7. Mulai terungkap!

Sudah hampir satu lantai kamar hotel di bersihkan oleh Eca. Itu berarti ia harus membersihkan hampir seratus kamar dalam satu lantai. Gadis itu membagi tugas dengan teman baiknya Yuna. Eca bagian ganti seprei dan vakum lantai, sementara Yuna bagian membersihkan toilet dan menyiapkan perlengkapan fasilitas untuk tamu hotel.

Tuan Haidar sedari tadi menunggu gadis itu namun tidak muncul juga. ia sudah menghubungi ke nomor ponsel Eca, sedangkan Eca meninggalkan di loket miliknya di ruang kerja cleaning servis.

Haidar menghubungi tuan Gunawan untuk mencari gadis itu.

Tuan Gunawan hanya memberitahu kalau Eca sedang bertugas di lantai sembilan.

Haidar tidak sanggup menunggu lagi. Ia segera menghampiri gadis itu untuk membawa sendiri ke ruangannya.

Yuna begitu kaget melihat tuan Haidar saat masuk ke kamar yang sedang mereka bersihkan. Gadis ini langsung panik begitu melihat tuan Haidar sedang menegur Eca.

"Apa yang kamu lakukan di sini, Eca?"

"Aku masih bertugas Tuan! nanti saja kalau sudah selesai, aku baru ke ruang kerja Tuan."

Sahut Eca sambil menggantikan sarung bantal.

"Rupanya kamu sulit dibilangin. Ikut aku dan tinggalkan pekerjaanmu! Dan hei, kau! Gantikan pekerjaannya, mengerti?"

Titah tuan Haidar pada Yuna.

"Ba..baik Tuan!"

Yuna hanya melihat pergelangan tangan Eca di tarik oleh tuan Haidar menuju lift.

"Ada hubungan apa antara tuan Haidar dan Eca?"

Tanya Yuna sambil berpikir keras.

"Lepaskan tanganku Tuan! ini sangat sakit."

Eca menarik tangannya dari genggaman Haidar.

"Apa yang aku minta kemarin sore kepadamu?"

"Aku tahu tapi, aku tidak mungkin langsung ke ruangan Tuan."

"Perintahku lebih penting daripada pekerjaanmu itu."

Lagi-lagi tuan Haidar menggenggam pergelangan tangan Eca menuju ruang kerjanya melewati para staff yang memperhatikan keduanya masuk ke ruang kerja milik tuan Haidar.

"Hahhhh! Apakah tuan Haidar sedang berpacaran dengan salah satu cleaning servis?"

Gosip mulai bertebaran hingga terdengar oleh manajer hotel, nona Else.

Eca yang sudah duduk di depan tuan Haidar mulai risih saat tatapan penuh kelembutan tuan Haidar padanya tanpa ada kata yang keluar dari bibir si tampan ini.

"Tolong sampaikan apa yang anda ingin katakan kepadaku Tuan Haidar karena aku..?"

"Mulai besok kamu jadi sekertaris ku..!"

Deggggg....

"Tapi, aku tidak pantas menduduki jabatan bergengsi itu dengan ijasah yang tidak memenuhi standar untuk ja..!"

"Tidak penting dengan itu semua. Aku lebih mementingkan skill kamu daripada ijasah."

"Ini akan menjadi perdebatan di kalangan staff lainnya, jika tuan mempekerjakan aku untuk menggantikan sekertaris tuan Haidar yang ada sekarang ini. Maaf aku tidak bisa tuan!"

Eca segera berdiri dan hendak keluar dari ruang kerja tuan Haidar.

"Kamu mau keluar dari hotel ini selamanya atau menerima tawaranku sebagai sekertaris ku?"

Eca menghentikan langkahnya sesaat dan membalikkan tubuhnya.

"Apakah tuan sedang mengancam ku?"

"Karena kamu wanita yang cukup sulit untuk ditaklukkan dengan cinta. Aku melamarmu kemarin, tapi apa yang ku dapat? Kamu tidak menggubris ku sama sekali.

Hanya ini satu-satunya cara untuk membuatmu bisa bekerja di tempat yang layak sesuai kemampuanmu."

"Beri aku waktu untuk memikirkannya!"

"Pikirkan masa depan si kembar dan jangan terlalu menuruti ego mu."

Ucap tuan Haidar untuk terakhir kalinya.

Eca membuka pintu itu dan kembali ke lantai sembilan untuk melanjutkan pekerjaannya.

Nona Else masuk ke ruang kerja Haidar dengan wajah kelam. Tuan Haidar tak mempedulikan gadis manja itu dan lebih memilih meneruskan pekerjaannya.

