9. PENGAKUAN

Keadaan si kembar perlahan sudah mulai membaik. Walaupun begitu, Eca belum siap meninggalkan keduanya untuk bekerja.

Ia sudah mengirim surat ijin melalui pesan email pada bosnya yang bagian cleaning servis. Tapi ada seorang yang sangat merindukan gadis ini mulai kepo dengan ketidakhadiran Eca.

Tuan Haidar sangat merindukan gadis ini. Wajah Eca sudah mendominasi pikirannya hingga ia sulit untuk fokus bekerja.

Rasanya ia ingin membesuk si kembar agar bisa melihat ibu si kembar, tapi banyak sekali pekerjaan yang harus ia selesaikan membuatnya mengurung niatnya untuk menjenguk si kembar.

Pagi itu, tuan Delvin mengajak Eca dan si kembar untuk jalan-jalan di taman. Si kembar sangat semangat kalau yang mengajak mereka adalah tuan Delvin.

Di benak mereka Delvin adalah ayah mereka, dan itulah mengapa hubungan itu terasa lebih kuat dan sulit terbantahkan oleh Eca yang tidak bisa lagi menjauhkan si kembar dari tuan Delvin.

Eca meminta Delvin untuk mampir di kedai bubur ayam supaya si kembar juga bisa ikut makan.

Seperti keluarga kecil, tuan Delvin menyuapkan bubur untuk Ciky dan Eca untuk Chiko. Para pengunjung kedai itu mengira mereka benar-benar pasangan suami-istri yang sangat serasi.

"Tuan! Sepertinya wajah si kembar lebih mirip dengan wajahmu. Apakah anda tidak menyadari itu?"

Tegur seorang wanita tua yang sedari tadi memperhatikan kedua anak Eca dan tuan Delvin.

"A..iya! Terimakasih nenek!"

Ucap Delvin yang enggan menjelaskan keadaan sebenarnya bahwa mereka bukan pasangan suami istri apa lagi si kembar bukan anaknya.

"Di bandingkan dengan istrimu, wajah anak-anakmu tidak sedikitpun mirip dengannya." Lanjut nenek itu.

"Dia hanya numpang melahirkan anak-anakku saja nenek."

Balas tuan Delvin sambil melirik Eca yang hanya bisa diam karena tidak ingin rahasianya terungkap.

"Cih! Melahirkan...? Ini onderdil masih orisinil belum tersentuh, bagaimana bisa langsung turun mesin. Tapi mereka lahir dari cinta dan kasih sayangku. Dan sampai kapanpun mereka adalah anak-anakku."

Batin Eca sambil mengaduk teh manisnya.

Tidak lama nenek itu pamit duluan meninggalkan pasangan ini yang juga sudah menyelesaikan sarapan mereka.

Tuan Delvin ke kasir dan membayar tagihan mereka. Eca merapikan wajah si kembar dengan tisu basah.

Seorang pengunjung yang baru datang memperhatikan wajah cantik Eca lalu menegur Eca dan hampir membuat orang-orang memperhatikan mereka.

"Dokter Eca..?"

Tegur Nadia setengah berteriak membuat Eca sangat syok.

"Dokter Nadia...!"

Eca berdiri dan menyambut sahabat akrabnya itu saling cipika cipiki

"Apakah kamu sudah menikah? Apakah ini anak-anakmu? dan di mana suamimu?"

Tanya Nadia tanpa jeda.

Tuan Delvin muncul dan memperkenalkan dirinya pada pada Nadia tanpa di minta Eca. Keduanya saling menyebutkan nama mereka masing-masing.

"Saya suaminya Eca."

Ucap tuan Delvin seraya menyodorkan tangannya pada Nadia membuat Eca sangat syok.

"Tapi tunggu Eca! Berapa usia bayimu? apakah mereka kembar dan ...!"

"Usia mereka satu tahun dan mereka kembar." Ujar Eca buru-buru.

"Tunggu Eca!"

Cegah Nadia yang merasa curiga pada Eca."

