Chapter 19 : Kelompok yang berambisi

"bagus! kurasa Fed kau menjadi bagian dari kita lagi."

Lynn memberikan penyataan pada Fed di depan pasukan Wert yang lainnya, dan saat ini mereka akan mendengarkan rencana yang telah dibuat oleh sosok Elija atau Lynn yang telah berhasil kabur namun tertangkap lagi.

?

Kenapa semuanya bisa ada di tempat yang sama dengan Lynn?

Ah! itu karena, sudah sekitar dua Minggu berlalu dan Elija yang melakukan tindakan melanggar sebelumnya dan diisolasi di kandang yang kotor dipindahkan kembali menuju kandang yang berisi budak lainnya untuk kepentingan budak itu sendiri, pemilik budak itu bilang kalau akan bermasalah jika budak yang dimilikinya mati jadi berikan setidaknya tempat layak untuk mereka untuk hidup.

...

Ini pertama kalinya Lynn bertemu dengan pasukan Wert atau pasukan pemberontak, tapi Lynn juga agak kebingungan dengan sikap budak lainnya yang tak memiliki semangat untuk hidup.

"ada apa dengan mereka?"

"abaikan saja mereka, mereka hanya sekelompok orang yang tak ingin berbuat lebih untuk diri mereka sendiri."

"... baiklah kurasa, apa tak apa kau membicarakan orang-orang itu di hadapan mereka sendiri."

"biarkanlah, mereka takkan peduli."

"jadi... dimana orang-orangmu."

"mereka ada di sana." Wert menunjuk pada tiga orang yang berdiam di pojok kandang.

"ini adalah Uona, dia memiliki keinginan untuk keluar sama besarnya denganku." Wert menunjuk ke arah budak yang mempunyai aura positif.

"yang ini, Meru dia adalah seorang yang memanfaatkan kita untuk keluar dari sini, dia rindu dengan kehidupan normalnya dulu, dia juga yang membuat ku semakin ingin merasakan kebebasan." Wert menunjuk ke arah budak yang agak pendiam.

"dan ini Fed, kau tahu kan Elija, dia seperti yang sudah kujelaskan padamu di kandang isolasi."

Lynn mengangguk.

"jadi... bagaimana rencanamu Elija?" Meru langsung pada intinya, dia mengatakan itu sembari menggunakan nada malas.

"ya! kapan kita akan melakukannya!" Uona bersemangat.

Tapi Lynn berfokus melihat pada Fed, seorang budak yang tadinya ingin keluar namun tak jadi.

"kenapa kau dulu malah membelot dari kelompok ini, padahal mereka semua makin melihat sebuah cahaya." Lynn menjadi serius.

Orang-orang yang bertanya pada Lynn jadi terdiam.

Fed mengalihkan matanya dari pandangan mata Lynn.

Lynn menatap matanya dengan tajam.

"yahh, kurasa yang lalu sudah berlalu, tak ada yang bisa mengubahnya... kau bersedia menjadi loyal pada kelompok ini bukan?"

"ya... tentu!"

"bagus! kurasa Fed kau menjadi bagian dari kita lagi sekarang."

Semua orang terlihat lega sekarang, mereka mulai bertanya pada Lynn mengenai rencana yang akan dilakukannya.

...

"aku sudah melakukan berbagai pengamatan selama dua minggu belakangan... aku telah mendapatkan rutinitas para penjaga itu, lalu kegiatan apa saja yang dilakukan oleh penjaga itu, dan juga sebuah kesempatan untuk seorang budak ladang pergi keluar."

"!"

"bagaimana itu Elija?"

"seperti yang kalian tahu para budak ladang memiliki akses keluar yang sedikit dan mereka harus bekerja di ladang ini sampai mati, tapi ada satu saat mereka dapat keluar dari ladang ini."

"kapan?!"

"ini sangat jelas bukan? saat juragan tanah ini menjual hasil ladang menuju pasar."

"ah! kau benar juga, aku pernah juga disuruh keluar saat mereka menjual hasil ladang, tapi aku tak terpikirkan sama sekali untuk kabur." Wert berkata demikian.

"baiklah... lagipula jika kau melarikan diri saat itu hanya akan membuatmu dihukum, seperti diriku sebelumnya."

"lalu? bagaimana?"Meru mencoba mengeruk informasi.

"hanya orang bodoh yang mencoba kabur saat siang hari, kita tentu akan melakukan pelarian pada malam hari."

