16. Kau...?"

Pesta ulang tahun yang ke lima tahun terlihat sangat meriah. Si kembar begitu bahagia, ulang tahun mereka dirayakan di salah satu hotel mewah yang di hadiri teman-teman sekolahnya.

Potongan kue pertama di berikan Chiko untuk sang bunda di ikuti Ciky memberikan potongan kuenya pada sang ayah Delvin.

"Bunda...! Terimakasih sudah melahirkan kami."

Ucapan Chiko yang singkat membuat Eca merasakan getaran kuat pada hatinya karena ucapan Chiko yang menganggapnya ibu kandung tidak sedikitpun terlintas di pikiran Eca.

Istri dari Delvin ini hanya bisa mengangguk sambil mengusap air matanya. Delvin membisikkan sesuatu agar Eca tidak begitu emosional dengan ucapan Chiko.

"Terimakasih sayang sudah hadir dalam kehidupan ayah dan bunda." Balas Eca sewajarnya.

Walaupun sampai saat ini Eca belum di karuniai seorang keturunan, namun kehadiran si kembar sudah membuatnya merasa ia sudah memiliki anak tidak peduli lahir dirahimnya atau tidak.

Teman-temannya mulai berpamitan dengan si kembar usai menikmati hidangan makanan dan membawa pulang bingkisan dari si kembar.

"Bunda! apakah Ciky boleh membuka kado dari teman Ciky?"

"Nanti saja di kamar sayang, jangan di sini karena ruangan ini di pakai lagi oleh yang lain."

Eca meminta petugas hotelnya mengantarkan kado si kembar ke kamar mereka.

Saat ini mereka sedang menginap di hotel karena rumah Delvin sedang direnovasi yang sedikit lagi hampir selesai tapi masih dalam tahap finishing.

Eca menemani si kembar untuk membuka kado sementara Delvin masih ada urusan lain dan tetap berada di meeting room.

Delvin segera meninggalkan meeting room saat petugas memintanya untuk pindah tempat duduk.

Saat sudah berada di dalam lift, ada seorang wanita muda sedang tertunduk sambil menangis sesenggukan dengan rambut menutupi wajahnya.

Delvin yang melihat itu mencoba menegur gadis itu yang sedari tadi membelakangi dirinya.

"Nona...! Apakah anda baik-baik saja?"

Tanya Delvin dengan sedikit memperhatikan wajah gadis itu.

"Tidak usah pedulikan saya, Tuan!" Ucap wanita itu ketus.

Ia mengusap air matanya dengan tisu dan mengangkat perlahan wajahnya menatap Delvin.

Baik Delvin maupun gadis itu sama-sama tersentak

"Kau..!"

"Kau...!"

Dengan wajah penuh amarah, wanita muda ini langsung menyerang Delvin dengan pukulan ke dada Delvin.

"Bukankah kau lelaki yang telah menghancurkan hidupku..?"

"Aku yang menghancurkan hidupmu...? Apakah kamu lupa kamu sendiri yang datang padaku malam itu dan mencoba merayuku dengan tubuhmu itu..?"

Ucap Delvin tidak terima dengan tuduhan gadis yang ada di hadapannya ini.

Ia menahan kedua tangannya wanita itu lalu mendorong tubuh itu dengan kasar.

Lift hampir berhenti di lantai tiga puluh di mana Delvin harus keluar menuju kamarnya.

"Asal kau tahu saja akibat malam terkutuk itu aku hamil dan aku telah melahirkan anakmu dan hari ini adalah ulang tahun mereka, itulah sebabnya aku menangis."

Deggggg...

Delvin menutup lagi pintu lift dan penasaran dengan ucapan wanita cantik di depannya ini. Lift itu kembali naik menuju lantai tiga puluh tujuh di mana lantai kamar milik wanita itu.

"Katakan di mana anakku kalau benar-benar kamu melahirkan anakku?"

