Bab 9 : Suami VS Pacar.

''Suami mu nggak masuk, Nak?"

''Ish, mana mau orang sombong seperti dia masuk ke rumah kita, Bu.''

''Nak, kamu baik-baik saja?'' tanya sang Ibu, yang merasa khawatir dengan nasib anaknya.

''Baik, kok Bu. Lihat, aku di beri baju dan perhiasan sama mertuaku.'' Lisa memperlihatkan perhiasan yang dia pakai dari Mom Kaleea.

''Alhamdulillah ...''

''Oh, iya Bu. Ini ada sedikit uang buat ibu, awas ketauan Bapak.'' Lisa melihat kanan kiri, takut ada orang yang melihatnya.

''Kamu dapat uang dari mana, Nak?'' tanya sang Ibu.

''Itu, anu ... emm di kasih sama mertua Lisa, Bu.'' Bohong Lisa, padahal tadi malam dia mengambil uang itu dari dompet Guntur. Tidak banyak, Lisa hanya mengambil beberapa lembar uang dolar pecahan seratus dolar sepuluh biji.

''Makasih ya, Nak.''

''Jangan bilang makasih, Bu. justru Lisa yang harus minta maaf karna belum bisa bahagiain Ibu.''

keduanya berpelukan untuk yang terakhir kali, karna Lisa pun tidak tau kapan ia akan bertemu dengan Ibu nya ketika dia tinggal di Dubai.

''Sudah, panggil dulu suami mu untuk istirahat sejenak.''

''Baik, Bu.'' Walau Lisa tau jawaban apa yang akan dia dapat, tapi Lisa tetap melangkah keluar rumah dan menghampiri mobil Guntur.

TOK.

...TOK....

TOK.

Lisa mengetuk kaca mobil, di mana Guntur ada di dalam.

''Ada apa?'' tanya Guntur, saat ia sudah membuka kaca mobilnya.

''Tuan, tidak mau masuk kedalam? beristirahat.''

''Tidak! Cepatlah, waktumu hanya dua puluh menit lagi.'' cetus Guntur.

''Ahh ... iya.'' jawab Lisa dengan patuh, tidak apa hanya bertemu sebentar. Itu sudah cukup melepas rindu bersama Ibunya.

Lisa melangkah untuk masuk ke dalam rumah, namun seseorang memanggil namanya.

''Lis, Lisaa.'' Panggil seseorang dari arah kiri, membuat Lisa menoleh. Termasuk Guntur yang akan menutup kaca mobilnya.

Guntur melihat seorang remaja lelaki berlari ke arah Lisa dengan nafas memburu, membuat Guntur tidak jadi menutup kaca mobilnya.

''Dimas.''

Lisa terkejut melihat kekasihnya, iyaa ... Dimas adalah kekasihnya dan kini ia tidak tau status mereka apa, karna dirinya sudah menikah dengan pria lain.

"Aduh ... kenapa harus ketemu sih sekarang sih."

''Kamu kemana aja, Lis? aku nyari kamu ke rumah selama seminggu nggak ada. Aku tanya sama Ibu mu, tapi Ibu malah ngusir aku.''

Terlihat jelas jika Dimas sangat mengkhawatirkan keadaan Lisa yang tidak mengabarinya selama satu minggu.

''Ak-Aku ... Aku harus jawab apa?"

''Ponsel kamu kemana? Kenapa aku telpon kamu nggak pernah aktif.''

Pertanyaan terus bertubi dari Dimas, yang penasaran kemana selama satu minggu lebih kekasihnya ini menghilang. Sedangkan Lisa tidak bisa menjawab pertanyaan dari Dimas, karna ia sendiri pun bingung harus menjawab apa.

"Maafkan aku yang ingkar janji, Dim." Ucapan itu hanya bisa Lisa ucapkan dari lubuk hatinya yang terdalam.

Sedangkan si titisan unta dari arab menyunggingkan bibirnya, ketika ia tau jika remaja pria di depannya ini adalah pacar dari istrinya.

"Ahh ... sangat menarik jika aku mengacaukan hubungan mereka."

Guntur langsung keluar dengan muka angkuh, menutup pintu mobil hingga Lisa mundur satu langkah. ''Apa kau sudah selesai sayang?'' tanya Guntur menatap Lisa.

Dimas mengerutkan keningnya, saat Lisa pacarnya di panggil sayang oleh pria lain.

''Lisa, siapa dia? Kenapa dia manggil kamu sayang?''

''Di-dia ...''

"Adoohhh mampus aku!"

Guntur melirik Lisa yang tidak bisa menjawab. Guntur pun memperkenalkan dirinya sendiri. ''Aahh ... perkenalkan, namaku Guntur Arrashid Putra Adiwangsa. Suami dari Lisa.''

Deg.

Bukan cuma jantung Dimas yang berdetak, tapi jantung Lisa pun ikut berdetak saat Guntur memperkenalkan dirinya sebagai seorang suami.

"Apa apaan si unta titisan Arab ini." Gerutu Lisa dalam hati.

