Bab 14 : Tonton ini sampai kau mahir.

Di kantor•

Guntur bersama beberapa karyawan tengah mengadakan meeting. Terlihat jika salah satu wanita tengah menjelaskan konsep proyek besar yang akan segera di kerjakan dalam waktu dekat.

Namun Guntur tidak terlalu fokus mendengarkan wanita itu bicara, ia malah fokus memikirkan kejadian tadi pagi ... di mana dia mencium bibir ranum Lisa hingga Berani mere mas boko ng Lisa dengan gemas.

"Cih, jadi itu ciuman pertama si Lilis?"

Tanpa terasa ... sudut bibir Guntur melengkung memikirkan Lisa, membuat wanita yang tengah menerangkan konsep itu merasa malu. Karna dia menyangka jika Guntur sedang tersenyum padanya.

Wanita itu menjadi gugup, sesekali membenarkan rambutnya dan menyelipkan rambutnya kebelakang telinga.

"Kenapa Bos menatapku seperti itu, apa dia menyukaiku?Oh my ... siapa yang tidak menyukaiku, aku ini cantik 'kan."

Dengan percaya diri, wanita itu mengira jika Guntur menyukainya. Padahal Guntur sedang memikirkan wanita yang saat ini sedang di racuni otak polosnya dengan kata-kata tak senonoh oleh Neneknya.

¤¤¤¤¤

''Jida, untuk apa memberikan baju kekurangan bahan seperti ini?'' Tanya Lisa, saat mereka sudah sampai di rumah. Setelah Jida Lintang mempermak seluruh tubuh Lisa dari atas kepala hingga kaki.

''Ini baju dinas, baju yang harus kamu pakai untuk meruntuhkan pertahanan si sableng.''

''Guntur Jida, Namanya Guntur.'' tutur Lisa membenarkan nama Guntur, namun ia juga suka mengganti nama suaminya ketika menggerutu dalam hati.

''Sudahlah tidak perlu protes. Kamu sudah tau apa yang harus kau lakukan, Bukan?''

Lisa mengangguk. ''Sudah Jida.''

''Bagus, cepat berendam di air dan gunakan sabun ini.''

Lisa hanya mengangguk mengikuti permintaan Jida Lintang. Sebelum pergi, Jida Lintang mengetik sesuatu di ponsel Lisa dan menelusuri link merah.

''Tonton ini sampai kau mahir! Awas saja jika kamu meng-skip nya.''

Setelah mengatakan itu ... Jida Lintang masuk kedalam kamarnya, meninggalkan Lisa yang masih berdiri sambil diam.

''Nona.'' Panggil Rumi.

''Hah, Iya?''

''Biar saya bawakan barang-barang anda.''

''Aah, terima kasih Rumi.''

Rumi membawa beberapa paperbag ke lantai atas, di susul oleh Lisa dari belakang. Tidak lama, ponsel Lisa berdering dan tertera nama sang Ibu di layar ponselnya.

Lisa tersenyum lalu menjawab sambungan nya, berjalan ke arah balkon untuk mengobrol.

(Hallo, Ibu)

(Nak, apa kabar mu?)

(Baik, bagaimana kabar Ibu?)

(Baik, Nak. Ibu hanya ingin mengucapkan terima kasih pada keluarga suami mu. karna sudah repot-repot menyuruh orang untuk mengantarkan uang renovasi rumah.)

Lisa terdiam, "Apakah orang itu suruhan Jida Lintang?" Gumam Lisa dalam hati.

(Ahh ... itu, Lisa juga kurang tau Bu. Memangnya di kasih uang berapa?)

Lisa penasaran.

(Enam ratus juta, Lis.)

Lisa membelalakan kedua matanya melihat nominal uang yang di berikan Jida Lintang. Jantungnya hampir saja copot, bahkan nafasnya tiba-tiba sesak.

"Enam ratus juta? enggak salah!"

(Bu, apa Ibu nggak salah?) Lisa memastikan jika apa yang dia dengar tidak salah.

(Benar Lis, Ibu mana mungkin bohong. Bapak juga di bawa sama orang suruhan keluarga mu, katanya Bapak mau di herabisisa. Eh apa itu nama nya ... Ibu lupa.)

(Rehabilitasi, Ibu.)

