Keuangan Eca makin hari makin menipis. Rasanya tabungannya sudah tidak cukup lagi untuk membuatnya sanggup bertahan sampai tiga bulan berikutnya. Ia mulai mengirim CV lamaran ke beberapa hotel di Jakarta sebagai cleaning servis.
Mungkin dilihat dari tampilan Eca saat ini, ia mungkin tidak pantas bekerja sebagai cleaning servis. Tapi ia hanya mampu mendapatkan peluang pekerjaan itu karena ia belum mendapatkan gelar dokter.
Karena kebaikan Delvin yang membolehkan dirinya menitipkan bayi kembarnya pada pelayan di rumahnya membuat ia sangat lega memanfaatkan kebaikan pria tampan itu. Hanya saja, Delvin tidak mengetahui pekerjaan apa yang akan digeluti oleh Eca saat ini.
Usia bayinya yang saat ini sudah menginjak enam bulan. Itu berarti ia sudah bisa meninggalkan bayi itu untuk bekerja.
Bibi Inem adalah mantan baby sitter nya Delvin. Bibi Inem ditugaskan oleh tuan Delvin untuk menjaga si kembar bila Eca sedang bekerja.
Usai melakukan interview dengan HRD hotel itu, Eca diterima di hotel itu sebagai cleaning servis dan ia akan memulai pekerjaannya besok pagi.
"Apakah kamu yakin bisa bekerja sebagai cleaning servis? Apakah ijasahmu hanya sampai SMA saja?"
Tanya Tuan Gunawan yang melihat tampilan Eca seperti gadis yang sangat cerdas dan memiliki intelektual tinggi saat melakukan wawancara dengannya.
"Saya tidak punya skill yang lainnya tuan selain tenaga saya." Ucap Eca tegas.
"Ok, mulai besok anda sudah boleh bekerja di hotel ini."
"Alhamdulillah, terimakasih Tuan!"
Wajah Eca berbinar penuh syukur lalu menyalami tuan Gunawan sebelum meninggalkan ruang kerja itu.
"Sepertinya gadis itu penuh dengan misteri. Kita lihat saja Ayesha. Aku yakin kamu punya kemampuan lain yang kamu sembunyikan."
Ucap tuan Gunawan penuh curiga.
Eca pulang dengan membawa perasaan gembira karena ia akhirnya mendapatkan pekerjaan.
Ia memencet bel rumah milik tuan Delvin untuk menjemput bayi kembarnya.
"Silahkan masuk nona!" Ucap satpam ramah.
"Saya tunggu di sini saja bang!"
"Baiklah."
Satpam menghubungi bibi Inem untuk mengantar baby kembarnya Eca.
"Ya ampun, apakah mereka menyusahkan bibi?"
"Tidak non. Mereka bayi yang sangat manis dan bibi terhibur dengan kehadiran mereka. Banyak pelayan sangat suka dengan si kembar."
Ucap bibi Inem seraya menyerahkan tas bayinya pada Eca.
Eca membawa pulang bayinya ke rumahnya. Ia mengajak keduanya bermain dan terlihat sangat seru.
"Ciky, Chiko! Bunda sudah mendapatkan pekerjaan. Bunda harap kalian tidak rewel saat bunda tinggal kerja. Kalian harus patuh pada bibi Inem, kalian mengerti?"
"Ya..ya . .ya!" Ucap keduanya sok tahu.
"Kalian mengerti?" Tanya Eca sekali lagi saat keduanya mengangguk secara bersamaan.
"Astaga! Muuachh.. Kalian adalah anak bunda yang sangat hebat. Doain bunda ya sayang agar bunda sehat terus untuk mencari uang untuk menghidupi kalian."
Eca mengajak keduanya tidur siang sambil memberikan botol susu formula kepada keduanya masing-masing.
Mereka sudah bisa memegang botol susunya sendiri sambil tiduran di antara dua lengan ibunya.
"Chiko, Ciky! Tidak apa bunda menjadi perawan tua asalkan kalian tetap bersama bunda sampai kalian suatu saat nanti menikah.
Jadilah anak-anak yang Sholih agar tidak terjerumus di lembah dosa seperti yang dilakukan oleh kedua orangtua kalian."
Ucap Eca sambil berkaca-kaca.
Gadis ini ikut tertidur saat rasa ngantuk ikut menghampirinya.
...----------------...
Keesokan harinya, Eca sudah berada di hotel itu, mulai dengan pekerjaannya sebagai cleaning servis. Ia mulai bekerja dari pukul sepuluh pagi hingga sembilan malam.
Di hari pertamanya bekerja, ia sudah mendapatkan tip dari penghuni hotel. Eca sangat senang dengan rejeki yang tak terduga itu. Setiap kamar yang ia bersihkan, ada saja tamu hotel itu memberikannya tip.
Eca melakukan tugasnya dengan sebaik mungkin dan itu bosnya yang bagian cleaning servis sangat senang melihat hasil kerja eca.
Dari waktu ke waktu, Eca tidak pernah mengeluhkan pekerjaannya. Hanya saja baby kembarnya jadi selalu menginap di mansionnya tuan Delvin dan tidur bersama dengan pria tampan itu.
Saat ia sudah berada di depan pagar rumahnya Delvin, satpam memintanya untuk pulang karena sudah terlalu malam.