"jadi untuk apa kau menjelaskan hal itu pada kami Elija?" Fed yang agak ragu untuk bertanya mengeluarkan pendapatnya.

"ya, benar Elija... untuk apa?"

"maksudku, yahh kau tahu Wert temanku... seorang budak wanita aku ingin memastikan keberadaannya."

"oh maksudmu seseorang yang kau sebut Sera?" Ucap Wert.

"ya, itu dia... aku telah memperhatikan semuanya tapi hanya keberadaan Sera yang tak kuketahui, dan juga aku tak mungkin dibiarkan disuruh pergi keluar... jadi aku ingin seseorang pergi untuk keluar dan memastikan keberadaan Sera."

"..."

Semuanya terdiam seakan tak mau mengerjakan tugas itu.

"baiklah kurasa aku akan melakukannya." Fed mengajukan diri.

Lynn agak ragu, tapi Wert menganggukkan kepalanya menandakan kita bisa percaya padanya.

"dengarkan aku Fed, aku hanya butuh kau untuk memastikan keberadaan temanku Sera, seorang budak wanita, jika dia ada di sana maka bilang kalau aku mengkhawatirkan nya jadi tenanglah."

"baiklah, lalu apalagi yang harus kulakukan?"

"kalau bisa perhatikan bagian luar pagar juga, aku tak mempunyai gambarannya di kepalaku karena saat dibawa kesini dulu kepalaku ditutupi sebuah kain."

"baiklah... ada lagi?"

"untuk saat ini tidak ada, aku akan mengatakannya lagi padamu jika ada sesuatu yang lain, para penjaga itu akan memilih seorang budak pada dua hari lagi dan kau mengajukan diri lah Fed, aku percaya padamu."

Pertaruhan dilakukan oleh mereka, bagaimanapun juga Fed merupakan bagian dari kelompok ini dan setidaknya mereka harus bisa mempercayainya meskipun dia pernah berkhianat.

...

Dua hari kemudian...

Fed mengajukan diri untuk pergi mengangkut barang-barang ke pasar.

Ceplak!

Suara cambuk bergelegar membuat nya bergerak dengan cepat.

Barang bawaan yang akan diangkut olehnya ditempatkan di belakang rumah juragan tanah dan harus dimasukkan pada kereta kuda yang ada di depan rumah.

"baiklah, Sera... aku harus menemukan Sera."

Fed memanfaatkan situasi saat seorang penjaga sedang berbicara dengan juragan tanah.

Fed mencari dan terus mencari seorang budak perempuan, dia menemukan ada tiga orang budak perempuan tapi tak ada satupun yang bernama Sera.

Fed terus melihat ke sekeliling sembari mengangkut barang-barang dan menyadari kalau ada seorang budak di dekat juragan tanah.

Juragan tanah itu masih berbicara dengan penjaga budak, dan Fed tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.

"psst! hei!" Fed berbisik pada budak wanita itu.

"apa kau Sera..."

Menyadari namanya dipanggil oleh budak yang tak dikenalnya membuatnya bereaksi dan mendekati orang itu.

"ya.. bagaimana kau mengetahui namaku..."

"sebenarnya aku dikirim oleh Elija untuk mengabarimu sesuatu..."

"Elija! apa dia baik-baik saja?"

"yaa memar di wajahnya membuatnya tak bisa diidentifikasi, tapi dia baik-baik saja.."

"baguslah, cepat katakan apa yang disuruh oleh Elija."

"dia bilang untuk kau tak perlu mengkhawatirkan apapun."

"? apa maksudnya itu? memangnya tak ada hal lain yang dia ingin sampaikan."

Fed mengangkat bahunya menandakan tak tahu.

Sera agak kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi, tapi setidaknya dia mengetahui keadaan Elija.

"terimakasih siapapun kau, tolong sampaikan pesanku untuk tak terlalu melakukan semuanya dengan berlebihan."

"baiklah, akan kusampaikan nanti."

Merasa tugas dari Elija untuknya sudah selesai dia melanjutkan mengangkut barang-barang yang menjadi tugasnya sebagai budak.

...

...

...

...

"..."

"jadi bagaimana Fed..."

"ya.. dia ada di sana."

Lynn melompat kegirangan mendengar kabar itu, tapi langsung berdiam setelah merasakan malu dilihat oleh yang lainnya.

"ekhm, adakah yang dia sampaikan untukku?"

"ya, dia bilang jangan melakukan semuanya berlebihan."

