Chapter 15 : Sihir

"baiklah, yang pertama adalah fokus."

"..."

"lalu tenangkan diri sehingga diri rileks.."

"..."

"huuuuuu...haaaaa... tarik nafas dan buka gulungannya."

"..."

"Satukan simbol dari ☌ menuju ☋..."

"..."

"tenangkan diri..."

"..."

"buka!"

Wush!

No.4 yang melihat dari luar Lynn berhasil mengeluarkan api dari gulungan itu menjatuhkan sapu yang dipegangnya.

"kau berhasil! Lynn!"

Kegembiraan terpancar dari wajah No.4 dan Lynn.

...

Mereka berdua kemudian menemui Eleisa dan membuat laporan di ruangan miliknya.

"yap, aku mengakuinya... api itu seukuran dengan api unggun rata-rata, dengan kata lain kau sudah membuktikan kalau kau serius dalam menghadapi sesuatu yang kita belum tahu apa itu."

"baiklah, aku akan menjelaskan bagaimana sistem sihir itu sendiri."

"simbol-simbol yang ada di dalam gulungan itu merupakan sebuah simbol yang memang sudah ada bahkan sebelum Tuhan menurunkan Adam dan Hawa ke bumi. Simbol-simbol ini mempunyai keterikatan satu sama lain...."

"contohnya saja, simbol ☌ dan juga simbol ☋ yang baru saja kau praktekkan barusan... efek yang dihasilkan ketika kedua simbol ini adalah api."

"Dan... begitulah kira-kira bagaimana cara sihir bekerja."

"oh Rei, bisakah kau meninggalkan kita berdua terlebih dahulu? aku ingin berbicara secara empat mata dengan Lynn."

"baik, dimengerti."

No.4 keluar dari ruangan yang didiami oleh Eleisa.

"yahh Lynn itu tadi cukup bagus, tak kusangka kau bisa mempelajarinya hanya dalam beberapa jam."

"jika bukan karena Rei mungkin aku juga masih kesusahan hingga saat ini."

"baiklah, karena kau sudah melewati tahap pertama kuberikan kau kesempatan untuk bertanya."

"ahh sebelum mulai ke pertanyaan mengenai sihir ini, kenapa Rei juga ikut mengikuti apa perintahmu? bukannya dia adalah pelayan milik Teala?"

"yahh, secara langsungnya aku adalah seorang tamu yang dekat dengan pemilik rumah ini jadi secara tidak langsung jajaranku disini mungkin sebagai pemilik lainnya seperti yahh... kau tahu keluarga, begitulah."

"aku dapat mengerti apa yang kau maksudkan... jadi untuk pertanyaan pertamaku."

"oh! kau langsung masuk ke inti."

"baiklah, aku cukup penasaran dengan ini tapi kenapa di masa depan... tepatnya di masa dimana aku tinggal sihir ini sudah tak ada, bahkan jejaknya sampai tak ada sama sekali."

"ah... mengenai itu, aku juga akan memberitahukan padamu sebelum kau menanyakannya."

"jadi?"

"jadi, kau saat ini ada di sebuah masa dimana catatan sejarahnya sudah hilang sepenuhnya di masa depan."

"apa maksudmu?"

"waktu yang sedang kau tinggali saat ini adalah waktu yang tak pernah ada... secara tercatat tentunya."

"tunggu sebentar, aku tak mengerti apa yang kau maksud... apa yang kau maksud tak pernah ada."

"tak pernah ada yang kumaksud itu sudah kubilang, tak ada yang mengetahui mengenai hal ini di masa depan... intinya sesuatu membuat masa ini dilupakan dan sisa-sisa sejarahnya dihilangkan dengan sengaja."

"tapi, bagaimana dengan simbol ini... kau bilang simbol-simbol ini sudah ada bahkan sebelum Adam diturunkan?"

"simbol-simbol ini yahh.. kau tahu seiring berjalannya waktu pastinya orang-orang akan ragu dengan hal yang dipahami oleh leluhur mereka, bisa saja simbol ini diganti menjadi bentuk simbol lain atau memang sudah dilupakan.. intinya sihir berakhir di masa ini."

"aku kurang mengerti apa yang kau katakan tapi sudahlah, kurasa percakapan mengenai ini sudah terlalu dalam, aku akan melanjutkan kepada pertanyaan keduaku."

