah
semangat trz belajar'y Lisa, bwt naklukin tuh c'geledek titisan unta....
2022-12-25
0
Meilie Yin Yi Paramitha
nyosor sekali ntar ketagihan terus 😄😄
2022-12-25
2
Hanimah
Nah loh, mau di bawa ke mana si Lisa.
2022-12-25
3