5. Penuh Pertimbangan

Tuan Haidar meminta Eca untuk kembali lagi ke tempatnya bekerja. Sementara ia dan tuan Gunawan sendiri sedang memikirkan untuk mempertimbangkan kembali pekerjaan yang pantas untuk Eca setelah mengetahui kemampuan gadis itu yang bukan gadis sembarangan.

"Apa yang harus kita lakukan untuk gadis itu, agar posisinya di hotel ini bisa kita pindahkan ke tempat yang lebih baik daripada menjadikan dia seorang cleaning servis?" Tanya tuan Haidar.

"Kebijakan itu hanya ada pada anda tuan Haidar karena anda pemilik hotel ini. Tapi, keputusan itu akan mengundang kontroversi para pemegang saham yang akan menolak gadis itu dipindahkan bagian lain karena ijasahnya hanya sampai SMA."

Ucap tuan Gunawan.

"Apa yang harus kita lakukan untuk membantunya agar ia bisa mendapatkan lagi gelar sarjana kedokterannya?"

"Yang dia butuhkan gadis itu adalah orang yang bisa membatunya untuk menjaga anaknya dan uang bulanan sebagai penunjang kelangsungan hidup mereka."

Ucap tuan Gunawan memberi saran.

"Betul katamu pak Gunawan. Kalau bukan kita yang memikirkan nasibnya, lalu siapa lagi.

Siapa bajingan yang telah menghamilinya dan ia harus menjadi ibu muda di saat ia ingin meraih impiannya sebagai seorang dokter?"

Tanya tuan Haidar yang terlihat sedih.

"Ayesha! Kau sudah mengingatkan aku pada seseorang yang telah mengubah kehidupanku menjadi mimpi buruk." Batin Haidar.

"Tuan! Apakah anda akan memindahkan posisi pekerjaan nona Ayesha di hotel ini?"

"Tidak!"

"Baiklah. Terserah tuan saja. Kalau begitu saya permisi tuan!"

"Silahkan!"

...----------------...

Eca mengajak si kembar ke tempat permainan sesuai dengan usia mereka. Mereka pergi menumpang taksi menuju Mall.

Eca mengajak si kembar bermain mandi bola dengan balita lainnya. Hal yang sangat sederhana tapi membuat si kembar sangat bahagia.

Eca mengambil foto si kembar dan merekam keceriaan anak angkatnya itu. Puas bermain mandi bola, ketiganya merayakan ulang tahun di sebuah restoran siap saji.

"Chiko, Ciky! Hari ini kalian ulang tahun yang ke satu tahun! Bunda hanya bisa beli kue ulang tahun yang kecil untuk kalian."

Ucap Eca sambil menata kue di atas meja

Keduanya bertepuk tangan saat melihat kue ulang tahun yang sudah di hiasi lilin di atasnya.

"Hore!! kita ulang tahun!"

Ucap keduanya dengan lidah yang masih cadel.

Eca menyalakan lilin dan meminta si kembar meniup lilin itu.

"Kita tiup lilinnya bersamaan ya! satu dua tiga. Selamat ulangtahun Ciky, Chiko! semoga selalu sehat dan panjang umur.

Ketiganya bertepuk tangan. Eca mencium pipi si kembar sambil menahan tangisnya. Dan si kembar membalas mencium pipi Eca dari kedua sisi. Momen itu di rekam oleh seseorang dari kejauhan.

"Inikah anak-anaknya? Apakah mereka kembar? Tapi kenapa anak-anak itu sama sekali tidak mirip dengan Eca?"

Gumam Haidar lalu menghampiri ketiganya.

"Bunda! Chiko mau kue!"

"Ciky juga mau kue, bunda!"

"Iya sayang! Tunggu ya! Bunda potong dulu untuk kalian. Nah, ini buat Chiko dan satu lagi buat Ciky.

"Makasih bunda sayang!" Keduanya menyuapkan sendiri kue itu ke mulut mereka dengan pipi yang sudah belepotan.

Ketiganya saling tertawa menikmati momen berharga itu untuk ulang tahun pertama mereka.

