Pagi hari ... Guntur perlahan membuka kedua matanya, samar samar ia melihat cahaya di balik gordeng yang masih tertutup. Ia memegang kepalanya yang sedikit pusing akibat terlalu banyak meminum alkohol, lalu bangun dan menyender di senderan kasur.
''Ahkk, tengkuk ku sakit banget.'' Keluh Guntur, memegang tengkuknya yang sakit.
''Lisa ... oh Lisa. hadehh, Lilis!'' Teriak Guntur, memanggil istrinya.
''Iya, Tuan.'' Dengan sigap Lisa melangkah lebar dari arah Walk-in closet, karna ia tengah menyusun koper yang akan ia bawa hari ini.
''Ada apa, Tuan.''
''Tengkuk ku sakit, aahh kenapa ya.'' Guntur senantiasa masih memijat tengkuknya, sedangkan Lisa diam memutar matanya tanpa dosa.
''Saya nggak tau, Tuan.''
''Pijiti aku.''
Lisa menelan ludahnya dengan susah payah, ia takut kalau Guntur melakukan hal seperti malam itu. Malam di mana si Tuan Arrogant yang ada di depannya ini menyuruhnya untuk mencicipi lolipop rasa yang ... ahh entahlah, rasanya aneh seperti nano nano.
''Dengar tidak!''
''Eh, baik.'' Lisa dengan perlahan menghampiri Guntur, memijat nya dengan lembut hingga sang empu merasa nyaman.
''Tuan, apa hari ini kita jadi ke Dubai?''
''Hm ...''
GLEK.
Lisa menelan ludahnya, ia sedang memikirkan cara untuk bertemu dengan Ibunya terlebih dahulu sebelum pergi jauh dari Indonesia.
''Tuan, apa pijatan aku enak?''
''Hm ...''
''Kau tau Tuan, aku bisa memijatmu setiap malam dan aku bersedia memijat mu sampai kapan pun.''
Guntur menaikkan alisnya, ia tau jika Lisa ada maunya.
''Jadi kau minta imbalan?''
Lisa terkejut karna Guntur tau niatnya, ''Ehehe he he ... tidak Tuan, aku hanyaaa ...''
''Baiklah, karna aku masih memiliki hati. Hari ini aku akan mengantarkan mu ke Bandung untuk bertemu Ibu mu.''
''Benarkah? ahh ... makasih, Tuan.'' Lisa dengan refleks memeluk Guntur dari belakang, saking senangnya karna hari ini akan bertemu sang Ibu.
Sementara Guntur langsung membeku, ia tidak menyangka jika Lisa akan memeluknya hingga hatinya sedikit bergetar.
''Lepas! Lancang sekali kau memelukku.''
''Eh, Maaf Tuan.'' Lisa menunduk, "Bodoh kamu Lisa, kenapa memeluknya."
Guntur langsung pergi ke kamar mandi, namun sebelum masuk ke kamar mandi. Guntur berteriak untuk menyiapkan pakaiannya.
Lisa pun dengan senang langsung berlari ke arah Walk-in closet dan memilih baju untuk suaminya dengan senang hati. Setelah Selesai, Lisa pun dengan cepat mengganti baju pemberian mertuanya.
Sebisa mungkin, Lisa akan berpenampilan baik agar sang Ibu tidak merasakan khawatiran tentang nasibnya yang menikah dengan paksa.
Ketika Lisa akan keluar dari Walk-in closet, Guntur keluar dari kamar mandi. Membuat keduanya saling pandang, terlebih Lisa yang sekali lagi melihat dada bidang Guntur yang sangat menggiurkan mata .
Jika saja Guntur tidak kasar, dan memperlakukan dirinya dengan baik. Tentu saja Lisa akan terbuai oleh ketampanan Guntur yang menurut Lisa tiada banding, bahkan ketampanan Guntur jauh dari sang Pacar yang berada di kampung sana.
Sementara Guntur menyunggingkan bibirnya, melihat Lisa yang berdiam diri seperti patung memandangi dirinya. Guntur melangkah menghampiri Lisa.
''Apa aku begitu tampan dan seksi? Hingga mulut mu mengekuarkan air.'' Ucap Guntur, yang membuat Lisa sadar dan langsung mengusap bibirnya.
''Nggak ada.''
Guntur terus melangkah, sementara Lisa langsung mundur saat dada bidang tanpa baju itu terus mendekat ke arah wajahnya.
''Tuan, berhenti.'' Lisa menahan dada bidang Guntur agar tidak memojokkan dirinya, namun sialnya ... kedua tanganya Lisa mendarat di tempat yang tidak semestinya.
Lisa terbelalak, saat jari jemarinya memegang sebuah benda kecil berwarna coklat.
GLEEK.
Bukan Lisa yang menelan ludahnya, tapi Guntur. Kali ini bukan getaran lagi yang dia rasakan, tapi seperti ada sengatan listrik saat kedua tangan Lisa menyentuh area di mana akan membangunkan adik kecilnya.
''Maafkan aku, Tuan.'' Lisa langsung berlari keluar dari Walk-in closet, menjauh dari serigala yang pasti akan menerkam dirinya.
''Bocah itu!''
•
•
•
Di perjalanan menuju kota Bandung. Lisa mau pun Guntur tidak ada yang berbicara sepatah kata pun, bahkan Pak supir pun sungkan untuk batuk sekali pun.
Guntur yang berada di kursi belakang tengah sibuk dengan leptopnya, sementara Lisa yang berada di kursi depan bersama Pak supir sedang melihat keluar jendela.
"Ini beneran mereka suami istri? Kok kuat yaaa, nggak ngobrol dari Jakarta ke Bandung." Gumam sang Supir.
''Pak, nanti belok yaa.'' Lisa sudah tidak sabar.
''Iya, Non.''
Mobil mewah berwarna hitam melaju di jalan perkampungan, banyak pasang mata yang melihat Mobil siapa yang datang ke kampung mereka. Membuat para tetangga merasa penasaran dan mengikuti kemana Mobil mewah itu berhenti.
Tak lama ... mobil mewah itu berhenti tepat di depan rumah Lisa, di mana sang Ibu juga sedang menyapu halaman.
Lisa langsung membuka pintu mobil dan memanggil Ibunya.
''Ibu ...'' teriak Lisa dengan gembira.
''Ya Allah, Lisa.'' Sang Ibu, memeluk anaknya dengan erat sambil menangis dengan haru ... ia bahagia karna bisa melihat dan memeluk anaknya lagi.
''Ibu, Lisa kangen.''
Guntur hanya memandang istrinya dari dalam mobil. Tidak ada niatan untuk menyapa mertuanya, karna bagi Guntur mereka tidak berarti sama sekali.
''Cih, segerombolan orang miskin tengah mencari bahan gosip.'' Ucap Guntur, yang melihat orang-orang berkerumun melihat mobilnya.
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Shani_Niea
Cieeeee... benih benih cinta akan tumbuh🤭 hanya menunggu waktu saja.
2022-12-22
1
Shani_Niea
🤣 trauma ya Lisa. tapi di jamin nanti ketagihan Lis.
2022-12-22
0
Sinta
ahaiiii dar mata turun ke hati.🤭
2022-12-22
0