''Apa! Suami? Haa ha haaaa ... Lis, dia bilang suami mu. Sejak kapan kamu menikah, bahkan umur mu saja baru genap delapan belas tahun.'' Dimas tertawa hingga terpingkal, membuat Guntur menggertakan giginya.

''Jadi kau siapa?'' tanya Guntur, pura-pura tidak tau.

Dimas berhenti tertawa lalu berdehem, memperkenalkan dirinya. ''Aku Dimas Mahendra, kekasih Lisa.''

Lisa sudah berkeringat dingin, entah kenapa dia takut menghadapi Guntur jika nanti mereka pulang ke apartemen.

"Tuhan ... selamatkan aku kali ini."

''Ohhh ... Pantas saja Lisa memilih ku untuk menjadi suaminya, ternyata kau hanya bermodalkan cinta.''

''Apa maksud mu!'' Dimas tersinggung.

Kini giliran Guntur terkekeh menertawakan Dimas. ''Apa kau tidak memiliki cermin di rumah? Pria seperti mu tidak akan pernah bisa membahagiakan wanita hanya karna cinta, karna wanita jaman sekarang butuh uang bukan cinta.''

Guntur melirik Lisa lalu tersenyum jahat. ''Kau pikir Lisa menikah karna apa? Cinta ... ha ha ha Lisa mau menikah denganku hanya karna uang.''

Ucapan Guntur membuat Lisa melotot sempurna, ingin sekali Lisa menjambak rambut Guntur dan membenturkan kepalanya ke dinding. Sungguh, Lisa tidak menyangka jika Guntur akan memfitnah dirinya di depan orang yang dia cintai.

"Dasar si Tuan Arrogant titisan unta! Jelas jelas kamu yang maksa aku untuk menikah sebagai Pelampiasan Dendam mu! Dan sekarang kau malah bilang jika aku menikah dengan mu karna uang."

Lisa hanya bisa menggerutu dalam hati, memejamkan kedua matanya untuk menerima.

''Nggak mungkin, Lisa bukan orang seperti itu.'' Dimas menyangkal, karna dia tau bagaimana Lisa.

''Kau tidak percaya? Tanya saja pada Lisa.''

Kini kedua pria itu menatap Lisa dengan tatapan berbeda, di mana satu tatapan mengancam dan satu tatapan kekecewaan.

''Lis, semua yang di katakan pria ini bohong 'kan? Aku tau sifat mu seperti apa Lis.''

''Ya.'' Jawaban Lisa membuat Dimas tersenyum, namun baru saja tersenyum ... senyuman nya kini memutar dari wajah tampannya saat Lisa berkata.

''Yaa, aku menikah dengannya karna dia banyak uang dan mapan. Sedangkan dirimu hanya anak remaja yang bermodalkan cinta dan motor butut mu.''

Deg.

Dimas bersedih, Guntur tersenyum penuh kemenangan.

''See, sudah mendengar jawaban dari istriku bukan? Kau boleh pergi dari sini.'' Usir Guntur.

"Maafkan aku ... bukan maksud hati membuat mu terluka, Dim. Tapi ini lebih baik."

''Aku kecewa sama kamu, Lis. Aku kecew banget! Aku pikir kamu mau setia berdiri di belakang dan kita akan berjuang bersama. Tapi apa ini? Ha ha ha semoga kalian bahagia.'' Ucap Dimas pergi dengan hati kecewa.

Lisa adalah cinta pertamanya, sudah dua tahun mereka berpacaran. Dan kini Dimas harus merasa kecewa dengan keputusan Lisa yang menikah tanpa sepengetahuan dirinya.

"Mungkin sekarang aku kecewa Lis, asalkan kamu tau ... jika aku akan tetap mencintai mu sampai kapan pun."

Dimas melangkah pergi, sementara Lisa sama kecewa dengan Dimas. Bukan kemauan nya seperti ini. Tapi keadaan yang memaksa dirinya untuk seperti ini.

...🌷🌷🌷...

...LIKE.KOMEN.VOTE ...

Terpopuler

Comments

Mmh Alfatih

Mmh Alfatih

gedeg banget sama si guntur geledek ..semoga aja ada balasan yg menyakitkan buat si guntur Thor ih geleuh pisan ..orang ga bersalah jadi korban .bikin dia jatuh cinta terus cuekin biar nyaho di guntur

2024-07-24

0

Miracle Tree

Miracle Tree

Si Guntur kamprett, udah bikin orang pisah sama pacarnya malah dibikin sakit hati juga. Gak takut kalo Lisa berpaling, ntar ditinggal Bru ngemis²🙄

