Bab 2 : Hari yang lelah.

Malam hari ... di mana Lisa sudah menyelesaikan pekerjaan nya, ia segera mematikan semua lampu apartemen dan menggantinya menjadi lampu redup.

Lisa berjalan ke lantai atas sambil membawa air untuk minum, karna si Tuan Arrogant itu sudah mengingatkan dirinya waktu makan malam tadi.

"Jangan lupa bawa air minum! Jangan sampai aku membangunkan tidur mu, karna kau tidak mendengarku."

Setelah sampai di lantai atas, Lisa berdiri di depan pintu kamarnya dan kamar Guntur. Ia menghela nafas panjang dan dan membuangnya secara perlahan.

"Ayo Lisa, semangat."

Setelah menyemangati dirinya sendiri. Lisa mengetuk pintu dan masuk ke dalam, '' Tuan ... apakah aku boleh masuk ke dalam?''

''Masuklah, kenapa kau harus minta izin! Ini 'kan kamar kita berdua.'' ucap Guntur dengan cetus, '' Terkecuali, kau masuk ke dalam kamar pribadiku yang aku larang semalam.''

Lisa masuk ke kamar dan menaruh air itu di nakas. Lalu ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari keringat, karna seharian ini Lisa sangat lelah akibat terlalu lelah berada di dapur.

Situan Arrogant itu menyuruh inilah, menyuruh itulah, dan masih banyak hal lagi yang disuruh untuk menghukum dirinya. Bahkaaann menyuruhnya untuk mencuci baju yang ada di dalam lemari, yang mana baju itu sudah bersih pastinya.

Lima belas menit berlalu, Lisa pun keluar dari kamar mandi menggunakan baju tidur yang sudah rapi dan bersih. dia sebenarnya gugup, karena ini adalah malam di mana dia pertama kali tidur bersama seorang pria. Namun sebisa mungkin ia tekan rasa gugup itu, karna ini sudah menjadi resiko baginya.

Dari tempat Lisa berdiri, ia melihat ranjang lalu melihat sofa. Lisa bingung ingin tidur di mana ... hingga ia memutuskan untuk melangkah ke arah sofa.

''Heh, Kampungan. Kamu mau ngapain tidur di sofa? tidur di sini di sebelahku.'' Guntur menatap tajam.

''Ta-tapi Tuan ... aku 'kan.''

''Kau, membantah lagi?''

''Ti-Tidak Tuan.'' Lisa langsung melompat ke atas ranjang, dan langsung menyelimuti seluruh tubuhnya dengan rapat.

"Semoga si Tuan Arrogant, titisan unta ini tidak melakukan apapun padaku." Gumam Lisa, lalu dengan cepat memejamkan kedua matanya.

''Heh, Lilis!'' Panggil Guntur yang ada di sebelah Lisa.

''Lilis!''

Lisa tidak menghiraukan, dia pura-pura tidur agar Guntur tidak lagi menyuruhnya ini dan itu.

''Ohhh, kau sudah tidur? Bukankah ini menjadi kesempatan bagiku untuk mencicipi tubuhmu?''

Lisa langsung mengibaskan selimutnya dan terbangun menoleh pada Guntur. ''Ada apa Tuan.''

Guntur menyunggingkan bibirnya. ''Pijiti aku.''

''Haaa ... Tuan aku sudah lelah, bisa tidak besok saja.'' Lisa menampilkan raut muka menyedihkan, berharap jika Guntur kasihan padanya.

''Baiklah jika kau tidak mau memijatku, tapi kau harus melakukan sesuatu agar aku bisa tidur.''

''Apa itu?''

''Cicipi lolipop ku agar dia bisa tidur.''

''Hah, lolipop? Tuan suka lolipop.'' tanya Lisa yang masih polos.

''Tidak aku tidak suka lolipop, tapi aku suka Martabak bangka.''

''Lah, trus mana lolipopnya agar aku bisa tidur lebih cepat.'' Lisa mengadahkan tanganya kehadapan Guntur, lalu Guntur menuntun tangan Lisa kebawa selimut untuk memegang lolipop yang dia katakan.

''Ahhh, Tuan ... apa yang kau lakukan!'' Lisa memberontak saat tanganya di paksa Guntur untuk mengelus lolipop nya.''

Sedangkan Guntur tersenyum senang dan bersemangat menjahili Lisa yang tengah memberontak dan menjerit. '’Apa kau menyukainya.’’

''Tuaaannn ... aku akan memijatmu sampai kau tertidur! Asal lepaskan tanganku!'' Teriak Lisa.

Guntur tidak mendengarkan rengekan Lisa, sampai Lisa menangis pun Guntur yang kejam lebih bersemangat untuk menjahili Lisa. bahkan Guntur memaksa Lisa untuk melakukan apa yang belum pernah Lisa lakukan sebelumnya.

Sungguh, menyuruh Lisa untuk mencicipi lolipop di malam hari, membuat Lisa shock berat. Namun ia hanya bisa pasrah sambil memejamkan kedua matanya, karna melawan pun percuma.

