BRAAAK!
Guntur mendorong pintu apartement dengan kasar, matanya merah akibat terlalu banyak meminum alkohol. Kini netra matanya mencari seseorang yang selalu ada di dalam pikirannya.
Guntur berjalan sempoyongan menuju lantai atas, namun langkahnya terhenti ketika melihat seorang wanita tidur pulas di kursi.
Guntur tidak jadi naik ke lantai atas, ia berjalan menuju ke arah Lisa yang sedang tertidur nyenyak. Alkohol membuat Guntur bingung dan mengira jika yang sedang tertidur itu adalah Ziell, cinta yang dulu ia sia-siakan dan sekarang ia menyesal setelah di tinggal nikah oleh Ziell.
Guntur duduk berjongkok dan membelai pipi Lisa dengan lembut, lalu berkata. ''Akhirnya aku bisa melihat mu di sini, menungguku diriku pulang.''
Guntur meracau.
Lisa yang tengah tertidur merasa ada pergerakan hingga kedua matanya terbuka.
''Tuan.'' Lisa terperanjat kaget, dan langsung bangun dari tidurnya.
Bau alkohol sangat menyengat, hingga Lisa mundur untuk menjauh dari Guntur yang kemungkinan tidak sadar jika dia sedang di bawah pengaruh alkohol.
''Tuan, anda bau sekali.'' Lisa menutup hidungnya.
Guntur yang masih berjongkok, langsung berdiri dan memeluk Lisa. ''Ziell, aku sangat merindukanmu.''
Deg.
Hati Lisa sedikit berdenyut nyeri ketika Guntur salah mengenali orang. Bukan karna ia sakit hati, namun Lisa bertanya-tanya ... Apakah suaminya ini sangat mencintai wanita itu, di saat dirinya tidak sadar pun memanggil wanita yang sekarang menjadi tantenya sendiri?
''Begiutu besar cintamu untuknya.'' Gumam Lisa.
Lisa memang tidak mengetahui awal permasalahannya seperti apa, lalu apa hubungan nya dengan Kakanya. Tapi kini dirinya sedikit mengerti, ketika kemarin Guntur mengatakan jika di rumahnya ada orang yang dia cintai.
''Tuan, anda salah orang. Aku Lisa buka Ziell.'' Lisa mencoba mendorong tubuh Guntur yang sedang memeluknya.
Guntur melepaskan pelukannya dan memindai dengan jelas, kini di penglihatannya samar-samar melihat ada tiga orang di depannya. Yang pertama Ziell lalu berubah menjadi orang yang dia benci.
''Mulan!'' Bentak Guntur dengan marah.
Lisa yang terkejut langsung mundur. ''Bukan, aku bukan Mulan. Ahhhkk.''
Guntur mencengkram dagu Lisa dengan kuat, ''Kau! Untuk apa kau ada di apartement ku, Hah! Kau puas sekarang? Puas telah menghancurkan hidupku.''
''Tu-Tuan.''
DHUG!
Lisa di dorong dengan kasar ke lantai, membuat ia meringis sakit.
''Wanita seperti dirimu akan aku beri pelajaran!'' Guntur membuka gespernya, membuat Lisa membelalakan kedua matanya.
''Tu-Tuan, apa yang mau anda lakukan?'' Tanya Lisa, perlahan mundur.
''Mencambukmu, agar kau sadar betapa menjijikkan nya wanita seperti mu, Mulan! Aku sangat membenci mu.''
''Aku bukan Mulan, aku Lisa Tuan.'' Lisa mundur saat Guntur berjalan ke arahnya dengan ikat pinggang yang siap mencambuknya.
"Sial, aku harus memikirkan cara agar selamat."
CETARRR!
''Ahhhkk ...'' Lisa berteriak, namun ia berhasil menghindar dari cambukan yang sangat kuat. ''Ya Tuhan.'' Lisa terkejut, lalu ia merangkak dan berlari ke lantai atas.
''Mau kemana kau Mulan!'' Teriak Guntur, melihat orang yang dia benci berlari. Ia pun menyusul ke lantai atas untuk melampiaskan kekesalan yang ia pendam pada Mulan selama ini.
Namun, setelah memeriksa kesana kemari Guntur tidak menemukan siapa pun. Membuat Guntur berteriak kesal.
BUGH!
Dari arah belakang Lisa memukul tengkuk Guntur dengan kencang, hingga Guntur langsung tidak sadarkan diri. Membuat Lisa menghela nafasnya dengan lega.
''Maaf Tuan, lebih baik aku memukul anda di bandingkan aku kena cambuk oleh mu.'' Ucap Lisa, menaruh kembali benda tumpul yang dia ambil di gudang.
Lisa pun dengan susah payah menggusur tubuh Guntur untuk di baringkan di atas ranjang, ia tidak mau ketika si Tuan Arrogant ini bangun di pagi hari dia masih tergeletak di lantai. Yang mana dirinya pasti di marahi lagi dengan kata-kata kasar dan menghina dirinya.
''Kau berat sekali, Tuan! Uhhh ... bukan hanya tubuh mu yang berat, aku yakin dosa mu menumpuk.'' Ujar Lisa, yang sudah menaruh Guntur di atas ranjang.
Ia ingin pergi, tapi tidak sengaja melihat dompet yang tergeletak di lantai. Lisa mengambilnya dan membuka dompet itu yang ternyata milik Guntur.
''Di dompet pun masih ada poto nya Tante Ziell, ck. kasian sekali anda Tuan.''
Lisa terbelalak ketika minat banyak uang dolar di dompet yang dia pegang, lalu Lisa melirik Guntur yang tidak sadarkan diri.
"Dosa nggak yaa ... ngambil sedikit uang ini? Ummm nggak kali yaa, kan uang suami uang istri. Uang istri ya uang istri."
Lisa mengambil beberapa uang di dalam dompet itu, ia tidak perduli dosa apa tidak. Yang jelas dia butuh uang untuk pegangan dirinya, toh si Tuan Arrogant ini tidak pernah memberinya uang nafkah.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Fitria Trimalasari
dagelan😁😁😁
2023-05-24
0
Alin12_E
🤣🤣🤣🤣🤣
2022-12-23
0
Shani_Niea
🤣🤣🤣🤣👍 ambil yang banyak. kamu berhak uang nya si Guntur bin geledek.
2022-12-22
0