2023-01-11

3

Berlian Anggrainy 💜

Berlian Anggrainy 💜

titisan singa Afrika kak othor, kalo onta kan baek 🤣🤣🤣

2023-01-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Aturan pernikahan.
2 Bab 2 : Hari yang lelah.
3 Bab 3 : Kenapa harus aku.
4 Bab 4 : Pergi ke rumah mertua.
5 Bab 5 : Menyuruh Guntur tinggal di UEA
6 Bab 6 : Membatin.
7 Bab 7 : Pengaruh alkohol.
8 Bab 8 : Sedikit getaran.
9 Bab 9 : Suami VS Pacar.
10 Bab 10 : Meninggalkan Indonesia.
11 Bab 11 : Ejekan adik ipar.
12 Bab 12 : Tawaran dari Jida Lintang.
13 Bab 13 : Bayi besar.
14 Bab 14 : Tonton ini sampai kau mahir.
15 Bab 15 : Mungkin Gensi.
16 Bab 16 : Ancaman untuk Mulan.
17 Bab 17 : Apa yang akan dia lakukan padaku.
18 Bab 18 : Sedikit berubah.
19 Bab 19 : Titisan nabi Yusuf.
20 Bab 21 : Apa dia mulai gila?
21 Bab 22 : Kedatangan Vano.
22 Bab 23 : Sakit.
23 VISUAL
24 Bab 24 : Lisa.
25 Bab 25 : Hari pertama kembali sekolah.
26 Bab 26 : Mulai ...
27 Bab 27 : Modus berujung ....
28 Bab 28 : Terong keturunan arab.
29 Bab 29 : Indah ternyata.
30 Bab 30 : Bermanja.
31 Bab 31 : Kebun binatang.
32 Bab 32 : Oh ...
33 Bab 33 : Idih ... cemburu.
34 Bab 34 : Aktif sekolah.
35 Bab 35 : Drama si Lilis.
36 Bab 36 : Istriku masih suci.
37 Bab 37 : Takut dengan sikap baik mu.
38 Bab 38 : Korea.
39 Bab 39 : Memastikan hati.
40 Bab 40 : Tidak memiliki rasa lagi.
41 Bab 41 : Si Lilis cuci mata.
42 Bab 42 : Menghapus jejak mu.
43 Bab 43 : Awas kau ya!
44 Bab 44 : Pete, wangi wangi surga.
45 Bab 45 : Membeli beberapa hektar tanah.
46 Bab 46 : Di tolak dan mendadak pingsan.
47 Bab 47 : Berkelakuan aneh.
48 Bab 48 : Berkelakuan aneh part 2.
49 Bab 49 : Yang benar saja!
50 Bab 50 : Siapa yang hamilin kamu?
51 Bab 51 : Kehamilan.
52 Bab 52 : Kebahagiaan semua orang.
53 Bab 53 : Kebahagiaan yang tidak terkira.
54 Sebuah tamparan.
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Bab 1 : Aturan pernikahan.
2
Bab 2 : Hari yang lelah.
3
Bab 3 : Kenapa harus aku.
4
Bab 4 : Pergi ke rumah mertua.
5
Bab 5 : Menyuruh Guntur tinggal di UEA
6
Bab 6 : Membatin.
7
Bab 7 : Pengaruh alkohol.
8
Bab 8 : Sedikit getaran.
9
Bab 9 : Suami VS Pacar.
10
Bab 10 : Meninggalkan Indonesia.
11
Bab 11 : Ejekan adik ipar.
12
Bab 12 : Tawaran dari Jida Lintang.
13
Bab 13 : Bayi besar.
14
Bab 14 : Tonton ini sampai kau mahir.
15
Bab 15 : Mungkin Gensi.
16
Bab 16 : Ancaman untuk Mulan.
17
Bab 17 : Apa yang akan dia lakukan padaku.
18
Bab 18 : Sedikit berubah.
19
Bab 19 : Titisan nabi Yusuf.
20
Bab 21 : Apa dia mulai gila?
21
Bab 22 : Kedatangan Vano.
22
Bab 23 : Sakit.
23
VISUAL
24
Bab 24 : Lisa.
25
Bab 25 : Hari pertama kembali sekolah.
26
Bab 26 : Mulai ...
27
Bab 27 : Modus berujung ....
28
Bab 28 : Terong keturunan arab.
29
Bab 29 : Indah ternyata.
30
Bab 30 : Bermanja.
31
Bab 31 : Kebun binatang.
32
Bab 32 : Oh ...
33
Bab 33 : Idih ... cemburu.
34
Bab 34 : Aktif sekolah.
35
Bab 35 : Drama si Lilis.
36
Bab 36 : Istriku masih suci.
37
Bab 37 : Takut dengan sikap baik mu.
38
Bab 38 : Korea.
39
Bab 39 : Memastikan hati.
40
Bab 40 : Tidak memiliki rasa lagi.
41
Bab 41 : Si Lilis cuci mata.
42
Bab 42 : Menghapus jejak mu.
43
Bab 43 : Awas kau ya!
44
Bab 44 : Pete, wangi wangi surga.
45
Bab 45 : Membeli beberapa hektar tanah.
46
Bab 46 : Di tolak dan mendadak pingsan.
47
Bab 47 : Berkelakuan aneh.
48
Bab 48 : Berkelakuan aneh part 2.
49
Bab 49 : Yang benar saja!
50
Bab 50 : Siapa yang hamilin kamu?
51
Bab 51 : Kehamilan.
52
Bab 52 : Kebahagiaan semua orang.
53
Bab 53 : Kebahagiaan yang tidak terkira.
54
Sebuah tamparan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!