Kedua tanganya di kunci hanya dengan satu tangan. Sungguh, ingin sekali Lisa muntah saat lolipop itu berada di dalam mulutnya. Sampai-sampai Lisa mengeluarkan air mata yang tidak bisa ia bendung lagi.

''Arrghhh ...''

Lolipop itu pecah hingga sari di dalamnya meleleh keluar di dalam mulut Lisa, hingga Lisa tidak kuasa menahan mual karna tidak menyukai rasanya.

Lisa langsung berlari ke kamar mandi saat Guntur sudah melepaskan nya, sedangkan sang empu hanya menyunggingkan bibirnya setelah mengerjai Lisa.

HUUEEEKK. HUUEEEKK.

Lisa benar-benar muntah, lalu berkumur kumur untuk menghilangkah rasa lolipop yang tidak enak menurutnya. Lalu melihat dirinya di cermin dan menangis sambil menutup mulutnya dengan rapat.

"Kenapa! Kenapa dia jahat. Hikss ...''

''LISA!'' Panggil Guntur dari luar, membuat Lisa terkejut.

''LISA!''

''I-iyaa.'' Lisa menghapus air matanya dengan cepat, lalu membuka pintu.

''Kau harus terbiasa dengan itu! Ingat, hutang Ayah mu empat miliar padaku! Dan Kakak mu memiliki hutang pribadi yang belum di selesaikan. Apa kau mengerti!''

Lisa mengangguk.

''Kalau begitu cepat tidur!'' Bentak Guntur, yang tidak merasa bersalah telah melakukan pemaksaan pada gadis yang baru berusia delapan belas tahun.

Lisa berjalan sambil menunduk, lalu terbaring dengan hati penuh dengan kekecewaan. Dia ingat bagaimana Guntur datang ke rumahnya dan membuat dua pilihan untuknya.

...¤¤¤¤¤¤...

Flashback On~

Ketika Lisa baru saja pulang sekolah, dia di kejutkan melihat rumahnya ada mobil polisi dan satu mobil yang sangat bagus.

Lisa pun langsung berlari untuk melihat apa yang terjadi. Namun Lisa di kejutkan ketika melihat sang Ibu, yang sedang sakit tengah menahan tubuhnya agar tidak terjatuh.

''Astagfirullah, Ibu.'' Teriak Lisa menahan sang Ibu, ''Ibu baik-baik saja?'' Lisa menuntun sang Ibu agar duduk di kursi, lalu menatap beberapa pria yang tidak dia kenal.

''Siapa kalian! Berani sekali membuat Ibuku sakit.''

Pria itu yang tidak lain adalah Guntur, terlihat mengerutkan keningnya melihat gadis remaja yang ada di hadapan nya. Guntur terlihat memindai gadis remaja itu dari atas sampai bawah lalu menyunggingkan sudut bibirnya.

''Ayahmu memiliki hutang sebesar empat miliar padaku, dan kakak mu memiliki hutang pribadi yang belum selesai.'' Ucap Guntur dengan nada angkuh.

''Nggak! Nggak mungkin, walau bapakku pemain judi dan sering mabuk-mabukan! Tidak mungkin dia bisa menipu dengan jumlah uang sebesar itu.''

''Apanya yang tidak mungkin?'' Guntur tersenyum, lalu melihat kedua anak buahnya, "Bawa Ibu itu dan jebloskan ke dalam penjara bersama suaminya.''

Ucapan Guntur membuat Lisa membelalakan kedua matanya saat sang Ibu hendak di bawa pergi, ''Jangan! Jangan bawa ibuku. Ibuku sedang sakit.'' Lisa memeluk sang ibu yang tengah menangis.

''Aku mohon, jangan bawa ibuku ... bi-biar aku yang akan melunasi hutang bapakku dan Kakak ku, asal Ibuku jangan di masukan ke dalam penjara. Hiks ... Ibuku sedang sakit, aku mohon.''

Lisa memohon pada Guntur dan berlutut, ia tidak tega melihat Ibunya yang sakit-sakitan harus di penjara karna hutang bapaknya.

Guntur menyunggingkan bibirnya karna gadis kecil ini sudah masuk kedalam perangkap nya. ''Baik, karna kamu telah berkata seperti itu, maka sebagai gantinya kau harus menikah denganku.''

Deg.

...🌷🌷🌷...

...LIKE.KOMEN.VOTE...

Terpopuler

Comments

Naura putri nani

Naura putri nani

🤪🤪🤪🤪🤪 sari apa itu wkkkwk

2022-12-23

0

Upie Yuraidah

Upie Yuraidah

si Guntur stress gara2 d'tinggal nikah sm Ziel....