Melihat wajah kepo Nadia membuat Eca merubah jawabannya dengan menggunakan bahasa Jerman agar Delvin dan pengunjung lainnya tidak mengerti jika mereka menggunakan bahasa Jerman.

"Aku tahu apa yang ingin kamu tanyakan Nadia. Mereka anak-anak dari suamiku, bukan anakku. Aku hanya ibu sambung dari anak-anak ini."

Ucap Eca menenangkan situasi.

Degggg..

Jantung Delvin bergetar hebat mendengar pengakuan Eca barusan.

"Dasar gadis bodoh! Kamu kira bisa menipuku dengan bahasa Jerman itu. Aku lahir dan di besarkan di Jerman."

Umpat tuan Delvin yang sudah tidak sabar ingin mengintrogasi gadis ini secepatnya.

"Pantesan Eca kamu tiba-tiba menghilang begitu saja saat terakhir kita sedang KKN dan kami menunggumu untuk magang dan wisuda, sementara kamu tidak pernah muncul lagi di kampus atau mengabari kami. Tidak tahunya kamu diam-diam sudah menikah.

Kenapa tidak selesaikan pendidikan mu, paling tiga bulan saja setelah itu kamu bisa ikut wisuda tahun ini. Sayang Eca, kamu adalah mahasiswa terbaik dan kebanggaan kampus. Semua dosen bertanya tentangmu."

Ucap Nadia yang sangat mengenal Eca seperti saudara baginya.

"Insya Allah Nadia. Aku memang berencana untuk ikut wisuda tahun ini."

Ucap Eca yang ingin segera kabur dari Nadia.

"Bunda! Pulang!"

Pinta Chiko menyelamatkan bundanya dari rentetan pertanyaan Nadia yang tak akan habisnya.

"Kami pulang dulu Nadia."

"A..iya, hati-hati! anak-anak sambung mu sangat lucu Eca dan mereka sangat tampan dan cantik." puji Nadia.

Di dalam mobil keduanya tampak diam dengan pikiran mereka masing-masing sementara si kembar sudah terlelap.

Delvin menepikan mobilnya. Eca bingung mengapa mobil ini harus berhenti.

"Siapa kamu Eca? bagaimana kamu bisa menipuku kalau bayi ini adalah bayimu?"

Tanya Delvin dengan menggunakan bahasa Jerman.

Deggg...

"Kau....?"

"Bahasa apa yang kamu ingin bicara denganku? Perancis, Belanda, Rusia, baiklah kita bicara dalam bahasa Yunani atau Brazil."

Ucap Delvin menantang Eca yang merasa orang sepertinya yang mungkin hanya bisa mengusai bahasa Inggris saja.

Eca lupa kalau Delvin adalah pengusaha hebat yang memiliki beberapa perusahaan juga di luar negeri.

"Sial! kenapa aku sangat ceroboh, kalau si tampan ini adalah seorang pengusaha tajir yang sering keliling dunia karena bisnisnya."

Batin Eca terdiam sejenak.

"Eca! dari mana kamu dapatkan bayi-bayi ini? ceritakan kepadaku, siapa si kembar? Apakah kamu mengenali ibunya? Katakan semuanya kepadaku!"

Teriak Delvin yang sudah gusar dengan sikap Eca yang sangat misterius.

Eca memejamkan matanya, menahan air matanya untuk mencari jawaban agar bisa menjawab pertanyaan Delvin.

"Aku menemukan mereka di depan rumahku dan aku pindah ke Jakarta agar tetanggaku tidak mengetahui keberadaan si kembar.

Jika ketahuan warga mereka akan diserahkan ke dinas sosial dan akan ada orangtua lain yang akan mengadopsi mereka dan aku tidak mau menyerahkan mereka. Aku sudah jatuh cinta pada si kembar saat menemukan mereka."

Ucap Eca bohong untuk melindungi jati diri ibu kandungnya si kembar.

Eca harus berbohong karena ia tidak mau Delvin akan mencari tahu ibu kandungnya si kembar dan menyerahkan si kembar pada ibu kandungnya.