(Ah, Iya itu. Sepertinya keluarga suami mu baik ya, Lis. Buktinya mereka mengirimkan uang secara percuma untuk memperbaiki rumah. Bahkan mengobati bapak sama Ibu yang sering sakit sakitan)

Terdengar jika sang Ibu merasa senang dan membanggakan keluarga suaminya, tanpa tau jika di balik uang yang di kirimkan pada sang Ibu. Lisa harus berjuang meluluhkan hati seorang Tuan muda yang Arrogant dan suka menindas dirinya.

Lisa tersenyum getir sambil menghela nafasnya.

(Ibu, sehat sehat di sana. Lisa bahagia kok di sini ... Suami Lisa juga memperlakukan Lisa baik sekarang, Tidak seperti dulu.) Ucap Lisa berbohong, ia tidak mau jika sang Ibu khawatir akan hidupnya.

(Alhamdulilah, Lis. milik rezeki mu tinggi sekali Nak. Baiklah, Ibu tutup telpon nya. Assalamualaikum.)

(Walaikum'salam.)

Lisa menunduk sedih, menghapus air matanya dan menghela nafas untuk mengeluarkan sesak yang tiba-tiba saja hadir di dada. Sebegitu beratkah pengorbanan yang harus dia berikan agar hidup kedua orangtua nya bahagia.

Seorang gadis yang baru saja menginjak umur delapan belas tahun kini sudah mengerti suatu hal, bahwa uang dan kekuasaan bisa membeli kebahagiaan dan penderitaan seseorang.

Lisa pun semakin bertekad membuat Guntur jatuh cinta padanya, dan melupakan obsesi yang ada di dalam diri Guntur pada Tante nya sendiri.

Setelah meyakinkan diri ... Lisa masuk kedalam kamarnya, memperbaiki penampilan agar dia terlihat lebih baik. Berendam agar tubuh nya bisa mulus dan halus seperti sutra.

Sambil berendam, Lisa menonton film dengan link berwarna merah untuk menjadi gurunya agar Lisa lihai dan pandai memuaskan Guntur.

"Mata suci ku ternodai." Ucap Lisa, saat menyaksikan film si merah dengan aktor si kakek dan Maria Asawah. Bahkan Lisa menutup wajah dengan kedua tangan nya, namun ia masih tetap menonton di balik celah jarinya.

Otaknya yang polos perlahan akan teracuni, di mana virus mesumi dari Jida Lintang adalah virus mematikan yang akan menyebar di sel sel otot dan menempel di sel otak dengan paten.

...🌷🌷🌷...

...LIKE.KOMEN.VOTE ...

