Budak itu turun menuju sebuah kandang kuda yang bau, turun menemui Lynn dengan harap dapat keluar dari ladang yang menyiksa mereka ini.
"jadi, bagaimana?"
"diamlah dulu... apa kau tahu dimana para budak wanita ditempatkan? khususnya budak yang kabur."
"ha? apa yang kau.... ah kau pasti mengkhawatirkan budak yang pergi bersamamu kan?"
"iya, benar kau tahu sesuatu mengenai itu?"
"entahlah kawan, aku tak tahu kemana para budak wanita itu ditempatkan... sejak awal kedatanganku kesini para budak laki-laki dan wanita dipisahkan, justru bagaimana caramu membawa wanita itu pergi bersamamu?"
"..." Lynn terdiam.
"kurasa itu tak penting, beritahu saja aku bagaimana cara keluar dari sini."
"..." Lynn terdiam lagi, tapi kali ini dia terdiam karena memikirkan perkataan dari budak yang ada di hadapannya.
"argh, baiklah akan kubantu kau menemukan kembali gadis itu, sebagai imbalannya bantu aku melarikan diri dari tempat ini."
Budak itu menawarkan pada Lynn penawaran yang cukup menggiurkan, Lynn sadar kalau dia takkan bisa menyelamatkan Sera sendirian, walaupun sebelumnya dia pernah melakukannya.
"baiklah, aku mendengarkan." Lynn memulai percakapan.
"seperti yang kubilang, aku mempunyai tiga orang bersamaku... mereka bertiga dapat dipercaya dan akan melakukan apapun agar bisa bebas dari cengkeraman orang-orang sadis itu."
"selain itu? ada lagi yang bersamamu?"
"tak ada, hanya kita berempat yang mempunyai niat untuk kabur yang lain sudah pasrah dengan keadaan yang diterima."
"jadi, terhitung lima... bukan enam orang yang akan ikut kabur ya.."
"begitulah, jadi bagaimana rencanamu?"
"kau sangat tak bersabar dari tadi, lagipula rencana ini takkan bisa dilakukan dalam waktu dekat."
"apa maksudmu?"
"seperti yang kau tahu, ada dua orang budak yang berhasil kabur dari ladang, jika mereka kehilangan budak lagi dalam waktu dekat maka citra mereka akan hancur karena tak bisa menjaga budak."
"ah.. lanjutkan."
"jadi saat ini pastinya penjagaan setiap sudut jalan keluar ladang ini diawasi dengan sangat ketat, yahh... walaupun di dalam penjagaannya terbilang sangat buruk sampai kau bisa menyelinap ke sini."
"jadi?"
"mau tak mau kita harus memperhatikan lagi situasi dan kondisi sembari mempelajari tingkah laku setiap penjaga yang ada, dan juga mencari waktu yang tepat agar dapat menyelinap dengan mudah."
"baiklah, kurasa... kau otaknya jadi kau yang berkuasa."
"ya, sekarang kau tidurlah dulu sebelum fajar tiba... besok hari kita akan menjalani neraka lagi."
"kau benar... omong-omong siapa namamu."
Lynn agak ragu untuk memberitahukan nama aslinya.
"Elija, bagaimana denganmu?"
"aku? aku tak mempunyai nama, tapi para penjaga itu sering menyebutku Wert."
"baiklah Wert, temui saja aku besok di ladang dan pertemukan aku dengan orangmu."
"ya, baiklah sampai jumpa lagi besok."
Wert keluar dari kandang kuda tempat Lynn berada.
"baiklah, kurasa ada banyak hal yang harus kupikirkan dan pertimbangkan, tapi tidur malam juga diperlukan agar aku bisa menjalani kehidupan bagai neraka ini."
"apakah Eleisa benar-benar akan datang kepadaku...."
"..."
...
..
.
Bugh!
"Ack!"
Sebuah tendangan membangunkan Lynn di pagi hari yang pahit, Lynn memuntahkan sedikit isi perutnya.
"Bangunlah Sialan, kau sudah tidur lebih dari yang kau butuhkan."
Lynn berdiri dengan kesakitan lalu pergi menuju ke ladang untuk mengerjakan pekerjaan lagi.
Lynn tak melihat Wert...
"mungkin dia ditempatkan di tempat lain."
"yaa.. sudahlah."
Lynn mengerjakan tugas ladang di bawah tekanan, menjadi seorang budak sangat melelahkan, apalagi jika berhenti walau sebentar pastinya akan ditendang oleh penjaga atau dipukuli.
