Guntur yang berada di ruang kerjanya, menatap leptop dengan fokus sambil memainkan pensil yang ada di tangan kirinya. Namun tak lama, pintu ruang kerjanya terbuka bersamaan dengan Jida Lintang masuk.
''Nak, apa Jida mengganggu?'' Jida Lintang masuk membawa satu cangkir susu untuk Guntur.
''Tidak Jida, masuk saja.'' Guntur membenarkan posisi duduknya.
Jida Lintang pun melangkah mengampiri sang Cucu, lalu menarik kursi untuk duduk di sebelah Guntur.
''Apa yang sedang kau kerjakan, Nak?''
''Tidak ada Jida, hanya urusan kantor.'' Guntur menutup leptopnya, lalu menatap sang Nenek. ''Apa ada yang Jida perlukan?''
''Tidak ada, tapi ... boleh Jida tanya sesuatu?''
''Tentu saja.''
''Apa kau mencintai istrimu?''
Pertanyaan sang Nenek membuat Guntur terdiam sejenak lalu terkekeh. ''Pertanyaan macam apa itu Jida, tentu saja aku tidak mencintainya.''
''Lalu, kenapa kamu menikahinya?''
''Ada sesuatu hal, mengharuskan aku terikat dengan si Lilis.'' Jawab Guntur acuh.
''Dendam? Obsesi? Karna itu kau menjadikan gadis yang tidak tau apapun menjadi pelampiasan dendam mu.''
''Jida, kau tidak tau apapun.''
''Jida memang tidak tau apapun, tapi Jida mengetahui segalanya.''
Guntur menghela nafas lalu memijat pelipisnya. ''Jika Jida sudah mengetahui segalanya, dan mengetahui kenapa aku menikahi Lisa karna Dendam. Kenapa Jida tidak memihak padaku dan malah memperlakukan si Lilis dengan baik.''
''Baiklah, sekarang Jida tanya. Apa kesalahan Lisa hingga dia yang harus menanggung kemarahanmu?''
''Salah dia, menajdi adiknya Mulan.''
Jida Lintang terlihat menghela nafas sambil menggertakkan giginya, ia tidak tau dengan cara apa harus menasihati Cucu kesayangan nya.
''Terserah padamu! Asalkan kau tau, jika rasa Benci dan cinta hanya setipis tissue yang bisa luluh kapan pun. Sama seperti hatimu yang kapan pun bisa terbalik dan mencintai Lisa.''
''Cih, sampai kapan pun aku tidak akan mencintainya.''
Jida Lintang menyunggingkan bibirnya, ''Apa kau yakin?''
''Tentu saja.''
''Baiklah Son. Besok, Jida dan Jadu akan berangkat mengunjungi Om Affan dan keluarganya di Paris.''
''Berapa lama?''
''Tidak tau, Jida dan Jadu di minta untuk tinggal dengan mereka. Maka jaga Mansion dan perusahaan dengan baik.''
''Baik, Jida.''
¤
¤
¤
¤
¤
Setelah menyelesaikan file file untuk besok, Guntur berdiri dari duduknya dan keluar dari ruang kerjanya. Berjalan ke lantai atas di mana Lisa sudah tertidur.
Guntur membuka pintu kamar, Berjalan ke arah Lisa dan menatapnya dengan dalam ... memikirkan perkataan sang Nenek yang kapan pun ia bisa jatuh cinta pada wanita yang dia benci.
Guntur menyepalkan tanganya, lalu melihat gelas yang ada di atas nakas dan mengambilnya. Alih alih Guntur meminum air itu, Guntur dengan sengaja menyiram wajah Lisa yang sedang tertidur pulas.
BYUURR!
''Astagfirullah!'' Lisa langsung terbangun saat wajah dan tubuhnya basah. ''Tuan.'' Lisa mengusap wajahnya.
''Berani sekali kau tidur sebelum aku tidur terlebih dahulu!''
''Ma-maaf Tuan.''
''Kemari kau!'' Guntur mencengkram tangan Lisa dan menyeret Lisa ke kamar mandi.
Guntur dengan kejam mengguyur seluruh tubuh Lisa dengan air dingin di malam hari. Tanpa mau mendengarkan permintaan ampun dari Lisa.
''Ampun, Tuan.''
''Jangan besar kepala, Kamu! Jangan harap kau bisa masuk di kehidupanku!''
''Ampun ...''
THAK.
Guntur membuang shower itu dengan kasar, lalu mencengkram dagu Lisa dengan kuat. ''Ingat! Kau harus tau diri dan menyadari posisimu! Jangan kira Nenek ku memperlakukan mu baik, maka aku akan memperlakukan mu baik juga! Aku tidak akan segan menyiksa mu.''
Guntur menepis dagu Lisa dengan dengan kasar, lalu meninggalkan Lisa yang menangis tergugu dalam diamnya.
Guntur duduk di tepi ranjang, entah kenapa, dia kesal saat teringat perkataan Neneknya jika dia kapan pun bisa jatuh cinta dengan Lisa. Guntur beberapa kali menyakini dirinya sendiri jika dia hanya mencintai satu wanita di dalam kehidupannya, Yaitu Ziell. Wanita cantik yang yang belum bisa sia lupakan.
Ketika Guntur masih dalam diamnya, ia mendengar ponsel Lisa bergetar. Lali Guntur melihatnya dan terter nama Kakak di layar ponsel Lisa, yang mana itu adalah panggilan dari Mulan.
Guntur menjawab panggilan dari Mulan (Kakak Lisa) dan mendengarkan apa yang akan Mulan ucapkan.
(Hallo, Dek. Apa kau baik-baik saja? Hati Kakak sejak tadi tidak enak, aku takut Tuan Guntur menyakiti mu. Hallo, Dek.)
(Aku memang sudah menyiksa adikmu!) Ucap Guntur, membuat Mulan membelalakan kedua matanya di ujung telpon sana.
(Aku akan menyiksa adikmu, karna ulah mu di masalalu! Kau yang telah memisahkan aku dengan orang yang aku cintai, padahal hanya butuh satu langkah lagi mendapatkan Ziell ku. Tapi Kau! Wanita kampung yang tidak tau diri merusak segalanya.)
(Tu-Tuan Muda, maafkan aku ... aku mohon jangan siksa adikku. Dia tidak tau apapun.)
(Jika dia tidak tau apapun! Mengapa kau melarikan diri Brengseek! Kau yang seharusnya ada di posisi adikmu, kau yang harus merasakan betapa kesalnya aku ketika mengigat dirimu!)
(Tuan, Aku mohon)
(Permohonan mu sudah tidak ada gunanya! Aku akan membuat adikmu me derita hingga dia tidak punya pilihan selain pasrah! Aku akan membuat adikmu tidak memiliki daging hingga hanya tersisa tulang)
TUT.
Guntur mematikan sambungan telpon nya lalu membanting ponsel Lisa hingga pecah tak berbentuk.
Tanpa Guntur tau, jika Lisa mendengar percakapan nya dan sang Kakak. Lisa baru mengetahui bahwa Guntur benar-benar menaruh dendam pada sang Kakak hingga mendarah daging.
Tidak bisa Lisa bayangkan jika sang Kakak yang ada di posisinya.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Shuci_12ka
lanjut thor makin penasaran
2022-12-28
1
@Nurjanah
iiiihhh gereget sama si geledekkkkkk😒😒
2022-12-28
0
Naura putri nani
Susah jida nasehati kepala batu.
2022-12-28
0