"Apa hubunganmu dengan petugas cleaning servis itu, Haidar?" Tanya Else penuh selidik.

"Cleaning servis itu punya nama, Else."

Sahut Haidar mengingatkan gadis manja ini agar menghargai orang lain tanpa melihat jabatan dan status sosial orang lain.

"Baik. Ada apa kamu mengajak gadis itu, maksudku Ayesha ke ruang kerjamu?"

"Aku menyukainya dan sedang melamar Eca barusan. Apakah ada masalah, Else?"

"Kamu....? Menyukai Ayesha...? Selera mu pada wanita rendah sekali Haidar. Dia seorang cleaning servis dan kau menyukainya? apakah aku kurang cantik dan ...?"

"Kau bukan tipikal aku dan sedikitpun aku tidak menyukaimu. Aku hanya menganggapmu sebagai sahabat baik adikku Keysa. Keluar dari ruangan ku sekarang!"

Bentak tuan Haidar yang sama sekali tidak menyukai gadis manja dan angkuh itu.

"Kamu akan menyesali perbuatanmu Haidar karena memilih wanita yang tidak sederajat dengan keluargamu."

Tukas Else lalu meninggalkan Haidar yang kembali fokus ke layar laptop miliknya.

Eca menjemput si kembar di rumah tuan Delvin. Dengan tubuh yang hampir rontok tulang persendian di dalamnya, gadis itu menggendong dua bayi itu sekaligus.

"Apakah mereka sudah tidur bibi?"

"Baru tidur tadi pagi saja, non. Dan sampai sekarang keduanya sibuk main. Tapi mereka sudah mandi hanya saja belum makan sore." Ucap bibi Inem.

"Terimakasih bibi Inem."

Ucap Eca segera meninggalkan halaman rumahnya tuan Delvin.

Bobot tubuh keduanya yang makin montok membuat tubuh Eca sudah tidak kuat menggendongnya kalau tidak menggunakan kain gendongannya.

Walaupun si kembar sudah bisa jalan, hanya saja Eca selalu senang menggendong tubuh montok itu dengan senang hati.

Eca mengajak si kembar main bersama walaupun tubuhnya sendiri sangat lelah.

"Bunda mau susu!" Pinta Ciky.

"Chiko juga bunda!"

"Tunggu sebentar ya sayang!"

Eca menakar susu formula untuk keduanya dengan botol minum mereka masing-masing.

Keduanya tidur dalam pelukan bundanya setelah botol susu itu habis di teguk. Eca yang terlihat lelah ikut tertidur hingga lupa waktu.

Delvin yang baru pulang kerja melihat rumah Eca terlihat gelap semuanya. Ia segera menghampiri rumah Eca dan mencoba memanggil gadis itu beberapa kali namun tidak ada sahutan.

Delvin segera masuk ke dalam rumah Eca untuk menyalakan lampu teras, ruang tamu dan dapur agar terlihat terang. Pintu kamar Eca yang terbuka memudahkan Delvin melihat ketiga yang tidur saling berpelukan.

Pandangan mata Delvin agak sedikit terganggu saat melihat rok Eca yang tersingkap hingga memperlihatkan paha mulus dengan segitiga hitam yang di pakai Eca terlihat jelas olehnya.

"Sial..! Kenapa aku harus melihat pemandangan ini." Gerutu Delvin yang langsung terangsang melihat tempat yang menggiurkan untuk lelaki dewasa dan normal seperti dirinya.

Ia pun menarik selimut untuk menutup tubuh Eca. Delvin keluar dari kamar Eca dan duduk di ruang keluarga lalu memainkan ponselnya sambil menunggu gadis itu bangun.

Chiko yang tiba-tiba menangis menyadarkan Eca dan gadis ini terbangun dan langsung menyalakan lampu kamar untuk menerangi kamarnya.

Mendengar tangis Chiko, Ciky juga ikut terbangun. Eca mengangkat tubuh keduanya agar masuk ke dalam pelukannya.

Namun Eca sangat kaget saat merasakan suhu tubuh keduanya yang sama-sama demam tinggi.

"Baby!" Pekik Eca membuat Delvin segera masuk ke kamar Eca.

"Ada apa Eca?" Tanya Delvin panik.

Eca yang melihat kedatangan Delvin yang tiba-tiba membuatnya juga kaget. Tapi amarahnya tidak bisa ia luapkan pada pria tampan itu mengingat anak-anaknya yang sedang sakit.

