11. Menikah

Eca menangis dalam pelukan Delvin yang sedang mengelus surei panjang Eca dengan penuh kelembutan.

Pria tampan ini membiarkan Eca meluapkan kesedihannya tanpa ingin bertanya. Puas menangis Eca baru mengurai pelukannya lalu mengusap air matanya.

"Apakah perasaanmu sudah lebih baik sayang?"

"Hmm!"

"Mau berbagi denganku?"

Eca menggeleng. Ia takut kalau kebohongan demi kebohongan yang ia ciptakan akan membuat Delvin makin bingung.

Ia tidak ingin memberitahukan jati diri ibu kandungnya si kembar yang ia sudah tahu bahwa wanita itu adalah kekasih atau tunangannya tuan Haidar. Entah apa hubungan mereka, yang jelas ia tidak ingin Haidar tahu kalau dia yang sedang merawat anak kandung wanita itu.

"Apa kita bisa mempercepat pernikahan kita Delvin?"

"Apakah kamu sudah tidak sabar ingin hidup bersamaku?"

Goda Delvin sambil mengusap air matanya Eca.

"Aku hanya ingin memperjelas status si kembar menjadi anak kita."

"Baiklah kalau begitu Minggu depan kita ke Jerman karena orangtuaku menetap di sana. Kita minta restu mereka untuk menikah. Apakah kamu mau?"

"Kenapa kita tidak menikah secara agama dulu? Kalau semuanya sesuai dengan proses pernikahan agama dan negara itu akan memakan waktu yang cukup lama." Jelas Eca.

Delvin termenung sesaat lalu menyetujui permintaan Eca.

"Jika hanya ingin kita disahkan secara agama, itu lebih baik. Tapi pengakuan adopsi itu harus di sahkan secara hukum negara. Tanpa itu status si kembar akan cacat secara hukum." Timpal Delvin.

"Setidaknya jadikanlah aku milikmu. Setelah itu kita bisa melakukan kebaikan lainnya. Jika kita sudah sah suami istri, aku tidak perlu seperti kucing yang selalu ketakutan jika ketahuan orang lain saat maling makanan."

Canda Eca ditengah kepedihannya.

"Baiklah kita akan menemui saudara laki-lakimu untuk menjadi wali nikah mu."

"Mereka tinggal di Surabaya. Kita bisa ke sana tanpa harus membawa si kembar."

Ujar Eca yang tidak ingin kehadiran si kembar malah akan timbul kesalahan pahaman kakaknya dan juga kakak iparnya.

Tuan Delvin menyetujui apapun permintaan Eca karena gadis ini lebih mengetahui tingkat kenyamanan dirinya.

Malam itu keduanya berangkat ke Surabaya menemui abangnya Eca, yaitu Amarullah dan kakak iparnya Anik.

Di hadapan keduanya, Eca memperkenalkan tuan Delvin dengan menyampaikan keinginan mereka untuk menikah secara agama sebelum di gelar pernikahan resmi.

"Kenapa harus melakukan pernikahan secara dua kali Eca? Apakah saat ini kamu sedang hamil? " Tanya Anik sinis.

"Tidak mbak. Alhamdulillah Eca masih bisa jaga diri. Justru Eca ingin secepatnya menikah agar terhindar dari fitnah terutama dari keluarga terdekat."

Eca membalas ucapan kakak iparnya dengan kata-kata menohok.

"Apa pekerjaan calon suamimu? Apakah dia hanya seorang pengangguran hingga tidak bisa menggelar pernikahan yang lebih layak untuk kalian dan harus memilih pernikahan siri?"

Anik masih ingin menjatuhkan adik iparnya membuat tuan Delvin mengepalkan tangannya dengan kuat.

"Setidaknya pernikahanku tidak akan mengeruk kekayaan kakak ipar satu persen pun kecuali yang aku inginkan adalah restu dari kakak kandungku. Bagaimana kak Amar, apakah kamu bersedia menjadi wali dalam pernikahanku?"

Tanya Eca yang sudah tidak betah lama-lama berada di rumah kakaknya.