"Eca! Kenapa kamu harus berbohong kepadaku kalau mereka adalah anak kandungmu?"

"Walaupun mereka tidak lahir dari rahimku, tapi aku sudah mempertaruhkan hidupku demi mempertahankan mereka agar tetap menjadi milikku. Bagiku mereka adalah harta Karun ku. Tolong jangan pisahkan kami...hiks..hiks!"

Pinta Eca sambil sesenggukan.

"Menikahlah denganku sayang dan kita akan mengadopsi mereka secara hukum dan tidak ada lagi yang merebut mereka darimu walaupun suatu saat nanti orangtuanya datang mengambil mereka dari kita."

Ucap Delvin yang sangat bangga dengan ketulusan gadis ini.

Delvin menangkup dagu Eca. Ia mengecup lagi bibir lembut itu. Eca membiarkan Delvin melakukannya. Ciuman itu akhirnya tejadi lebih dalam karena Eca menyambutnya dengan senang hati.

"Eca, aku mencintaimu sayang! Dan menikahlah denganku!"

Pinta Delvin sekali lagi pada Eca.

Deggggg..

"Akhirnya kata-kata ajaib itu bisa muncul. Itu adalah password terbaik dalam suatu hubungan."

Batin Eca berbunga-bunga.

"Aku juga mencintaimu Delvin dan aku siap menikah denganmu." Ucap Eca tegas.

Deggggg....

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

setidaknya ini awal yg baik buat Eca dan si kembar..

2024-01-19

0

Shuhairi Nafsir

Shuhairi Nafsir

ceritanya lama kelamaan jadi membosankan. Eca nga tegas malah jadi murahan . seenaknya Kasi orang mencium bibirnya