"Keduanya demam. Tolong jaga mereka sebentar!" Pinta Eca segera turun dari tempat tidur untuk mengambil peralatan medisnya yang masih ia simpanan saat KKN di desa dulu.

Ia segera memasang termometer pada ketiak Chiko dan Ciky secara bergantian. Ia juga memakai stateskop dan mulai melakukan pemeriksaan pada kedua bayi itu dibantu oleh Delvin yang memegang kedua tubuh bayi itu secara bergantian.

Delvin yang baru pertama kali melihat peralatan medis milik Eca dengan perlakuan Eca yang melakukan pemeriksaan pada tubuh si kembar, merasa kaget kalau gadis ini bukan wanita sembarangan.

Iapun menyimpan semua pertanyaan tentang Eca yang dia pikir selama ini gadis yang hanya mengenyam pendidikan tinggi tapi bukan pendidikan kedokteran.

"Pantas selama ini aku tidak pernah melihat gadis ini membawa si kembar ke dokter kalau keduanya sedang sakit. Rupanya dia seorang dokter.

Tapi kenapa dia mengaku kalau bekerja di hotel, kalau profesi sebenarnya adalah seorang dokter?" Batin Delvin dengan sejibun pertanyaan di benaknya.

Eca memasang selang infus pada punggung tangan si kembar dengan menggantungkan cairan infus ke tiangnya.

Gadis ini benar-benar mempersiapkan semuanya yang dibutuhkan pasien anak hingga ia tidak perlu ke rumah sakit untuk memangkas biaya perawatan.

"Delvin tolong gendong Chiko dan dan aku gendong Ciky! Apakah kamu bisa meminta tolong pelayan untuk menebus obat yang sudah aku tulis di copy resep ini."

Pinta Eca pada Delvin karena kedua anaknya yang terus menangis karena demam mereka yang tinggi.

"Aku akan menelepon mereka untuk membelinya di apotik."

"Bayi akan tenang kalau saat sakit di dekap dengan tulus."

Ucap Eca agar Delvin tidak menggendong bayi secara asal.

"Apa kamu kira selama ini aku tidak pernah tulus menggendong mereka?" Protes Delvin.

"Iya aku tahu Tuan! Aku hanya bilang saja bukan untuk menggurui mu."

Eca harus mengalah pada pria tampan ini yang telah menyentuh bibirnya. Demi si kembar ia berusaha melupakan kekesalannya pada Delvin.

"Eca! Apakah kamu seorang dokter?"

Deggggg....

Terpopuler

Comments

Elisanoor

Elisanoor

Bapaknya siapa ? Delvin apa si Haidar ???