"Pak Andi! Saya mau mengambil si kembar." Pinta Eca.
"Tapi si kembar sudah tidur non."
"Emangnya nggak boleh dibawa keluar si kembarnya?"
"Masalahnya si kembar selalu bermain dengan tuan hingga mereka tidur di kamarnya tuan Delvin."
Deggggg....
"Astaga!"
Sentak Eca terlihat syok.
"Sebaiknya nona pulang saja. Biasanya kalau baby kembar tidak tidur, pasti bibi Inem akan mengantarkan mereka ke nona, tapi si kembar sudah tidur sama tuan, kami tidak berani membangunkan tuan, nona." Ucap Pak Andi.
"Apakah tidak masalah pak, jika bayiku akan mengganggu tuan Delvin? Ini sudah berkali-kali lho pak, si kembar menginap di sini."
Ucap Eca sedikit kesal.
"Justru tuan jadi semangat untuk cepat pulang ke rumah semenjak nona bekerja dan si kembar dititipkan pada bibi Inem." Ucap Pak Andi.
"Iya juga sih pak. Lagian ini sudah jam sebelas malam pasti tuan Delvin akan marah kalau tidurnya terganggu. Tapi bagaimana kalau kembarnya yang mengganggu tidur tuan Delvin?"
"Nanti kalau si kembarnya rewel, pasti dia akan menghubungi nona Eca."
Ucap pak Andi penuh kesabaran hadapin Eca.
"Baiklah. Kalau begitu saya pulang dulu pak Andi. Tapi kalau ada apa-apa tolong bangunkan saya.Pintu pagarnya tidak akan saya kunci." Ucap Eca.
"Baik nona Eca."
"Ini sudah sekian kalinya, aku harus tidur sendirian tanpa si kembar."
Ucap Eca kelihatan sedih.
Sebenarnya di dalam kamar tuan Delvin, pria tampan itu belum tidur sama sekali. Ia hanya tidak ingin bayi itu selalu di bawa pulang saat menjelang larut malam oleh Eca walaupun rumah mereka berdekatan.
Entah mengapa rasa chemistry yang kuat antara ia dan bayi kembar itu yang membuatnya menjadi punya peran baru menjadi ayah dari si kembar.
Keesokan paginya, Eca sudah berada di depan pagar rumah tuan Delvin. Ia ingin menjemput si kembar karena sangat merindukan si kembar.
Rupanya bayi kembar itu sudah di mandikan oleh tuan Delvin sendiri dan mengenakan baju baru yang belum pernah di belikan oleh Eca.
Sekarang Tuan Delvin sendiri yang mengantar bayi kembar itu pada Eca membuat gadis itu salah tingkah.
"Apakah kamu akan pulang malam lagi, hmm?" Tanya Tuan Delvin.
"Hari ini saya lagi off Tuan." Ujar Eca.
"Berarti baby kembarnya tidak dititipkan hari ini pada bibi Inem?"
"Iya Tuan. Hari ini saya ingin menghabiskan waktu untuk bermain dengan si kembar."
Ucap Eca sambil menggendong Chiko.
Sementara Ciky masih bergelantungan di lehernya tuan Delvin.
"Sekarang ayah mau kerja, kalian sama bunda dulu ya!"
Ucap tuan Delvin dengan entengnya.
Delvin menyerahkan Ciky kepada Eca. Ia pun masuk ke mobilnya dan melambaikan tangannya ke arah baby kembar. Sementara Eca masih dengan raut wajah bingungnya mendengar ocehan tuan Delvin.
"Da..Ayah!" Ucap Ciky membuat jantung Tuan Delvin seakan terhenti..
"Berhenti!"
Pinta tuan Delvin pada sopirnya.
Mobil itu seketika berhenti dan tuan Delvin keluar menemui Ciky yang masih setia dengan senyumnya.
"Ciky panggil apa sayang? Coba katakan lagi a..yah..a yah!" Pinta tuan Delvin.
"Ayah..ayah..ayah!"
Ujar keduanya serentak membuat Delvin mengajak si kembar dan Eca ikut masuk ke mobilnya.
"Kita mau ke mana tuan?"
"Keliling komplek sebentar. Aku sedang senang hari ini karena mereka berhasil memanggil aku ayah."
Ucap tuan Delvin sambil mengecup si kembar yang sedang berada dalam gendongannya Eca.
"Tuan Delvin!"
"Hmm!"
"Saya harap jangan pernah memperkenalkan anda sebagai ayah mereka. Karena kamu bukan ayah mereka." Pinta Eca serius.
Tuan Delvin menarik nafasnya dalam lalu membahas perkataan Eca tidak kalah sengitnya.
"Mereka akan menjadi anak-anakku, jika kamu mau menikah denganku."
Glekkkk....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Sandisalbiah
semoga kebaikan Eca pd si kembar akan membawa kebaikan pd hidup Eca sendiri..
2024-01-19
0
Queen Tdewa
gercep ouy ... luar biasa
2023-02-12
2
Sri Hariati
ni baby twins bener2 genius ya hehe usia 6 bln udan bisa ngomong " a..yah a..yah". bayi masa kini yang ada hanya di dunia noveltoon🤭😊😊
2023-02-03
1