Di kantor, Guntur tengah fokus dengan berkas berkasnya di bantu oleh asisten nya yang bernama Hamud. Namun fokus Guntur kini buyar ketika sekelebat bayangan Lisa yang bersikap maja tadi pagi padanya.
"Apakah sifat aslinya manis seperti itu? atau dia hanya pura-pura. Sebegitu senangkah dia kembali sekolah? hingga dia refleks memeluk dan mencium ku."
Lalu ingatan Guntur kembali ke kejadian semalam, di mana Lisa sudah begitu mahir memanjakan dirinya ... walau ia tau Lisa terpaksa melakukannya karna dia mengancam.
Guntur pun melirik asisten Hamud dan berdehem.
Khem.
''Tuan, anda ingin minum?''
''Tidak, ummm ... Hamud, apa kau bisa rekomendasikan sekolah yang bagus.''
Asisten Hamud diam sejenak. ''Apa anda ingin sekolah lagi, Tuan.''
''Kau pikir di umurku yang akan masuk dua puluh delapan tahun masih pantas sekolah!''
''Lantas untuk siapa?''
''Umm ... khem! Is-istriku.'' Jawab Guntur dengan canggung, karna ini kali pertama Guntur mengatakan jika Lisa adalah istrinya.
''Apa istri anda ingin melanjutkan kuliahnya?''
''Tidak, dia bahkan belum lulus Sma.''
''Jadi anda menikahi anak di bawah umur.'' Asisten Hamud terkejut.
''Tidak! Dia sudah umur delapan belas tahun, meybe. Aku ingin dia sekolah kembali dan kau harus segera mengerusnya.''
''Baik, Tuan.'' Jawab Hamud dengan patuh.
''Lalu, kenapa kau masih tetap di sini?''
''Sekarang, Tuan?''
''Tahun depan! Ya sekarang ... sana.''
Asisten Hamud berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan. Tak lama Asisten Hamud pergi, seorang wanita cantik menetuk pintu dan Guntur menyuruhnya masuk.
''Tuan, ada berkas yang harus anda tanda tangani.''
''Taruh di situ.''
"Kenapa sikapnya dengin. Kemarin kemarin dia menatapku sambil tersenyum. Apa Bos sedang jual mahal yaa?"
"Tuan ... berkas ini haus anda tanda tangani sekarang." Ucap nya dengan mendayu dayu, dan itu membuat Guntur langsung menoleh padanya..
Wanita itu tersenyum sambil menunduk, malu malu akan tatapan tajam Guntur yang seakan menginginkan dirinya.
Guntur mengambil berkas itu dan langsung menandatangani berkasnya. ''Ambilah, dan pergi dari sini.''
Gadis itu mengangguk. ''Terima kasih, Tuan.''
''Dan yaa, jangan berbicara dengan nada seperti itu! Membuat ku jijik.''
''Tuan ...''
''Nyah dari sini, atau aku pecat!''
Wanita itu langsung pergi, ia takut dengan tatapn Guntur yang ingin menelan nya hidup hidup.
¤
¤
¤
¤
Sedangkan di sisi lain ... Lisa dan pelayan Rumi kini tengah mengelilingi Dubai Mall. Lisa sangat antusiasi dan membeli apapun yang dia inginkan, termasuk baju baju bagus dan mahal yang belum pernah dia beli.
''Ponsel mana yang anda inginkan, Nona?'' Tanya Rumi, yang melihat Lisa hanya melihat lihat saja.
''Apakah suamiku masih memiliki uang? aku bahkan tidak tau berapa uang yang harus di keluarkan untuk membayar baju-baju itu.''
''Anda meragukan kekayaan keluarga Arrashid?'' Bahkan setengah saham Mall ini milik keluarga Arrashid.''
''Oohh ... baiklah, aku mau yang ini.'' Lisa menunjuk ponsel berwarna ungu muda.''
Rumi mengangguk. ''Nona, Tuan Muda berpesan jika anda boleh membeli ponsel namun tidak boleh menghubungi siapapun terkecuali Ibu anda.''
Lisa yang paham langsung mengangguk, ia tau seberapa besar kebencian Guntur pada sang Kakak. Jadi untuk sekarang ia akan mencari aman sampai Guntur mencintainya.
''Baiklah Rumi, aku boleh ke toko buku?''
Tentu saja Nona, di sebrang sana toko buku. Saya ingin pergi ke kamar kecil terlebih dahulu, nanti saya menyusul.
Lisa mengangguk, lalu mereka berpencar.
Lisa memilih beberapa buku novel yang ingin dia beli, termasuk buku Novel yang romantis agar dia bisa menjerat si sableng titisan unta itu.
Di saat Lisa asik memilih, dia tidak sengaja menubruk seseorang di sampingnya.
DHUUK.
''Ahh, maafkan aku. Eh Sorry ... Sorry ...'' Lisa beberapa kali menunduk meminta maaf.
''It's okay, you're from Indonesia?'' Tanya Pria itu.
Lisa mendongkak ke arah pria yang bertanya padanya, Lisa sedikit terkejut melihat pria tampan. "Ya Allah ... titisan nabi yusuf ganteng bangetttt."
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Iya lah seneng,bukan kah di umur yg kek Lisa itu seharusnya dia mmg masih sekolah dan kemudian kuliah, Bukannya menjadi penanggung hutang dan kesalahan kakaknya..😌😌
2023-04-26
0
@Nurjanah
siapa itu🤔
2023-01-11
0
Ami batam
waduh saingan guntur udh muncul 😃
2023-01-05
0