Bab 16 : Ancaman untuk Mulan.

Guntur yang berada di ruang kerjanya, menatap leptop dengan fokus sambil memainkan pensil yang ada di tangan kirinya. Namun tak lama, pintu ruang kerjanya terbuka bersamaan dengan Jida Lintang masuk.

''Nak, apa Jida mengganggu?'' Jida Lintang masuk membawa satu cangkir susu untuk Guntur.

''Tidak Jida, masuk saja.'' Guntur membenarkan posisi duduknya.

Jida Lintang pun melangkah mengampiri sang Cucu, lalu menarik kursi untuk duduk di sebelah Guntur.

''Apa yang sedang kau kerjakan, Nak?''

''Tidak ada Jida, hanya urusan kantor.'' Guntur menutup leptopnya, lalu menatap sang Nenek. ''Apa ada yang Jida perlukan?''

''Tidak ada, tapi ... boleh Jida tanya sesuatu?''

''Tentu saja.''

''Apa kau mencintai istrimu?''

Pertanyaan sang Nenek membuat Guntur terdiam sejenak lalu terkekeh. ''Pertanyaan macam apa itu Jida, tentu saja aku tidak mencintainya.''

''Lalu, kenapa kamu menikahinya?''

''Ada sesuatu hal, mengharuskan aku terikat dengan si Lilis.'' Jawab Guntur acuh.

''Dendam? Obsesi? Karna itu kau menjadikan gadis yang tidak tau apapun menjadi pelampiasan dendam mu.''

''Jida, kau tidak tau apapun.''

''Jida memang tidak tau apapun, tapi Jida mengetahui segalanya.''

Guntur menghela nafas lalu memijat pelipisnya. ''Jika Jida sudah mengetahui segalanya, dan mengetahui kenapa aku menikahi Lisa karna Dendam. Kenapa Jida tidak memihak padaku dan malah memperlakukan si Lilis dengan baik.''

''Baiklah, sekarang Jida tanya. Apa kesalahan Lisa hingga dia yang harus menanggung kemarahanmu?''

''Salah dia, menajdi adiknya Mulan.''

Jida Lintang terlihat menghela nafas sambil menggertakkan giginya, ia tidak tau dengan cara apa harus menasihati Cucu kesayangan nya.

''Terserah padamu! Asalkan kau tau, jika rasa Benci dan cinta hanya setipis tissue yang bisa luluh kapan pun. Sama seperti hatimu yang kapan pun bisa terbalik dan mencintai Lisa.''

''Cih, sampai kapan pun aku tidak akan mencintainya.''

Jida Lintang menyunggingkan bibirnya, ''Apa kau yakin?''

''Tentu saja.''

''Baiklah Son. Besok, Jida dan Jadu akan berangkat mengunjungi Om Affan dan keluarganya di Paris.''

''Berapa lama?''

''Tidak tau, Jida dan Jadu di minta untuk tinggal dengan mereka. Maka jaga Mansion dan perusahaan dengan baik.''

''Baik, Jida.''

¤

¤

¤

¤

¤

Setelah menyelesaikan file file untuk besok, Guntur berdiri dari duduknya dan keluar dari ruang kerjanya. Berjalan ke lantai atas di mana Lisa sudah tertidur.

Guntur membuka pintu kamar, Berjalan ke arah Lisa dan menatapnya dengan dalam ... memikirkan perkataan sang Nenek yang kapan pun ia bisa jatuh cinta pada wanita yang dia benci.

Guntur menyepalkan tanganya, lalu melihat gelas yang ada di atas nakas dan mengambilnya. Alih alih Guntur meminum air itu, Guntur dengan sengaja menyiram wajah Lisa yang sedang tertidur pulas.

BYUURR!

''Astagfirullah!'' Lisa langsung terbangun saat wajah dan tubuhnya basah. ''Tuan.'' Lisa mengusap wajahnya.

''Berani sekali kau tidur sebelum aku tidur terlebih dahulu!''

''Ma-maaf Tuan.''

''Kemari kau!'' Guntur mencengkram tangan Lisa dan menyeret Lisa ke kamar mandi.

Guntur dengan kejam mengguyur seluruh tubuh Lisa dengan air dingin di malam hari. Tanpa mau mendengarkan permintaan ampun dari Lisa.

''Ampun, Tuan.''

''Jangan besar kepala, Kamu! Jangan harap kau bisa masuk di kehidupanku!''

