Keadaan si kembar perlahan sudah mulai membaik. Walaupun begitu, Eca belum siap meninggalkan keduanya untuk bekerja.
Ia sudah mengirim surat ijin melalui pesan email pada bosnya yang bagian cleaning servis. Tapi ada seorang yang sangat merindukan gadis ini mulai kepo dengan ketidakhadiran Eca.
Tuan Haidar sangat merindukan gadis ini. Wajah Eca sudah mendominasi pikirannya hingga ia sulit untuk fokus bekerja.
Rasanya ia ingin membesuk si kembar agar bisa melihat ibu si kembar, tapi banyak sekali pekerjaan yang harus ia selesaikan membuatnya mengurung niatnya untuk menjenguk si kembar.
Pagi itu, tuan Delvin mengajak Eca dan si kembar untuk jalan-jalan di taman. Si kembar sangat semangat kalau yang mengajak mereka adalah tuan Delvin.
Di benak mereka Delvin adalah ayah mereka, dan itulah mengapa hubungan itu terasa lebih kuat dan sulit terbantahkan oleh Eca yang tidak bisa lagi menjauhkan si kembar dari tuan Delvin.
Eca meminta Delvin untuk mampir di kedai bubur ayam supaya si kembar juga bisa ikut makan.
Seperti keluarga kecil, tuan Delvin menyuapkan bubur untuk Ciky dan Eca untuk Chiko. Para pengunjung kedai itu mengira mereka benar-benar pasangan suami-istri yang sangat serasi.
"Tuan! Sepertinya wajah si kembar lebih mirip dengan wajahmu. Apakah anda tidak menyadari itu?"
Tegur seorang wanita tua yang sedari tadi memperhatikan kedua anak Eca dan tuan Delvin.
"A..iya! Terimakasih nenek!"
Ucap Delvin yang enggan menjelaskan keadaan sebenarnya bahwa mereka bukan pasangan suami istri apa lagi si kembar bukan anaknya.
"Di bandingkan dengan istrimu, wajah anak-anakmu tidak sedikitpun mirip dengannya." Lanjut nenek itu.
"Dia hanya numpang melahirkan anak-anakku saja nenek."
Balas tuan Delvin sambil melirik Eca yang hanya bisa diam karena tidak ingin rahasianya terungkap.
"Cih! Melahirkan...? Ini onderdil masih orisinil belum tersentuh, bagaimana bisa langsung turun mesin. Tapi mereka lahir dari cinta dan kasih sayangku. Dan sampai kapanpun mereka adalah anak-anakku."
Batin Eca sambil mengaduk teh manisnya.
Tidak lama nenek itu pamit duluan meninggalkan pasangan ini yang juga sudah menyelesaikan sarapan mereka.
Tuan Delvin ke kasir dan membayar tagihan mereka. Eca merapikan wajah si kembar dengan tisu basah.
Seorang pengunjung yang baru datang memperhatikan wajah cantik Eca lalu menegur Eca dan hampir membuat orang-orang memperhatikan mereka.
"Dokter Eca..?"
Tegur Nadia setengah berteriak membuat Eca sangat syok.
"Dokter Nadia...!"
Eca berdiri dan menyambut sahabat akrabnya itu saling cipika cipiki
"Apakah kamu sudah menikah? Apakah ini anak-anakmu? dan di mana suamimu?"
Tanya Nadia tanpa jeda.
Tuan Delvin muncul dan memperkenalkan dirinya pada pada Nadia tanpa di minta Eca. Keduanya saling menyebutkan nama mereka masing-masing.
"Saya suaminya Eca."
Ucap tuan Delvin seraya menyodorkan tangannya pada Nadia membuat Eca sangat syok.
"Tapi tunggu Eca! Berapa usia bayimu? apakah mereka kembar dan ...!"
"Usia mereka satu tahun dan mereka kembar." Ujar Eca buru-buru.
"Tunggu Eca!"
Cegah Nadia yang merasa curiga pada Eca."
Melihat wajah kepo Nadia membuat Eca merubah jawabannya dengan menggunakan bahasa Jerman agar Delvin dan pengunjung lainnya tidak mengerti jika mereka menggunakan bahasa Jerman.
"Aku tahu apa yang ingin kamu tanyakan Nadia. Mereka anak-anak dari suamiku, bukan anakku. Aku hanya ibu sambung dari anak-anak ini."
Ucap Eca menenangkan situasi.
Degggg..
Jantung Delvin bergetar hebat mendengar pengakuan Eca barusan.
"Dasar gadis bodoh! Kamu kira bisa menipuku dengan bahasa Jerman itu. Aku lahir dan di besarkan di Jerman."
Umpat tuan Delvin yang sudah tidak sabar ingin mengintrogasi gadis ini secepatnya.
