Chapter 16 : Kehidupan Budak

"apa yang kau maksud Lynn!?" Eleisa mengeluarkan suara berbisik yang kesal terhadapnya.

"kubilang tunggulah sebentar, aku ingin memastikan sesuatu."

"ahh terserahlah, kau jalani saja kehidupan ini sendirian, aku akan pergi dan mencari wadah yang lain."

"baiklah, itu ide bagus Eleisa... kau pergilah menjadi orang lain dan beli aku pada waktunya."

"aku merasa bukan tanpa alasan kita masuk ke dalam tubuh budak." Lynn mengutarakan pendapatnya pada Eleisa.

"yah.. terserah kau, akan kubeli dirimu nanti... kau bertahanlah hidup sebagai budak, ingat saja ini pilihanmu bukan pilihanku."

"iya, aku sangat menyadari apa yang kuperbuat, cepatlah pergi."

"ahh sialan."

Jiwa Eleisa pergi dari tubuh budak itu.

...

Setelah kepergian Eleisa, tubuh budak itu mengeluarkan suara ketakutan.

"eh? dimana aku, kenapa aku bisa kembali ke sini?"

"hei sstt! jangan terlalu berisik." Lynn menyuruh budak itu untuk diam.

"siapa itu? Elija? apa itu kau Elija? ini aku Sera.. apa yang terjadi."

"sepertinya kita tertangkap lagi Sera... menurutmu kemana kita akan dibawa?"

"apa kau bodoh, bukankah sudah jelas para budak yang kabur akan dibawa menuju tempat itu dan disiksa.... setelah ini tak ada lagi kehidupan untuk kita, kesempatan kita untuk melarikan diri sudah lenyap."

"ahh kau benar, tapi tenang Sera jalan itu pasti ada..."

Sera terdiam mendengar Lynn mengucapkan itu.

"apa kau benar Elija? kau seperti orang yang berbeda bisa berpikiran jernih seperti itu."

"ah.. ya, setidaknya aku dapat melihat sebuah harapan, jadi tenang saja Sera."

"ya sudahlah, bagaimana rencanamu?"

"begini..."

Lynn menjelaskan rencana dadakan yang telah dibuatnya secara spontan setelah Eleisa pergi meninggalkannya.

Lynn berencana untuk menjalani kehidupan sebagai budak dan menunggu Eleisa datang.

"begitulah Sera... aku yakin dan sangat yakin kalau akan ada seseorang yang datang dan membeli kita."

"... apa kau sudah bodoh!? bodohnya aku menaruh nyawaku pada dirimu."

"tunggu Sera, percayalah padaku."

"aku selalu percaya padamu Elija... tapi kenapa kau menempatkan kita pada situasi ini lagi? bukankah sebelumnya juga kau tak berpikir seperti itu? ada apa denganmu? apakah kepalamu terbentur?"

"yah.."

Dumb!

Kereta kuda yang membawa mereka berhenti.

"KELUAR KALIAN PARA BUDAK! JANGAN MEMBUATKU BEKERJA UNTUK KALIAN!"

Sera yang tangannya terikat menggenggam tangan Elija yang juga terikat lalu berdiri dan keluar dari kereta kuda.

"CEPATLAH! JANGAN MEMBUATKU MENUNGGU!"

"Sera, dengar aku baik-baik mungkin kita akan berpisah setelah ini, tapi cobalah terus mendekat padaku."

"y... ya... tapi Elija.... aku... takut.."

Lynn menggenggam erat tangan Sera sebelum mereka berdua dipisahkan oleh orang mengerikan itu.

Karung yang menutupi kepala Lynn dibuka dan Tubuh Lynn dijatuhkan dengan sangat keras.

Orang itu menjatuhkan tubuh Lynn dan menendang nya terus menerus.

"Rasakan ini, eugh! kau benar-benar membuatku bekerja! eugh! sialan! bajingan kau!"

Sera yang melihat hanya bisa ketakutan melihat perlakuannya pada Lynn.

Lynn mencoba untuk bangun dan dia terus didorong hingga terjatuh.

"sialan kau!"

Orang itu menendang Lynn sangat lama.

Sera terus menunjukkan wajah ketakutannya dan dia dibawa menuju ke sebuah ladang.