"Baiklah kalau kamu hanya mau menikah secara agama dulu, kakak akan menikahkan kalian. Kapan kalian menikah?"

"Besok. Kalau bisa kakak sekeluarga ikut kami sekarang ke Jakarta." Ucap Delvin.

"Apakah kita akan naik kereta ke Jakarta? tidak! ... aku tidak mau ikut kamu mas, kalau tidak berangkat dengan pesawat."

Remeh Anik pada sang adik ipar.

"Kakak amar dan mbak Anik naik pesawat jet pribadiku. Jadi kalian tidak perlu repot-repot menumpang pesawat komersial.

Saya sudah membooking hotel mewah di Jakarta Untuk kalian. Jadi untuk akomodasinya tidak usah kuatir semuanya sudah dipersiapkan."

Ucap tuan Delvin sekalian membungkam mulut calon kakak iparnya Anik.

Mata Anik melebar tanpa bisa berkata-kata apa-apa. Sifat culasnya mulai terlihat saat mengetahui calon adik iparnya adalah pria tajir melintir.

"Aduh kalau tahu kami akan naik pesawat jet pribadi, aku harusnya ke salon dulu agar terlihat lebih kinclong karena kulitku sedikit kusam dan rambutku masih terasa lembab."

Ujar Anik memanfaatkan situasi.

"Kakak ipar akan mendapatkan perawatan tubuh di hotel nanti, sebaiknya bersiaplah karena kita tidak punya banyak waktu."

Desak tuan Delvin mendengus kesal melihat wajah Anik yang sangat serakah.

"Sepertinya kakakmu sangat menderita hidupnya dengan perempuan iblis ini Eca."

Ucap Delvin dalam bahasa Perancis.

"Entahlah, kenapa kakakku bisa mendapatkan makhluk hidup menakutkan seperti ini."

Gerutu Eca sambil menarik nafas berat.

Tidak lama keluarga itu langsung menuju bandara di mana pesawat jet pribadi milik Tuan Delvin sudah menunggu.

...----------------...

Pernikahan itu berjalan dengan khidmat. Tuan Delvin mengucapkan ijab qobul dengan lugas dengan satu tarikan nafas. Dari pihak saksi menyatakan sah.

Mahar yang diberikan oleh tuan Delvin yaitu seperangkat perhiasan berlian dan sebuah resort mewah yang ada di Bali yang belum di lihat oleh Eca karena sertifikat tanahnya yang saat ini menjadi mas kawinnya.

Anik hampir saja pingsan mendengar mas kawin adik iparnya itu.

"Sial! Kenapa Eca bisa seberuntung seperti ini padahal aku sengaja menjauhkan dia dari kakaknya agar suamiku melepaskan tanggung jawabnya pada perempuan sialan ini."

Gerutu Anik yang sangat iri dengan Eca dari segi fisik, kejeniusan dan sekarang mendapatkan suami konglomerat.

Sementara suaminya hanya seorang manajer sebuah perusahaan produk susu yang ada di Surabaya.

Eca menyalami kakaknya dengan penuh haru.

"Selamat atas pernikahanmu adikku. Kamu sudah menemukan kebahagiaanmu. Kakak harap pernikahanmu ini secepatnya di daftarkan secara negara supaya hakmu sebagai istri di akui."

Pinta Amar yang ingin memperjelas status adik kandungnya.

"Iya kak, kami akan memproses secepatnya."

Ucap Delvin meyakinkan Abang iparnya.

"Apa jangan-jangan si Eca hanya dijadikan istri ke dua, makanya pernikahannya di gelar secara sirih."

Sindir Anik memperlihatkan kedengkiannya pada Eca.

Eca hanya merotasi mata malas dengan menarik nafas jengah mendengar ocehan kakak iparnya.

Amar segera pamit pulang ke Surabaya karena tidak mau melihat istrinya yang masih uring-uringan dengan adiknya.

"Terimakasih kakak ipar. Ada oleh-oleh sedikit untuk kakak ipar yang sudah saya titipkan kepada asisten pribadi saya."

