17. Cinta Satu Malam

Pesta ulang tahun Else yang di adakan di salah satu diskotik di Jerman terlihat meriah. Mereka turun di lantai dansa usai melakukan perayaan itu.

Alin yang terlihat tidak begitu respon dengan ulangtahun Else membuatnya malas turun di lantai dansa. Ia mengajak Keysa adik dari kekasihnya Haidar menemaninya ke toilet karena rawannya diskotik itu.

Melihat dua sahabatnya itu meninggalkan meja mereka, Else meminta pelayan untuk menaburkan minuman Alin dengan obat perangsang.

Tidak lama Alin dan Keysa kembali lagi ke tempat duduk mereka. Keduanya meneguk minumannya yang non alkohol sambil menikmati alunan musik romantis mengiringi pengunjung yang sedang berdansa termasuk Else.

"Selamat tinggal Alin, akhirnya Haidar tidak akan lagi mau bertunangan denganmu karena sebentar lagi kau akan diperkosa oleh para pria bule di klub ini. Dia akan menjadi milikku.

Ujar Else menyeringai licik.

Iapun terus berdansa dengan teman kampusnya. Walaupun saat itu Else sudah memiliki kekasih, namun ia tetap menginginkan Haidar yang memiliki segalanya daripada kekasih bulenya yang hanya memiliki tampang keren tapi modal kere.

"Apakah malam ini kamu happy, sayang?"

Tanya Miller sambil mengeratkan pinggangnya Else merapatkan ke tubuhnya.

"Aku sangat happy Miller karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang istri Milioner."

Gumam Else dalam bahasa Indonesia.

Miller yang tidak begitu mendengar ucapan Else hanya tertawa geli. Keduanya tenggelam dalam kenikmatan musik yang makin membuat mereka bergairah.

Miller mengajak Else untuk meninggalkan tempat itu karena ingin mengajak gadis ini bercinta. Tapi Else menolaknya dengan keras.

"Kau bisa melakukan dengan wanita kalian tapi tidak dengan kami, wanita timur."

Else mendorong tubuh Miller dan segera menghampiri meja dua sahabatnya.

"Ke mana perginya kedua orang itu?"

Else memperhatikan satu persatu wajah gadis yang sudah berganti duduk di tempat mereka.

Keysa dijemput oleh kekasihnya dan Alin berjalan menuju tempat parkir tapi bingung dengan mobilnya yang tidak ia kenali karena semuanya sama di matanya.

Dua orang pria bule itu mencoba mendekatinya, namun Alin masih mengumpulkan kesadarannya berusaha melawan dengan mengibaskan tasnya di depan kedua lelaki yang ada di hadapannya.

"Pergi kalian!"

Bentaknya membuat kedua lelaki itu menjauhinya. Alin mengamati plat nomor kendaraannya dan akhirnya ketemu juga.

Alin masih membawa mobilnya dengan sadar menuju apartemen miliknya. Ketika tiba di apartemennya tubuhnya mulai bereaksi. Obat itu mulai menyerang otaknya. Ia masuk ke dalam lift dan melihat seorang pria tampan sedang menatap ponselnya.

Tanpa diduga Delvin, Alin langsung memeluknya dalam keadaan setengah mabuk.

"Ayo kita bercinta sayang!"

Delvin spontan mendorong tubuh Alin untuk menjauhinya namun gadis itu berusaha membuka kancing bajunya dan memperlihatkan dada sekangnya.

"Hei kau..!"

"Cium aku! Sentuh aku...!" Pinta Alin tidak tahu malu lagi.

Dalam keadaan bingung, Delvin membopong tubuh gadis itu seperti karung beras.

Ia hanya bisa membawa gadis itu ke kamar apartemennya karena tidak mengetahui kamar mana milik gadis itu.

Ia lalu membaringkan tubuhnya Alin di tempat tidurnya.