"Baiklah... kau" Orang yang menyiksa Lynn mengangkat kepala Lynn dengan menjambak rambutnya.

Lynn telah kelelahan dengan penderitaan yang diterimanya.

Dan Kesadarannya.

Mulai Hilang.

...

..

.

"bangunlah sialan, kau menyedihkan pingsan dua kali dalam satu hari..."

Dengan kesakitan dia menjawab "siapa kau."

"sudahlah jangan merintih seperti kau kesakitan seperti itu, kau hanya melebih-lebihkannya."

"apa yang kau maksud?"

"bangunlah saja dan pergi hadapi masalahmu, jalani apa yang kau pilih apapun hasilnya kau harus menerima hal itu."

"siapa kau."

"..."

!

Lynn terbangun dari pingsannya.

Kepalanya terasa sakit.

Di sekitarnya juga terdapat bau yang sangat menyengat.

...

"ahh sialan, ini kandang kuda."

Lynn terbangun di sebuah kandang kuda yang sangat 'tidak bersih' dia mencoba untuk berdiri dan pergi keluar kandang.

Kra..kak!

Suara pintu yang terbuka itu sangat keras.

Seorang penjaga yang berdiam di depan pintu langsung menengok dirinya dan mendorongnya untuk pergi bersama yang lainnya.

Yang lainnya.

Tempat yang sekarang ditinggali oleh Lynn adalah sebuah ladang yang penuh dengan budak.

Dan Lynn

Adalah salah seorang dari budak itu.

"Cepatlah kesana dan kerjakan apa yang harus kau kerjakan sialan."

Lynn didorong dengan keras hingga terjatuh.

Perlakuan orang-orang itu sangat kasar.

Lynn pergi menuju ke budak lainnya dan dia mengerjakan pekerjaan ladangnya.

Matahari saat ini masih berada di timur.

Yang artinya hari ini masih pagi hari.

"hei... kau." seorang budak berbisik pada Lynn.

Lynn melihat kepada orang yang menjaga ladang.

Orang yang menjaga ladang itu tak menghiraukan mereka.

"ada apa.."

"kemarin kau kabur dari ladang ini... bagaimana caranya?"

"kau, memulai percakapan yang menarik... ada berapa orang bersamamu?"

"aku mempunyai 3 orang denganku, mereka dapat dipercaya."

"Hei!" penjaga itu mulai menyadari percakapan yang dilakukan oleh Lynn.

"cepatlah kembali bekerja, aku akan melihat-lihat situasi lagi nanti, temui aku nanti malam."

...

Lynn menjalani kehidupan sebagai budak, dia merasakan setiap rasa penat, sakit, dan juga stress yang dirasakan oleh para budak itu secara instant.

Waktu pagi hari dia bekerja di ladang, di siang hari terik dia dipanggang sembari mengangkut hasil panen bolak-balik dan saat sore hari dia diberikan sanksi cambuk atas kelakuannya yang kemarin.

Lynn sangat kesakitan akibat cambukan yang diberikan.

Meski begitu..

Sera tak terlihat di sore hari.

"kemana Sera?"

...

Malam hari tiba.

Para penjaga telah tertidur dengan lelap, mereka tidak menghiraukan para budak karena dalam pikiran mereka dengan mempertunjukkan hukuman yang akan diterima oleh budak yang kabur mampu membuat budak lain takut untuk kabur.

Tapi, hal itu tak berlaku bagi Lynn

Meskipun dia menerima hukumannya secara sadar, tapi dia masih saja memikirkan cara untuk keluar dari ladang ini lagi, terlebih ada empat orang yang berkata akan bekerja sama dengannya.

Sepanjang hari tadi Lynn mengamati setiap sudut ladang untuk mencari celah, karena bagaimanapun orang yang berhasil keluar sebelumnya dari ladang ini bukanlah Lynn, namun Elija.

Lynn mencoba berpikir seperti Elija walaupun dia tak mengenal Elija sebelumnya, terus memikirkan bagaimana cara dia keluar.

"apakah mungkin Sera terlibat dalam usaha kabur sebelumnya?"

"..."

...

"hei! psst!" panggilan yang berbisik itu datang dari atap kandang.

Lynn dikucilkan dari budak lainnya dan ditempatkan di sebuah kandang kuda yang tak pernah dibersihkan.