Ucap tuan Delvin saat melepaskan kepergian Amar dan istrinya menuju bandara.

Ketika tiba di bandara Soekarno-Hatta, Anik protes pada suaminya karena mereka naik pesawat komersial saat balik ke Surabaya. Ia ingin menumpang pesawat jet pribadi milik Delvin lagi.

Walaupun sudah mendapatkan kelas bisnis, perempuan ini masih saja mengamuk pada suaminya.

"Sudah cukup sifat norak mu itu mempermalukan aku Anik."

Bentak Amar yang sudah tidak tahan mendengar keluhan istrinya yang tidak pernah puas yang ia dapatkan dari tuan Delvin.

"Ternyata dia hanya pamer saja punya pesawat pribadi pada kita. Dan ini, oleh-oleh apa ini? paling parfum murahan dan benda lain yang tak berguna yang diberikan kepada kita."

Ucap Anik penasaran lalu membuka bag paper yang ternyata berisi uang tiga ratus juta.

"Hahhhh! Uang....? Astaga!"

Wajahnya tiba-tiba berkeringat melihat uang sebanyak itu. Sementara Amar hanya bisa menggelengkan kepalanya menahan malu sekaligus merasa gerah dengan sikap serakah istrinya.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

kamu yg bodoh amar.. perempuan model begitu kok dipelihara...

2024-01-19

1

felisya enterprise

felisya enterprise

pernah tuan Haidar keceplosan klo pernah patah hati gara2 gadisnya menghilang .., yaaa bisa jadi kekasih Haidar kabur sl. keadaan hamil gara2 banyak ygmusuhi ( pelakor2 berebut Haidar )