"Selamat siang Eca!"

Degggg ...

Eca terhenyak hingga matanya terbelalak. Gadis ini segera berdiri dan memberikan hormat kepada tuan Haidar yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.

"Selamat siang tuan Haidar!"

"Bolehkah aku bergabung dengan kalian?"

"S.. silahkan Tuan!"

"Apakah mereka anak-anakmu?"

Tanya tuan Haidar sambil menatap si kembar yang tidak begitu peduli dengan kehadiran bosnya bunda mereka.

"Mereka adalah anak kembarku."

"Apakah karena mereka kamu merelakan mimpimu untuk menjadi seorang dokter?"

"Demi mereka aku rela menukar nyawaku dengan nilai apapun di dunia ini. Tidak ada yang lebih berharga di dunia ini selain kehadiran mereka dalam hidupku."

Ucap Eca penuh penekanan pada kalimatnya.

"Bagaimana dengan ayah bajingan itu? Apakah dia tidak tahu kamu telah melahirkan bayinya?"

Deggg...

"Cih! Seandainya aku tahu bajingan itu, rasanya aku ingin mencekik lehernya karena sudah meninggalkan ibu mereka."

Eca terlihat melamun.

"Ayesha! Hallo!"

Tuan Haidar menjentikkan dua jarinya di depan wajah Eca yang terlihat melamun.

"Maafkan saya tuan. Aku harap anda tidak perlu mengurus masalahku. Dan aku tidak ingin anda bertanya sesuatu yang terlalu privasi bagiku."

Ucap Eca seraya membersihkan wajah si kembar dengan tisu basah yang di bawahnya.

"Maafkan saya Eca! Saya sudah terbawa suasana."

"Terimakasih atas pengertiannya, tuan Haidar."

"Bunda! Ciky ngantuk."

Ucap gadis kecil itu sambil mengangkat kedua tangannya minta digendong.

"Chiko mau bobo, bunda."

Eca mengangkat tubuh keduanya dan memasukkan keduanya ke dalam kain gendongannya untuk menidurkan keduanya yang langsung terlelap dalam dekapan Eca.

Sifat kelembutan dari seorang ibu yang dilihat Haidar membuatnya terenyuh. Betapa ketulusan hati seorang ibu tidak ada bandingannya di dunia ini.

"Anak-anakmu sangat manis Eca. Pantas saja kamu sangat menyayangi mereka." Ucap tuan Haidar.

"Terimakasih untuk pujiannya Tuan."

"Ayesha! Sebenarnya ada yang ingin aku tawarkan kepadamu jika kamu tidak keberatan.

Dan aku harap kamu mau menerima tawaranku ini demi merubah kehidupanmu agar bisa memberikan kehidupan si kembar yang lebih layak."

Ucap tuan Haidar hati-hati.

"Mereka adalah hidupku. Aku rela bekerja keras untuk mereka selama pekerjaan itu halal. Aku rasa aku sudah memberikan mereka kehidupan yang sudah layak saat ini."

"Itu karena mereka masih kecil dan kebutuhan mereka masih terbatas. Tapi sejalannya waktu mereka pasti membutuhkan lebih banyak biaya dan itu tidak sedikit. Gaji mu sebagai cleaning servis tidak cukup untuk membiayai masa depan mereka Eca."

"Apa yang sedang anda tawarkan kepadaku tuan Haidar?"

"Kebahagiaan, perlindungan, kenyamanan dan cinta kasih. Aku melamarmu untuk menjadi istriku, Ayesha."

Ucap tuan Haidar begitu frontal.

Duaaarrr....

"Apakah anda sudah sinting? tidak ada angin, tidak ada hujan, muncul tiba-tiba seperti jelangkung hanya untuk mengucapkan kata-kata bodoh itu?"

Sergah Eca sengit.

Si kembar sempat membuka mata mereka karena suara Eca terdengar kencang membuat mereka tidur keduanya terganggu.

"Hussst! Sayang, bobo lagi ya. Maafkan bunda."

Eca menenangkan kembali si kecil yang kembali terpejam.

