20. Kegelisahan Delvin

Saat sudah kembali ke mansionnya. Delvin tidak lagi merasa ceria seperti sebelumnya. Ia lebih banyak murung kalau tidak bersama dengan keluarga kecilnya.

Ia memikirkan perkataan Alin tentang anak kembarnya yang bersama dengan wanita itu saat ini.

"Apakah aku harus mencari gadis itu agar bisa bertemu dengan anak-anakku?"

Pikirannya kembali menerawang sambil mengisap sebatang rokok di balkon kamarnya. Saat ini Eca sedang bertugas sebagai dokter jaga di rumah sakit.

Eca sengaja ambil tugas di malam hari agar bisa menemani si kembar saat keduanya beraktivitas.

Eca ingin mengantar sendiri si kembar ke sekolah dan saat si kembar sekolah ia bisa tidur hingga si kembar pulang sekolah.

Kini Delvin memanfaatkan malam tanpa istrinya dengan mengisap rokok untuk membuang rasa gelisah nya.

Malam itu angin bertiup cukup kencang. Bintang menghilang tertutup awan hitam seakan menunggu perintah untuk menurunkan hujan sesuai kehendak Allah.

Suara geledek mulai menyambar dengan gemuruh yang cukup menggetarkan jantung bagi yang mendengarnya.

Kilat tidak ingin ketinggalan untuk mengeluarkan cahayanya dengan patahan menyerupai akar memanjang menembus bumi.

Panorama alam yang cukup mencengangkan itu tidak menggoyahkan Delvin yang tetap tenang menikmati pesta langit di atas sana.

"Seperti apa rupa anak-anakku? Aku sangat merindukan kalian. Maafkan ayah sayang karena tidak mengetahui kehadiran kalian di bumi ini. Semoga suatu saat nanti kita bisa bertemu lagi."

Gumam Delvin mulai menikmati rintik hujan mengenai tubuhnya kini.

Ia tidak ingin beranjak dari tempat duduknya dan lebih memilih menikmati air hujan.

"Ya Allah! Aku merindukan anak-anakku bukan wanita itu. Aku sangat mencintai istriku Eca dan aku tidak terpengaruh dengan kehadiran gadis itu. Beri aku petunjuk di mana anak-anakku! Pertemukan aku dengan mereka ya Allah. Ampunilah dosaku karena sudah menodai gadis itu."

Ucap Delvin ditengah derasnya hujan yang mengguyur bumi.

Sementara itu, dokter Eca sedang melakukan operasi dadakan pada pasien dengan timnya. Operasi itu cukup menyita waktu hingga pukul enam pagi baru selesai dari pukul satu malam.

Kebetulan pagi itu bertepatan dengan hari weekend hingga ia tidak memikirkan untuk mengurus si kembar.

Ia hanya meminta suaminya menjemput pukul delapan pagi karena saat ini ia sedang tidur sebentar untuk menghilangkan rasa lelahnya.

Rupanya sudah pukul delapan pagi, Delvin belum juga datang menjemputnya. Dokter Gaes yang baru datang pagi itu menawarkan diri untuk mengantar dokter Eca.

"Dokter Eca! Apakah anda mau pulang?"

"Iya dokter! saya sedang menunggu suami saya menjemputku."

"Masuklah ke mobilku. Biakan aku mengantarmu. Ini sudah siang kamu harus istirahat."

"Tapi aku..!"

"Ayolah! aku tidak mungkin membawa lari dirimu kecuali kamu masih gadis."

Canda dokter Gaes sambil nyengir.

"Baiklah. Maaf sudah merepotkan dokter Gaes."

"Aku sangat senang direpotkan anda dokter cantik." Batin dokter Gaes.

Mobil itu kembali bergerak menuju ke arah rumah dokter Eca. Sebenarnya dokter Eca biasanya langsung tidur kalau suaminya yang jemput.

Tapi karena dokter Gaes yang mengantarnya, ia harus tetap terjaga karena mengarahkan alamatnya rumahnya.

Saat memasuki kawasan perumahan elit, dokter Gaes baru tahu kalau suami dokter Eca bukan orang sembarangan.

"Perasaan di sini yang tinggal semuanya pengusaha. Apakah suami dokter Eca salah satu pengusaha hebat di Jakarta?"

Dokter Gaes tidak bisa lagi meremehkan latar belakang Eca.

"Dokter berhenti di depan sana yang ada bunga Flamboyan nya." Pinta Eca.

Dokter Gaes membuka pintu untuk dokter Eca sambil memperhatikan mansion yang sangat mewah tiga kali lipat dari mansionnya.

"Silahkan mampir dokter Gaes!"

"Oh tidak usah Dokter Eca. Terimakasih tawarannya. Lain kali saja saya mampir."

Dokter Gaes masuk lagi ke mobilnya menuju rumah sakit. Eca melambaikan tangannya lalu melangkah ke dalam rumahnya.

"Bundaaaa...!" Sambutan hangat dari si kembar membuat Eca kembali semangat.

"Bunda ko baru pulang?"

"Tadi bunda lagi tunggu ayah tapi ayahnya sepertinya ketiduran deh sampai lupa jemput bunda."