''Ampun ...''

THAK.

Guntur membuang shower itu dengan kasar, lalu mencengkram dagu Lisa dengan kuat. ''Ingat! Kau harus tau diri dan menyadari posisimu! Jangan kira Nenek ku memperlakukan mu baik, maka aku akan memperlakukan mu baik juga! Aku tidak akan segan menyiksa mu.''

Guntur menepis dagu Lisa dengan dengan kasar, lalu meninggalkan Lisa yang menangis tergugu dalam diamnya.

Guntur duduk di tepi ranjang, entah kenapa, dia kesal saat teringat perkataan Neneknya jika dia kapan pun bisa jatuh cinta dengan Lisa. Guntur beberapa kali menyakini dirinya sendiri jika dia hanya mencintai satu wanita di dalam kehidupannya, Yaitu Ziell. Wanita cantik yang yang belum bisa sia lupakan.

Ketika Guntur masih dalam diamnya, ia mendengar ponsel Lisa bergetar. Lali Guntur melihatnya dan terter nama Kakak di layar ponsel Lisa, yang mana itu adalah panggilan dari Mulan.

Guntur menjawab panggilan dari Mulan (Kakak Lisa) dan mendengarkan apa yang akan Mulan ucapkan.

(Hallo, Dek. Apa kau baik-baik saja? Hati Kakak sejak tadi tidak enak, aku takut Tuan Guntur menyakiti mu. Hallo, Dek.)

(Aku memang sudah menyiksa adikmu!) Ucap Guntur, membuat Mulan membelalakan kedua matanya di ujung telpon sana.

(Aku akan menyiksa adikmu, karna ulah mu di masalalu! Kau yang telah memisahkan aku dengan orang yang aku cintai, padahal hanya butuh satu langkah lagi mendapatkan Ziell ku. Tapi Kau! Wanita kampung yang tidak tau diri merusak segalanya.)

(Tu-Tuan Muda, maafkan aku ... aku mohon jangan siksa adikku. Dia tidak tau apapun.)

(Jika dia tidak tau apapun! Mengapa kau melarikan diri Brengseek! Kau yang seharusnya ada di posisi adikmu, kau yang harus merasakan betapa kesalnya aku ketika mengigat dirimu!)

(Tuan, Aku mohon)

(Permohonan mu sudah tidak ada gunanya! Aku akan membuat adikmu me derita hingga dia tidak punya pilihan selain pasrah! Aku akan membuat adikmu tidak memiliki daging hingga hanya tersisa tulang)

TUT.

Guntur mematikan sambungan telpon nya lalu membanting ponsel Lisa hingga pecah tak berbentuk.

Tanpa Guntur tau, jika Lisa mendengar percakapan nya dan sang Kakak. Lisa baru mengetahui bahwa Guntur benar-benar menaruh dendam pada sang Kakak hingga mendarah daging.

Tidak bisa Lisa bayangkan jika sang Kakak yang ada di posisinya.

...🌷🌷🌷...

...LIKE.KOMEN.VOTE ...

Terpopuler

Comments

Shuci_12ka

Shuci_12ka

lanjut thor makin penasaran

2022-12-28

1

@Nurjanah

@Nurjanah

iiiihhh gereget sama si geledekkkkkk😒😒

2022-12-28

0

Naura putri nani

Naura putri nani

Susah jida nasehati kepala batu.

