15. Masa lalu Haidar

Kedatangan Haidar ke Bali bukan untuk berlibur. Ia memang memiliki rumah di Bali di mana kedua orangtuanya ingin menghabiskan hari tua mereka di Bali.

Orangtuanya memang ingin menjodohkan Haidar dengan seorang wanita yang merupakan putri dari sahabat Ibunya.

"Haidar! Ibu sudah mengatur perjodohanmu dengan Nindy dan ibu harap kalian berdua cocok."

"Ibu! Tolong jangan memaksaku untuk menikah dengan perempuan yang aku tidak kenal sama sekali Bu."

"Yang kamu kenal dan kamu cintai bukankah sudah mengkhianati kamu dan kabur begitu saja di hari pertunangan kalian..?"

"Bu tolong jangan libatkan nama wanita itu dalam obrolan kita..!"

"Apakah kamu masih mengharapkan gadis itu kembali padamu....?" Sudah hampir dua tahun dia seperti hilang di telan bumi."

"Sudahlah Bu! Dia bukan jodohku dan aku tidak lagi mau mengingatnya. Tapi aku harap jangan menjodohkan aku dengan Nindita.

Nindita adalah gadis yang sangat cantik dan baik. Apa salahnya mengenalnya lebih dulu. Jika kalian tidak cocok, kamu boleh meninggalkan dirinya."

Pinta nyonya Ami.

"Baiklah. Kalau ibu maunya seperti itu. Haidar akan belajar mengenalnya lebih dulu. Tolong jangan kecewa kalau Haidar tidak jadi dengan dirinya ibu."

"Iya sayang, ibu mengerti perasaanmu."

Tuan Haidar pamit pada ibunya ingin beristirahat. Ia masuk ke kamarnya yang penuh kenangan akan mantan kekasih yang sekarang menghilang entah ke mana.

"Alin..! Apa yang membuatmu tiba-tiba pergi begitu saja dari hidupku. Aku tidak percaya apa yang dikatakan Else bahwa kamu hamil dengan laki-laki lain dan kabur dengan lelaki itu. Ingin rasanya aku membunuh lelaki itu yang telah merenggut kesucianmu sebelum aku.

Siapa dia Alin...? Tapi aku tidak akan percaya sebelum mendengar dari mulutmu sendiri kalau kamu kabur dariku karena kamu hamil."

Gumam Haidar sambil memainkan saklar lampu tidurnya.

Hati pria tampan ini merasa sangat hancur mengenang kekasihnya itu. Informasi tentang sang kekasih tidak bisa ia dapatkan.

Ia harus mengubur cintanya hingga hatinya kembali bertaut pada sosok Eca yang sempat membuat hatinya bergetar dan lagi-lagi ia harus menelan kekecewaan karena Eca juga sudah menikah dengan orang lain.

Di resort milik Delvin, keluarga kecil ini sudah bersiap untuk kembali ke Jakarta. Eca sudah membicarakan kepada Delvin tentang keinginannya untuk menyelesaikan tugas akhirnya agar bisa wisuda tahun ini dan meraih gelar sarjana kedokteran.

Delvin sangat mendukung keinginan istrinya dan ia siap merawat si kembar jika ditinggal tugas oleh ibu angkat mereka.

Mereka juga harus menikah lagi secara agama dan negara untuk mendapatkan surat adopsi untuk si kembar.

...----------------...

Eca mulai magang di rumah sakit yang direkomendasikan oleh kampusnya. Gadis ini melakukan tugasnya dengan baik dalam waktu tiga bulan itu.

Kehebatannya dalam memecahkan kasus beberapa penyakit pasien dengan menemukan solusi yang tidak bisa terpecahkan oleh dokter ahli sekalipun.

CEO rumah sakit itu begitu kagum dengan prestasi Eca. Ia diberi kesempatan untuk bekerja di rumah sakit itu. Dokter Gaes meminta asistennya untuk memanggil Eca menghadapnya.