"Memang dari tadi ayah belum bangun bunda." Ujar Ciky.

"Tidak apa. Mungkin ayah sedang kelelahan. Kalian sudah wangi dan segar, tapi bunda tidak bisa ajak kalian main. Bagaimana kalau kalian main di perpustakaan bunda."

"Kami baru dari perpustakaan bunda."

"Yah, udah duluan ke sananya. Kalau begitu kalian mau main apa? "

"Mau ikut masak sama chef Yana."

"Emang masak apa?"

"Kita mau buat kue bunda sayang?"

"Ok deh kalau gitu kalian belajar buat kue sama chef Yana, bunda istirahat dulu, bagaimana?"

"Ok bunda cantik..muuachh. Selamat' tidur!"

Ciky dan Chiko mengecup kedua pipi bundanya. Mereka langsung ke dapur di mana chef Yana selalu membuat vlog untuk Chanel YouTube miliknya saat memasak.

Chef Yana senang masak atau buat kue dengan si kembar karena mereka selalu memperkenalkan bahan dengan menggunakan tujuh bahasa yang mereka kuasai.

Wajah cantik Ciky dan ocehannya yang sangat menggemaskan membuat para pelayan selalu terhipnotis dengan gadis itu. Kalau Chiko lebih terlihat datar dan sangat kharismatik menuruni sifat asli ayahnya Delvin.

Dari Chanel YouTube itu yang sudah diikuti oleh jutaan subscribe, rupanya diikuti juga nyonya Arini yang sangat gemas dengan Ciky kalau gadis kecil ini sudah bicara.

"Rasanya aku ingin bertemu dengan gadis kecil itu, dia terlihat sangat menggemaskan."

Ujar nyonya Arini sambil makan popcorn di samping tempat tidurnya.

"Ciky, Chiko! Hari ini chef Yana akan mengajarkan kalian membuat cheese cake, kue kesukaan bunda kalian.

Nah, sekarang Ciky menyebutkan semua bahannya dengan bahasa Jerman dan Chiko dengan bahasa Rusia. Ok let's go!"

Titah chef Yana semangat.

"Hai semuanya! Selamat datang di channel chef Yana! hari ini Ciky akan memperkenalkan bahan apa saja yang akan kita gunakan untuk membuat cheese cake."

Ujar Ciky sambil menyebutkan bahan tersebut.

Sementara Chiko lebih membahas cara pembuatannya dengan bahasa Rusia.

Di kamar milik kedua orangtuanya si kembar, Eca melihat suaminya tidur terkurung dalam selimut yang tebal.

Ia menggantikan bajunya dan memakai piyama tidur. Eca mengecup pipi suaminya, ternyata Delvin sedang demam.

"Astaga! Kenapa badannya tiba-tiba hangat?"

Eca segera mengambil perlengkapan dokternya.

"Delvin sayang! Bangun sayang! Apakah lagi kamu sakit?"

Rupanya keringat dingin sudah membasahi sekujur tubuh Delvin. Suhu tubuhnya yang sudah mencapai empat puluh dua derajat membuat Eca terlihat panik.

"Delvin! Apa yang terjadi kepadamu sayang? Kenapa kamu bisa sakit tanpa memberi tahuku. Maafkan aku sayang! Apakah kamu sakit gara-gara aku?"

Eca menanggalkan lagi bajunya dan masuk ke dalam selimut sambil memeluk tubuh sang suami seperti yang sering dilakukan Delvin pada si kembar jika si kembar dan dirinya sedang demam.

Terpopuler

Comments

Alya Yuni

Alya Yuni

Trllu bnyk di tutp si Delvin mls bca
msa pemeran utama trsiksa

2022-12-25

0

Patimah Atim

Patimah Atim

lanjut thoor semangat up Nya

2022-12-25

1

Yuliana Tunru

Yuliana Tunru

jujur delvin..biar eca tau jfn terlalau byk misteri thorr gemes q takutx eca merasa diabaikan delvin hingga berpisah.😭😭😭

