Hari berlalu•
Kini Lisa dan Guntur sudah bersiap untuk pergi meninggalkan Indonesia dan menetap di Dubai. Walau merasa berat bagi Lisa mau pun Guntur, tapi mereka berdua tidak memiliki pilihan selain mengikuti perkataan Mom Kaleea.
''Hati-hati di jalan. Nak.'' Mom Kaleea memeluk anak sulungnya, lalu bergantian memeluk menantunya. ''Tolong jaga Guntur.''
''Baik, Mom.''
Ada rasa kekecewaan dalam hati Guntur, karna Ziell tidak datang menemui dirinya untuk terakhir kali. Membuat Guntur bertanya dalam hatinya sendiri, apakah benar Ziell sudah melupakan dirinya dan sudah tidak mencintainya lagi?
Guntur bergegas masuk kedalam mobil, begitu pun Lisa yang langsung mengikuti Guntur. Mom Kaleea melambaikan tangannya saat mobil yang membawa anaknya pergi.
"Satu masalah sudah terselesaikan. Semoga saja Guntur bisa membuka hati untuk istrinya, dan melupakan Ziell yang sudah hidup bahagia." Gumam Mom Kaleea dalam hati, memanjatkan do'a terbaik untuk anaknya.
...¤¤¤¤¤...
Tidak membutuhkan waktu yang lama ... mobil yang membawa Guntur ke bandara akhirnya sampai. Guntur keluar dengan santai, sedangkan Lisa kerepotan dengan dua koper dan satu tas yang ada di bahunya.
''Cepatlah, dasar lelet!'' bentak Guntur, pada Lisa di belakang sana.
"Jika kau merasa aku lelet, kenapa tidak membantuku! Dasar Tuan Arrogant titisan unta."
Guntur dengan cepat naik kedalam pesawat pribadi keluarga Arrashid, yang mana membuat Lisa heran memandang pesawat besar di depannya.
''Eh, kenapa tidak ada orang.'' Lisa celingak-celinguk.
''Nona, kopernya.'' Seseorang meminta koper yang di bawa Lisa.
''Oh, iya ... ini.'' Lisa memberikan barang-barangnya untuk di masukan kedalam garasi pesawat.
Lisa dengan ragu naik tangga pesawat, yang di sambut oleh pramugari cantik yang mempersilahkan dirinya masuk sambil tersenyum.
''Ah, iya.'' Lisa masuk kedalam pesawat, lalu terperangah melihat betapa mewahnya pesawat yang sedang ia pijak. Ia pun melihat Guntur yang sudah duduk rapih melihat ke arah jendela.
Perlahan Lisa duduk di depan Guntur, yang mana membuat Guntur langsung menoleh dan menatap Lisa tajam. ''Dasar kampungan! Kamu baru naik pesawat.''
"Iya ... aku memang baru menaiki pesawat pribadi, tidak heran jika aku kampungan." Jawab Lisa dalam hati.
Tidak lama Pesawat pun lepas landas, membawa sejuta cerita yang akan mereka lalui ... di mana antara manis dan pahitnya rumah tangga akan mereka hadapi.
Meninggalkan masalalu yang pahit, dan memupuk mahligai masa depan dengan orang yang tidak mencintai satu sama lain. Akan'kah kedua orang yang saling benci bisa mencintai satu sama lain, akan'kah hati Guntur akan lepas dari belegu dendamnya pada Mulan ... yang tidak lain adalah Kakak kandung Lisa.
Ck, cinta itu tidak memiliki Tuan. Cinta itu bisa hadir kapan dan di mana saja ... Bahkan cinta bisa hadir saat pandangan pertama, dan cinta pula bisa hadir setelah ada ikatan pernikahan.
Jangan terlalu benci terhadap seseorang, karna benci dan cinta hanya setipis tissue yang dengan gampangnya bisa terbalik.
¤
¤
¤
¤
¤
¤
Delapan jam, lebih enam menit. Itu rata-rata penerbangan dari Indonesia ke Dubai. Kini pesawat pribadi milik keluarga Arrashid mendarat dengan selamat di Bandar Udara Internasional Dubai.
Guntur keluar dari pesawat, berdiri di atas anak tangga untuk melihat pemandangan di sekitar. lalu Guntur turun ketika melihat ada bawahannya yang menjemput.
''Selamat datang kembali, Tuan muda.''
''Hm ...''
Guntur masuk kedalam mobil, sementara Lisa yang baru saja keluar dari pesawat merasakan gerah yang luar biasa ketika keluar dari dari dalam pesawat.
Lisa merasakan tidak ada oksigen di luar sini, yang mana membuat separuh bajunya Lisa langsung penuh dengan keringat.
