Bab 17 : Apa yang akan dia lakukan padaku.

Pagi menjelang.

Jida Lintang dan Jadu Omar sudah siap berangkat untuk mengunjungi anak dan cucunya yang berada di Paris, sedangkan Mansion dan perusahaan di serahkan pada sang pewaris.

Siapa lagi kalau bukan Guntur Arrashid Putra Adiwangsa.

''Hati hati di jalan, Jida.'' Ucap Lisa memeluk Nenek mertuanya.

''Titip Mansion, jaga diri baik-baik.'' Jida Lintang membalas pelukan Cucu menantunya. ''Jangan lupa untuk melakukan tugas mu.'' bisik Jida Lintang.

''Baik, Jida.''

Kini Jida Lintang bergantian memeluk Cucu kesayangan nya. ''Jaga sikap dan perilaku mu, Nak. Bagaimana pun Lisa tetap istrimu.''

''Hm ...''

Hanya deheman tanda jawaban dari ucapan sang Nenek.

''Hati hati di jalan.''

Jida dan Jadu pun masuk kedalam mobil, melambaikan tangan mereka untuk terakhir kali. Karna mereka tidak tau sampai kapan mereka akan pulang ke sini lagi.

Terlihat Lisa menghela nafasnya, di rumah ini tidak ada lagi yang membela dirinya. Kini satu satunya orang yang membela dirinya malah pergi ... membuat Lisa sedih dan lesu.

Guntur melihat Lisa yang melamun, memincingkan kedua matanya. Lalu melipat tangannya di dada. ''Kau bersedih?''

Lisa mendongkak 'kan kepalanya.

''Tidak, Tuan.''

"Ya, aku memang sedih ... karna orang yang selalu mebelaku kini pergi. Kini siapa lagi yang akan membela ku."

''Apa kau tau, jika ponselmu aku rusak semalam?'' Tanya Guntur, memastikan sesuatu.

Lisa mengangguk.

"Tentu saja aku tau, kau yang membanting ponsel ku."

''Ya, Tuan. Aku tau.''

''Kau tidak marah untuk itu? padahal aku sudah mencaci maki Kakak mu.''

"Bagaimana aku bisa memarahimu! Sedangkan kau pria yang tidak mau di salahkan."

''Aku tidak berhak. Tuan.''

Guntur mengangguk. ''Jadilah gadis patuh, agar hidupmu bisa selamat. Walau aku membenci dirimu karna kelakuan Kakak mu, tapi aku masih memiliki hati nurani walau sedikit.''

''Ya, Tuan.''

"Ck, hati nurani apa? Kau semalam mengguyurku tanpa belas kasih. Dan sekarang kau berbicara masalah nurani! Dasar konyol."

''Apa kau paham!''

''Akan saya lakukan, Tuan.''

''Kau tau! Kupingku sakit mendengar kau memanggilku, Tuan ... Tuan ... Tuan.''

"Trus aku haus panggil apa? Abang, Kakak, Mas! Idiiiihhh ogah."

''Lantas, aku haus panggil anda apa, Tuan?''

Guntur memandang Lisa dari atas sampai bawah, memasukkan tangannya kedalam saku celana. Membuat Lisa menunduk dan mundur kebelakang saat Guntur maju ke arahnya.

''Tu-Tuan, anda mau apa?'' Tanya Lisa, saat Guntur terus merapatkan tubuhnya dan memegang pinggang kecilnya.

''Sudah aku bilang jangan panggil aku Tuan. Panggil aku Hubby.''

''Hah!''

Lisa yang awalnya menunduk, langsung mendongkak menatap wajah Guntur saat indra pendengaran nya merasa geli saat ia harus memanggil pria Arrogant titisan unta ini dengan sebutan Hubby.

"Apa pria ini sudah gila! Aku nggak sudi."

''Ap-Apa saya nggak salah dengar?'' Tanya Lisa memastikan.

''Kau tidak mau!'' Guntur melotot, sambil mencengkram pinggang Lisa.

''Ahhkk, iyaaa Tuan. Mulai sekarang aku akan memanggil mu, Hubby.'' Lisa terpaksa karna Guntur memaksa.

''Bagus! Sekarang yang harus kau lakukan ... cium aku.'' Guntur menyunggingkan bibirnya.