"Tidurlah! Kamu sedang mabuk walaupun mulutmu tidak bau alkohol." Ucap Delvin lalu masuk ke kamar mandi.

Ketika keluar dari kamar mandi, gadis itu sudah dalam keadaan polos membuat Delvin tersentak. Bagaimanapun juga, ia adalah seorang laki-laki normal yang tidak bisa mengendalikan syahwatnya saat Alin menggodanya dengan memperlihatkan aset berharganya.

Keduanya akhirnya melakukan hubungan cinta satu malam itu dengan gelora syahwat yang sudah membuncah.

Delvin yang mengira, Alin adalah gadis penghibur melakukan percintaan panas itu tanpa ada cinta diantara keduanya karena keduanya hanya memuaskan na*su mereka saat ini.

...----------------...

Pagi tiba, Alin merasakan tubuhnya di peluk seseorang. Ia membuka matanya dan melihat kamar yang ia tempati bukan kamarnya.

Ia menyibakkan selimutnya dan menyingkirkan lengan tangan Delvin dari pinggangnya. Ia beringsut perlahan bangun mencari pakaiannya.

"Astaga! Apa yang telah aku lakukan? kenapa aku bisa berada di sini bersama dengan lelaki ini?"

Ujar Alin sambil mengenakan pakaiannya.

Air matanya tumpah ruah dengan amarah yang tidak dapat terbendung. Saat ini ia tidak bisa mengingatkan apapun. Ia merasa Delvin salah satu pria hidung belang yang sedang mengincar tubuhnya.

Ia segera meninggalkan kamar apartemennya Delvin tanpa ingin membangunkan Delvin yang masih terlelap.

Area sensitifnya begitu sakit dan perih. Alin mengumpulkan kesadarannya dan melihat area sekitarnya yang ternyata apartemennya sendiri.

"Syukurlah aku berada di apartemenku sendiri. Ini hanya beda lantai saja dengan milik lelaki itu."

Alin masuk ke lift menuju lantai sepuluh. Setibanya di kamarnya ia langsung masuk ke kamar mandi dan menyalakan shower tanpa membuka bajunya.

Alin menangis histeris dengan dada yang terasa sangat sakit. Selama ini ia sangat menjaga kesuciannya untuk sang kekasihnya Haidar.

"Apa yang akan dikatakan Haidar jika dia mengetahui kalau aku sudah tidak suci lagi. Sementara pertunangan ku akan di adakan tiga bulan lagi. Aku hanya menunggu wisuda saja saat ini. Apa yang terjadi denganku semalam..?"

Alin tidak puas dengan rasa penyesalannya. Ia mengambil gunting dan menggunting rambutnya tanpa beraturan.

Rasanya ia ingin membunuh dirinya saat ini tapi ia begitu takut untuk melakukannya.

"Tidakkkkkk....! Kembalikan lagi kesucianku...? Kenapa lelaki itu tega melakukan itu kepadaku...?"

Tangisnya makin deras bersamaan dengan air pancuran yang terus mengguyur tubuhnya.

Sementara di kamar apartemen milik Delvin, pria ini baru tersadar dan melihat tubuh polosnya dengan kissmark di dada dan lehernya.

Iapun tersenyum membayangkan percintaan panasnya semalam dengan gadis yang tidak ia kenal itu.

"Ternyata permainannya hebat juga bisa membuatku mabuk kepayang."

Ucap Delvin sambil nyengir kuda.

Tawanya langsung terbenam saat melihat bekas seprei putih itu dengan noda darah segar. Delvin menepuk jidatnya dengan mengucapkan istighfar.

"Astaga! Hah...Ternyata gadis itu masih perawan..? Aku harus mencarinya dan bertanggungjawab kepadanya."

Delvin segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Di kamar Alin, gadis itu sudah bersiap berangkat ke bandara untuk pulang ke Jakarta. Alin menumpang pesawat komersial walaupun ayahnya memiliki pesawat jet pribadi.