"Jika aku mengatakan di mana mereka, apakah kamu mau menikahi aku..?"

"Aku sudah berkeluarga. Itu suatu yang mustahil aku lakukan. Aku sangat mencintai istriku dan anak-anakku."

Ucap Delvin makin membuat gadis itu frustasi.

"Kalau begitu lupakan keinginanmu untuk bertemu dengan anak-anakmu. Permisi...!"

gadis itu melangkah keluar saat pintu lift terbuka. Delvin begitu bingung untuk menentukan sikap antara mengikuti gadis itu atau kembali ke kamar istrinya.

Delvin tidak ingin membuat skandal. Ia tidak mempedulikan ucapan gadis itu dan memilih kembali ke kamarnya menemui istrinya dan si kembar yang sedang menunggunya.

Tapi hatinya tidak bisa menepis rasa penasarannya pada ucapan gadis itu kalau ia sudah melahirkan anaknya.

"Bukankah tadi gadis itu mengatakan anak-anak..? Apakah dia melahirkan anak kembar? Berarti anakku kembar...? Oh bagaimana ini...? Apakah aku harus jujur kepada Eca tentang masa laluku?

Mimpi buruk yang sudah aku kubur karena memanfaatkan gadis yang sedang mabuk itu mendatangiku. Dan parahnya aku telah merenggut kesucian gadis itu."

Delvin menekan bel kamarnya. Perasaannya sudah tidak sebahagia tadi. Bertemu lagi dengan wanita masa lalunya yang melibatkan dirinya dengan cinta satu malam membuatnya kembali risau.

Eca membuka pintu kamarnya dan si kembar langsung menyongsong ayah mereka.

"Ayah ..! Hadiah Ciky banyak sekali ayah."

"Hadiah punya Chiko lebih banyak ayah. Tapi Chiko lebih suka hadiah dari ayah dan bunda." Ucap Chiko antusias.

Tatapan mata Delvin terlihat nanar. Semangatnya seakan tersedot dengan ucapan gadis masa lalunya tentang anak-anaknya yang juga kembar.

Eca memperhatikan perubahan ekspresi wajah sang suami membuatnya sedikit terganggu.

"Ayahhhhh....! Kenapa ayah diam saja..? Katakan sesuatu ayah!" Rengek Ciky yang tidak suka melihat sikap ayahnya menjadi dingin pada mereka.

"Maafkan ayah sayang! Ayah agak kurang sehat hari ini. Bisa kalian main berdua dulu..?"

"Yah, ayah .. hari inikan ulang tahun kita, kenapa ayah malah sakit." keluh Chiko kecewa.

Melihat respon Delvin yang terlihat tidak baik-baik saja membuat Eca turun tangan menenangkan si kembar untuk kembali ke kamar mereka.

"Ciky, Chiko! Ayo kembali ke kamar kalian! Besok ayah dan bunda akan mengajak kalian bermain ke Ancol, bagaimana?"

"Benarkah bunda? Ciky boleh bertemu dengan ikan lumba-lumba?"

"Chiko mau main di Waterboom."

"Iya kita akan mengunjungi tempat itu."

Hibur Eca lalu meninggalkan keduanya dan melihat keadaan Delvin.

"Apakah kamu baik-baik saja, sayang?"

Tanya Eca ikut berbaring di sebelah tubuh suaminya.

"Kepalaku tiba-tiba pusing Eca."

"Mau dipijitin sayang?"

"Iya! Aku merindukan pijitin tangan lembut ini."

Delvin mengecup telapak tangan Eca. Eca kembali duduk dan memangku kepala suaminya untuk memberikan pijatan lembut di sekitar wajah dan kepala Delvin untuk memberikan relaksasi pada suaminya.

Sementara Delvin masih membayang wajah cantik wanita yang mengaku sudah melahirkan anak-anaknya.