2022-12-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Aturan pernikahan.
2 Bab 2 : Hari yang lelah.
3 Bab 3 : Kenapa harus aku.
4 Bab 4 : Pergi ke rumah mertua.
5 Bab 5 : Menyuruh Guntur tinggal di UEA
6 Bab 6 : Membatin.
7 Bab 7 : Pengaruh alkohol.
8 Bab 8 : Sedikit getaran.
9 Bab 9 : Suami VS Pacar.
10 Bab 10 : Meninggalkan Indonesia.
11 Bab 11 : Ejekan adik ipar.
12 Bab 12 : Tawaran dari Jida Lintang.
13 Bab 13 : Bayi besar.
14 Bab 14 : Tonton ini sampai kau mahir.
15 Bab 15 : Mungkin Gensi.
16 Bab 16 : Ancaman untuk Mulan.
17 Bab 17 : Apa yang akan dia lakukan padaku.
18 Bab 18 : Sedikit berubah.
19 Bab 19 : Titisan nabi Yusuf.
20 Bab 21 : Apa dia mulai gila?
21 Bab 22 : Kedatangan Vano.
22 Bab 23 : Sakit.
23 VISUAL
24 Bab 24 : Lisa.
25 Bab 25 : Hari pertama kembali sekolah.
26 Bab 26 : Mulai ...
27 Bab 27 : Modus berujung ....
28 Bab 28 : Terong keturunan arab.
29 Bab 29 : Indah ternyata.
30 Bab 30 : Bermanja.
31 Bab 31 : Kebun binatang.
32 Bab 32 : Oh ...
33 Bab 33 : Idih ... cemburu.
34 Bab 34 : Aktif sekolah.
35 Bab 35 : Drama si Lilis.
36 Bab 36 : Istriku masih suci.
37 Bab 37 : Takut dengan sikap baik mu.
38 Bab 38 : Korea.
39 Bab 39 : Memastikan hati.
40 Bab 40 : Tidak memiliki rasa lagi.
41 Bab 41 : Si Lilis cuci mata.
42 Bab 42 : Menghapus jejak mu.
43 Bab 43 : Awas kau ya!
44 Bab 44 : Pete, wangi wangi surga.
45 Bab 45 : Membeli beberapa hektar tanah.
46 Bab 46 : Di tolak dan mendadak pingsan.
47 Bab 47 : Berkelakuan aneh.
48 Bab 48 : Berkelakuan aneh part 2.
49 Bab 49 : Yang benar saja!
50 Bab 50 : Siapa yang hamilin kamu?
51 Bab 51 : Kehamilan.
52 Bab 52 : Kebahagiaan semua orang.
53 Bab 53 : Kebahagiaan yang tidak terkira.
54 Sebuah tamparan.
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Bab 1 : Aturan pernikahan.
2
Bab 2 : Hari yang lelah.
3
Bab 3 : Kenapa harus aku.
4
Bab 4 : Pergi ke rumah mertua.
5
Bab 5 : Menyuruh Guntur tinggal di UEA
6
Bab 6 : Membatin.
7
Bab 7 : Pengaruh alkohol.
8
Bab 8 : Sedikit getaran.
9
Bab 9 : Suami VS Pacar.
10
Bab 10 : Meninggalkan Indonesia.
11
Bab 11 : Ejekan adik ipar.
12
Bab 12 : Tawaran dari Jida Lintang.
13
Bab 13 : Bayi besar.
14
Bab 14 : Tonton ini sampai kau mahir.
15
Bab 15 : Mungkin Gensi.
16
Bab 16 : Ancaman untuk Mulan.
17
Bab 17 : Apa yang akan dia lakukan padaku.
18
Bab 18 : Sedikit berubah.
19
Bab 19 : Titisan nabi Yusuf.
20
Bab 21 : Apa dia mulai gila?
21
Bab 22 : Kedatangan Vano.
22
Bab 23 : Sakit.
23
VISUAL
24
Bab 24 : Lisa.
25
Bab 25 : Hari pertama kembali sekolah.
26
Bab 26 : Mulai ...
27
Bab 27 : Modus berujung ....
28
Bab 28 : Terong keturunan arab.
29
Bab 29 : Indah ternyata.
30
Bab 30 : Bermanja.
31
Bab 31 : Kebun binatang.
32
Bab 32 : Oh ...
33
Bab 33 : Idih ... cemburu.
34
Bab 34 : Aktif sekolah.
35
Bab 35 : Drama si Lilis.
36
Bab 36 : Istriku masih suci.
37
Bab 37 : Takut dengan sikap baik mu.
38
Bab 38 : Korea.
39
Bab 39 : Memastikan hati.
40
Bab 40 : Tidak memiliki rasa lagi.
41
Bab 41 : Si Lilis cuci mata.
42
Bab 42 : Menghapus jejak mu.
43
Bab 43 : Awas kau ya!
44
Bab 44 : Pete, wangi wangi surga.
45
Bab 45 : Membeli beberapa hektar tanah.
46
Bab 46 : Di tolak dan mendadak pingsan.
47
Bab 47 : Berkelakuan aneh.
48
Bab 48 : Berkelakuan aneh part 2.
49
Bab 49 : Yang benar saja!
50
Bab 50 : Siapa yang hamilin kamu?
51
Bab 51 : Kehamilan.
52
Bab 52 : Kebahagiaan semua orang.
53
Bab 53 : Kebahagiaan yang tidak terkira.
54
Sebuah tamparan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!