"Pantesan Eca kamu tiba-tiba menghilang begitu saja saat terakhir kita sedang KKN dan kami menunggumu untuk magang dan wisuda, sementara kamu tidak pernah muncul lagi di kampus atau mengabari kami. Tidak tahunya kamu diam-diam sudah menikah.
Kenapa tidak selesaikan pendidikan mu, paling tiga bulan saja setelah itu kamu bisa ikut wisuda tahun ini. Sayang Eca, kamu adalah mahasiswa terbaik dan kebanggaan kampus. Semua dosen bertanya tentangmu."
Ucap Nadia yang sangat mengenal Eca seperti saudara baginya.
"Insya Allah Nadia. Aku memang berencana untuk ikut wisuda tahun ini."
Ucap Eca yang ingin segera kabur dari Nadia.
"Bunda! Pulang!"
Pinta Chiko menyelamatkan bundanya dari rentetan pertanyaan Nadia yang tak akan habisnya.
"Kami pulang dulu Nadia."
"A..iya, hati-hati! anak-anak sambung mu sangat lucu Eca dan mereka sangat tampan dan cantik." puji Nadia.
Di dalam mobil keduanya tampak diam dengan pikiran mereka masing-masing sementara si kembar sudah terlelap.
Delvin menepikan mobilnya. Eca bingung mengapa mobil ini harus berhenti.
"Siapa kamu Eca? bagaimana kamu bisa menipuku kalau bayi ini adalah bayimu?"
Tanya Delvin dengan menggunakan bahasa Jerman.
Deggg...
"Kau....?"
"Bahasa apa yang kamu ingin bicara denganku? Perancis, Belanda, Rusia, baiklah kita bicara dalam bahasa Yunani atau Brazil."
Ucap Delvin menantang Eca yang merasa orang sepertinya yang mungkin hanya bisa mengusai bahasa Inggris saja.
Eca lupa kalau Delvin adalah pengusaha hebat yang memiliki beberapa perusahaan juga di luar negeri.
"Sial! kenapa aku sangat ceroboh, kalau si tampan ini adalah seorang pengusaha tajir yang sering keliling dunia karena bisnisnya."
Batin Eca terdiam sejenak.
"Eca! dari mana kamu dapatkan bayi-bayi ini? ceritakan kepadaku, siapa si kembar? Apakah kamu mengenali ibunya? Katakan semuanya kepadaku!"
Teriak Delvin yang sudah gusar dengan sikap Eca yang sangat misterius.
Eca memejamkan matanya, menahan air matanya untuk mencari jawaban agar bisa menjawab pertanyaan Delvin.
"Aku menemukan mereka di depan rumahku dan aku pindah ke Jakarta agar tetanggaku tidak mengetahui keberadaan si kembar.
Jika ketahuan warga mereka akan diserahkan ke dinas sosial dan akan ada orangtua lain yang akan mengadopsi mereka dan aku tidak mau menyerahkan mereka. Aku sudah jatuh cinta pada si kembar saat menemukan mereka."
Ucap Eca bohong untuk melindungi jati diri ibu kandungnya si kembar.
Eca harus berbohong karena ia tidak mau Delvin akan mencari tahu ibu kandungnya si kembar dan menyerahkan si kembar pada ibu kandungnya.
"Eca! Kenapa kamu harus berbohong kepadaku kalau mereka adalah anak kandungmu?"
"Walaupun mereka tidak lahir dari rahimku, tapi aku sudah mempertaruhkan hidupku demi mempertahankan mereka agar tetap menjadi milikku. Bagiku mereka adalah harta Karun ku. Tolong jangan pisahkan kami...hiks..hiks!"
Pinta Eca sambil sesenggukan.
"Menikahlah denganku sayang dan kita akan mengadopsi mereka secara hukum dan tidak ada lagi yang merebut mereka darimu walaupun suatu saat nanti orangtuanya datang mengambil mereka dari kita."
Ucap Delvin yang sangat bangga dengan ketulusan gadis ini.
Delvin menangkup dagu Eca. Ia mengecup lagi bibir lembut itu. Eca membiarkan Delvin melakukannya. Ciuman itu akhirnya tejadi lebih dalam karena Eca menyambutnya dengan senang hati.
"Eca, aku mencintaimu sayang! Dan menikahlah denganku!"
Pinta Delvin sekali lagi pada Eca.
Deggggg..
"Akhirnya kata-kata ajaib itu bisa muncul. Itu adalah password terbaik dalam suatu hubungan."
Batin Eca berbunga-bunga.
"Aku juga mencintaimu Delvin dan aku siap menikah denganmu." Ucap Eca tegas.
Deggggg....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Sandisalbiah
setidaknya ini awal yg baik buat Eca dan si kembar..
2024-01-19
0
Shuhairi Nafsir
ceritanya lama kelamaan jadi membosankan. Eca nga tegas malah jadi murahan . seenaknya Kasi orang mencium bibirnya
2023-04-25
1
Queen Tdewa
terciduk dech Echa... ketahuan bohong
2023-02-12
2