Saat ini, ia tidak mampu berpikir karena bayangan percintaan panas semalam terus menghantuinya. Tapi bayangan itu sirna kala wajah kekasihnya tersenyum kepadanya.

"Apakah aku harus jujur pada Haidar tentang diriku? Apakah dia mau menerima keadaanku..?"

Alin kembali menangis hingga matanya sudah sangat bengkak. Rambutnya yang sudah bondol ditutupnya dengan topi. Walaupun di dalam pesawat ia tidak ingin melepaskan kacamata hitamnya.

Delvin mulai mencari tahu keberadaan Alin di apartemen yang sama dengannya. Hanya saja ia tidak mengetahui lantai berapa gadis itu tinggal.

Alin memang blasteran Jerman indo. Wajahnya setengah bule itu tidak terlihat seperti orang Indonesia. Itulah sebabnya, Delvin tidak mengetahui kalau Alin adalah gadis keturunan Indonesia.

"Ternyata masih ada gadis bule yang melindungi mahkotanya." Batin Delvin.

Terpopuler

Comments

Elisanoor

Elisanoor

kesian gua ma si Haidar

2023-01-30

2

felisya enterprise

felisya enterprise

coba klo eca masih Deket dgn Haidar...pasti jadi musuhnya dan
Thor Delvin suruh tes DNA