"Apa yang harus aku lakukan untuk gadis itu dan anak-anakku darinya? sementara aku saat ini sudah berkeluarga. Apakah aku harus jujur pada Eca. Apakah dia mau menerima masa laluku? Kepalaku rasanya mau pecah saat ini."

Keluh Delvin sambil terus menarik nafasnya dengan perasaan gusar.

"Apakah ada masalah sayang..?"

"Ada sedikit masalah di perusahaan. Tapi aku bisa menanganinya, sayang. Maafkan aku sudah membuat kamu ikut cemas." Ucap Delvin.

"Baiklah. Cobalah di bawa tidur dan singkirkan masalah berat dari pikiranmu karena itu tidak akan membantumu menyelesaikan masalah."

Pinta Eca penuh kelembutan.

Sementara di kamar berbeda ibu kandung si kembar masih menangis mengenang bayinya yang telah ia tinggalkan begitu saja usai melahirkan.

"Sayang! Maafkan mama karena telah meninggalkan kalian. Mama tidak tahu harus mencari kalian di mana sementara klinik itu sudah tidak ada dan pemiliknya tidak tahu pindah di mana..?" Keluh ibu si kembar..

Gadis itu mengenang lagi peristiwa malam laknat itu.

Flashback on

Terpopuler

Comments

Siti Nurjanah

Siti Nurjanah

berarti si dalvin ayah dr si kembar

2023-11-08

0

Rafanda 2018

Rafanda 2018

ko jd gini ceritanya torrr

2023-06-15

1

Queen Tdewa

Queen Tdewa

ibu ny si kembar

2023-02-13

1

lihat semua
Episodes
1 1. Wanita Hamil
2 2. Tetangga Yang Baik!
3 3. Mulai Bekerja
4 4. Jadi Perhatian
5 5. Penuh Pertimbangan
6 6. Belum Tertarik
7 7. Mulai terungkap!
8 8. Merawat Bersama
9 9. PENGAKUAN
10 10. Pengunduran Diri
11 11. Menikah
12 12. Terhalang Restu
13 13. Melanjutkan Yang Tertunda
14 14. Pertemuan
15 15. Masa lalu Haidar
16 16. Kau...?"
17 17. Cinta Satu Malam
18 18. Gagal
19 19. Keputusan
20 20. Kegelisahan Delvin
21 21. Solusi
22 22. Dokter Kecil
23 23. Kehebatan Ciky
24 24. Pujian
25 25. Gugup
26 26. Salah Paham..!
27 27. Undangan Makan Malam
28 28. Berusaha jujur!
29 29. Kegilaan Delvin...!
30 30. Kau...!
31 31. Pertengkaran
32 32. Terjebak Sendiri Dengan Ancamannya!
33 33. Akhirnya Ketemu Juga!
34 34. Perang Di Mulai
35 35. Keributan
36 36. TIDAK TERIMA
37 37. Yang Sebenarnya!
38 38. Balas Dendam
39 39. Menjadi Tawanan
40 40. Salah Target !
41 41. Memberi Kesempatan
42 42. Kecerobohan Alin!
43 43. Kedatangan Haidar
44 44. Mencoba Lagi
45 45. Kesedihan Eca
46 46. Keberuntungan Untukku!
47 47. Bawa Kabur
48 48. Penyesalan Alin
49 49. Kontak Batin
50 50. Pengorbanan Haidar
51 51. Cinta Tanpa Batas
52 52. Mencintaimu Bukan Perkara Mudah!
53 53. Peran Si Kembar
54 54. Tidak Ingin Bertemu
55 55. Pembalasan Setimpal
56 56. Menuntut Keadilan
57 57. Permintaan Aneh
58 58. Akhirnya Bertemu
59 59. Baby kuartet
60 60. Kecemburuan Eca
61 61. Peran Eca
62 62. Arti Senyuman Eca
63 63. Tak Akan Terulang Lagi
64 64. Faktor Genetik
65 65. Aksi Baby Adam
66 66. Lamaran dadakan
67 67. Pilihan Sulit
68 68. Penyesalan Mertua
69 69. Tinggal Bersama
70 70. Prestasi Si Kembar
71 71. Perlawanan Si Kembar
72 72. Mengakui Kehebatan Si Kembar
73 73. Tujuh Tahun Kemudian
74 74. Tapi Aku sudah bertemu Bidadari!
75 75. Jatuh Cinta
76 76. Terjebak Sendiri
77 77. Masih Marah
78 78. Cinta Yang Manis
79 79. Gadis Aneh
80 80. Mengejar Cinta Dokter Chiko **BAB INI RADA SEDIH YA**
81 81. Tidak Tertolong
82 82. Mengabulkan
83 83. Kebahagiaan Berganti Duka
84 84. Dia Kembali..!
Episodes

