Chapter 3 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (1) (Revisi)

Lynn membuka matanya.

"ah! kau sudah bangun" Wanita yang menampar Lynn adalah orang yang pertama kali dilihatnya.

"a.. apa semua ini nyata?"

"ya, cepatlah bangun, akan kujelaskan dengan cepat karena waktu kita hanya sedikit saat ini."

"apa maksudmu waktu kita hanya sedikit?"

Wanita itu mencoba untuk tenang dan tidak terburu-buru.

"kau telah menggunakan wujud jiwa itu cukup lama bukan?"

"ya" jawab Lynn sambil menganggukkan kepalanya.

"nah itulah sebabnya." Wanita itu menjelaskannya dengan singkat.

"kau sungguh payah menjelaskan sesuatu." gerutu Lynn.

"sudahlah jangan memujiku seperti itu." Wanita itu malah menjadi senang.

"jadi, apa yang akan terjadi selanjutnya?"

"kau menginginkan kesempatan kedua bukan?"

"ya.."

"maka dari itu!" Wanita itu dengan semangatnya mengacungkan tangannya dan menganggap kalau Lynn akan mengerti apa yang diucapkannya.

"ha?" Lynn malah kebingungan sendiri

"kau benar-benar tak bisa menjelaskan sesuatu yah? apa maksudmu?"

"maKsssudkuuuu, kau mendapatkan kesempatan kedua mu jika kau mengikutiku saat ini, kau mengerti?"

"apa yang kau maksud mengikutimu?"

Sigh!

"kita kehabisan waktu, sebelum kau terlempar lebih jauh, aku akan mengarahkan kau sekarang, tak ada waktu lagi."

"apa maksudmu." Lynn masih tak mengerti apa yang dikatakan oleh wanita itu.

"kau terlalu banyak bertanya." Wanita itu menghiraukannya dan meletakkan tangannya pada dada Lynn.

Entah apa yang akan dilakukan olehnya tapi terasa dia akan mendorong Lynn.

"Tunggu dulu! setidaknya berikan aku namamu."

"..." Wanita itu berhenti sekejap.

Dia mulai mendorong tubuh Lynn ke belakang.

"Namaku Te-" Dia menyebutkan Namanya, tapi Lynn tak mendengar kata-katanya itu dengan jelas.

"woah!" Lynn terjatuh dengan kecepatan tinggi, tapi tubuhnya tak merasakan dampak dari kecepatan itu.

Lynn menutup matanya dengan erat.

Dia terus terjatuh hingga akhirnya....

Duk!

Dia mencapai tanah dan jatuhnya dia memberikan rasa sakit yang cukup besar.

"hei Tuan! apa kau tidak apa-apa?" Sebuah suara dari anak kecil menggapai telinganya.

Lynn membuka matanya.

Dia tak bisa melihat dengan jelas saat ini, yang dilihatnya saat ini seperti layaknya melihat sebuah cahaya dari dalam sumur.

"ahhh! dia terbangun!" ucap salah seorang yang mengerumuninya itu.

Lynn menggosok matanya, dan sekarang dapat melihat dengan jelas bahwa dia dikerumuni oleh orang-orang yang tak dikenal olehnya.

Diantara kerumunan itu ada satu orang yang terlihat familiar.

"ahh, bukankah kau anak kecil itu." Lynn menunjuk ke arah seorang anak perempuan yang ada di salah satu kerumunan itu.

Kerumunan itu langsung melihat ke anak yang ditunjuk oleh Lynn.

"a-aku?" Anak itu kebingungan.

"ya, kau.." Lynn menggerakkan tubuhnya dan mengubah posisinya menjadi duduk.

"Tuan, kurasa kau salah orang... anak itu adalah anak yang baik kok, dia tak pernah melakukan kesalahan" Salah seorang dari kerumunan itu membela anak itu, bahkan sebelum Lynn menyelesaikan perkataannya.

"tidak! bukan itu! aku mengenalnya!"

"?" seluruh kerumunan itu kebingungan.

"tunggu dulu Tuan, biar ku tanyakan pada anak itu sebentar, aku cukup mengenalnya." Ucap orang yang membela anak itu dan memisahkan Lynn dengannya.

".... Alena?" Percakapan yang dilakukan oleh orang itu tak terdengar jelas oleh Lynn, tapi saat dia memanggil nama dari anak itu, Lynn bereaksi.

"Alena!" Lynn menghampiri anak itu.

"eh, siapa kau... aku tak.." Alena segan dan malah menjadi ketakutan.

Lynn heran, kenapa anak yang seharusnya mengenalnya malah menjadi asing kepadanya.

"Alena, ini aku... Lynn." ucap Lynn untuk memperjelas situasi.

"Tuan, sepertinya anda salah orang atau apa... anak ini bilang dia tak mengenalmu." ucap orang yang membawa Alena.

"Ada apa ini?"

Seorang pria menggunakan baju zirah menghampiri kerumunan yang terjadi dan seketika kerumunan itu menghilang dan menyisakan 4 orang.

Lynn, Alena, Pria berzirah, dan juga wanita tua yang mengenal Alena.