2022-12-24

4

Heni Hariyati

Heni Hariyati

lanjut

2022-12-24

1

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Hamil
2 2. Tetangga Yang Baik!
3 3. Mulai Bekerja
4 4. Jadi Perhatian
5 5. Penuh Pertimbangan
6 6. Belum Tertarik
7 7. Mulai terungkap!
8 8. Merawat Bersama
9 9. PENGAKUAN
10 10. Pengunduran Diri
11 11. Menikah
12 12. Terhalang Restu
13 13. Melanjutkan Yang Tertunda
14 14. Pertemuan
15 15. Masa lalu Haidar
16 16. Kau...?"
17 17. Cinta Satu Malam
18 18. Gagal
19 19. Keputusan
20 20. Kegelisahan Delvin
21 21. Solusi
22 22. Dokter Kecil
23 23. Kehebatan Ciky
24 24. Pujian
25 25. Gugup
26 26. Salah Paham..!
27 27. Undangan Makan Malam
28 28. Berusaha jujur!
29 29. Kegilaan Delvin...!
30 30. Kau...!
31 31. Pertengkaran
32 32. Terjebak Sendiri Dengan Ancamannya!
33 33. Akhirnya Ketemu Juga!
34 34. Perang Di Mulai
35 35. Keributan
36 36. TIDAK TERIMA
37 37. Yang Sebenarnya!
38 38. Balas Dendam
39 39. Menjadi Tawanan
40 40. Salah Target !
41 41. Memberi Kesempatan
42 42. Kecerobohan Alin!
43 43. Kedatangan Haidar
44 44. Mencoba Lagi
45 45. Kesedihan Eca
46 46. Keberuntungan Untukku!
47 47. Bawa Kabur
48 48. Penyesalan Alin
49 49. Kontak Batin
50 50. Pengorbanan Haidar
51 51. Cinta Tanpa Batas
52 52. Mencintaimu Bukan Perkara Mudah!
53 53. Peran Si Kembar
54 54. Tidak Ingin Bertemu
55 55. Pembalasan Setimpal
56 56. Menuntut Keadilan
57 57. Permintaan Aneh
58 58. Akhirnya Bertemu
59 59. Baby kuartet
60 60. Kecemburuan Eca
61 61. Peran Eca
62 62. Arti Senyuman Eca
63 63. Tak Akan Terulang Lagi
64 64. Faktor Genetik
65 65. Aksi Baby Adam
66 66. Lamaran dadakan
67 67. Pilihan Sulit
68 68. Penyesalan Mertua
69 69. Tinggal Bersama
70 70. Prestasi Si Kembar
71 71. Perlawanan Si Kembar
72 72. Mengakui Kehebatan Si Kembar
73 73. Tujuh Tahun Kemudian
74 74. Tapi Aku sudah bertemu Bidadari!
75 75. Jatuh Cinta
76 76. Terjebak Sendiri
77 77. Masih Marah
78 78. Cinta Yang Manis
79 79. Gadis Aneh
80 80. Mengejar Cinta Dokter Chiko **BAB INI RADA SEDIH YA**
81 81. Tidak Tertolong
82 82. Mengabulkan
83 83. Kebahagiaan Berganti Duka
84 84. Dia Kembali..!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
1. Wanita Hamil
2
2. Tetangga Yang Baik!
3
3. Mulai Bekerja
4
4. Jadi Perhatian
5
5. Penuh Pertimbangan
6
6. Belum Tertarik
7
7. Mulai terungkap!
8
8. Merawat Bersama
9
9. PENGAKUAN
10
10. Pengunduran Diri
11
11. Menikah
12
12. Terhalang Restu
13
13. Melanjutkan Yang Tertunda
14
14. Pertemuan
15
15. Masa lalu Haidar
16
16. Kau...?"
17
17. Cinta Satu Malam
18
18. Gagal
19
19. Keputusan
20
20. Kegelisahan Delvin
21
21. Solusi
22
22. Dokter Kecil
23
23. Kehebatan Ciky
24
24. Pujian
25
25. Gugup
26
26. Salah Paham..!
27
27. Undangan Makan Malam
28
28. Berusaha jujur!
29
29. Kegilaan Delvin...!
30
30. Kau...!
31
31. Pertengkaran
32
32. Terjebak Sendiri Dengan Ancamannya!
33
33. Akhirnya Ketemu Juga!
34
34. Perang Di Mulai
35
35. Keributan
36
36. TIDAK TERIMA
37
37. Yang Sebenarnya!
38
38. Balas Dendam
39
39. Menjadi Tawanan
40
40. Salah Target !
41
41. Memberi Kesempatan
42
42. Kecerobohan Alin!
43
43. Kedatangan Haidar
44
44. Mencoba Lagi
45
45. Kesedihan Eca
46
46. Keberuntungan Untukku!
47
47. Bawa Kabur
48
48. Penyesalan Alin
49
49. Kontak Batin
50
50. Pengorbanan Haidar
51
51. Cinta Tanpa Batas
52
52. Mencintaimu Bukan Perkara Mudah!
53
53. Peran Si Kembar
54
54. Tidak Ingin Bertemu
55
55. Pembalasan Setimpal
56
56. Menuntut Keadilan
57
57. Permintaan Aneh
58
58. Akhirnya Bertemu
59
59. Baby kuartet
60
60. Kecemburuan Eca
61
61. Peran Eca
62
62. Arti Senyuman Eca
63
63. Tak Akan Terulang Lagi
64
64. Faktor Genetik
65
65. Aksi Baby Adam
66
66. Lamaran dadakan
67
67. Pilihan Sulit
68
68. Penyesalan Mertua
69
69. Tinggal Bersama
70
70. Prestasi Si Kembar
71
71. Perlawanan Si Kembar
72
72. Mengakui Kehebatan Si Kembar
73
73. Tujuh Tahun Kemudian
74
74. Tapi Aku sudah bertemu Bidadari!
75
75. Jatuh Cinta
76
76. Terjebak Sendiri
77
77. Masih Marah
78
78. Cinta Yang Manis
79
79. Gadis Aneh
80
80. Mengejar Cinta Dokter Chiko **BAB INI RADA SEDIH YA**
81
81. Tidak Tertolong
82
82. Mengabulkan
83
83. Kebahagiaan Berganti Duka
84
84. Dia Kembali..!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!