''Hei, Bodoh! Cepat masuk.'' Bentak Guntur, dari dalam mobil.
''Eh, iya Tuan.''
Lisa langsung berlari dan masuk kedalam mobil. Kali ini mereka duduk bersebelahan di kursi belakang.
''Dengar! Jangan panggil aku Tuan di depan Nenek dan Kakek ku.''
''Kenapa, Tuan?''
''Apa kau ingin aku di ceramahi satu hari satu malam oleh Nenekku, Hah! Jangan banyak bertanya. Cukup kau dengar dan lakukan saja perintah dariku.''
''Ba-baik. Tuan.'' Jawab Lisa.
Lisa tidak tau, apakah ini akhir dari semua ... atau awal dari nasib buruknya menikah dengan pria yang tidak mencintainya. Apa lagi Lisa tau betul, jika dirinya hanya menjadi pelampiasan dendam karna hutang pribadi Kakak nya dan Hutang sang Ayah yang sudah menipu Guntur miliaran rupiah.
Dalam hati Lisa ... Tidak apa-apa dia berkorban demi keluarganya, yang terpenting Ibu dan bapaknya tidak di penjara. Dan sang Kakak yang dia sayangi tidak harus merasakan hal yang dia rasakan sekarang.
¤
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya mobil mewah masuk kedalam Mansion besar dan luas. Bahkan terlihat jelas pintu gerbangnya bertuliskan Arrashid, yang mana keluarga Arrashid adalah keluarga konglomerat di Dubai.
Kakek Guntur yang bernama Omar Arrashid bin Abdullah adalah pengusaha paling sukses di negara UAE. Ia memiliki kekayaan mencapai US$4,8 Miliar atau setara , Rp 69,45 Triliun rupiah bahkan lebih.
Dia adalah pendiri MARSRUQBANK dan pendiri perusahaan REAL ESTATE DOMAX PROPERTIES. Bahkan beberapa perusahaan cabang lainnya, keluarga Arrashid miliki.
Dan kini semua kekayaan itu di turunkan untuk Guntur, karna sang Kakek ingin pengsiun dan menghabiskan waktu berdua dengan istri tercintanya yang bernama Lintang Gemini. Yang masih keturunan Indonesia.
(Yang belum baca karya Omar. Kakeknya Guntur, bisa kalian baca di karya Married with Baba)
Lisa semakin terperangah melihat pintu gerbang dan rumah sangat berjauhan. Bahkan Lisa melihat rumah di depan sana sangat mewah bak istana, yang membuat mulut Lisa menganga tidak percaya.
"I-ini ... ini beneran rumah? aku nggak lagi mimpi 'kan."
Entah suatu keberuntungan bagi Lisa, atau sebuah kesialan bagi Lisa karna sudah masuk kedalam keluarga konglomerat yang pastinya kasta mereka berbeda jauh.
''TURUN! Hobi banget kamu ngelamun.'' Lagi dan lagi Guntur membentak Lisa yang tengah melamun.
Lisa pun turun dan berlari kecil menyusul Guntur. Terlihat di sana sudah ada dua orang yang menyambut kedatangan mereka.
''Kayf hal ahfadi, kayf haluk''
(Apakabar cucu laki-laki ku, apa kabar)
Jadu (Kakek) Omar memeluk cucu pertama laki-lakinya dengan rindu, karna mereka sudah lama tidak bertemu.
"Bikhayr, Jadu. Kayf sihatuk?"
(Baik, Kakek. Bagaimana kesehatan mu)
"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja."
Guntur bergantian dengan Jida (Nenek) Lintang dan memeluknya. Menanyakan kabar dan melepas rindu.
"Mana Cucu menantuku?"
Guntur menoleh kebelakang, di mana Lisa berada di balik punggung Guntur. "Tuh."
Lisa tersenyum kikuk, lalu dengan sopan menyalami Jadu Omar dan Jida Lintang.
Tidak pernah Lisa sangka, jika dia akan di sambut dengan hangat oleh Nenek Lintang. Bahkan sangat terlihat jika Nenek Lintang bahagia kedatangan Lisa.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Miracle Tree
ku kasih vote biar semangat kak🥰
2023-01-11
0
Ami batam
waduhh tajir melintir keluarganya guntur, sultan banget ☺
2022-12-23
2
Ami batam
mom kaleea nggk tahu saja, dg ikut perginya lisa ke Dubai dg guntur awal penderitaan lisa di mulai, dan krn jauh di negeri otomatis penderitaan ny akan panjang krn nggk ada yg akan menolong lisa
2022-12-23
1