Updated 84 Episodes

1
1. Wanita Hamil
2
2. Tetangga Yang Baik!
3
3. Mulai Bekerja
4
4. Jadi Perhatian
5
5. Penuh Pertimbangan
6
6. Belum Tertarik
7
7. Mulai terungkap!
8
8. Merawat Bersama
9
9. PENGAKUAN
10
10. Pengunduran Diri
11
11. Menikah
12
12. Terhalang Restu
13
13. Melanjutkan Yang Tertunda
14
14. Pertemuan
15
15. Masa lalu Haidar
16
16. Kau...?"
17
17. Cinta Satu Malam
18
18. Gagal
19
19. Keputusan
20
20. Kegelisahan Delvin
21
21. Solusi
22
22. Dokter Kecil
23
23. Kehebatan Ciky
24
24. Pujian
25
25. Gugup
26
26. Salah Paham..!
27
27. Undangan Makan Malam
28
28. Berusaha jujur!
29
29. Kegilaan Delvin...!
30
30. Kau...!
31
31. Pertengkaran
32
32. Terjebak Sendiri Dengan Ancamannya!
33
33. Akhirnya Ketemu Juga!
34
34. Perang Di Mulai
35
35. Keributan
36
36. TIDAK TERIMA
37
37. Yang Sebenarnya!
38
38. Balas Dendam
39
39. Menjadi Tawanan
40
40. Salah Target !
41
41. Memberi Kesempatan
42
42. Kecerobohan Alin!
43
43. Kedatangan Haidar
44
44. Mencoba Lagi
45
45. Kesedihan Eca
46
46. Keberuntungan Untukku!
47
47. Bawa Kabur
48
48. Penyesalan Alin
49
49. Kontak Batin
50
50. Pengorbanan Haidar
51
51. Cinta Tanpa Batas
52
52. Mencintaimu Bukan Perkara Mudah!
53
53. Peran Si Kembar
54
54. Tidak Ingin Bertemu
55
55. Pembalasan Setimpal
56
56. Menuntut Keadilan
57
57. Permintaan Aneh
58
58. Akhirnya Bertemu
59
59. Baby kuartet
60
60. Kecemburuan Eca
61
61. Peran Eca
62
62. Arti Senyuman Eca
63
63. Tak Akan Terulang Lagi
64
64. Faktor Genetik
65
65. Aksi Baby Adam
66
66. Lamaran dadakan
67
67. Pilihan Sulit
68
68. Penyesalan Mertua
69
69. Tinggal Bersama
70
70. Prestasi Si Kembar
71
71. Perlawanan Si Kembar
72
72. Mengakui Kehebatan Si Kembar
73
73. Tujuh Tahun Kemudian
74
74. Tapi Aku sudah bertemu Bidadari!
75
75. Jatuh Cinta
76
76. Terjebak Sendiri
77
77. Masih Marah
78
78. Cinta Yang Manis
79
79. Gadis Aneh
80
80. Mengejar Cinta Dokter Chiko **BAB INI RADA SEDIH YA**
81
81. Tidak Tertolong
82
82. Mengabulkan
83
83. Kebahagiaan Berganti Duka
84
84. Dia Kembali..!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!