2022-12-19

0

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

🔵◡̈⃝︎☀MENTARY⃟🌻

Makin Seru Yani
Kasihan Nasib Lisa
Perjuangan Ucup Mampir

2022-12-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Aturan pernikahan.
2 Bab 2 : Hari yang lelah.
3 Bab 3 : Kenapa harus aku.
4 Bab 4 : Pergi ke rumah mertua.
5 Bab 5 : Menyuruh Guntur tinggal di UEA
6 Bab 6 : Membatin.
7 Bab 7 : Pengaruh alkohol.
8 Bab 8 : Sedikit getaran.
9 Bab 9 : Suami VS Pacar.
10 Bab 10 : Meninggalkan Indonesia.
11 Bab 11 : Ejekan adik ipar.
12 Bab 12 : Tawaran dari Jida Lintang.
13 Bab 13 : Bayi besar.
14 Bab 14 : Tonton ini sampai kau mahir.
15 Bab 15 : Mungkin Gensi.
16 Bab 16 : Ancaman untuk Mulan.
17 Bab 17 : Apa yang akan dia lakukan padaku.
18 Bab 18 : Sedikit berubah.
19 Bab 19 : Titisan nabi Yusuf.
20 Bab 21 : Apa dia mulai gila?
21 Bab 22 : Kedatangan Vano.
22 Bab 23 : Sakit.
23 VISUAL
24 Bab 24 : Lisa.
25 Bab 25 : Hari pertama kembali sekolah.
26 Bab 26 : Mulai ...
27 Bab 27 : Modus berujung ....
28 Bab 28 : Terong keturunan arab.
29 Bab 29 : Indah ternyata.
30 Bab 30 : Bermanja.
31 Bab 31 : Kebun binatang.
32 Bab 32 : Oh ...
33 Bab 33 : Idih ... cemburu.
34 Bab 34 : Aktif sekolah.
35 Bab 35 : Drama si Lilis.
36 Bab 36 : Istriku masih suci.
37 Bab 37 : Takut dengan sikap baik mu.
38 Bab 38 : Korea.
39 Bab 39 : Memastikan hati.
40 Bab 40 : Tidak memiliki rasa lagi.
41 Bab 41 : Si Lilis cuci mata.
42 Bab 42 : Menghapus jejak mu.
43 Bab 43 : Awas kau ya!
44 Bab 44 : Pete, wangi wangi surga.
45 Bab 45 : Membeli beberapa hektar tanah.
46 Bab 46 : Di tolak dan mendadak pingsan.
47 Bab 47 : Berkelakuan aneh.
48 Bab 48 : Berkelakuan aneh part 2.
49 Bab 49 : Yang benar saja!
50 Bab 50 : Siapa yang hamilin kamu?
51 Bab 51 : Kehamilan.
52 Bab 52 : Kebahagiaan semua orang.
53 Bab 53 : Kebahagiaan yang tidak terkira.
54 Sebuah tamparan.
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Bab 1 : Aturan pernikahan.
2
Bab 2 : Hari yang lelah.
3
Bab 3 : Kenapa harus aku.
4
Bab 4 : Pergi ke rumah mertua.
5
Bab 5 : Menyuruh Guntur tinggal di UEA
6
Bab 6 : Membatin.
7
Bab 7 : Pengaruh alkohol.
8
Bab 8 : Sedikit getaran.
9
Bab 9 : Suami VS Pacar.
10
Bab 10 : Meninggalkan Indonesia.
11
Bab 11 : Ejekan adik ipar.
12
Bab 12 : Tawaran dari Jida Lintang.
13
Bab 13 : Bayi besar.
14
Bab 14 : Tonton ini sampai kau mahir.
15
Bab 15 : Mungkin Gensi.
16
Bab 16 : Ancaman untuk Mulan.
17
Bab 17 : Apa yang akan dia lakukan padaku.
18
Bab 18 : Sedikit berubah.
19
Bab 19 : Titisan nabi Yusuf.
20
Bab 21 : Apa dia mulai gila?
21
Bab 22 : Kedatangan Vano.
22
Bab 23 : Sakit.
23
VISUAL
24
Bab 24 : Lisa.
25
Bab 25 : Hari pertama kembali sekolah.
26
Bab 26 : Mulai ...
27
Bab 27 : Modus berujung ....
28
Bab 28 : Terong keturunan arab.
29
Bab 29 : Indah ternyata.
30
Bab 30 : Bermanja.
31
Bab 31 : Kebun binatang.
32
Bab 32 : Oh ...
33
Bab 33 : Idih ... cemburu.
34
Bab 34 : Aktif sekolah.
35
Bab 35 : Drama si Lilis.
36
Bab 36 : Istriku masih suci.
37
Bab 37 : Takut dengan sikap baik mu.
38
Bab 38 : Korea.
39
Bab 39 : Memastikan hati.
40
Bab 40 : Tidak memiliki rasa lagi.
41
Bab 41 : Si Lilis cuci mata.
42
Bab 42 : Menghapus jejak mu.
43
Bab 43 : Awas kau ya!
44
Bab 44 : Pete, wangi wangi surga.
45
Bab 45 : Membeli beberapa hektar tanah.
46
Bab 46 : Di tolak dan mendadak pingsan.
47
Bab 47 : Berkelakuan aneh.
48
Bab 48 : Berkelakuan aneh part 2.
49
Bab 49 : Yang benar saja!
50
Bab 50 : Siapa yang hamilin kamu?
51
Bab 51 : Kehamilan.
52
Bab 52 : Kebahagiaan semua orang.
53
Bab 53 : Kebahagiaan yang tidak terkira.
54
Sebuah tamparan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!