Lynn bertanya banyak hal kepada Eleisa mengenai hal-hal yang tak dijelaskan oleh Teala, seperti tubuh yang digunakan oleh Lynn saat ini yang hanya wadah.

Wadah atau tubuh yang digunakan oleh para Schriftsteller adalah tubuh seseorang di masa lalu yang sudah tak memiliki alasan untuk hidup, itulah mengapa alasan saat Lynn pertama datang ke masa ini tubuhnya terjatuh.

Lalu, saat Regulus membawa Lynn menuju masa depan dan mereka ada di bulan itu karena Eleisa dan Regulus memang sudah menyiapkan wadah jiwa agar mereka bisa lari ke sana saat keadaan menjadi darurat.

"sebenarnya yang kusampaikan barusan mengenai wadah yang ada di bulan itu cukup rahasia kau tau... tapi aku mengatakan hal ini padamu karena aku percaya kalau kau ada di pihak kami...."

"benar kan?" Eleisa mengintimidasi Lynn.

"tentu saja! aku selalu berada di pihak kebenaran."

"..." Eleisa terdiam sebentar.

"yahh, begitulah kira-kira... bagaimana kalau kau ikut denganku sembari mempelajari bagaimana cara seorang Schriftsteller menulis ulang waktu."

!!!

...

Situasi menjadi canggung...

Eleisa membawa Lynn menuju ke masa dimana waktu dirusak oleh para Zerstörer, itulah bagaimana Eleisa menyebut para perusak waktu.

"baiklah Lynn, kita sudah sampai di waktu yang dirusak."

Lynn membuka matanya dengan perlahan.

Pemandangan gelap dengan cahaya di ujung jalan itu yang pertama kali dilihatnya.

Mereka berdua berada di sebuah gang sempit dan gelap.

"ini adalah bumi di tahun Nol."

"bagaimana kau bisa tahu kalau ini adalah waktu yang dirusak?" ucap Lynn sembari mengulurkan tangannya kepada Eleisa.

"karena para Topeng Rusa itu sangat menyukai merusak sesuatu dari awal." jawab Eleisa sambil membantu Lynn berdiri.

"sesuatu dari awal? kenapa di tahun Nol? bukan di awal kehidupan?"

"karena di awal kehidupan adalah sebuah masa yang tak bisa dijangkau karena minimnya manusia yang menjadi wadah para Schriftsteller."

Lynn membersihkan debu kotor yang ada di pakaian yang dikenakannya.

"benar juga apa katamu... tapi apa itu topeng rusa?"

Eleisa tak menjawab pertanyaan Lynn dan langsung pergi ke luar menuju cahaya.

"cobalah tanyakan pada pria tua itu Lynn, apakah ada yang terjadi akhir-akhir ini?"

"aku? kau bahkan tak menjawab pertanyaan dariku tadi."

"..."

"baiklah... akan kulakukan."

Lynn berjalan menuju seorang pria di yang ada di bangunan seberang untuk bertanya sesuatu.

Pria yang ada di seberang bangunan menyadari kalau Lynn sedang menghampiri dirinya.

Pria di seberang itu kemudian mengayunkan tangannya ke arah Lynn.

Lynn tak terlalu jelas mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu.

"hei!......."

Hanya suara sapaan itu yang terdengar olehnya.

Lynn melambai balik kepada pria itu.

Tapi kemudian...

Duk!

Seseorang menghantamnya dari belakang.

...

..

.

Lynn pingsan...

...

"hei apakah kau akan membunuhku? Lynn?"

"apakah kau benar akan melakukannya?"

"jawab aku, setelah sekian lama... kenapa kau melakukan ini padaku..."

"Lynn!"

...

"Oi Lynn, bangunlah."

Lynn membuka matanya dan merasakan kalau pahanya diinjak sesuatu.

"ahh Eleisa, apa-apaan ini... kenapa semuanya menjadi gelap."

"itu karena sepertinya kita telah memasuki suatu situasi yang tak terduga, kita memasuki sebuah wadah yang ternyata seorang budak yang sedang kabur... apa kau tak apa? mereka memukulmu cukup keras tadi." Eleisa berbicara dengan berbisik agar orang-orang yang menangkap mereka tak mendengar percakapan mereka.

"ahh bekas pukulan itu masih terasa sakit, tapi pukulan Regulus lebih menyakitkan dari ini sih... omong-omong bagaimana denganmu? apa mereka memukulmu juga?" Lynn mengerti keadaannya dan berbisik juga.

