Di kantor•
Guntur bersama beberapa karyawan tengah mengadakan meeting. Terlihat jika salah satu wanita tengah menjelaskan konsep proyek besar yang akan segera di kerjakan dalam waktu dekat.
Namun Guntur tidak terlalu fokus mendengarkan wanita itu bicara, ia malah fokus memikirkan kejadian tadi pagi ... di mana dia mencium bibir ranum Lisa hingga Berani mere mas boko ng Lisa dengan gemas.
"Cih, jadi itu ciuman pertama si Lilis?"
Tanpa terasa ... sudut bibir Guntur melengkung memikirkan Lisa, membuat wanita yang tengah menerangkan konsep itu merasa malu. Karna dia menyangka jika Guntur sedang tersenyum padanya.
Wanita itu menjadi gugup, sesekali membenarkan rambutnya dan menyelipkan rambutnya kebelakang telinga.
"Kenapa Bos menatapku seperti itu, apa dia menyukaiku?Oh my ... siapa yang tidak menyukaiku, aku ini cantik 'kan."
Dengan percaya diri, wanita itu mengira jika Guntur menyukainya. Padahal Guntur sedang memikirkan wanita yang saat ini sedang di racuni otak polosnya dengan kata-kata tak senonoh oleh Neneknya.
¤¤¤¤¤
''Jida, untuk apa memberikan baju kekurangan bahan seperti ini?'' Tanya Lisa, saat mereka sudah sampai di rumah. Setelah Jida Lintang mempermak seluruh tubuh Lisa dari atas kepala hingga kaki.
''Ini baju dinas, baju yang harus kamu pakai untuk meruntuhkan pertahanan si sableng.''
''Guntur Jida, Namanya Guntur.'' tutur Lisa membenarkan nama Guntur, namun ia juga suka mengganti nama suaminya ketika menggerutu dalam hati.
''Sudahlah tidak perlu protes. Kamu sudah tau apa yang harus kau lakukan, Bukan?''
Lisa mengangguk. ''Sudah Jida.''
''Bagus, cepat berendam di air dan gunakan sabun ini.''
Lisa hanya mengangguk mengikuti permintaan Jida Lintang. Sebelum pergi, Jida Lintang mengetik sesuatu di ponsel Lisa dan menelusuri link merah.
''Tonton ini sampai kau mahir! Awas saja jika kamu meng-skip nya.''
Setelah mengatakan itu ... Jida Lintang masuk kedalam kamarnya, meninggalkan Lisa yang masih berdiri sambil diam.
''Nona.'' Panggil Rumi.
''Hah, Iya?''
''Biar saya bawakan barang-barang anda.''
''Aah, terima kasih Rumi.''
Rumi membawa beberapa paperbag ke lantai atas, di susul oleh Lisa dari belakang. Tidak lama, ponsel Lisa berdering dan tertera nama sang Ibu di layar ponselnya.
Lisa tersenyum lalu menjawab sambungan nya, berjalan ke arah balkon untuk mengobrol.
(Hallo, Ibu)
(Nak, apa kabar mu?)
(Baik, bagaimana kabar Ibu?)
(Baik, Nak. Ibu hanya ingin mengucapkan terima kasih pada keluarga suami mu. karna sudah repot-repot menyuruh orang untuk mengantarkan uang renovasi rumah.)
Lisa terdiam, "Apakah orang itu suruhan Jida Lintang?" Gumam Lisa dalam hati.
(Ahh ... itu, Lisa juga kurang tau Bu. Memangnya di kasih uang berapa?)
Lisa penasaran.
(Enam ratus juta, Lis.)
Lisa membelalakan kedua matanya melihat nominal uang yang di berikan Jida Lintang. Jantungnya hampir saja copot, bahkan nafasnya tiba-tiba sesak.
"Enam ratus juta? enggak salah!"
(Bu, apa Ibu nggak salah?) Lisa memastikan jika apa yang dia dengar tidak salah.
(Benar Lis, Ibu mana mungkin bohong. Bapak juga di bawa sama orang suruhan keluarga mu, katanya Bapak mau di herabisisa. Eh apa itu nama nya ... Ibu lupa.)
(Rehabilitasi, Ibu.)
(Ah, Iya itu. Sepertinya keluarga suami mu baik ya, Lis. Buktinya mereka mengirimkan uang secara percuma untuk memperbaiki rumah. Bahkan mengobati bapak sama Ibu yang sering sakit sakitan)
Terdengar jika sang Ibu merasa senang dan membanggakan keluarga suaminya, tanpa tau jika di balik uang yang di kirimkan pada sang Ibu. Lisa harus berjuang meluluhkan hati seorang Tuan muda yang Arrogant dan suka menindas dirinya.
Lisa tersenyum getir sambil menghela nafasnya.
(Ibu, sehat sehat di sana. Lisa bahagia kok di sini ... Suami Lisa juga memperlakukan Lisa baik sekarang, Tidak seperti dulu.) Ucap Lisa berbohong, ia tidak mau jika sang Ibu khawatir akan hidupnya.
(Alhamdulilah, Lis. milik rezeki mu tinggi sekali Nak. Baiklah, Ibu tutup telpon nya. Assalamualaikum.)
(Walaikum'salam.)
Lisa menunduk sedih, menghapus air matanya dan menghela nafas untuk mengeluarkan sesak yang tiba-tiba saja hadir di dada. Sebegitu beratkah pengorbanan yang harus dia berikan agar hidup kedua orangtua nya bahagia.
Seorang gadis yang baru saja menginjak umur delapan belas tahun kini sudah mengerti suatu hal, bahwa uang dan kekuasaan bisa membeli kebahagiaan dan penderitaan seseorang.
Lisa pun semakin bertekad membuat Guntur jatuh cinta padanya, dan melupakan obsesi yang ada di dalam diri Guntur pada Tante nya sendiri.
Setelah meyakinkan diri ... Lisa masuk kedalam kamarnya, memperbaiki penampilan agar dia terlihat lebih baik. Berendam agar tubuh nya bisa mulus dan halus seperti sutra.
Sambil berendam, Lisa menonton film dengan link berwarna merah untuk menjadi gurunya agar Lisa lihai dan pandai memuaskan Guntur.
"Mata suci ku ternodai." Ucap Lisa, saat menyaksikan film si merah dengan aktor si kakek dan Maria Asawah. Bahkan Lisa menutup wajah dengan kedua tangan nya, namun ia masih tetap menonton di balik celah jarinya.
Otaknya yang polos perlahan akan teracuni, di mana virus mesumi dari Jida Lintang adalah virus mematikan yang akan menyebar di sel sel otot dan menempel di sel otak dengan paten.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Komalasari Hidayat Prasodjo
suhu lintang, sampe tuan omar aja klepek klepek 😁😁
2024-10-06
1
Berlian Anggrainy 💜
dasar kepedean 🤣🤣
2023-01-06
1
Naura putri nani
😆😆😆😆😆
2022-12-28
1