"ha.."
Semuanya terjadi begitu cepat.
"ada apa Lynn?" anak perempuan itu melihat Lynn dengan cemas.
Ragu.
Lynn ragu dengan kenyataan ini.
Dia menjatuhkan dirinya ke belakang.
Buk!
"Lynn? ada apa denganmu? apa kau sakit?" Anak itu khawatir terhadapnya
Otaknya tak mampu memproses apa yang terjadi.
Wush!
Hembusan angin laut melewati kulit Lynn dan membuatnya merasakan goosebumbs ini semua terasa sangat nyata.
Bahkan...
Terlalu nyata.
Suara gesekan rumput yang beradu satu sama lain.
Suara ombak.
Suara kicauan burung.
Semua ini terlalu nyata.
Plak!
"ehh!? Lynn! apa yang kau lakukan!?" Anak itu panik dengan tingkah laku Lynn.
"sakit..."
"tentu saja itu sakit, kau menampar dirimu sendiri."
"duh! apa yang salah denganmu!" Anak itu benar-benar memarahi Lynn atas apa yang baru saja dilakukannya.
Dan hal itu juga terasa sangat nyata.
"apa... apa yang terjadi?"
"justru aku harusnya bertanya padamu, apa yang terjadi?"
"kenapa kau menjadi berubah seperti ini setelah bermain kejar-kejaran denganku, tak biasanya kau bertingkah seperti ini."
"si... siapa kau."
"benarkah? kau ini kenapa? kau bertingkah sangat aneh Lynn, beneran deh apa yang terjadi padamu." Anak perempuan itu terdengar sangat akrab dengan Lynn, seperti dia sudah sangat lama bersamanya tapi, Lynn tak mengenalnya sedikitpun.
"..." Lynn terdiam.
"Seriusan? kau tak mengenalku?"
"aku tahu kita baru bertemu beberapa hari lalu dan aku tak terlalu... ah sudahlah intinya aku heran kenapa kau bisa melupakanku!"
"..."
Buk!
Dia memukul Lynn dengan cukup keras karena kesal.
"Alena! namaku Alena!" dia berteriak sambil mengembungkan pipinya.
Benar-benar perlakuan seorang anak kecil tapi cara bicaranya sama seperti seseorang yang sudah mengerti sedikit mengenai bagaimana cara dunia ini bekerja.
"hmmph!" Dia marah.
Lynn menghiraukannya.
Alih-alih mencoba membujuknya agar Alena membaik, Lynn malah menutup matanya dan mencoba merasakan semua perasaan yang telah lama dia rindukan ini.
Dia merasakan semuanya dengan sangat dalam hingga dia terlelap, bahkan meski ada resiko kalau dia akan terbangun di pesawat tapi dia terus merilekskan badannya hingga terlelap dan membiarkan Alena terdiam dalam kemarahannya.
Terlelap lagi dalam tidurnya.
Lynn tertidur dengan rasa nyaman yang ada di hatinya.
.........
!
Lynn terbangun dari tidurnya.
"ahh, sudah kuduga..."
"hal itu terlalu bagus untuk menjadi sebuah kenyataan."
Dia terbangun kembali di pesawat luar angkasa.
Lynn menggosok matanya.
Tapi tangannya malah bergerak menembus kepalanya.
"eh?"
Dia kebingungan.
Tapi dia mencoba berpikir positif, mungkin saja dia meleset karena masih merasakan kantuk yang dalam.
Dia mencobanya lagi.
Menggerakkan tangannya untuk mengusap mata, dia menggerakkan tangannya sembari memfokuskannya bergerak menuju mata kanannya.
Dan...
Itu menembus kepalanya lagi.
"apakah aku memang se ngantuk itu?"
"ahh sudahlah, kurasa aku akan pergi membasuh muka ku saja."
Dia pergi menuju tempat daur ulang air.
"menyedihkan memang harus meminum ulang urine yang sudah ku keluarkan jauh-jauh hari untuk melepaskan dehidrasi yang mengikatku saat ini, tapi mau bagaimana lagi tak ada sumber air yang tersisa."
Lynn menggerakkan tangan kanannya menuju sebuah keran yang akan mengeluarkan sumber air di pesawat.
!
Tangannya melewati keran itu.
"ha?"
Dia mencobanya lagi dan lagi.
"sial, apa yang terjadi."
Lynn melihat menuju tangannya.
Dia melihat dengan jelas tanpa ada satupun kejanggalan.
Menggerakkan tangannya menuju benda lain namun sama saja, dia menembusnya.
Dia hanya bisa menyentuh bagian tubuhnya.
Lynn tak mengerti apa yang terjadi.
Semua kejadian ini terjadi begitu cepat sehingga dia tak mampu memproses semuanya.
Sebuah tempat yang gelap, pantai dan perasaan yang nyata, lalu tubuhnya yang saat ini menembus segalanya.
"aku mungkin hanya kecapekan..."
Lynn tetap mencoba untuk tetap tenang dan berpikir positif.
Dia kembali mencoba membuka keran yang ada di depannya tapi itu percobaan yang sia-sia.
"siaaaaaal!" Lynn mengeluh.
Dirinya berada dalam sebuah bentuk yang bukan manusia saat ini, tubuhnya melayang tapi itu tak terlalu aneh baginya karena selama setahun ini dia bertahan di sebuah pesawat luar angkasa.