"yahh begitulah."

"tapi bagaimana ini Eleisa? apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"

"tenang saja, kau hanya perlu mengeluarkan jiwamu lagi lalu kita mencari wadah lain."

"..."

"Hei Lynn! apa kau mendengarkanku?"

"tidak Eleisa... kurasa kita sudah terlanjur menjalani ini."

"apa yang kau..."

Lynn memikirkan sesuatu yang sangat tidak wajar tapi apakah itu...

Terpopuler

Comments

Poka😖

Poka😖

aaa So sweet 😍😍

2022-12-31

0

Donat Senja

Donat Senja

Semangat Thor

2022-12-31

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 : Kehancuran, Kegelapan dan Kesepian (Revisi)
2 Chapter 2 : Mimpi dan Kenyataan (Revisi)
3 Chapter 3 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (1) (Revisi)
4 Chapter 4 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (2) (Revisi)
5 Chapter 5 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (3) (Revisi)
6 Chapter 6 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (4) (Revisi)
7 Chapter 7 : Kepada Pemuda yang tersesat di angkasa (Revisi)
8 Chapter 8 : Terimakasih (Revisi)
9 Chapter 9 : Persiapan menuju Añýa (Revisi)
10 Chapter 10 : Sebuah Tempat dimana kau merasakan nostalgia (1) (Revisi)
11 Chapter 11 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (2) (Revisi)
12 Chapter 12 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (3) (Revisi)
13 Chapter 13 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (4) (Revisi)
14 Chapter 14 : Pelayan yang mendapatkan teman
15 Chapter 15 : Sihir
16 Chapter 16 : Kehidupan Budak
17 Chapter 17 : Sebuah Rencana
18 Chapter 18 : Wert karena itu simpel
19 Chapter 19 : Kelompok yang berambisi
20 Chapter 20 : Dimulai! Operasi melarikan diri
21 Chapter 21 : Melarikan diri, cerita terus berlanjut
22 Chapter 22 : Kerajaan yang damai dengan seorang yang putus asa
23 Chapter 23 : Wadah yang aneh
24 Chapter 24 : Sosok yang basah kuyup
25 Chapter 25 : Ingatan yang terus memasuki pikiran
26 Chapter 26 : Nina
27 Chapter 27 : Seseorang yang menangis dalam kegelapan
28 Chapter 28 : Masa lalu yang diubah
29 Bab 29 : Reuni kecil
30 Announcement
31 announcement (2)
Episodes

Updated 31 Episodes

1
Chapter 1 : Kehancuran, Kegelapan dan Kesepian (Revisi)
2
Chapter 2 : Mimpi dan Kenyataan (Revisi)
3
Chapter 3 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (1) (Revisi)
4
Chapter 4 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (2) (Revisi)
5
Chapter 5 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (3) (Revisi)
6
Chapter 6 : Schlomit, Tempat damai dengan orang baik di dalamnya (4) (Revisi)
7
Chapter 7 : Kepada Pemuda yang tersesat di angkasa (Revisi)
8
Chapter 8 : Terimakasih (Revisi)
9
Chapter 9 : Persiapan menuju Añýa (Revisi)
10
Chapter 10 : Sebuah Tempat dimana kau merasakan nostalgia (1) (Revisi)
11
Chapter 11 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (2) (Revisi)
12
Chapter 12 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (3) (Revisi)
13
Chapter 13 : Sebuah tempat dimana kau merasakan nostalgia (4) (Revisi)
14
Chapter 14 : Pelayan yang mendapatkan teman
15
Chapter 15 : Sihir
16
Chapter 16 : Kehidupan Budak
17
Chapter 17 : Sebuah Rencana
18
Chapter 18 : Wert karena itu simpel
19
Chapter 19 : Kelompok yang berambisi
20
Chapter 20 : Dimulai! Operasi melarikan diri
21
Chapter 21 : Melarikan diri, cerita terus berlanjut
22
Chapter 22 : Kerajaan yang damai dengan seorang yang putus asa
23
Chapter 23 : Wadah yang aneh
24
Chapter 24 : Sosok yang basah kuyup
25
Chapter 25 : Ingatan yang terus memasuki pikiran
26
Chapter 26 : Nina
27
Chapter 27 : Seseorang yang menangis dalam kegelapan
28
Chapter 28 : Masa lalu yang diubah
29
Bab 29 : Reuni kecil
30
Announcement
31
announcement (2)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!