Beberapa bulan menjelang kelulusan Jasmin, Danu sepertinya sudah mempersiapkan segalanya. Dia juga membeli rumah kecil, perumahan cluster untuk Laras nantinya.
Laras tahu, dia akan di pindahkan nanti setelah Jasmin lulus sekolah dan akan langsung menikahinya. Tapi, meratapi semua nasibnya sebagai istri yang tak di anggap itu membuat Laras berpikir kalau dia akan membuka usaha kecil-kecilan.
Modal yang dia dapatkan itu dari uang kuliah yang tidak dia teruskan. Meskipun dia ingin meneruskan kuliah, tapi lebih baik dia gunakan untuk berjualan online. Danu memang memberinya uang belanja untuk kebutuhan di dapur dan kebutuhan apa saja di rumah.
Tapi dia jarang sekali makan di rumah, dan dari uang Danu saja Laras masih ada sisanya. Dia pu memutuskan untuk membuka toko online. Laptopnya dia gunakan untuk berjualan.
Setiap hari dia berkutat di depan laptop untuk membuat nama toko, brand kue yang akan dia pasarkan. Hingga satu bulan dia lakukan. Danu sendiri tidak peduli apa yang di lakukan oleh Laras, selagi Laras ada di rumah dan tidak macam-macam.
"Kamu rupanya sibuk sekali." sapa Danu ketika Laas sedang menghadapi laptopnya.
Itu sapaan pertama Danu pada Laras, karena biasanya Laras yang menyapanya lebih dulu. Laki-laki dingin dan angkuh itu tidak mendapat jawaban dari pertanyaannya pada Laras. Sepulang kerja dia selalu melihat Laras ada di depan laptop, hingga mulutnya tergelitik untuk bertanya.
"Laras! Kalau di tanya itu di jawab!" kata Danu sedikit kesal.
"Eh, iya mas. Mas Danu tanya apa?" tanya Laras menatap suaminya itu.
Heh, sudahlah. Tidak penting apa yang kamu lakukan." kata Danu sambil berlalu.
"Tadi ngomong, di tanggapi malah pergi." kata Laras menatap kepergian suaminya.
Dia pun meneruskan pekerjaannya, besok dia akan membuat kue-kue. Beruntung ada yang memesan, meskipun baru sedikit.
"Aah, akhirnya ada juga yang memesan. Besok aku buat lalu langsung di kirim setelah mas Danu berangkat kerja." gumam Laras tersenyum puas.
Setelah selesai, dia pun menutup laptopnya dan menuju kamarnya. Dia merasa lapar, lalu keluar dari kamar untuk membuat cemilan. Dia ingat ada bumbu seblak di kulkas, dia akan membuat seblak pedas kesukaannya.
Sedang berkutat di dapur, Danu keluar dari kamarnya. Dia merasa haus dan mengambil air dari dalam kulkas, melihat Laras sedang membuatkan seblak. Pikirannya pun ingat untuk membicarakan tentang rumah yang sudah dia beli.
"Kamu sedang apa?" tanya Danu, Laras menoleh.
"Aku lapar mas, mau buat seblak. Mas Danu mau juga di buatkan?" tanya Laras.
"Tidak usah, aku kenyang makan malam dengan Jasmin di restoran." jawab Danu ketus.
Laras diam tanpa menoleh, tangannya berhenti mengaduk masakan. Lalu di tariknya nafas panjang, memang dia bukan yang utama. Pikir Laras.
"Aku sudah membeli rumah untukmu. Sebagai hadiah dariku." kata Danu.
Kembali Laras menghentikan adukan masakannya, dia menoleh pada Danu. Apakah secepat itu? Bukankah belum satu tahun dia menikah? Baru delapan bulan.
"Apa mas Danu mau mengusirku?" tanya Laras, perih.
"Aku tidak mengusirmu. Tapi rasa tanggung jawabku sama kamu sebagai istri, aku juga tidak kejam mengusirmu tanpa memberikan sesuatu. Rumah itu sebagai hadiah dariku karena kamu telah merawat ibuku dulu. Jadi wajar saja aku membelikan rumah. Dan nanti setelah aku menikah dengan Jasmin, kamu langsung pindah. Setelah satu tahun, aku akan ceraikan kamu." kata Danu.
"Mas Danu, aku di amanatkan oleh ibu untuk menjagamu. Dalam keadaan apa pun, kenapa kamu tidak menjalankan amanat ibu?" tanya Laras mencoba bernegosiasi.
