Dari setiap budak yang dilihat oleh wanita itu satu persatu.
...
Hanya satu yang dia tunjuk.
...
Dan itu adalah.
...
Elija!
...
Mata dari Wert dan yang lainnya langsung tertuju pada arah Elija.
Mereka menatap dengan tak percaya dengan apa yang sedang terjadi ini.
Lynn juga tak menyangka kalau situasi yang terjadi saat ini akan berlangsung beberapa jam sebelum rencana dijalankan.
"ah, pilihan bagus... dia adalah salah satu unggulan kami, kita menjualnya dengan harga yang murah untukmu, sekitar 250 perak dan transaksi berjalan Nona." Ucapan manis dilayangkan oleh penjaga yang menjajarkan semua budak ini.
"200 perak, dia terlihat sangat kelelahan." Wanita itu mencoba menawar harga Lynn.
"a.. tunggu sebentar, aku akan berbicara dengan pemilik budak ini..." Penjaga itu pergi menuju rumah juragan.
...
Penjaga itu pergi dan semua budak disuruh untuk kembali bekerja.
Sekarang Lynn hanya berduaan dengan Wanita yang akan membeli budak itu.
"kenapa kau tegang?"
"ah.. hanya saja, yahh...."
"ada apa Lynn?"
"!"
"tunggu, kau Eleisa?!"
"tentu saja bodoh, kau yang menyuruhku untuk membeli dirimu bukan?"
Situasi ini benar-benar diluar dugaan, Lynn sudah lupa kalau dia menyuruh Eleisa untuk membelinya sebagai budak, dia terlalu sibuk memikirkan cara untuk keluar dari sini.
"dengar Eleisa, apakah kau membawa uang yang cukup untuk membeli 5 orang budak?"
"ha? apa maksudmu?"
"dengarkan aku..."
Lynn menjelaskan situasinya selama dia ditempatkan disini, menjelaskan bahwa dia memiliki rencana untuk keluar dari sini.
"kau benar-benar gila yah."
"gila adalah nama tengahku."
"tapi sayangnya aku tak membawa uang sebanyak itu, sejak awal aku hanya akan membelimu jadi aku hanya membawa dua keping emas bersamaku... apalagi kau bilang ingin aku membebaskan juga seorang budak wanita yang menjadi wadahku sebelumnya? harga budak wanita saja sudah setara dengan harga semua budak yang akan kau bebaskan tahu tidak.."
"apakah dengan uang yang kau bawa sudah cukup untuk membeli Sera?!" Lynn mengatakan itu sembari memasang wajah yang serius.
"yah, sebenarnya bisa saja... tapi apakah kau yakin tak ingin pergi dari sini secepatnya?"
"aku sudah mengikuti alurnya terlalu dalam, lagipula aku akan melakukan rencananya malam ini, kau pergilah bersama Sera dan tunggu kami di ujung kota saat menjelang pagi."
"baiklah kurasa..."
Penjaga itu datang bersama dengan juragan tanah.
"Senang bertemu denganmu Tuan."
"Senang bertemu denganmu juga Nona."
"jadi bagaimana... apakah ada masalah Nona?"
"yahh, sepertinya aku mengubah pikiranku, aku menginginkan seorang budak perempuan."
"oh.. aku penasaran kenapa kau bisa berganti pikiran seperti itu."
Eleisa melakukan sebuah percakapan dan berhasil mendapatkan Sera dari tangan juragan tanah itu.
Lynn disuruh untuk kembali bekerja karena dia tak jadi dibeli oleh Eleisa.
...
"sungguh tak dapat dipercaya Elija dibeli sebelum kita menjalankan rencana kita." Uona berbicara seakan hilang harapan.
"yahh hal seperti ini memang tak dapat diperkirakan." Fed menenangkan Uona
"tapi, mau bagaimana lagi bukan." Meru pasrah terhadap kenyataan.
"yah kalian benar....." Wert mulai hilang harap.
"..."
Semuanya terdiam.
"tidak! hanya dengan tidak adanya Elija disisi kita bukan berarti rencana itu takkan berjalan! cahaya itu masih ada dihadapan kita." Wert mulai kembali bersemangat.
"yahh! kau benar! harapan itu masih ada!" Fed mengikuti keadaan.
"ya! Elija sudah memberitahukan semua rencananya pada kita, kita hanya perlu melakukan seperti apa yang ada dalam rencananya! benar kan." Uona memperbaiki keadaan.
"tapi apa gunanya? ada bagian penting yang akan Elija lakukan dan tak bisa dilakukan oleh yang lainnya bukan?" Meru, dia membuat yang lainnya bertanya.
"a., masalah itu yah..." Mereka semua kembali murung
"aku akan ikut serta!"
"!"
Semua pandangan tertuju pada suara yang datang dari arah lain, dia seperti sudah mengetahui apa yang dibicarakan oleh kelompok kecil itu.
Dan orang itu adalah.
"Elija!"
"tapi, bukankah kau dibeli..." Wert kebingungan antara harus senang atau apa.
"yahh, pembeli itu tak jadi membeli ku dan membeli Sera."
"Sera, tapi bukankah kau akan menyelamatkannya?" Meru bertanya pada Lynn.
"tak apa... aku yakin dia akan baik-baik saja, aku hanya perlu mencarinya setelah ini."
"yahh, baguslah kalau begitu! kita akan melakukannya malam ini benar kan?"
"tentu saja, seperti rencana... baiklah sebaiknya kita bekerja sebelum nanti penjaga ladang itu mengomeli kita."