Sementara para budak lainnya ditempatkan di kandang kuda lainnya karena meskipun pemilik budak ini kejam, mereka masih menyadari kalau para budak ini perlu istirahat.

Budak yang tadi pagi itu turun menuju tempat Lynn dan memulai percakapan tentang bagaimana cara keluar dari sana.

Terpopuler

Comments

Poka😖

Poka😖

ini si suaranya kok kayak beda gitu kayak bukan yang kemarin....

2023-01-01

0

Poka😖

Poka😖

kasian amat Lynn padahal dia gak salah apa apa

2023-01-01

0

Poka😖

Poka😖

wahh karakter baru lagi nih

2023-01-01

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Kehancuran, Kegelapan dan Kesepian (Revisi)
2 Chapter 2 : Mimpi dan Kenyataan (Revisi)
3 Chapter 3 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (1) (Revisi)
4 Chapter 4 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (2) (Revisi)
5 Chapter 5 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (3) (Revisi)
6 Chapter 6 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (4) (Revisi)
7 Chapter 7 : Kepada Pemuda yang tersesat di angkasa (Revisi)
8 Chapter 8 : Terimakasih (Revisi)
9 Chapter 9 : Persiapan menuju Añýa (Revisi)
10 Chapter 10 : Sebuah Tempat dimana kau merasakan nostalgia (1) (Revisi)
11 Chapter 11 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (2) (Revisi)
12 Chapter 12 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (3) (Revisi)
13 Chapter 13 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (4) (Revisi)
14 Chapter 14 : Pelayan yang mendapatkan teman
15 Chapter 15 : Sihir
16 Chapter 16 : Kehidupan Budak
17 Chapter 17 : Sebuah Rencana
18 Chapter 18 : Wert karena itu simpel
19 Chapter 19 : Kelompok yang berambisi
20 Chapter 20 : Dimulai! Operasi melarikan diri
21 Chapter 21 : Melarikan diri, cerita terus berlanjut
22 Chapter 22 : Kerajaan yang damai dengan seorang yang putus asa
23 Chapter 23 : Wadah yang aneh
24 Chapter 24 : Sosok yang basah kuyup
25 Chapter 25 : Ingatan yang terus memasuki pikiran
26 Chapter 26 : Nina
27 Chapter 27 : Seseorang yang menangis dalam kegelapan
28 Chapter 28 : Masa lalu yang diubah
29 Bab 29 : Reuni kecil
30 Announcement
31 announcement (2)
Episodes

Updated 31 Episodes

1
Chapter 1 : Kehancuran, Kegelapan dan Kesepian (Revisi)
2
Chapter 2 : Mimpi dan Kenyataan (Revisi)
3
Chapter 3 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (1) (Revisi)
4
Chapter 4 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (2) (Revisi)
5
Chapter 5 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (3) (Revisi)
6
Chapter 6 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (4) (Revisi)
7
Chapter 7 : Kepada Pemuda yang tersesat di angkasa (Revisi)
8
Chapter 8 : Terimakasih (Revisi)
9
Chapter 9 : Persiapan menuju Añýa (Revisi)
10
Chapter 10 : Sebuah Tempat dimana kau merasakan nostalgia (1) (Revisi)
11
Chapter 11 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (2) (Revisi)
12
Chapter 12 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (3) (Revisi)
13
Chapter 13 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (4) (Revisi)
14
Chapter 14 : Pelayan yang mendapatkan teman
15
Chapter 15 : Sihir
16
Chapter 16 : Kehidupan Budak
17
Chapter 17 : Sebuah Rencana
18
Chapter 18 : Wert karena itu simpel
19
Chapter 19 : Kelompok yang berambisi
20
Chapter 20 : Dimulai! Operasi melarikan diri
21
Chapter 21 : Melarikan diri, cerita terus berlanjut
22
Chapter 22 : Kerajaan yang damai dengan seorang yang putus asa
23
Chapter 23 : Wadah yang aneh
24
Chapter 24 : Sosok yang basah kuyup
25
Chapter 25 : Ingatan yang terus memasuki pikiran
26
Chapter 26 : Nina
27
Chapter 27 : Seseorang yang menangis dalam kegelapan
28
Chapter 28 : Masa lalu yang diubah
29
Bab 29 : Reuni kecil
30
Announcement
31
announcement (2)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!