Menyandang status barunya sebagai seorang nyonya Delvin tidak membuat Ayesha menjadi pongah.
Sifat tawadu nya yang selalu menghargai orang lain membuat ia di sukai para pelayan yang sudah mengenal Eca sebelumnya dengan kedua anaknya yang biasa mereka momong.
Sekarang Eca sudah tinggal bersama sang suami dan meninggalkan rumah kontrakannya yang penuh dengan kenangan.
Ia baru mengetahui dari kamar milik Delvin terdapat teropong yang mengarah langsung ke rumah kontrakannya hingga aktivitasnya di halaman rumahnya menjadi sorotan dari pria tampan ini.
"Apakah setiap aktivitas tetangga mu harus kamu awasi dengan teropong itu?"
Tanya Eca sambil meneropong ke arah bekas kontrakannya.
"Hanya tetangga kamu saja yang aku awasi."
"Kenapa harus aku?"
"Karena wanita yang paling cuek dan keras kepala seperti mu yang membuat aku penasaran."
"Bukankah aku sudah punya anak? Ih, mau-maunya sama janda." Goda Eca.
"Aku tidak peduli dengan status mu saat itu dan aku berharap kamu seorang janda atau memiliki anak di luar pernikahan dengan begitu aku bisa masuk dalam kehidupanmu.
Aku sudah jatuh cinta padamu saat aku pertama kali melihatmu belanja dengan si kembar tanpa di dampingi seorang lelaki di sampingmu."
"Jadi kamu tipikal cowok yang senang dengan istri orang, begitu?"
"Aisss! Tidak seperti itu Eca! Aku mengira kamu sedang belanja dengan keponakan mu karena kamu tidak terlihat seperti wanita yang baru melahirkan."
"Apakah kamu sudah punya pengalaman membedakan seorang gadis tulen dengan seorang wanita yang baru saja melahirkan?"
"Saat aku masih SMA, aku pernah menjenguk guruku yang baru melahirkan anak pertamanya. Bentuk tubuhnya semok dan bagian dadanya begitu besar karena menampung ASI.
Belum lagi pinggul, wajah dan masih banyak ciri-ciri dari wanita yang baru melahirkan yang tidak terdapat sama sekali padamu." Jelas Delvin.
"Berarti kamu seorang penguntit?"
"Bukan begitu. Justru aku sangat kaget saat mengikuti mu ternyata kamu adalah tetanggaku dan tinggal di depan rumahku. Aku jadi semangat mengamatimu setiap kali punya kesempatan."
"Kamu sangat tidak sopan. Dan perbuatanmu sangat tidak menyenangkan. Sayang sekali kita sudah menikah, kalau tidak aku akan melaporkan kamu ke polisi."
Ucap Eca membuat suaminya tertawa geli.
"Apakah kamu tahu Eca saat kita pertama kali bertemu di supermarket, akulah orang yang menolong mu mendorong troli belanjaan mu sampai ke kasir hanya saja kamu terlalu cuek Eca."
"Maafkan aku, saat itu aku terlalu ribet dengan si kembar jadi tidak begitu memperhatikan wajah orang yang menolongku, tapi aku sudah mengucapkan terimakasih kepada kamu bukan?"
"Iya sayang. Pada akhirnya Aku mendapatkan seorang ibu pengganti si kembar yang masih perawan. Tapi apakah kamu masih perawan? Aku belum mencobanya."
Celetuk Devin yang sampai saat ini belum melakukan malam pertama mereka karena sibuk mengurus si kembar dan pindah ke istananya Delvin.
"Di jamin masih orisinil pak. Masih ada segelnya!" Balas Eca dengan candaan.
Dua hari yang cukup melelahkan setelah mereka menikah. Si kembar yang tidak mau tidur terpisah dengan pengantin baru ini menjadi kendala tersendiri hingga mereka menunda malam pengantinnya.
Canda tawa terdengar riuh disertai saling menggoda satu sama lain berakhir redup kala nafas berat yang sudah tidak biasa mengawali percintaan panas mereka dengan ciuman dan sentuhan hangat disertai saling menyentuh dan meremas di mana aset tersembunyi di balik balutan lengerie dan piyama tidur pasangan ini.
Sentuhan menjadi lebih gila kala satu tangan Delvin menarik lengerie merah itu dalam sekali sentak.
Tubuh jenjang yang kini polos terekspose menggoda pandangan suami yang nampak tidak berkedip memandangi pemandangan indah yang menawarkan sejuta rasa padanya.
Dipandangi intens seperti itu membuat Eca menutupi wajahnya karena begitu malu. Delvin menurunkan kedua tangannya Eca agar wajah itu menatapnya.
"Jangan tutupi wajahmu sayang! Dan lihat aku, bagaimana aku akan menyentuhmu dan memberimu kepuasan."