"apa yang terjadi Laurissa?" Pria berzirah itu menanyakan apa yang terjadi.

"ahh, bukan masalah besar hanya saja..." Laurissa mencoba untuk menjelaskan situasinya tapi dia agak kesulitan untuk mengatakannya.

"ehm? oh, aku tak pernah melihatmu sebelumnya." Pria berzirah itu mengalihkan pandangannya pada Lynn.

"Perkenalkan, namaku Rigel aku penjaga di desa ini, bisakah kau menjelaskan yang terjadi?"

"pak penjaga." Alena memanggil Rigel dan dia membungkukkan badannya.

Alena membisikkan sesuatu pada Rigel yang menyamakan tinggi kepalanya dengan tinggi badan Alena.

"ah, jadi sepertinya ada semacam kesalahpahaman disini..."

Entah apa yang dijelaskan oleh Alena, tapi dia sepertinya mencoba untuk tak merugikan semua orang.

"bisakah kalian tenang dan ikuti aku ke pos penjaga?"

Laurissa bereaksi ketika mendengar kata pos penjaga.

"apa kita akan ditahan Rigel?"

"hahaha tentu saja tidak! hanya saja lebih enak kalau mencari tempat yang nyaman untuk berbincang benar bukan?"

"yahh, kau benar."

"kau... Tuan.." Rigel mencoba menyapa Lynn.

"Lynn, namaku Lynn"

"baiklah Tuan Lynn, bisakah kau mengikutiku menuju pos penjaga dan menjelaskan semuanya?"

"tentu saja."

"baiklah, kalau begitu..." Rigel menundukkan badannya lagi untuk berbicara pada Alena.

"Alena, bisakah kau menuntun Laurissa?"

Alena mengangguk.

Dan mereka berempat kemudian berjalan menuju sebuah pos penjaga yang jaraknya tak terlalu jauh.

"jadi... bagaimana kau bisa mengenal Alena, Tuan Lynn?" Tanpa basa-basi Rigel langsung menanyakan inti dari percakapannya.

"ah, entahlah... aku tak terlalu ingat." Lynn tak bisa mengatakan begitu saja kalau dia tak berasal dari tempat ini.

"?"

"apa maksudmu kau tak terlalu ingat?" Rigel menaruh curiga terhadap Lynn.

"aku hanya... merasa... tak mengingat masa laluku." Kebohongan yang disampaikan Lynn cukup membuat seseorang dapat percaya dengan mudah.

"hmm? memangnya apa yang terjadi?" Rigel kurang percaya dengan apa yang dikatakannya.

"dia terjatuh." Laurissa berbicara dan hal itu membuat Rigel merasa kalau apa yang diucapkan Lynn tak sepenuhnya berbohong.

"ahh, kapan tepatnya dia jatuh Laurissa?" Rigel berpaling dari Lynn.

"sebelum ini, dia terjatuh dari bangunan yang cukup tinggi dan kebetulan dia terjatuh di dekat Alena." Jelas Laurissa.

"baiklah... apakah itu benar Alena?" Rigel menanyakan kebenarannya.

"ya.. itu benar... dia terjatuh tepat di depanku lalu orang-orang mengerumuninya." Alena menjelaskan apa yang terjadi.

"ya... sekarang sudah cukup jelas..." Rigel akhirnya percaya dengan kebohongan yang dikatakan oleh Lynn.

"apakah kau mengingat hal lain selain namamu Tuan Lynn?"

Rigel mencoba mencari tahu lagi apakah dia berbohong.

"aku... sedang mencari seseorang."

"siapa, tepatnya orang itu?"

"entahlah, aku hanya mengingat perawakannya dan namanya juga samar-samar di kepalaku."

Tapi Lynn lihai bermain kata dan sekarang Rigel sepenuhnya percaya dengan apa yang dia katakan, 'Orang ini mengalami hilang ingatan akibat benturan,' itulah yang diyakini oleh Rigel saat ini, lagipula yang dijelaskan olehnya tak sepenuhnya bohong.

"apa kau mengingat mengenai rumahmu? keluargamu?" Rigel terus menanyakan pertanyaan.

"tidak..."

"..."

"sejak kapan kau melupakan semuanya?"

"entahlah."

"..."

"..."

"baiklah... kurasa tak ada masalah, dan Tuan Lynn, apakah kau mempunyai tempat tinggal? mengingat kau adalah seorang pendatang dan kehilangan ingatanmu, kurasa akan menjadi masalah jika membiarkanmu berkeliaran."

"ah.. tidak, aku tak.."

"biar dia tinggal bersamaku." Laurissa mengajukan solusi.

Rigel melirik ke arah Laurissa.

"apakah kau yakin? bukankah kau ragu padanya sebelum ini?"

"tak apa, aku sudah mengerti situasinya, lagipula biarkan dia menemaniku dan membantuku mengerjakan pekerjaan rumah... wanita tua sepertiku kesulitan untuk melakukan semua itu sendirian."

"yah, itu cukup masuk akal, mengingat Alena juga tinggal di rumahmu benar bukan?"