2022-12-21

1

Heni Hariyati

Heni Hariyati

lanjut thor

2022-12-21

1

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Hamil
2 2. Tetangga Yang Baik!
3 3. Mulai Bekerja
4 4. Jadi Perhatian
5 5. Penuh Pertimbangan
6 6. Belum Tertarik
7 7. Mulai terungkap!
8 8. Merawat Bersama
9 9. PENGAKUAN
10 10. Pengunduran Diri
11 11. Menikah
12 12. Terhalang Restu
13 13. Melanjutkan Yang Tertunda
14 14. Pertemuan
15 15. Masa lalu Haidar
16 16. Kau...?"
17 17. Cinta Satu Malam
18 18. Gagal
19 19. Keputusan
20 20. Kegelisahan Delvin
21 21. Solusi
22 22. Dokter Kecil
23 23. Kehebatan Ciky
24 24. Pujian
25 25. Gugup
26 26. Salah Paham..!
27 27. Undangan Makan Malam
28 28. Berusaha jujur!
29 29. Kegilaan Delvin...!
30 30. Kau...!
31 31. Pertengkaran
32 32. Terjebak Sendiri Dengan Ancamannya!
33 33. Akhirnya Ketemu Juga!
34 34. Perang Di Mulai
35 35. Keributan
36 36. TIDAK TERIMA
37 37. Yang Sebenarnya!
38 38. Balas Dendam
39 39. Menjadi Tawanan
40 40. Salah Target !
41 41. Memberi Kesempatan
42 42. Kecerobohan Alin!
43 43. Kedatangan Haidar
44 44. Mencoba Lagi
45 45. Kesedihan Eca
46 46. Keberuntungan Untukku!
47 47. Bawa Kabur
48 48. Penyesalan Alin
49 49. Kontak Batin
50 50. Pengorbanan Haidar
51 51. Cinta Tanpa Batas
52 52. Mencintaimu Bukan Perkara Mudah!
53 53. Peran Si Kembar
54 54. Tidak Ingin Bertemu
55 55. Pembalasan Setimpal
56 56. Menuntut Keadilan
57 57. Permintaan Aneh
58 58. Akhirnya Bertemu
59 59. Baby kuartet
60 60. Kecemburuan Eca
61 61. Peran Eca
62 62. Arti Senyuman Eca
63 63. Tak Akan Terulang Lagi
64 64. Faktor Genetik
65 65. Aksi Baby Adam
66 66. Lamaran dadakan
67 67. Pilihan Sulit
68 68. Penyesalan Mertua
69 69. Tinggal Bersama
70 70. Prestasi Si Kembar
71 71. Perlawanan Si Kembar
72 72. Mengakui Kehebatan Si Kembar
73 73. Tujuh Tahun Kemudian
74 74. Tapi Aku sudah bertemu Bidadari!
75 75. Jatuh Cinta
76 76. Terjebak Sendiri
77 77. Masih Marah
78 78. Cinta Yang Manis
79 79. Gadis Aneh
80 80. Mengejar Cinta Dokter Chiko **BAB INI RADA SEDIH YA**
81 81. Tidak Tertolong
82 82. Mengabulkan
83 83. Kebahagiaan Berganti Duka
84 84. Dia Kembali..!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
1. Wanita Hamil
2
2. Tetangga Yang Baik!
3
3. Mulai Bekerja
4
4. Jadi Perhatian
5
5. Penuh Pertimbangan
6
6. Belum Tertarik
7
7. Mulai terungkap!
8
8. Merawat Bersama
9
9. PENGAKUAN
10
10. Pengunduran Diri
11
11. Menikah
12
12. Terhalang Restu
13
13. Melanjutkan Yang Tertunda
14
14. Pertemuan
15
15. Masa lalu Haidar
16
16. Kau...?"
17
17. Cinta Satu Malam
18
18. Gagal
19
19. Keputusan
20
20. Kegelisahan Delvin
21
21. Solusi
22
22. Dokter Kecil
23
23. Kehebatan Ciky
24
24. Pujian
25
25. Gugup
26
26. Salah Paham..!
27
27. Undangan Makan Malam
28
28. Berusaha jujur!
29
29. Kegilaan Delvin...!
30
30. Kau...!
31
31. Pertengkaran
32
32. Terjebak Sendiri Dengan Ancamannya!
33
33. Akhirnya Ketemu Juga!
34
34. Perang Di Mulai
35
35. Keributan
36
36. TIDAK TERIMA
37
37. Yang Sebenarnya!
38
38. Balas Dendam
39
39. Menjadi Tawanan
40
40. Salah Target !
41
41. Memberi Kesempatan
42
42. Kecerobohan Alin!
43
43. Kedatangan Haidar
44
44. Mencoba Lagi
45
45. Kesedihan Eca
46
46. Keberuntungan Untukku!
47
47. Bawa Kabur
48
48. Penyesalan Alin
49
49. Kontak Batin
50
50. Pengorbanan Haidar
51
51. Cinta Tanpa Batas
52
52. Mencintaimu Bukan Perkara Mudah!
53
53. Peran Si Kembar
54
54. Tidak Ingin Bertemu
55
55. Pembalasan Setimpal
56
56. Menuntut Keadilan
57
57. Permintaan Aneh
58
58. Akhirnya Bertemu
59
59. Baby kuartet
60
60. Kecemburuan Eca
61
61. Peran Eca
62
62. Arti Senyuman Eca
63
63. Tak Akan Terulang Lagi
64
64. Faktor Genetik
65
65. Aksi Baby Adam
66
66. Lamaran dadakan
67
67. Pilihan Sulit
68
68. Penyesalan Mertua
69
69. Tinggal Bersama
70
70. Prestasi Si Kembar
71
71. Perlawanan Si Kembar
72
72. Mengakui Kehebatan Si Kembar
73
73. Tujuh Tahun Kemudian
74
74. Tapi Aku sudah bertemu Bidadari!
75
75. Jatuh Cinta
76
76. Terjebak Sendiri
77
77. Masih Marah
78
78. Cinta Yang Manis
79
79. Gadis Aneh
80
80. Mengejar Cinta Dokter Chiko **BAB INI RADA SEDIH YA**
81
81. Tidak Tertolong
82
82. Mengabulkan
83
83. Kebahagiaan Berganti Duka
84
84. Dia Kembali..!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!