Pinta Delvin.
Delvin meneruskan aksinya di setiap jengkal tubuh istrinya yang sudah tidak tahan lagi menahan serangan demi serangan yang diberikan oleh sang suami.
Saat melakukan peluncuran roket perdananya pada sang istri tiba-tiba terdengar suara kegaduhan dari luar sana yang memanggil nama Delvin dengan sangat murka.
"Delvin... Delvin! Keluar kamu...!"
Delvin tersentak dan mengenal suara itu adalah ibunya yang diikuti suara ayahnya.
Keduanya menghentikan aktivitas malam pertama mereka yang gagal lagi saat baru mulai penyatuan tubuh.
"Mommy, Daddy!"
Sentak keduanya lalu buru-buru mengenakan piyama tidur mereka dan keluar menemui kedua orangtuanya Delvin.
Delvin segera membuka pintu kamarnya menemui keluarganya. Kedua orangtuanya menatap Delvin sementara Eca bersembunyi dibalik punggung suaminya dengan wajah pucat dan tubuh gemetar.
Nyonya Zoya menghampiri putranya lalu menampar dengan keras wajah Delvin membuat Eca mundur beberapa langkah.
"Dasar anak kurangajar! Selama ini kami mendengar desas-desus tentang kamu dengan janda dua anak ini hanya sebuah gosip murahan dan ternyata ini adalah benar dan hei..kau janda murahan..! berani sekali kamu mengajak putraku menikah tanpa sepengetahuan kami."
Omel nyonya Zoya dengan wajah kelam.
"Mam! Eca bukan seorang ...!"
Eca langsung menggelengkan kepalanya untuk tidak memberitahu keadaan sebenarnya pada sang mertua.
"Sayang tapi..!"
Bantah Delvin namun Eca segera menggenggam tangan Delvin kuat agar tidak mengatakan so kembar bukan anak kandungnya.
"Atas ijin siapa kamu berani menikahi janda ini..hah! Bentak tuan Wilantara.
"Seorang laki-laki tidak begitu membutuhkan ijin dari kedua orangtuanya karena ia bisa melakukannya sendiri saat ingin menikah."
Ujar Delvin sengit.
"Maafkan saya mam, Daddy! Sayalah yang telah memaksa Delvin untuk menikahi saya karena tidak ingin terjadi fitnah." Jelas Eca sambil berurai air mata.
"Oh ya! Sihir apa yang sudah kamu lakukan pada putraku hingga sangat manut padamu, hah? dasar perempuan tidak tahu malu..!"
Tangan nyonya Zoya hampir menjambak rambutnya Eca namun di tangkis oleh Delvin yang tidak suka dengan sikap bar-bar maminya.
"Mami! Jangan mencoba menyentuh istriku! Pukul aku lagi! Kalau itu bisa membuat kalian puas! Teriak Delvin dengan suara menggelegar membuat Eca langsung lari ke kamar untuk menenangkan si kembar yang terdengar menangis kencang.
Para pelayan tidak berani muncul di hadapan keluarga itu, karena peraturan Delvin yang melarang mereka untuk tidak mendengar percakapan keluarganya baik itu dalam keadaan tenang maupun menegangkan seperti ini.
"Ceraikan istrimu itu sekarang juga! karena kami tidak sudi menerima menantu seorang janda!"
Titah Tuan Wilantara.
Eca keluar menemui lagi mertuanya sambil menggendong si kembar yang terus-menerus memanggil ayah mereka.
"Ayah..ayah..ayah!"
Delvin menghampiri si kembar dan menggendong keduanya penuh cinta kasih.
Wajah kedua orangtuanya tidak menyukai melihat dua makhluk kecil itu membenamkan wajah mereka dalam ceruk leher kokoh putranya.
"Hah..! Ada apa dengan kamu Delvin hingga membuat kedua ini kecil ini langsung memanggilmu ayah?" Sindir nyonya Zoya sinis.
"Hei janda sialan! Bawa pergi anak sial ini dari rumah putraku!" Berapa yang kamu inginkan untuk bisa pisah dari putraku, hah?"
Tanya tuan Wilantara disambut teriakan putranya.
"Daddyyyyy...!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Nor Azlin
jangan2 anak angkat eca itu cucu dari kamu orang tua laknat ...eca bagi tau aja yang kamu itu masih perawan biar tau rasa orang tua delvin
2023-01-01
0
Yuliana Tunru
duh kasian eca dan delvin thor batu mau MP dah ke gep ortù bermulut laknat...sabar eca delvin akan mejaga kalian mmg tdk mudah untuk bahagia aplg di katakan orang sebagai janda..up up thor
2022-12-21
3
felisya enterprise
nanti menyesal .., setelah tahu siapa eca..,
2022-12-21
1