Kelompok Wert dan Lynn kembali bekerja di ladang sembari menunggu waktu malam tiba.
...
...
...
...
...
"baiklah, Uona... aku memerlukanmu di awal, kau ajak penjaga kandang ini berbicara untuk mengalihkan perhatiannya."
"siap!"
...
"hei Dwe, bagaimana anakmu! apakah dia baik-baik saja?"
"ahh Uona, ada apa kau menanyakan anakku? tentu dia baik-baik saja."
"yahh hanya saja...."
Uona adalah budak yang bisa bercakap-cakap dengan para penjaga seperti pada temannya sendiri, meskipun dia budak namun dia dianggap teman oleh para penjaga.
...
"lalu setelah Uona beraksi?"
"Disini bagian Wert dan Meru, kalian memiliki tenaga yang paling penting, kalian harus membuat ketiga penjaga yang sedang berbicara dengan Uona pingsan, gunakanlah kekerasan."
"mendengar kata kekerasan aku menjadi bersemangat!"
"yah baguslah aku mengandalkan kalian."
....
Buk!
Meru dan Wert memukul para penjaga yang sedang berbicara di bagian belakang kepala mereka dan membuatnya pingsan.
"baiklah, sepertinya hanya tersisa bagian Fed dan Elija."
"yahh kau benar, semoga saja mereka tak apa-apa."
...
"bagaimana denganku Elija? apa tugasku?"
"yahh, ini cukup sulit tapi tugasmu adalah berteriak Fed."
"berteriak?"
"ya, aku akan membakar kandang isolasi dan kau berteriaklah sekeras mungkin dan buat situasi menjadi panik tak terkendali seakan api itu akan membakar seluruh ladang ini."
"baiklah, tapi bagaimana kau bisa menghasilkan api tanpa alatnya?"
"aku mempunyai sebuah alat rahasia."
"baiklah.. kurasa.."
...
"AAAAAPIIIIIIIII!!!" Fed berteriak dengan sangat keras yang membuat kepanikan budak yang ingin selamat dari kobaran api.
Penjaga budak yang berdiam dan tertidur di depan kandang dan juga di gerbang langsung mendekati sumber suara teriakan itu.
"dimana?"
"bagaimana bisa?"
"apa yang terjadi?"
Para penjaga itu kebingungan dengan situasinya, Para budak juga ikut panik karena mereka tak ingin mati terbakar.
"sialan, kita harus menenangkan semua budak ini."
"AAAAAAAAHHHHHHHHHHH!!"
Para budak itu terus melarikan diri dari api yang hanya membakar satu kandang.
Mereka ketakutan karena ladang ini belum dibersihkan dari daun daun kering setelah tadi siang melakukan panen.
"tapi, hal ini panas hei.. kurasa kita harus melarikan diri juga." melihat kepanikan salah seorang penjaga ikut panik.
"AIR!"
"Sialan diamlah kalian semua!"
...
Situasi sudah menjadi seperti yang diharapkan, sebuah kepanikan terjadi.
"pada saat kepanikan berlangsung, kita berkumpul di bagian pagar paling gelap yang posisinya berlawanan dari rumah juragan tanah." itulah ucapan Lynn pada kelompok Wert.
"tapi... bagaimana jika ada yang menjaga disana Elija?"
"itu mudah, kalian bawa ember bersama kalian dan pura-pura mencari air dari sebelah sana... dan saat dia rasa tak ada keanehan lalu pergi disaat itulah kalian memanjat."
"baiklah... hanya itu saja rencana dariku, jika ada situasi tak terduga kalian bisa menyalahkan semuanya padaku nanti."
"apakah ada yang memiliki pertanyaan?"
"..."
"baiklah, kalau begitu... kalian bersiaplah untuk besok."
"ya!"
...
Situasi berjalan dengan lancar, semua ucapan Lynn terjadi dengan sempurna dan saat ini mereka sedang berkumpul di bagian pagar yang paling gelap dan berlawanan dari rumah juragan tanah.
"baiklah, kurasa kau mendapatkan kehormatan untuk pergi duluan Elija." ucap Wert.
"baiklah..."
Lynn memanjat terlebih dahulu.
Dump! suara jatuh Lynn tak terlalu keras tapi mungkin terdengar oleh seseorang yang ada di pintu depan karena kepanikan sedang terjadi di dalam ladang.
"hei cepatlah kalian semua!"
"..."
Tak ada jawaban dari mereka.
Lynn keheranan dengan yang terjadi karena seharusnya mereka terburu-buru namun malah diam tak bersuara.
Lynn mencoba melihat ke belakang untuk mengecek keadaan.
!!!
....
...
..
.
Lynn terdiam
Dia melihat... sebuah sosok yang tersenyum lebar dengan mata dominan putih melihat ke arahnya.
Di kegelapan itu yang memakan semua tempat hanya sosok itu yang terlihat jelas.
Lynn hanya terdiam...
Terdiam karena ketakutan.
Terdiam karena keheranan.
...
!
"Oy! Elija cepatlah kenapa kau diam seperti itu!" teriakan Wert menyadarkan Lynn yang sedang ketakutan itu.
"ada apa?"
"ahh tidak, cepatlah kalian semua pergi ke sini."
Lynn dan Kelompok Wert berhasil keluar dari ladang itu dan mereka segera berlari melarikan diri menuju kota sebelah.
...
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Poka😖
hehe thor
2023-01-07
0
yukisan
semangat updatenya Thor, mampir juga ya ;)
2023-01-05
0