Entahlah ... kini Guntur mulai memperlihatkan dua sisi kepribadian yang dia miliki. Di mana antara benci dan cinta dia perlihatkan di waktu yang bersamaan, membuat Lisa bingung dengan sikap Guntur yang kadang manja dan kadang menyiksa dirinya tanpa ampun.

''Hah!''

Lagi dan lagi Lisa terkejut, bahkan kali ini telinga Lisa mendadak tuli.

''Tu-khem ... Hubby, apa aku tidak salah dengar.''

''Tidak, memangnya kenapa? Cium aku.''

''Hubby, Ak--''

''Kau menolakku!'' Guntur mulai marah dan melepaskan pelukannya.

''Tidak, Tu-Hubby ... aku tidak menolak. Aku hanya terkejut.'' Lisa memegang tangan Guntur, namun langsung di tepis.

''Rumi ...!'' Teriak Guntur, memanggil kepala pelayan.

''Saya, Tuan Muda.''

''Berikan wanita ini sapu! Biarkan dia membersihkan seluruh pekarangan Mansion dengan bersih! Aku tidak ingin melihat pasir betebaran.''

''Hubby.'' Lisa mencoba untuk membujuk Guntur yang akan menghukum dirinya. Bisa mati dehidrasi jika dia harus membersihkan Mansion di pagi hari, yang mana matahari di Dubai sangatlah trik walau jam menunjukkan masih pukul delapan pagi.

Guntur melangkah untuk masuk kedalam kamar, namun Lisa mengejar dan memeluk pinggang Guntur dari belakang.

''Maafkan aku, aku janji tidak akan menolak apapun yang Tuan mau. Maksudku yang Hubby mau.''

"Sialan! Aku harus menurunkan ego ku."

Guntur menyunggingkan bibirnya, ''Lepaskan.''

''Tidak.'' Lisa semakin mengeratkan pelukannya. ''Aku akan mencium mu.''

''Aku sudah tidak mau! Lepaskan.''

''Aku mohon ... muach, muach, muach.'' Lisa menurunkan egonya dan mencium punggung Guntur beberapa kali.

Si sableng yang memang haus akan sentuhan dan perhatian, yang biasa di bilang love physical touch menyunggingkan bibirnya dengan hati entahlah ... berbunga mungkin.

Lisa yang awalnya memeluk Guntur dari belakang, kini perlahan memeluk Guntur dan menyenderkan kepalanya di dada bidang Guntur.

Tidak perduli harga dirinya jatuh karna memohon, yang jelas dia harus menyelamatkan dirinya sendiri.

''Baiklah, kali ini aku maafkan. Asal ada syaratnya.''

Lisa menatap Guntur yang sedang menyunggingkan bibirnya, terlihat jika si sableng Guntur memiliki niat yang akan membuat Lisa tidak berkutik.

Glek.

Lisa menelan salivanya dengan susah payah. "Apa yang akan dia lakukan padaku."

...🌷🌷🌷🌷...

...LIKE.KOMEN.VOTE ...