"Aku sudah menjalankan amanat ibuku, yaitu menikahmu. Meski pun aku tidak pernah cinta dan tidak pernah menyukaimu, kamu gadis pungut yang ibuku ambil. Jadi, jangan coba-coba kamu menganggap dirimu itu istri yang baik!" kata Danu dengan wajah marah.
Laras diam, menatap Danu dengan tidak percaya. Lalu dia kembali berbalik dan meneruskan mengaduk masakannya. Tiba-tiba dia menangis, entah rasanya sakit sekali. Sakit karena di hina oleh suaminya sendiri.
"Lagi pula, saham yang ibuku berikan sama kamu seduai wasiat. Itu yang akan aku kejar, kamu tidak berhak mendapatkan apa pun warisan dari ibuku." kata Danu lagi.
"Aku tidak menginginkannya, mas. Silakan saja kamu ambil semuanya, dan terima kasih kamu memberikanku hadiah rumah. Jika rumahnya sudah selesai, aku akan pindah ke rumah baruku." kata Laras dengan hati yang perih.
"Tunggu Jasmi lulus dan menikah denganku. Baru setelah itu kamu boleh pergi dari rumah ini." kata Danu.
"Kamu jahat sekali mas, tidak ada hati yang baik sedikitkah untukku?" ucap Laras tanpa menoleh pada suaminya.
"Jangan harap aku punya rasa peduli padamu. Aku sebenarnya membencimu, tapi karena amanat ibuku saja aku baik padamu." kata Danu.
Dia lalu pergi dari dapur, masuk ke dalam kamarnya. Entah apa yang di pikirkan laki-laki itu, jahat sekali pikirannya pada Laras. Dalam hatinya, Jasmin yang selalu dia dambakan menjadi istrinya. Yang selalu menghias hari-harinya kelak di rumahnya itu. Apa lagi nanti mempunyai anak dari kekasih ABGnya itu.
Sedangkan Laras, di dapur masih mengaduk masakan seblaknya. Hilang selera makannya dengan perdebatannya dengan Danu tadi, tapi dia menyelesaikanya juga seblak yang dia buat. Di tuangkannya di dalam mangkok dan membersihkan peralatan dapur agar tidak menumpuk cucian di dapur.
"Lebih baik jadi pembantu dari pada tidak di hargai sama sekali oleh suami yang sombong dan angkuh itu. Tidak apa, aku akan pergi sesuai ucapannya. Aku yang anak pungut dari ibunya sudah menjalankan amanat ibu Ramona." ucap Laras.
Dia menguatkan hatinya sendiri agar tidak terlalu sakit. Buka karena cinta, tapi dia sebagai istri tidak pernah di hargai. Meskipun dia sudah berusaha jadi istri yang baik.
"Apa salahku?" gumam Laras.
Malam semakin larut, Laras pun akhirnya memakan seblak yang dia buat. Kini dalam hatinya akan selalu memikirkan dirinya sendiri. Dia akan menjalankan sesuai kesepakatan dengan Danu saja. Setelah dia bebas dari itu, akan terus berbisnis onlien shop saja. Pikir Laras.
_
_
******************
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Cahaya Hayati
muda mudahan Laras bertemu denga orang kaya melebihi Danu selepas bercerai
2023-03-29
0
amalia gati subagio
piyeeeee si laras gak jahat? he he he dia jahat! ttp bertahan berharap sopo? ambisi obsesi absurdnya jd istri terberkati? the one and only one? yg nikah si mbok opo anak lanangnya? yg berumah tangga itu laras dgn si mbok gt? perempuan halu dgn wajah cengok ambisi jd sinderela, whatever lah!! gmn pun jasmin itu pilihannya, hak laras sebagai warisan yg dipaksakan dpt dilipas, warisan pernikahan gak hrs di jln kan, jk salah 1 pihak keberatan & merasa dizalimi, so laras kau telah zalim pd dou yg mungkin di skema utk tak bahagia, jg zalim pd dirimu sendiri! jgn terlalu murahan obral diri, bikin enek dgn penampakan gak berdaya sok paling tersakiti utk peningkatan hak guna? poor laras, coba jd jalang lacur gratisan demi halu, gak dianggab, miris sekaligur muak dgn carakter cam laras, jual kemiskinan, terjalimi, merendahkan harkad martabat manusia khususnya perempuan!! kelaut aja laras, temanan dgn hiu pembunuh biar jd emutan plangton setelah di eein si hiu!! 🤔sorry but not sorry, syurganya halumu gak dapat, neraka dunia dah pasti!!🙏
2023-01-30
0
Meri Marlinda
muter aja ctranya bkin jengkel
2023-01-05
0