"Permisi tuan kami mau pulang!"

"Eca! Biarkan aku mengantarkan kalian pulang. Kasihan bayimu sudah tidur. Ijinkan aku menggendong salah satu dari mereka."

"Tidak usah! Mereka bisa bangun kalau digendong sama Tuan."

"Kasihan kamu nya, Eca. Mereka sudah cukup berat. Berikan salah satu mereka padaku!"

Akhirnya Eca memberikan Chiko untuk digendong tuan Haidar. Keduanya masuk ke dalam lift menuju tempat parkir di mana mobil Haidar berada di basemen.

Haidar sangat pintar untuk membujuk Eca agar gadis itu memberikan salah satu bayinya. Dengan begitu ia punya kesempatan untuk mengantar gadis ini pulang ke rumah kontrakannya.

"Eca! Tolong pikirkan lagi tawaranku. Dengan kita menikah kamu bisa melanjutkan lagi pendidikan mu untuk meraih gelar kedokteran."

"Tidak perlu menunggu aku menikah untuk mendapatkan ijasah kedokteran. Kesempatan itu akan datang padaku jika saatnya sudah tiba.

Allah punya cara tersendiri untuk memelihara, mendidik dan merawat makhlukNya di dunia ini tanpa perlu bantuan orang lain. Itulah mengapa Allah dimaknai sifat robbil aalamiiin. Dan itulah makna dari ayat ke dua surah Al-fatihah. Camkan itu kalau anda adalah orang yang beriman."

Ucap Eca membuat tuan Haidar termangu.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Haifa ayah si kembar...

2024-01-19

0

Siti Nurjanah

Siti Nurjanah

apa itu ibu kandungnya si kembar yg ada dlm ingatanmu tuan Haidar?