2022-12-25

1

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Hamil
2 2. Tetangga Yang Baik!
3 3. Mulai Bekerja
4 4. Jadi Perhatian
5 5. Penuh Pertimbangan
6 6. Belum Tertarik
7 7. Mulai terungkap!
8 8. Merawat Bersama
9 9. PENGAKUAN
10 10. Pengunduran Diri
11 11. Menikah
12 12. Terhalang Restu
13 13. Melanjutkan Yang Tertunda
14 14. Pertemuan
15 15. Masa lalu Haidar
16 16. Kau...?"
17 17. Cinta Satu Malam
18 18. Gagal
19 19. Keputusan
20 20. Kegelisahan Delvin
21 21. Solusi
22 22. Dokter Kecil
23 23. Kehebatan Ciky
24 24. Pujian
25 25. Gugup
26 26. Salah Paham..!
27 27. Undangan Makan Malam
28 28. Berusaha jujur!
29 29. Kegilaan Delvin...!
30 30. Kau...!
31 31. Pertengkaran
32 32. Terjebak Sendiri Dengan Ancamannya!
33 33. Akhirnya Ketemu Juga!
34 34. Perang Di Mulai
35 35. Keributan
36 36. TIDAK TERIMA
37 37. Yang Sebenarnya!
38 38. Balas Dendam
39 39. Menjadi Tawanan
40 40. Salah Target !
41 41. Memberi Kesempatan
42 42. Kecerobohan Alin!
43 43. Kedatangan Haidar
44 44. Mencoba Lagi
45 45. Kesedihan Eca
46 46. Keberuntungan Untukku!
47 47. Bawa Kabur
48 48. Penyesalan Alin
49 49. Kontak Batin
50 50. Pengorbanan Haidar
51 51. Cinta Tanpa Batas
52 52. Mencintaimu Bukan Perkara Mudah!
53 53. Peran Si Kembar
54 54. Tidak Ingin Bertemu
55 55. Pembalasan Setimpal
56 56. Menuntut Keadilan
57 57. Permintaan Aneh
58 58. Akhirnya Bertemu
59 59. Baby kuartet
60 60. Kecemburuan Eca
61 61. Peran Eca
62 62. Arti Senyuman Eca
63 63. Tak Akan Terulang Lagi
64 64. Faktor Genetik
65 65. Aksi Baby Adam
66 66. Lamaran dadakan
67 67. Pilihan Sulit
68 68. Penyesalan Mertua
69 69. Tinggal Bersama
70 70. Prestasi Si Kembar
71 71. Perlawanan Si Kembar
72 72. Mengakui Kehebatan Si Kembar
73 73. Tujuh Tahun Kemudian
74 74. Tapi Aku sudah bertemu Bidadari!
75 75. Jatuh Cinta
76 76. Terjebak Sendiri
77 77. Masih Marah
78 78. Cinta Yang Manis
79 79. Gadis Aneh
80 80. Mengejar Cinta Dokter Chiko **BAB INI RADA SEDIH YA**
81 81. Tidak Tertolong
82 82. Mengabulkan
83 83. Kebahagiaan Berganti Duka
84 84. Dia Kembali..!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
1. Wanita Hamil
2
2. Tetangga Yang Baik!
3
3. Mulai Bekerja
4
4. Jadi Perhatian
5
5. Penuh Pertimbangan
6
6. Belum Tertarik
7
7. Mulai terungkap!
8
8. Merawat Bersama
9
9. PENGAKUAN
10
10. Pengunduran Diri
11
11. Menikah
12
12. Terhalang Restu
13
13. Melanjutkan Yang Tertunda
14
14. Pertemuan
15
15. Masa lalu Haidar
16
16. Kau...?"
17
17. Cinta Satu Malam
18
18. Gagal
19
19. Keputusan
20
20. Kegelisahan Delvin
21
21. Solusi
22
22. Dokter Kecil
23
23. Kehebatan Ciky
24
24. Pujian
25
25. Gugup
26
26. Salah Paham..!
27
27. Undangan Makan Malam
28
28. Berusaha jujur!
29
29. Kegilaan Delvin...!
30
30. Kau...!
31
31. Pertengkaran
32
32. Terjebak Sendiri Dengan Ancamannya!
33
33. Akhirnya Ketemu Juga!
34
34. Perang Di Mulai
35
35. Keributan
36
36. TIDAK TERIMA
37
37. Yang Sebenarnya!
38
38. Balas Dendam
39
39. Menjadi Tawanan
40
40. Salah Target !
41
41. Memberi Kesempatan
42
42. Kecerobohan Alin!
43
43. Kedatangan Haidar
44
44. Mencoba Lagi
45
45. Kesedihan Eca
46
46. Keberuntungan Untukku!
47
47. Bawa Kabur
48
48. Penyesalan Alin
49
49. Kontak Batin
50
50. Pengorbanan Haidar
51
51. Cinta Tanpa Batas
52
52. Mencintaimu Bukan Perkara Mudah!
53
53. Peran Si Kembar
54
54. Tidak Ingin Bertemu
55
55. Pembalasan Setimpal
56
56. Menuntut Keadilan
57
57. Permintaan Aneh
58
58. Akhirnya Bertemu
59
59. Baby kuartet
60
60. Kecemburuan Eca
61
61. Peran Eca
62
62. Arti Senyuman Eca
63
63. Tak Akan Terulang Lagi
64
64. Faktor Genetik
65
65. Aksi Baby Adam
66
66. Lamaran dadakan
67
67. Pilihan Sulit
68
68. Penyesalan Mertua
69
69. Tinggal Bersama
70
70. Prestasi Si Kembar
71
71. Perlawanan Si Kembar
72
72. Mengakui Kehebatan Si Kembar
73
73. Tujuh Tahun Kemudian
74
74. Tapi Aku sudah bertemu Bidadari!
75
75. Jatuh Cinta
76
76. Terjebak Sendiri
77
77. Masih Marah
78
78. Cinta Yang Manis
79
79. Gadis Aneh
80
80. Mengejar Cinta Dokter Chiko **BAB INI RADA SEDIH YA**
81
81. Tidak Tertolong
82
82. Mengabulkan
83
83. Kebahagiaan Berganti Duka
84
84. Dia Kembali..!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!