"Dea! Tolong panggilkan dokter Eca untuk ke ruangan ku!"

"Dokter Eca..?"

"Umm.. maksudku dokter Ayesha. Anak magang itu."

Dokter Gaes memperbaiki kalimatnya agar si asisten mengerti.

"Baik dokter."

Dokter Eca masuk ke ruang kerja CEO rumah sakit tersebut. Selama magang di rumah sakit itu, ia belum pernah berhadapan langsung dengan pemilik rumah sakit tersebut. Ia pun segera ke ruangan itu dengan perasaan gelisah karena takut berbuat salah.

"Apakah aku sudah melakukan kesalahan? Kenapa aku harus di panggil oleh pemilik rumah sakit ini..?"

Eca terlihat bingung dan juga penasaran. Ia hanya menunggu di sofa sambil melihat dokter Gaes menghubungi seseorang.

"Dokter Eca!"

"Iya dokter! Saya Eca."

"Maaf kita baru bisa ngobrol sekarang, karena selama kamu magang aku belum sempat bertemu langsung denganmu. Bukankah dua hari lagi magang mu selesai?"

"Benar dokter."

"Dokter Eca! Aku puas dengan hasil kerjamu selama kamu membantu beberapa dokter disini sesuai di bidang mereka.

Ada fakta menarik saat kamu mempelajari kasus penyakit yang sulit sekali dokter spesialis sekalipun menemukan kendalanya tapi kamu bisa."

"Terimakasih dokter untuk apresiasinya."

"Aku sengaja memanggilmu menghadap ku karena aku ingin kamu mau melanjutkan pekerjaanmu untuk mengabdi di rumah sakit ini usai kamu mendapatkan gelar kedokteran dan izin tugasmu sebagai dokter. Apakah kamu siap bergabung di rumah sakit ini..?"

"Saya tidak bisa memutuskannya dokter. Saya harus diskusi dulu dengan suami, apakah dia mengijinkan aku tetap bekerja atau mengurus anak-anak di rumah." Ujar Eca tegas.

"Jadi kamu sudah berkeluarga...?"

"Iya dokter."

"Astaga! Aku pikir kamu masih gadis. Baiklah. Aku tunggu keputusan mu selama dua hari ini Semoga suamimu mendukung profesimu sebagai seorang dokter.

Sayang sekali, jika dokter berprestasi sepertimu harus menghabiskan waktumu di rumah mengurus keluarga."

Ucap dokter Gaes dengan sentuhan provokasi pada kata-katanya.

"Terimakasih dokter! Saya akan mempertimbangkan kembali permintaan anda."

Ucap dokter Eca lalu pamit pada dokter Gaes.

Setiap harinya, Delvin sendiri yang mengantar jemput istrinya di rumah sakit. Sore itu Eca terlihat sangat senang dengan ajakan dokter Gaes untuk bergabung di rumah sakit miliknya.

"Kelihatannya kamu senang sekali sayang? apa ada kabar baik yang ingin kamu bagikan kepadaku, hmm?"

"Benar Delvin, saat ini aku sangat senang karena dua hari lagi nilai magangku keluar dan aku siap menunggu ijasah ku keluar dan ikut wisuda tiga bulan lagi."

"Apakah hanya itu?"

"Ada lagi hal lainnya Delvin dan ini sangat berharga untukku setelah sekian lama mimpiku ingin mengabdi kepada masyarakat akhirnya terwujud.

Aku ingin menjadi manusia seutuhnya dengan menjadikan diriku bermanfaat untuk orang lain." Ucap Eca sedikit diplomatis.

"Apakah kamu ingin bertugas di rumah sakit tersebut?" Tebak Delvin.

"Itu pun kalau kamu mengijinkan sayang."

"Tapi, aku kuatir kamu akan lalai kepada kami. Kamu mengabaikan si kembar dan aku dan melupakan niat kita yang ingin punya anak sendiri." Ucap Delvin cemas.