2023-11-07

0

Queen Tdewa

Queen Tdewa

apakah ibu kandung si kembar yg kau ingat

2023-02-12

1

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Hamil
2 2. Tetangga Yang Baik!
3 3. Mulai Bekerja
4 4. Jadi Perhatian
5 5. Penuh Pertimbangan
6 6. Belum Tertarik
7 7. Mulai terungkap!
8 8. Merawat Bersama
9 9. PENGAKUAN
10 10. Pengunduran Diri
11 11. Menikah
12 12. Terhalang Restu
13 13. Melanjutkan Yang Tertunda
14 14. Pertemuan
15 15. Masa lalu Haidar
16 16. Kau...?"
17 17. Cinta Satu Malam
18 18. Gagal
19 19. Keputusan
20 20. Kegelisahan Delvin
21 21. Solusi
22 22. Dokter Kecil
23 23. Kehebatan Ciky
24 24. Pujian
25 25. Gugup
26 26. Salah Paham..!
27 27. Undangan Makan Malam
28 28. Berusaha jujur!
29 29. Kegilaan Delvin...!
30 30. Kau...!
31 31. Pertengkaran
32 32. Terjebak Sendiri Dengan Ancamannya!
33 33. Akhirnya Ketemu Juga!
34 34. Perang Di Mulai
35 35. Keributan
36 36. TIDAK TERIMA
37 37. Yang Sebenarnya!
38 38. Balas Dendam
39 39. Menjadi Tawanan
40 40. Salah Target !
41 41. Memberi Kesempatan
42 42. Kecerobohan Alin!
43 43. Kedatangan Haidar
44 44. Mencoba Lagi
45 45. Kesedihan Eca
46 46. Keberuntungan Untukku!
47 47. Bawa Kabur
48 48. Penyesalan Alin
49 49. Kontak Batin
50 50. Pengorbanan Haidar
51 51. Cinta Tanpa Batas
52 52. Mencintaimu Bukan Perkara Mudah!
53 53. Peran Si Kembar
54 54. Tidak Ingin Bertemu
55 55. Pembalasan Setimpal
56 56. Menuntut Keadilan
57 57. Permintaan Aneh
58 58. Akhirnya Bertemu
59 59. Baby kuartet
60 60. Kecemburuan Eca
61 61. Peran Eca
62 62. Arti Senyuman Eca
63 63. Tak Akan Terulang Lagi
64 64. Faktor Genetik
65 65. Aksi Baby Adam
66 66. Lamaran dadakan
67 67. Pilihan Sulit
68 68. Penyesalan Mertua
69 69. Tinggal Bersama
70 70. Prestasi Si Kembar
71 71. Perlawanan Si Kembar
72 72. Mengakui Kehebatan Si Kembar
73 73. Tujuh Tahun Kemudian
74 74. Tapi Aku sudah bertemu Bidadari!
75 75. Jatuh Cinta
76 76. Terjebak Sendiri
77 77. Masih Marah
78 78. Cinta Yang Manis
79 79. Gadis Aneh
80 80. Mengejar Cinta Dokter Chiko **BAB INI RADA SEDIH YA**
81 81. Tidak Tertolong
82 82. Mengabulkan
83 83. Kebahagiaan Berganti Duka
84 84. Dia Kembali..!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
1. Wanita Hamil
2
2. Tetangga Yang Baik!
3
3. Mulai Bekerja
4
4. Jadi Perhatian
5
5. Penuh Pertimbangan
6
6. Belum Tertarik
7
7. Mulai terungkap!
8
8. Merawat Bersama
9
9. PENGAKUAN
10
10. Pengunduran Diri
11
11. Menikah
12
12. Terhalang Restu
13
13. Melanjutkan Yang Tertunda
14
14. Pertemuan
15
15. Masa lalu Haidar
16
16. Kau...?"
17
17. Cinta Satu Malam
18
18. Gagal
19
19. Keputusan
20
20. Kegelisahan Delvin
21
21. Solusi
22
22. Dokter Kecil
23
23. Kehebatan Ciky
24
24. Pujian
25
25. Gugup
26
26. Salah Paham..!
27
27. Undangan Makan Malam
28
28. Berusaha jujur!
29
29. Kegilaan Delvin...!
30
30. Kau...!
31
31. Pertengkaran
32
32. Terjebak Sendiri Dengan Ancamannya!
33
33. Akhirnya Ketemu Juga!
34
34. Perang Di Mulai
35
35. Keributan
36
36. TIDAK TERIMA
37
37. Yang Sebenarnya!
38
38. Balas Dendam
39
39. Menjadi Tawanan
40
40. Salah Target !
41
41. Memberi Kesempatan
42
42. Kecerobohan Alin!
43
43. Kedatangan Haidar
44
44. Mencoba Lagi
45
45. Kesedihan Eca
46
46. Keberuntungan Untukku!
47
47. Bawa Kabur
48
48. Penyesalan Alin
49
49. Kontak Batin
50
50. Pengorbanan Haidar
51
51. Cinta Tanpa Batas
52
52. Mencintaimu Bukan Perkara Mudah!
53
53. Peran Si Kembar
54
54. Tidak Ingin Bertemu
55
55. Pembalasan Setimpal
56
56. Menuntut Keadilan
57
57. Permintaan Aneh
58
58. Akhirnya Bertemu
59
59. Baby kuartet
60
60. Kecemburuan Eca
61
61. Peran Eca
62
62. Arti Senyuman Eca
63
63. Tak Akan Terulang Lagi
64
64. Faktor Genetik
65
65. Aksi Baby Adam
66
66. Lamaran dadakan
67
67. Pilihan Sulit
68
68. Penyesalan Mertua
69
69. Tinggal Bersama
70
70. Prestasi Si Kembar
71
71. Perlawanan Si Kembar
72
72. Mengakui Kehebatan Si Kembar
73
73. Tujuh Tahun Kemudian
74
74. Tapi Aku sudah bertemu Bidadari!
75
75. Jatuh Cinta
76
76. Terjebak Sendiri
77
77. Masih Marah
78
78. Cinta Yang Manis
79
79. Gadis Aneh
80
80. Mengejar Cinta Dokter Chiko **BAB INI RADA SEDIH YA**
81
81. Tidak Tertolong
82
82. Mengabulkan
83
83. Kebahagiaan Berganti Duka
84
84. Dia Kembali..!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!