Terpopuler

Comments

@Nurjanah

@Nurjanah

😄😄😄😄😄😄

2023-01-11

1

Ditta ◇◇

Ditta ◇◇

pastinya minta enak enak wkwkwk

2023-01-04

0

Ditta ◇◇

Ditta ◇◇

heh eleh, bilang aja minta cium gitu😮‍💨

2023-01-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Aturan pernikahan.
2 Bab 2 : Hari yang lelah.
3 Bab 3 : Kenapa harus aku.
4 Bab 4 : Pergi ke rumah mertua.
5 Bab 5 : Menyuruh Guntur tinggal di UEA
6 Bab 6 : Membatin.
7 Bab 7 : Pengaruh alkohol.
8 Bab 8 : Sedikit getaran.
9 Bab 9 : Suami VS Pacar.
10 Bab 10 : Meninggalkan Indonesia.
11 Bab 11 : Ejekan adik ipar.
12 Bab 12 : Tawaran dari Jida Lintang.
13 Bab 13 : Bayi besar.
14 Bab 14 : Tonton ini sampai kau mahir.
15 Bab 15 : Mungkin Gensi.
16 Bab 16 : Ancaman untuk Mulan.
17 Bab 17 : Apa yang akan dia lakukan padaku.
18 Bab 18 : Sedikit berubah.
19 Bab 19 : Titisan nabi Yusuf.
20 Bab 21 : Apa dia mulai gila?
21 Bab 22 : Kedatangan Vano.
22 Bab 23 : Sakit.
23 VISUAL
24 Bab 24 : Lisa.
25 Bab 25 : Hari pertama kembali sekolah.
26 Bab 26 : Mulai ...
27 Bab 27 : Modus berujung ....
28 Bab 28 : Terong keturunan arab.
29 Bab 29 : Indah ternyata.
30 Bab 30 : Bermanja.
31 Bab 31 : Kebun binatang.
32 Bab 32 : Oh ...
33 Bab 33 : Idih ... cemburu.
34 Bab 34 : Aktif sekolah.
35 Bab 35 : Drama si Lilis.
36 Bab 36 : Istriku masih suci.
37 Bab 37 : Takut dengan sikap baik mu.
38 Bab 38 : Korea.
39 Bab 39 : Memastikan hati.
40 Bab 40 : Tidak memiliki rasa lagi.
41 Bab 41 : Si Lilis cuci mata.
42 Bab 42 : Menghapus jejak mu.
43 Bab 43 : Awas kau ya!
44 Bab 44 : Pete, wangi wangi surga.
45 Bab 45 : Membeli beberapa hektar tanah.
46 Bab 46 : Di tolak dan mendadak pingsan.
47 Bab 47 : Berkelakuan aneh.
48 Bab 48 : Berkelakuan aneh part 2.
49 Bab 49 : Yang benar saja!
50 Bab 50 : Siapa yang hamilin kamu?
51 Bab 51 : Kehamilan.
52 Bab 52 : Kebahagiaan semua orang.
53 Bab 53 : Kebahagiaan yang tidak terkira.
54 Sebuah tamparan.
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Bab 1 : Aturan pernikahan.
2
Bab 2 : Hari yang lelah.
3
Bab 3 : Kenapa harus aku.
4
Bab 4 : Pergi ke rumah mertua.
5
Bab 5 : Menyuruh Guntur tinggal di UEA
6
Bab 6 : Membatin.
7
Bab 7 : Pengaruh alkohol.
8
Bab 8 : Sedikit getaran.
9
Bab 9 : Suami VS Pacar.
10
Bab 10 : Meninggalkan Indonesia.
11
Bab 11 : Ejekan adik ipar.
12
Bab 12 : Tawaran dari Jida Lintang.
13
Bab 13 : Bayi besar.
14
Bab 14 : Tonton ini sampai kau mahir.
15
Bab 15 : Mungkin Gensi.
16
Bab 16 : Ancaman untuk Mulan.
17
Bab 17 : Apa yang akan dia lakukan padaku.
18
Bab 18 : Sedikit berubah.
19
Bab 19 : Titisan nabi Yusuf.
20
Bab 21 : Apa dia mulai gila?
21
Bab 22 : Kedatangan Vano.
22
Bab 23 : Sakit.
23
VISUAL
24
Bab 24 : Lisa.
25
Bab 25 : Hari pertama kembali sekolah.
26
Bab 26 : Mulai ...
27
Bab 27 : Modus berujung ....
28
Bab 28 : Terong keturunan arab.
29
Bab 29 : Indah ternyata.
30
Bab 30 : Bermanja.
31
Bab 31 : Kebun binatang.
32
Bab 32 : Oh ...
33
Bab 33 : Idih ... cemburu.
34
Bab 34 : Aktif sekolah.
35
Bab 35 : Drama si Lilis.
36
Bab 36 : Istriku masih suci.
37
Bab 37 : Takut dengan sikap baik mu.
38
Bab 38 : Korea.
39
Bab 39 : Memastikan hati.
40
Bab 40 : Tidak memiliki rasa lagi.
41
Bab 41 : Si Lilis cuci mata.
42
Bab 42 : Menghapus jejak mu.
43
Bab 43 : Awas kau ya!
44
Bab 44 : Pete, wangi wangi surga.
45
Bab 45 : Membeli beberapa hektar tanah.
46
Bab 46 : Di tolak dan mendadak pingsan.
47
Bab 47 : Berkelakuan aneh.
48
Bab 48 : Berkelakuan aneh part 2.
49
Bab 49 : Yang benar saja!
50
Bab 50 : Siapa yang hamilin kamu?
51
Bab 51 : Kehamilan.
52
Bab 52 : Kebahagiaan semua orang.
53
Bab 53 : Kebahagiaan yang tidak terkira.
54
Sebuah tamparan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!