"Aku janji tidak akan mengabaikan tugasku sebagai ibu dan istri. Tolonglah Delvin. Ini adalah impianku.

Jika kamu tidak menikahi ku, mungkin mimpiku akan terkubur begitu saja karena fokus membesarkan si kembar."

"Baiklah sayang! Kejarlah mimpi itu kamu pantas memiliki mimpi itu. Kamu sudah mengorbankan hidupmu untuk anak orang lain yang tidak kamu kenal dan mempertaruhkan apapun demi si kembar, itulah membuat aku salut padamu.

Gadis langka yang sulit di temui di jaman sekarang ini, di mana orang yang memiliki anak kandung malah menelantarkan anaknya tapi tidak denganmu, kamu rela menanggung semua hinaan demi tujuan mulia."

"Terimakasih Delvin atas dukunganmu. Aku makin sayang padamu. Muuachh.."

Terpopuler

Comments

Queen Tdewa

Queen Tdewa

pasti tu anak kamu Delvin...tpi kok bisa kamu menghamili pacar ny Haidar

2023-02-13

1

Nor Azlin

Nor Azlin

ini bermakna Haidar hanya tunangan perempuan yang hamil anak dari dalvin ...kerana perselingkuhan yang secara tak sengaja telah berlaku membuahkan hasil ...jadi dia mengilangkan diri dari Haidar & berjumpa dengan si eca ini kesimpulan yang aku fikirkan betul thor?