"ya, aku tak keberatan membiarkan seorang pemuda atau siapapun yang tak memiliki rumah di desa ini untuk tinggal di rumahku, aku tak bisa sendirian mengingat anakku dibawa ke kota setelah menikah dengan suaminya, aku tak keberatan jika seseorang tinggal bersamaku."

Rigel melihat ke arah Lynn.

"apa kau tak keberatan tuan Lynn?"

"tentu... aku tak memiliki apapun saat ini."

"yahh, kurasa... masalahnya sudah selesai, jika kau memiliki masalah kau dapat menyusuri kota dan mencariku." Rigel mengulurkan tangannya kepada Lynn.

"yah, aku akan melakukan itu jika terjadi masalah." Lynn menjabat tangan Rigel.

Masalah pertama yang dialami oleh Lynn selesai, dia bahkan belum bisa memikirkan bagaimana cara dia bisa kesini, dan apa tujuannya.

Tapi ketika menghadapi masalah dia lihai dalam menyelesaikannya.

Lynn, Alena dan juga Laurissa pamit kepada Rigel dan pergi meninggalkan pos penjaga.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Bangu Thry Wulandari

Bangu Thry Wulandari

lanjut kak, ☺☺☺

2023-01-05

1

Poka😖

Poka😖

chapter ini udh lumayan bagus thor... tapi agak kurang gimana gitu... lanjut baca chapter 4 semoga lebih bagus

2022-12-26

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Kehancuran, Kegelapan dan Kesepian (Revisi)
2 Chapter 2 : Mimpi dan Kenyataan (Revisi)
3 Chapter 3 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (1) (Revisi)
4 Chapter 4 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (2) (Revisi)
5 Chapter 5 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (3) (Revisi)
6 Chapter 6 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (4) (Revisi)
7 Chapter 7 : Kepada Pemuda yang tersesat di angkasa (Revisi)
8 Chapter 8 : Terimakasih (Revisi)
9 Chapter 9 : Persiapan menuju Añýa (Revisi)
10 Chapter 10 : Sebuah Tempat dimana kau merasakan nostalgia (1) (Revisi)
11 Chapter 11 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (2) (Revisi)
12 Chapter 12 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (3) (Revisi)
13 Chapter 13 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (4) (Revisi)
14 Chapter 14 : Pelayan yang mendapatkan teman
15 Chapter 15 : Sihir
16 Chapter 16 : Kehidupan Budak
17 Chapter 17 : Sebuah Rencana
18 Chapter 18 : Wert karena itu simpel
19 Chapter 19 : Kelompok yang berambisi
20 Chapter 20 : Dimulai! Operasi melarikan diri
21 Chapter 21 : Melarikan diri, cerita terus berlanjut
22 Chapter 22 : Kerajaan yang damai dengan seorang yang putus asa
23 Chapter 23 : Wadah yang aneh
24 Chapter 24 : Sosok yang basah kuyup
25 Chapter 25 : Ingatan yang terus memasuki pikiran
26 Chapter 26 : Nina
27 Chapter 27 : Seseorang yang menangis dalam kegelapan
28 Chapter 28 : Masa lalu yang diubah
29 Bab 29 : Reuni kecil
30 Announcement
31 announcement (2)
Episodes

Updated 31 Episodes

1
Chapter 1 : Kehancuran, Kegelapan dan Kesepian (Revisi)
2
Chapter 2 : Mimpi dan Kenyataan (Revisi)
3
Chapter 3 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (1) (Revisi)
4
Chapter 4 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (2) (Revisi)
5
Chapter 5 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (3) (Revisi)
6
Chapter 6 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (4) (Revisi)
7
Chapter 7 : Kepada Pemuda yang tersesat di angkasa (Revisi)
8
Chapter 8 : Terimakasih (Revisi)
9
Chapter 9 : Persiapan menuju Añýa (Revisi)
10
Chapter 10 : Sebuah Tempat dimana kau merasakan nostalgia (1) (Revisi)
11
Chapter 11 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (2) (Revisi)
12
Chapter 12 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (3) (Revisi)
13
Chapter 13 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (4) (Revisi)
14
Chapter 14 : Pelayan yang mendapatkan teman
15
Chapter 15 : Sihir
16
Chapter 16 : Kehidupan Budak
17
Chapter 17 : Sebuah Rencana
18
Chapter 18 : Wert karena itu simpel
19
Chapter 19 : Kelompok yang berambisi
20
Chapter 20 : Dimulai! Operasi melarikan diri
21
Chapter 21 : Melarikan diri, cerita terus berlanjut
22
Chapter 22 : Kerajaan yang damai dengan seorang yang putus asa
23
Chapter 23 : Wadah yang aneh
24
Chapter 24 : Sosok yang basah kuyup
25
Chapter 25 : Ingatan yang terus memasuki pikiran
26
Chapter 26 : Nina
27
Chapter 27 : Seseorang yang menangis dalam kegelapan
28
Chapter 28 : Masa lalu yang diubah
29
Bab 29 : Reuni kecil
30
Announcement
31
announcement (2)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!