2023-04-25

1

Queen Tdewa

Queen Tdewa

terciduk dech Echa... ketahuan bohong

2023-02-12

2

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Hamil
2 2. Tetangga Yang Baik!
3 3. Mulai Bekerja
4 4. Jadi Perhatian
5 5. Penuh Pertimbangan
6 6. Belum Tertarik
7 7. Mulai terungkap!
8 8. Merawat Bersama
9 9. PENGAKUAN
10 10. Pengunduran Diri
11 11. Menikah
12 12. Terhalang Restu
13 13. Melanjutkan Yang Tertunda
14 14. Pertemuan
15 15. Masa lalu Haidar
16 16. Kau...?"
17 17. Cinta Satu Malam
18 18. Gagal
19 19. Keputusan
20 20. Kegelisahan Delvin
21 21. Solusi
22 22. Dokter Kecil
23 23. Kehebatan Ciky
24 24. Pujian
25 25. Gugup
26 26. Salah Paham..!
27 27. Undangan Makan Malam
28 28. Berusaha jujur!
29 29. Kegilaan Delvin...!
30 30. Kau...!
31 31. Pertengkaran
32 32. Terjebak Sendiri Dengan Ancamannya!
33 33. Akhirnya Ketemu Juga!
34 34. Perang Di Mulai
35 35. Keributan
36 36. TIDAK TERIMA
37 37. Yang Sebenarnya!
38 38. Balas Dendam
39 39. Menjadi Tawanan
40 40. Salah Target !
41 41. Memberi Kesempatan
42 42. Kecerobohan Alin!
43 43. Kedatangan Haidar
44 44. Mencoba Lagi
45 45. Kesedihan Eca
46 46. Keberuntungan Untukku!
47 47. Bawa Kabur
48 48. Penyesalan Alin
49 49. Kontak Batin
50 50. Pengorbanan Haidar
51 51. Cinta Tanpa Batas
52 52. Mencintaimu Bukan Perkara Mudah!
53 53. Peran Si Kembar
54 54. Tidak Ingin Bertemu
55 55. Pembalasan Setimpal
56 56. Menuntut Keadilan
57 57. Permintaan Aneh
58 58. Akhirnya Bertemu
59 59. Baby kuartet
60 60. Kecemburuan Eca
61 61. Peran Eca
62 62. Arti Senyuman Eca
63 63. Tak Akan Terulang Lagi
64 64. Faktor Genetik
65 65. Aksi Baby Adam
66 66. Lamaran dadakan
67 67. Pilihan Sulit
68 68. Penyesalan Mertua
69 69. Tinggal Bersama
70 70. Prestasi Si Kembar
71 71. Perlawanan Si Kembar
72 72. Mengakui Kehebatan Si Kembar
73 73. Tujuh Tahun Kemudian
74 74. Tapi Aku sudah bertemu Bidadari!
75 75. Jatuh Cinta
76 76. Terjebak Sendiri
77 77. Masih Marah
78 78. Cinta Yang Manis
79 79. Gadis Aneh
80 80. Mengejar Cinta Dokter Chiko **BAB INI RADA SEDIH YA**
81 81. Tidak Tertolong
82 82. Mengabulkan
83 83. Kebahagiaan Berganti Duka
84 84. Dia Kembali..!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
1. Wanita Hamil
2
2. Tetangga Yang Baik!
3
3. Mulai Bekerja
4
4. Jadi Perhatian
5
5. Penuh Pertimbangan
6
6. Belum Tertarik
7
7. Mulai terungkap!
8
8. Merawat Bersama
9
9. PENGAKUAN
10
10. Pengunduran Diri
11
11. Menikah
12
12. Terhalang Restu
13
13. Melanjutkan Yang Tertunda
14
14. Pertemuan
15
15. Masa lalu Haidar
16
16. Kau...?"
17
17. Cinta Satu Malam
18
18. Gagal
19
19. Keputusan
20
20. Kegelisahan Delvin
21
21. Solusi
22
22. Dokter Kecil
23
23. Kehebatan Ciky
24
24. Pujian
25
25. Gugup
26
26. Salah Paham..!
27
27. Undangan Makan Malam
28
28. Berusaha jujur!
29
29. Kegilaan Delvin...!
30
30. Kau...!
31
31. Pertengkaran
32
32. Terjebak Sendiri Dengan Ancamannya!
33
33. Akhirnya Ketemu Juga!
34
34. Perang Di Mulai
35
35. Keributan
36
36. TIDAK TERIMA
37
37. Yang Sebenarnya!
38
38. Balas Dendam
39
39. Menjadi Tawanan
40
40. Salah Target !
41
41. Memberi Kesempatan
42
42. Kecerobohan Alin!
43
43. Kedatangan Haidar
44
44. Mencoba Lagi
45
45. Kesedihan Eca
46
46. Keberuntungan Untukku!
47
47. Bawa Kabur
48
48. Penyesalan Alin
49
49. Kontak Batin
50
50. Pengorbanan Haidar
51
51. Cinta Tanpa Batas
52
52. Mencintaimu Bukan Perkara Mudah!
53
53. Peran Si Kembar
54
54. Tidak Ingin Bertemu
55
55. Pembalasan Setimpal
56
56. Menuntut Keadilan
57
57. Permintaan Aneh
58
58. Akhirnya Bertemu
59
59. Baby kuartet
60
60. Kecemburuan Eca
61
61. Peran Eca
62
62. Arti Senyuman Eca
63
63. Tak Akan Terulang Lagi
64
64. Faktor Genetik
65
65. Aksi Baby Adam
66
66. Lamaran dadakan
67
67. Pilihan Sulit
68
68. Penyesalan Mertua
69
69. Tinggal Bersama
70
70. Prestasi Si Kembar
71
71. Perlawanan Si Kembar
72
72. Mengakui Kehebatan Si Kembar
73
73. Tujuh Tahun Kemudian
74
74. Tapi Aku sudah bertemu Bidadari!
75
75. Jatuh Cinta
76
76. Terjebak Sendiri
77
77. Masih Marah
78
78. Cinta Yang Manis
79
79. Gadis Aneh
80
80. Mengejar Cinta Dokter Chiko **BAB INI RADA SEDIH YA**
81
81. Tidak Tertolong
82
82. Mengabulkan
83
83. Kebahagiaan Berganti Duka
84
84. Dia Kembali..!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!