Ke esokan paginya ... sepasang suami istri keluar dari kamar mereka, di mana ada dua perbedaan yang kontras terlihat sangat jelas. Guntur menyunggingkan bibirnya dengan wajah fres dan segar, sedangkan Lisa di belakangnya terlihat murung sambil memonyongkan bibirnya.
"Lihatlah wajah menyebalkan nya itu! Senang sekali dia.'' Gerutu Lisa dalam hati, lalu dia teringat dengan kejadian semalam ... di mana dia harus memakan satu bungkus lolipop yang besar dan harus habis malam itu juga.
Jika dia tau pengganti hukuman nya adalah memakan lolipop yang tidak dia suka. Lebih baik dia menyapu dan pingsan kepanasan di luar di bandingkan harus memakan lolipop dengan rasa nano nano.
Sebenarnya Guntur meminta martabak berlapis susu kental manis miliknya, namun Lisa dengan cerdik beralasan jika Martabak nya kali ini sedang berselai strawberry. Membuat Lisa menghela nafas karna Guntur tidak jadi meminta martabak nya.
''Ada apa dengan wajah mu?'' Tanya Guntur, saat mereka sudah duduk di meja makan.
''Tidak ada Hubby ... Huuaacckk, cuih. Tidak ada apa apa.'' Lisa senyum, namun dalam hati dia menggerutu.
Guntur yang sedang mood senang, ia menauh makanan di atas piring Lisa dan menyuruh Lisa memakan semuanya.
''Makanlah, aku tidak mau kau kurus kering tidak memiliki daging.'' Ucap Guntur, seakan dia lupa dengan ancaman nya pada Mulan. Bahwa dia akan menyiksa Lisa sampai tidak memiliki daging.
''Terima kasih, Hubby.'' Lisa mulai memakan makanan itu, lalu sesekali dia melirik Guntur.
Lisa berpikir akan lebih mudah meluluhkan hati Guntur ketika moodnya senang. Lisa pun menyunggingkan bibirnya ketika ia memiliki cara yang jitu.
''Hubby, apa kamu mau aku suapi?''
Guntur diam memandang wajah cantik Lisa, laku mengangguk. ''Boleh jika kau memaksa.''
"Idih, si najis. Aku bukan memaksa, tapi terpaksa."
Lisa menyendokan nasi dan dengan telaten menyuapi bayi besar yang butuh perhatian. Dan entah kenapa perlakuan Lisa yang menyuapi Guntur membuat hati sang empu menghangat.
''Apa kamu ingin melanjutkan sekolah mu?'' Tanya Guntur membuat Lisa diam memandang netra kedua mata Guntur.
Lisa tidak percaya jika Guntur akan bertanya seperti itu. ''Apa boleh?'' Tanya Lisa dengan perlahan.
Guntur bedehem, ''Tentu saja ... asalkan kau mau menurut padaku dan semua keinginanku, maka aku tidak akan segan mengabulkan semua permintaan mu.''
Lisa langsung berlari dan menghambur memeluk Guntur.
Muaach.
...Muaach....
Muaach.
Lisa dengan berani mencium pipi Guntur, ia akan melakukan apapun yang Guntur mau asalkan dia bisa bersekolah kembali. ''Aku akan melakukan nya. Aku akan melakukan apapun yang kau mau, tapi bener yaa ... aku sekolah lagi?'' Tanya Lisa memastikan.
''Tentu saja.''
Tanpa di sadari, jika Lisa duduk di pangkuan Guntur. Begitu pun Guntur yang menahan pinggang Lisa dengan satu tanganya. Keduanya semakin intim di sela konflik batin yang mereka rasakan.
Bahkan mungkin mereka sudah memiliki rasa untuk masing-masing, namun terhalang oleh tembok yang tinggi yang mana mereka tidak akan pernah menyadarinya. Karna gengsi dan ego mereka masih tinggi dan emosional.
''Aahhh, terima kasih Hubby ... kau baik sekali, ternyata aku salah menilai mu.'' Lisa keceplosan.
Guntur yang mood senang kini cemberut. ''Jadi selama ini, kau menilaiku seperti apa?'' Tanya Guntur, memincingkan kedua matanya.
Lisa yang menyadari kesalahannya, langsung memeluk Guntur. ''Jangan salah paham, aku pikir suamiku ini tidak perduli dengan pendidikan ku.''
Guntur mengerlingkan keduanya matanya, namun entah mengapa dia tidak marah kali ini. ''Baiklah, asisten ku akan mengurus sekolahmu.''
''Rumi!'' Panggil Guntur.
''Ya, Tuan.''
''Hari ini temani Lisa untuk berbelanja, dan belikan dia ponsel.''
Mata Lisa berbinar ketika mendengar belanja den membeli ponsel.
Lisa langsung mood merayu. ''Makasih Hubby ...'' Ucap Lisa, sambil memainkan kancing kemeja Guntur.
"Tidak sia sia aku membaca beberapa novel di ruang baca. Ternyata ada manfaatnya di bandingkan nonton ombak berdayung." Gumam Lisa dalam hati.
''Baiklah, aku akan bekerja. Sampai kapan kau akan duduk di pangkuan ku.''
''He he he ... Pangkuan mu begitu nyaman, aku suka.'' Lisa malah memeluk Guntur dengan sensual, membuat Guntur menggertakkan giginya.
''Jika kau bersikap seperti ini, maka aku akan mengurungmu di kamar seharian tanpa bisa berjalan!''
Lisa langsung berdiri, ''Hubby, jangan menakuti ku ... 'kan sudah aku bilang jika si Bulan datang.''
''Baiklah, kapan si bulan akan pergi?''
"Tidak tau YangMulia."
''Mungkin sekitar satu minggu.'' Bohong Lisa, membuat Guntur menghela nafasnya.
''Jadi aku harus menunggu satu minggu?''
Lisa mengangguk dengan mimik muka sedih, padahal dalam hati dia berjingkrak senang karna si Tuan Arrogant titisan unta ini bisa dia bodohi.
''Baiklah, aku berangkat kerja.''
Lisa menempel seperti perangko, mengantarkan Guntur sampai di halaman dan masuk kedalam mobil.
Lisa melambaikan tanganya dan tersenyum. ''Ternyata gampang juga buat si Tuan Arrogant titisan unta itu memberikan apa yang aku mau.'' Lisa tersenyum devil.
''Baik Lisa ... ini saat nya kau memanfaatkan kekayaan nya.''
''Yuuuhuuu, shopingggg.''
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Ingat Lisa si kanebo kering itu kurang kasih sayang,jadi kamu harus pandai merayu jya,agar hidup mu senang dan bahagia,😅😅
2023-04-26
2
Qaisaa Nazarudin
Kenapa gak mau Lisa,, Enak lho 🤣🤣🤣🤣
2023-04-26
0
Qaisaa Nazarudin
Wahh ini pasti udah berhasil nyebol gawang nih 🤣🤣😜😜
2023-04-26
0