Terpopuler

Comments

Komalasari Hidayat Prasodjo

Komalasari Hidayat Prasodjo

suhu lintang, sampe tuan omar aja klepek klepek 😁😁

2024-10-06

1

Berlian Anggrainy 💜

Berlian Anggrainy 💜

dasar kepedean 🤣🤣

2023-01-06

1

Naura putri nani

Naura putri nani

😆😆😆😆😆

2022-12-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Aturan pernikahan.
2 Bab 2 : Hari yang lelah.
3 Bab 3 : Kenapa harus aku.
4 Bab 4 : Pergi ke rumah mertua.
5 Bab 5 : Menyuruh Guntur tinggal di UEA
6 Bab 6 : Membatin.
7 Bab 7 : Pengaruh alkohol.
8 Bab 8 : Sedikit getaran.
9 Bab 9 : Suami VS Pacar.
10 Bab 10 : Meninggalkan Indonesia.
11 Bab 11 : Ejekan adik ipar.
12 Bab 12 : Tawaran dari Jida Lintang.
13 Bab 13 : Bayi besar.
14 Bab 14 : Tonton ini sampai kau mahir.
15 Bab 15 : Mungkin Gensi.
16 Bab 16 : Ancaman untuk Mulan.
17 Bab 17 : Apa yang akan dia lakukan padaku.
18 Bab 18 : Sedikit berubah.
19 Bab 19 : Titisan nabi Yusuf.
20 Bab 21 : Apa dia mulai gila?
21 Bab 22 : Kedatangan Vano.
22 Bab 23 : Sakit.
23 VISUAL
24 Bab 24 : Lisa.
25 Bab 25 : Hari pertama kembali sekolah.
26 Bab 26 : Mulai ...
27 Bab 27 : Modus berujung ....
28 Bab 28 : Terong keturunan arab.
29 Bab 29 : Indah ternyata.
30 Bab 30 : Bermanja.
31 Bab 31 : Kebun binatang.
32 Bab 32 : Oh ...
33 Bab 33 : Idih ... cemburu.
34 Bab 34 : Aktif sekolah.
35 Bab 35 : Drama si Lilis.
36 Bab 36 : Istriku masih suci.
37 Bab 37 : Takut dengan sikap baik mu.
38 Bab 38 : Korea.
39 Bab 39 : Memastikan hati.
40 Bab 40 : Tidak memiliki rasa lagi.
41 Bab 41 : Si Lilis cuci mata.
42 Bab 42 : Menghapus jejak mu.
43 Bab 43 : Awas kau ya!
44 Bab 44 : Pete, wangi wangi surga.
45 Bab 45 : Membeli beberapa hektar tanah.
46 Bab 46 : Di tolak dan mendadak pingsan.
47 Bab 47 : Berkelakuan aneh.
48 Bab 48 : Berkelakuan aneh part 2.
49 Bab 49 : Yang benar saja!
50 Bab 50 : Siapa yang hamilin kamu?
51 Bab 51 : Kehamilan.
52 Bab 52 : Kebahagiaan semua orang.
53 Bab 53 : Kebahagiaan yang tidak terkira.
54 Sebuah tamparan.
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Bab 1 : Aturan pernikahan.
2
Bab 2 : Hari yang lelah.
3
Bab 3 : Kenapa harus aku.
4
Bab 4 : Pergi ke rumah mertua.
5
Bab 5 : Menyuruh Guntur tinggal di UEA
6
Bab 6 : Membatin.
7
Bab 7 : Pengaruh alkohol.
8
Bab 8 : Sedikit getaran.
9
Bab 9 : Suami VS Pacar.
10
Bab 10 : Meninggalkan Indonesia.
11
Bab 11 : Ejekan adik ipar.
12
Bab 12 : Tawaran dari Jida Lintang.
13
Bab 13 : Bayi besar.
14
Bab 14 : Tonton ini sampai kau mahir.
15
Bab 15 : Mungkin Gensi.
16
Bab 16 : Ancaman untuk Mulan.
17
Bab 17 : Apa yang akan dia lakukan padaku.
18
Bab 18 : Sedikit berubah.
19
Bab 19 : Titisan nabi Yusuf.
20
Bab 21 : Apa dia mulai gila?
21
Bab 22 : Kedatangan Vano.
22
Bab 23 : Sakit.
23
VISUAL
24
Bab 24 : Lisa.
25
Bab 25 : Hari pertama kembali sekolah.
26
Bab 26 : Mulai ...
27
Bab 27 : Modus berujung ....
28
Bab 28 : Terong keturunan arab.
29
Bab 29 : Indah ternyata.
30
Bab 30 : Bermanja.
31
Bab 31 : Kebun binatang.
32
Bab 32 : Oh ...
33
Bab 33 : Idih ... cemburu.
34
Bab 34 : Aktif sekolah.
35
Bab 35 : Drama si Lilis.
36
Bab 36 : Istriku masih suci.
37
Bab 37 : Takut dengan sikap baik mu.
38
Bab 38 : Korea.
39
Bab 39 : Memastikan hati.
40
Bab 40 : Tidak memiliki rasa lagi.
41
Bab 41 : Si Lilis cuci mata.
42
Bab 42 : Menghapus jejak mu.
43
Bab 43 : Awas kau ya!
44
Bab 44 : Pete, wangi wangi surga.
45
Bab 45 : Membeli beberapa hektar tanah.
46
Bab 46 : Di tolak dan mendadak pingsan.
47
Bab 47 : Berkelakuan aneh.
48
Bab 48 : Berkelakuan aneh part 2.
49
Bab 49 : Yang benar saja!
50
Bab 50 : Siapa yang hamilin kamu?
51
Bab 51 : Kehamilan.
52
Bab 52 : Kebahagiaan semua orang.
53
Bab 53 : Kebahagiaan yang tidak terkira.
54
Sebuah tamparan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!