2023-01-01

3

Ayu Afrinetty

Ayu Afrinetty

jangan bilang Alin hamil sama delvin

2022-12-31

1

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Hamil
2 2. Tetangga Yang Baik!
3 3. Mulai Bekerja
4 4. Jadi Perhatian
5 5. Penuh Pertimbangan
6 6. Belum Tertarik
7 7. Mulai terungkap!
8 8. Merawat Bersama
9 9. PENGAKUAN
10 10. Pengunduran Diri
11 11. Menikah
12 12. Terhalang Restu
13 13. Melanjutkan Yang Tertunda
14 14. Pertemuan
15 15. Masa lalu Haidar
16 16. Kau...?"
17 17. Cinta Satu Malam
18 18. Gagal
19 19. Keputusan
20 20. Kegelisahan Delvin
21 21. Solusi
22 22. Dokter Kecil
23 23. Kehebatan Ciky
24 24. Pujian
25 25. Gugup
26 26. Salah Paham..!
27 27. Undangan Makan Malam
28 28. Berusaha jujur!
29 29. Kegilaan Delvin...!
30 30. Kau...!
31 31. Pertengkaran
32 32. Terjebak Sendiri Dengan Ancamannya!
33 33. Akhirnya Ketemu Juga!
34 34. Perang Di Mulai
35 35. Keributan
36 36. TIDAK TERIMA
37 37. Yang Sebenarnya!
38 38. Balas Dendam
39 39. Menjadi Tawanan
40 40. Salah Target !
41 41. Memberi Kesempatan
42 42. Kecerobohan Alin!
43 43. Kedatangan Haidar
44 44. Mencoba Lagi
45 45. Kesedihan Eca
46 46. Keberuntungan Untukku!
47 47. Bawa Kabur
48 48. Penyesalan Alin
49 49. Kontak Batin
50 50. Pengorbanan Haidar
51 51. Cinta Tanpa Batas
52 52. Mencintaimu Bukan Perkara Mudah!
53 53. Peran Si Kembar
54 54. Tidak Ingin Bertemu
55 55. Pembalasan Setimpal
56 56. Menuntut Keadilan
57 57. Permintaan Aneh
58 58. Akhirnya Bertemu
59 59. Baby kuartet
60 60. Kecemburuan Eca
61 61. Peran Eca
62 62. Arti Senyuman Eca
63 63. Tak Akan Terulang Lagi
64 64. Faktor Genetik
65 65. Aksi Baby Adam
66 66. Lamaran dadakan
67 67. Pilihan Sulit
68 68. Penyesalan Mertua
69 69. Tinggal Bersama
70 70. Prestasi Si Kembar
71 71. Perlawanan Si Kembar
72 72. Mengakui Kehebatan Si Kembar
73 73. Tujuh Tahun Kemudian
74 74. Tapi Aku sudah bertemu Bidadari!
75 75. Jatuh Cinta
76 76. Terjebak Sendiri
77 77. Masih Marah
78 78. Cinta Yang Manis
79 79. Gadis Aneh
80 80. Mengejar Cinta Dokter Chiko **BAB INI RADA SEDIH YA**
81 81. Tidak Tertolong
82 82. Mengabulkan
83 83. Kebahagiaan Berganti Duka
84 84. Dia Kembali..!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
1. Wanita Hamil
2
2. Tetangga Yang Baik!
3
3. Mulai Bekerja
4
4. Jadi Perhatian
5
5. Penuh Pertimbangan
6
6. Belum Tertarik
7
7. Mulai terungkap!
8
8. Merawat Bersama
9
9. PENGAKUAN
10
10. Pengunduran Diri
11
11. Menikah
12
12. Terhalang Restu
13
13. Melanjutkan Yang Tertunda
14
14. Pertemuan
15
15. Masa lalu Haidar
16
16. Kau...?"
17
17. Cinta Satu Malam
18
18. Gagal
19
19. Keputusan
20
20. Kegelisahan Delvin
21
21. Solusi
22
22. Dokter Kecil
23
23. Kehebatan Ciky
24
24. Pujian
25
25. Gugup
26
26. Salah Paham..!
27
27. Undangan Makan Malam
28
28. Berusaha jujur!
29
29. Kegilaan Delvin...!
30
30. Kau...!
31
31. Pertengkaran
32
32. Terjebak Sendiri Dengan Ancamannya!
33
33. Akhirnya Ketemu Juga!
34
34. Perang Di Mulai
35
35. Keributan
36
36. TIDAK TERIMA
37
37. Yang Sebenarnya!
38
38. Balas Dendam
39
39. Menjadi Tawanan
40
40. Salah Target !
41
41. Memberi Kesempatan
42
42. Kecerobohan Alin!
43
43. Kedatangan Haidar
44
44. Mencoba Lagi
45
45. Kesedihan Eca
46
46. Keberuntungan Untukku!
47
47. Bawa Kabur
48
48. Penyesalan Alin
49
49. Kontak Batin
50
50. Pengorbanan Haidar
51
51. Cinta Tanpa Batas
52
52. Mencintaimu Bukan Perkara Mudah!
53
53. Peran Si Kembar
54
54. Tidak Ingin Bertemu
55
55. Pembalasan Setimpal
56
56. Menuntut Keadilan
57
57. Permintaan Aneh
58
58. Akhirnya Bertemu
59
59. Baby kuartet
60
60. Kecemburuan Eca
61
61. Peran Eca
62
62. Arti Senyuman Eca
63
63. Tak Akan Terulang Lagi
64
64. Faktor Genetik
65
65. Aksi Baby Adam
66
66. Lamaran dadakan
67
67. Pilihan Sulit
68
68. Penyesalan Mertua
69
69. Tinggal Bersama
70
70. Prestasi Si Kembar
71
71. Perlawanan Si Kembar
72
72. Mengakui Kehebatan Si Kembar
73
73. Tujuh Tahun Kemudian
74
74. Tapi Aku sudah bertemu Bidadari!
75
75. Jatuh Cinta
76
76. Terjebak Sendiri
77
77. Masih Marah
78
78. Cinta Yang Manis
79
79. Gadis Aneh
80
80. Mengejar Cinta Dokter Chiko **BAB INI RADA SEDIH YA**
81
81. Tidak Tertolong
82
82. Mengabulkan
83
83. Kebahagiaan Berganti Duka
84
84. Dia Kembali..!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!