"baiklah, kurasa sekarang sudah saatnya aku membicarakan rencana yang akan kita lakukan besok hari."

"tunggu?! besok?"

"ya besok!"

"jadi, rencananya adalah...."

...

Keesokan harinya

Di pagi menjelang siang, ada seorang wanita yang datang menuju ladang dengan niat membeli seorang budak.

Semua budak dikumpulkan untuk berbaris dan wanita itu memilih dari ujung ke ujung.

"kau! aku akan membelimu." ucap wanita itu sembari menunjuk pada budak yang akan dibelinya.

Dan budak itu adalah.

...

Elija!

Terpopuler

Comments

Poka😖

Poka😖

wah ada apa nih upload 2x dalam sehari🤔🤔

2023-01-04

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Kehancuran, Kegelapan dan Kesepian (Revisi)
2 Chapter 2 : Mimpi dan Kenyataan (Revisi)
3 Chapter 3 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (1) (Revisi)
4 Chapter 4 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (2) (Revisi)
5 Chapter 5 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (3) (Revisi)
6 Chapter 6 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (4) (Revisi)
7 Chapter 7 : Kepada Pemuda yang tersesat di angkasa (Revisi)
8 Chapter 8 : Terimakasih (Revisi)
9 Chapter 9 : Persiapan menuju Añýa (Revisi)
10 Chapter 10 : Sebuah Tempat dimana kau merasakan nostalgia (1) (Revisi)
11 Chapter 11 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (2) (Revisi)
12 Chapter 12 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (3) (Revisi)
13 Chapter 13 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (4) (Revisi)
14 Chapter 14 : Pelayan yang mendapatkan teman
15 Chapter 15 : Sihir
16 Chapter 16 : Kehidupan Budak
17 Chapter 17 : Sebuah Rencana
18 Chapter 18 : Wert karena itu simpel
19 Chapter 19 : Kelompok yang berambisi
20 Chapter 20 : Dimulai! Operasi melarikan diri
21 Chapter 21 : Melarikan diri, cerita terus berlanjut
22 Chapter 22 : Kerajaan yang damai dengan seorang yang putus asa
23 Chapter 23 : Wadah yang aneh
24 Chapter 24 : Sosok yang basah kuyup
25 Chapter 25 : Ingatan yang terus memasuki pikiran
26 Chapter 26 : Nina
27 Chapter 27 : Seseorang yang menangis dalam kegelapan
28 Chapter 28 : Masa lalu yang diubah
29 Bab 29 : Reuni kecil
30 Announcement
31 announcement (2)
Episodes

Updated 31 Episodes

1
Chapter 1 : Kehancuran, Kegelapan dan Kesepian (Revisi)
2
Chapter 2 : Mimpi dan Kenyataan (Revisi)
3
Chapter 3 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (1) (Revisi)
4
Chapter 4 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (2) (Revisi)
5
Chapter 5 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (3) (Revisi)
6
Chapter 6 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (4) (Revisi)
7
Chapter 7 : Kepada Pemuda yang tersesat di angkasa (Revisi)
8
Chapter 8 : Terimakasih (Revisi)
9
Chapter 9 : Persiapan menuju Añýa (Revisi)
10
Chapter 10 : Sebuah Tempat dimana kau merasakan nostalgia (1) (Revisi)
11
Chapter 11 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (2) (Revisi)
12
Chapter 12 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (3) (Revisi)
13
Chapter 13 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (4) (Revisi)
14
Chapter 14 : Pelayan yang mendapatkan teman
15
Chapter 15 : Sihir
16
Chapter 16 : Kehidupan Budak
17
Chapter 17 : Sebuah Rencana
18
Chapter 18 : Wert karena itu simpel
19
Chapter 19 : Kelompok yang berambisi
20
Chapter 20 : Dimulai! Operasi melarikan diri
21
Chapter 21 : Melarikan diri, cerita terus berlanjut
22
Chapter 22 : Kerajaan yang damai dengan seorang yang putus asa
23
Chapter 23 : Wadah yang aneh
24
Chapter 24 : Sosok yang basah kuyup
25
Chapter 25 : Ingatan yang terus memasuki pikiran
26
Chapter 26 : Nina
27
Chapter 27 : Seseorang yang menangis dalam kegelapan
28
Chapter 28 : Masa lalu yang diubah
29
Bab 29 : Reuni kecil
30
Announcement
31
announcement (2)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!