Para penjaga itu bukan memukuli karena kita melakukan kesalahan, tapi mereka memukuli para budak untuk melampiaskan kekesalannya dan menunjukkan siapa yang berkuasa.
"Hei! Cepat! Bekerja!"
Kata-kata itu yang terus disampaikan oleh para penjaga itu.
...
Sepanjang hari Lynn terus memperhatikan sekitar untuk mencari celah dan juga keberadaan Sera.
Di ladang itu terdapat pagar yang cukup tinggi mungkin ada 20cm lebih tinggi dibandingkan tubuh Elija, di pagar itu empat jalan keluar, lalu di dalamnya terdapat tiga buah kandang kuda yang merupakan tempat tidur para budak juga.
Ada satu rumah milik juragan yang memiliki semua budak dan juga ladang yang digarapnya.. tapi rumah itu tempatnya di luar ladang.
Jalan keluar itu dijaga oleh para penjaga, satu jalannya mungkin ada tiga orang yang berjaga, dan mereka terus bergantian juga untuk berjaga di depan kandang.
Terhitung ada 12 orang penjaga yang menjaga, yang membuat Lynn bingung adalah bagaimana cara Elija keluar, bagaimana dia bisa mendapatkan kesempatan itu.
"yahh, kurasa masih belum waktunya."
"oi Elija."
Seseorang memanggilnya dari belakang.
Wert datang menghampiri Lynn dari ladang sisi ladang yang berseberangan dengan tempatnya berada.
Para penjaga menatap sinis Wert tapi dia menghiraukannya dan terus mendekati Lynn.
"ada apa Wert?"
"biar ku bantu kau mengerjakan itu."
Wert mengalihkan perhatian para penjaga dan melakukan kamuflase dengan baik, Dia sungguh berniat untuk keluar dari ladang ini.
"baiklah, kurasa sudah aman sekarang.. ada yang ingin ku bicarakan denganmu mengenai tiga orang yang bersamaku." Wert mulai berbisik membicarakan rencana karena saat malam hari dia tak memiliki banyak waktu.
"apa itu?"
" ada satu orang yang tiba-tiba menyerah untuk pergi keluar, kita kekurangan orang... bagaimana menurutmu?"
"bagaimana menurutku? itu masalah besar."
"?"
"yahh, bisa saja dia membocorkan rencana yang sudah kau buat sebelumnya demi kepentingannya sendiri dan semua ini akan menjadi kacau."
"jadi bagaimana?"
"melihat situasinya, mungkin aku belum bisa bertemu langsung dengannya... karena seperti yang kau lihat barusan semua pergerakanku diperhatikan dengan baik oleh para penjaga itu."
"jadi?"
"kau harus terus memperhatikan setiap gerak-gerik orang itu dan jika terlihat dia akan pergi kepada penjaga, kau tahan dia! kerahkan orang-orang mu yang tersisa untuk terus memperhatikan orang yang kabur itu."
"buat dia merasa kalau dirinya diteror dan berpikir untuk kembali lagi pada kita, setelah ingin bergabung lagi dengan kita maka disaat itulah bawa dia ke hadapanku."
"kau berbicara terlalu cepat, aku tak mengerti apa yang kau maksud."
"yahh intinya..."
Lynn menjelaskan rencana teror yang dibuatnya hingga Wert dapat mengerti apa yang dia bicarakan.
"baiklah, aku sudah mengerti..."
"ya.. baguslah, oh benar juga Wert, malam ini kau tak perlu pergi ke tempatku, untuk berjaga-jaga agar para penjaga tak curiga dengan perbuatan kita."
"baiklah, selagi itu mungkin aku akan mencari orang lain yang sekiranya ingin pergi dari sini juga."
"yahh, kau benar lebih banyak lebih baik, kau kumpulkan saja orang-orang selagi waktu jeda itu berlangsung."
"Hei! apa yang kalian bicarakan!" Penjaga yang melihat pekerjaan budak mulai curiga dengan apa yang dibicarakan oleh Lynn dan Wert.
"ahh, tidak tuan... kami sedan-"
Dak!
Suara cambuk yang dilayangkan pada Lynn dan Wert membuat budak lain bekerja lebih keras karena ketakutan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments
Poka😖
tuhkan kok banyak banget beginian sih thor
2023-01-02
1
Poka😖
wahh kok banyak banget yg kyak gini dari kemarin
2023-01-02
1
made kusuma
ngeri juga ya
2023-01-02
1