Lynn mencoba menghirup nafas panjang.
"baiklah, kuterima faktanya... tapi apa inti dari hal ini? apakah ini sebuah petunjuk?"
"..." tak ada apapun, tak ada yang menjawab.
"yahh, baiklah... aku akan mencari tahu sendiri."
Lynn pergi dari tempat sumber air.
Dia menuju ke tempat dimana dia terbangun hari ini.
Melewati pintu yang memang sebelum dia tidur sudah terbuka.
Lynn melihat...
Dirinya.
"..." dia tak bisa berucap.
Tubuhnya langsung bereaksi panik dan meninggalkan ruangan itu.
Dia menembus dinding saking paniknya.
Pergi tak mengetahui arah dan sampai di ruang kendali.
gulp
Dia menelan ludahnya.
Mencoba untuk terus berpikir tenang tapi itu gagal, semua yang terjadi tak dapat dilalui dengan ketenangan.
"apa... apa yang sebenarnya terjadi?"
Lynn melihat ke arah kaca yang ada di depannya.
Sekilas terlihat pantulan dari keseluruhan ruangan kendali.
Keseluruhan kecuali Lynn.
Dia dapat melihat tangan, kaki, tubuh dan bagian lainnya yang dapat dilihat oleh mata akan tetapi pantulan samar di kaca itu tak menampilkan sedikitpun tubuh Lynn.
Dia menyadari ada kejanggalan disini dan pergi menuju sebuah cermin yang ada di pesawat untuk mendapatkan jawaban yang lebih jelas.
Lynn pergi.
Dia mencari-cari letak cermin yang ada di dalam pesawat, mengingat dia tak pernah melihat wajahnya sendiri secara langsung selama satu tahun ini, dia lupa dimana cermin itu diletakkan.
"dimana, sialan! aku selalu melihatnya tapi ketika aku membutuhkannya itu tak ada."
"kemana melayangnya cermin itu!?"
Memang ada beberapa kemungkinan cermin itu rusak atau apa karena melayang-layang tapi Lynn tak menghiraukan itu dan terus mencarinya.
Ruangan demi ruangan ditelusuri olehnya, mencari sebuah cermin yang cukup besar untuk menampakkan wajah orang dewasa.
Cermin gagang yang diberikan oleh seseorang padanya.
"itu dia!"
Setelah pencarian yang cukup lama dan menyusahkan karena Lynn tak bisa menyentuh apapun saat ini.
Akhirnya dia menemukannya.
Lynn melihat ke arah cermin dan benar saja apa yang dilihatnya dari pantulan samar kaca ruang kendali, cermin pun memperlihatkan dinding di belakang Lynn dan menembus tubuh Lynn yang sedang melihatnya secara langsung.
"sial, jadi dugaanku yang terburuk menjadi benar, aku tak lagi dalam tubuh manusia saat ini.. tapi apa ini?"
Lynn diam berpikir di depan cermin yang tak menampakkan wajahnya.
!
Ketika sedang diam dan memikirkan apa yang terjadi, Lynn merasakan sebuah tarikan yang sangat kuat menuju ke dalam cermin yang ada di hadapannya.
Lynn mencoba melawan tarikan itu dengan menggenggam sesuatu, tapi usahanya itu sia-sia karena ketidakmampuan nya untuk memegang sesuatu saat ini.
Seperti seorang anak kecil yang akan tenggelam karena tak mengetahui bahwa kolam yang ada di hadapannya akan menjadi lebih dalam.
Lynn panik.
Tak ada pegangan, tak ada tarikan, dia menggerakkan badannya dengan sangat panik karena tubuhnya akan ditarik menuju sesuatu yang tak dia ketahui sama sekali.
"tolong!"
Meminta tolong pun percuma karena takkan ada satupun yang menolong.
Dengan mengetahui fakta bahwa tak ada lagi yang bisa dilakukannya, sekarang dia hanya bisa menutup mata dan berpasrah diri.
Tubuh Lynn sudah hampir semuanya memasuki cermin.
Hanya kaki kiri di bagian mata kaki ke bawah yang belum masuk ke dalam cermin.
!
Lynn membuka matanya, dia merasakan sesuatu menarik kaki kirinya yang ada di luar.
Dengan cepat tubuh Lynn tertarik kembali menuju pesawat.
Dia melihat seorang wanita yang seharusnya tak ada dalam pesawat itu, bahkan dia tak pernah mengenal wanita itu dalam hidupnya.
Wanita itu adalah seseorang yang menarik tubuh Lynn dari dalam cermin.
Plak!
Wanita itu langsung menampar wajah Lynn dan membuatnya kebingungan.
"sakit.." Lynn dapat merasakan tamparan yang dilayangkan oleh Wanita itu.
Dia menjadi lebih bingung, semua hal-hal yang begitu cepat terjadi ini menjadikan tubuhnya lemas dan kehilangan kesadarannya.
"ahh aku sepertinya menamparnya terlalu keras." ucapan dari Wanita itu terdengar oleh Lynn tepat sebelum dia kehilangan kesadarannya secara total.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Rudi R
Iya lah.. untung aj nggk di katain pedo.. wkekwkw
2023-01-11
1
kepo
semangat author
2023-01-11
1
Poka😖
semangat updatenya Thor ceritanya menegangkan
2022-12-26
1