2023-01-29

4

Mila Adriani Ode

Mila Adriani Ode

penasaran, sebenarnya siapa sih ibu kandung si kembar

2022-12-17

1

Yuli Pariani

Yuli Pariani

keren

2022-12-17

1

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Hamil
2 2. Tetangga Yang Baik!
3 3. Mulai Bekerja
4 4. Jadi Perhatian
5 5. Penuh Pertimbangan
6 6. Belum Tertarik
7 7. Mulai terungkap!
8 8. Merawat Bersama
9 9. PENGAKUAN
10 10. Pengunduran Diri
11 11. Menikah
12 12. Terhalang Restu
13 13. Melanjutkan Yang Tertunda
14 14. Pertemuan
15 15. Masa lalu Haidar
16 16. Kau...?"
17 17. Cinta Satu Malam
18 18. Gagal
19 19. Keputusan
20 20. Kegelisahan Delvin
21 21. Solusi
22 22. Dokter Kecil
23 23. Kehebatan Ciky
24 24. Pujian
25 25. Gugup
26 26. Salah Paham..!
27 27. Undangan Makan Malam
28 28. Berusaha jujur!
29 29. Kegilaan Delvin...!
30 30. Kau...!
31 31. Pertengkaran
32 32. Terjebak Sendiri Dengan Ancamannya!
33 33. Akhirnya Ketemu Juga!
34 34. Perang Di Mulai
35 35. Keributan
36 36. TIDAK TERIMA
37 37. Yang Sebenarnya!
38 38. Balas Dendam
39 39. Menjadi Tawanan
40 40. Salah Target !
41 41. Memberi Kesempatan
42 42. Kecerobohan Alin!
43 43. Kedatangan Haidar
44 44. Mencoba Lagi
45 45. Kesedihan Eca
46 46. Keberuntungan Untukku!
47 47. Bawa Kabur
48 48. Penyesalan Alin
49 49. Kontak Batin
50 50. Pengorbanan Haidar
51 51. Cinta Tanpa Batas
52 52. Mencintaimu Bukan Perkara Mudah!
53 53. Peran Si Kembar
54 54. Tidak Ingin Bertemu
55 55. Pembalasan Setimpal
56 56. Menuntut Keadilan
57 57. Permintaan Aneh
58 58. Akhirnya Bertemu
59 59. Baby kuartet
60 60. Kecemburuan Eca
61 61. Peran Eca
62 62. Arti Senyuman Eca
63 63. Tak Akan Terulang Lagi
64 64. Faktor Genetik
65 65. Aksi Baby Adam
66 66. Lamaran dadakan
67 67. Pilihan Sulit
68 68. Penyesalan Mertua
69 69. Tinggal Bersama
70 70. Prestasi Si Kembar
71 71. Perlawanan Si Kembar
72 72. Mengakui Kehebatan Si Kembar
73 73. Tujuh Tahun Kemudian
74 74. Tapi Aku sudah bertemu Bidadari!
75 75. Jatuh Cinta
76 76. Terjebak Sendiri
77 77. Masih Marah
78 78. Cinta Yang Manis
79 79. Gadis Aneh
80 80. Mengejar Cinta Dokter Chiko **BAB INI RADA SEDIH YA**
81 81. Tidak Tertolong
82 82. Mengabulkan
83 83. Kebahagiaan Berganti Duka
84 84. Dia Kembali..!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
1. Wanita Hamil
2
2. Tetangga Yang Baik!
3
3. Mulai Bekerja
4
4. Jadi Perhatian
5
5. Penuh Pertimbangan
6
6. Belum Tertarik
7
7. Mulai terungkap!
8
8. Merawat Bersama
9
9. PENGAKUAN
10
10. Pengunduran Diri
11
11. Menikah
12
12. Terhalang Restu
13
13. Melanjutkan Yang Tertunda
14
14. Pertemuan
15
15. Masa lalu Haidar
16
16. Kau...?"
17
17. Cinta Satu Malam
18
18. Gagal
19
19. Keputusan
20
20. Kegelisahan Delvin
21
21. Solusi
22
22. Dokter Kecil
23
23. Kehebatan Ciky
24
24. Pujian
25
25. Gugup
26
26. Salah Paham..!
27
27. Undangan Makan Malam
28
28. Berusaha jujur!
29
29. Kegilaan Delvin...!
30
30. Kau...!
31
31. Pertengkaran
32
32. Terjebak Sendiri Dengan Ancamannya!
33
33. Akhirnya Ketemu Juga!
34
34. Perang Di Mulai
35
35. Keributan
36
36. TIDAK TERIMA
37
37. Yang Sebenarnya!
38
38. Balas Dendam
39
39. Menjadi Tawanan
40
40. Salah Target !
41
41. Memberi Kesempatan
42
42. Kecerobohan Alin!
43
43. Kedatangan Haidar
44
44. Mencoba Lagi
45
45. Kesedihan Eca
46
46. Keberuntungan Untukku!
47
47. Bawa Kabur
48
48. Penyesalan Alin
49
49. Kontak Batin
50
50. Pengorbanan Haidar
51
51. Cinta Tanpa Batas
52
52. Mencintaimu Bukan Perkara Mudah!
53
53. Peran Si Kembar
54
54. Tidak Ingin Bertemu
55
55. Pembalasan Setimpal
56
56. Menuntut Keadilan
57
57. Permintaan Aneh
58
58. Akhirnya Bertemu
59
59. Baby kuartet
60
60. Kecemburuan Eca
61
61. Peran Eca
62
62. Arti Senyuman Eca
63
63. Tak Akan Terulang Lagi
64
64. Faktor Genetik
65
65. Aksi Baby Adam
66
66. Lamaran dadakan
67
67. Pilihan Sulit
68
68. Penyesalan Mertua
69
69. Tinggal Bersama
70
70. Prestasi Si Kembar
71
71. Perlawanan Si Kembar
72
72. Mengakui Kehebatan Si Kembar
73
73. Tujuh Tahun Kemudian
74
74. Tapi Aku sudah bertemu Bidadari!
75
75. Jatuh Cinta
76
76. Terjebak Sendiri
77
77. Masih Marah
78
78. Cinta Yang Manis
79
79. Gadis Aneh
80
80. Mengejar Cinta Dokter Chiko **BAB INI RADA SEDIH YA**
81
81. Tidak Tertolong
82
82. Mengabulkan
83
83. Kebahagiaan Berganti Duka
84
84. Dia Kembali..!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!